
Biarkan tidak ada yang melihat.. adalah pelafalan tidak bagus.. karena ketidak-bagusan akan selalu menjadi tidak bagus.
"S-snow Iceball Junior itu palsu.. bahkan di kisah klasik Perugia.. seorang Snow Iceball tidak diketahui akhirnya bagaimana.." ucap Tigrevurmud Tiger.
Kebetulan Tigrevurmud Tiger adalah seseorang dalam divisi ilmuan sejenis pengamat sejarah.
"Snow Iceball Junior... dia memiliki sebuah kemampuan bisa mengubah molekul.. udara.. panas.. atau bahkan setiap saat.. dengan tendangannya.. itu sudah dia perlihatkan sebagai bukti bahwa dia adalah seseorang junior dari keturunan Snow Iceball awalan."
"Kurasa.. ini menimbulkan kontroversi terkait penelitian ilmuan.."
Snow Iceball yang mereka bicarakan tengah bersantai diruangan sang Starskovich Fallensky.
"Kita akan membangunkan seorang Hyun Lee.. orang yang bisa meruntuhkan sesuatu saat berjalan.. karena dia bisa membantu dalam Nipongatana.." ucap Starskovich.
"Sangat bagus.. kau sangat mengerti hal yang aku inginkan.. Starskovich-san kurasa tidak mustahil untuk menguasai negeri ini.." ucap Hyo.
Anggota-Anggota Nipongatana dari segala pelosok sudah berkumpul semuanya demi mendominasi Area Unknowns terlebih dahulu.
Hyo Kobayashi adalah ketua Nipongatana yang sangat berbahaya dan fatut diwaspadai.
"Hmm.. ini sangat menarik.." ucap Zwei.
"Duet Battery kita akan beraksi di masa lalu?" gumam Shuo.
"Ini adalah masa dimana kita harus beraksi.." ucap Timer.
"Anggota Nipongatana sangat banyak yang cantik-cantik juga..." ucap Stephenson.
"Aku akan beraksi.." ucap Xianhyun.
"Saeba tidak masuk divisi Nipongatana apakah dia menolak ajakanmu?"
"Ya dia menolaknya karena dia ingin mengalahkan sang sniper Xianhyun.." jawab Mikazuki.
Kedudukan dan sebuah strategi untuk melakukan kudeta dan menguasai negeri ini.. Nipongatana mulai beraksi.. karena sang pemimpin Hyo Kobayashi sudah menyiapkan pesta pertempuran.
"Kurasa.. aku tidak akan berada disisi manapun.. karena aku hanya tertarik untuk menonton.." ucap Piotr.
"Piotr-san.. bagian Polinsky.. kurasa mereka orang-orang dengan nama ala Polandia kayak kita tidak tertarik mengikuti pertempuran ini.." ucap Sebastian.
"Haha.. ya.. karena kadang orang-orang dengan lidah dari Nipongatana akan sulit mengeja nama kita.." ucap Piotr.
Piotr Szmanowszky dan Sebastian Marchkowsky orang-orang dengan nama Poland. Mereka hanya tertawa disaat kekacauan akan terjadi.
Mereka hanya akan menonton ini.. dan tidak akan ikut campur dalam pertempuran.
Sementara disisi Nicki..
"Jyuubei-san.. jadi Mikazuki akan musuhan dengan kita?" tanya Nicki yang sedikit terkejut.
"Ya.. malahan disisi musuh adalah Maximillian Phillips si Pemain Bola."
"Phillips Maximillian.. itu nama yang keren.." ucap Sakatsuki.
"Mikazuki jika bertarung denganmu Sakatsuki-san... apakah kau akan memperlihatkan kemampuanmu?" tanya Nicki.
"Tentu saja.. saat pertempuran yang namanya beda kubu itu bahkan jika kenalan... itu sudah menjadi musuh.." jawab Sakatsuki.
"Hanya saja ini pertempuran bagaimana, dan kurasa belum saatnya kita serius, soalnya baru chapter tujuh puluh." sambung Nicki.
Konferensi pers, dan kemudian perkumpulan Nipongatana, mereka mendiskusikan sesuatu tentang sesuatu yang misterius.
Beberapa Jam Kemudian, ada di sekitaran Pitcrowsky.
"Nicki-kun terlalu lama mengangkat teleponnya padahal ini penting!!" Pria ini sangat serius, seakan-akan dia sedang dikejar oleh tugas menumpuk, Piotr Szmanowszky adalah pria ini.
Tiba-tiba suara balasan mulai terdengar, sudah tersambung dengan orang yang sedang dihubungi.
"Woy biadab!! Lama sekali kau mengangkat telepon dariku!!" bentak Piotr.
"Woh!! Baru diangkat langsung ngegas? Ngajak bakuhantam???!!!" bentak Nicki lagi dengan nada bertanya.
Lebih tepatnya.
"Kak, jangan mengupil! Ini di restoran!! Lihat orang-orang melihatmu dan kau sangat jorok! Ingat ini bukan di rumah!!" Bentak Nicko.
"Yare-yare, aku tak habis pikir mengapa aku bisa kalah melawan Nicki si orang aneh ini, dia tidak memperlihatkan kesan ikemen dan kesan sangar." Gumam Sakatsuki.
"Aku kalahnya lebih parah." sambung Gaim.
"Hahaha, menarik!!" ucap Perez.
Perkumpulan Nicki adalah perkumpulan beberapa orang yang ia kalahkan dan beberapa orang yang memang udah beneren temanan.
Sementara itu, disisi Tsubame.
"Tsubame-ojousan, apakah kau akan ikut dipertempuran ini? Membela klub mana?"
"Apakah kau berfikir aku bisa berantem? Seorang gadis harus memperlihatkan keindahan mereka dengan se-feminim mungkin." Jawab Tsubame.
Dan Lalu, Entah Sedang Apa, Tapi kamera berpindah rekaman, dia hanya ingin mampir ke gadis cantik ini.
"Akhir-akhir ini, dibeberapa pantai terlihat sangat sepi, bukan karena apa, tetapi airnya membeku." ucap Nicole Pandemonican.
Dia, dan beberapa orang yang membawa kamera kayaknya menyusuri tempat pantai yang membeku.
"Ini akan jadi berita terheboh, soalnya ini musim panas tetapi pantai kok membeku."
"Ya! Mohon kerjasama-nya kru sekalian!" sambung Pandemonican dengan gaya pose peace.
Sementara itu ditempat pemandian wanita, Nicko sudah tidak berada di dalem restoran, dia jalan-jalan. Dan kemudian mengikuti gadis cans yang seksi.
"Imutnya!! Pasti keindahannya absolute!!" sambung Nicko.
"Biarkan tidak ada yang melihat, tetapi biarkan cuma aku yang melihatnya! Hehehe!!" Nicko mimisan, dan kemudian melanjutkan acara mengintipnya, orang mesum memang beda.
"Uwoooohhhh...."
"Mantap soul!!"
Layar kemudian memperlihatkan cewecans tengah bugil, tetapi disensor oleh Komisi Penyiaran biar gak ditonton oleh Anak-Anak.
Memungkinkan saat ini ngeblur, dan imbasnya.
"Woy!! Mataku kok ngeblur juga njir!! Kenapa ga bisa lihat anunya cewe woy!!!" bentak Nicko yang berteriak hingga akhirnya kedengaran oleh sang gadis.
"Eh???."
"Siapa disana!!"
"Aku cuma numpang lewat mbak! Lagian ga bisa kelihatan, soalnya mataku ngeblur kayak televisi!!" ucap Nicko menjawab. Dia mencari alibi biar ga kena hantaman nona-nona cantik.
"Yare-yare. Itu karena kemampuanku bisa memblurkan pandangan.. upss..." Jawab sang gadis.
"Loh????"
"Dasar laki-laki biadab!!" sambung gadis itu berteriak.
"Kabuur!!" Nicko kabur kemudian meninggalkan area ini.
Di dalem restoran, Nicki sudah selesai teleponan sama mas Piotr, dan kini ia menyantap Pizza.
"Yaranaika, sasuga ore wa!!" sambung Nicki.
"Ampas.!!!" sambung Sakakibara.
- B E R S A M B U N G
NEXT CHAPTER : Membeku?