
Apa yang dilakukan orang-orang bila terjebak di sebuah dimensi yang dipenuhi dengan pintu? Apa yang akan kalian? Bingung? Kebingungan memang tidak bisa dihindarkan, itulah yang dirasakan Nicki dan juga Nicko saat ini, dimana mereka berdua terjebak dalam dimensi pintu milik Nguyen.
Mereka berdua hanya melihat ribuan pintu dengan beberapa model desain yang berbeda. Sesekali juga terlihat pintu dengan desain gambar anak-anak, bintang-bintang, bulan, kepala sawit, dan lain-lain.
"Kak Nicki, apa yang harus kita lakukan sekarang? Dari ribuan pintu yang ada dihadapan kita, kakak akan memilih pintu yang mana?"
"..... Hmm, aku juga bingung akan memilih pintu yang mana. Tapi untuk saat ini, aku akan mengandalkan firasatku saja. Namun aku membutuhkan sedikit waktu untuk berbicara dengan firasatku sendiri.."
"Huh? Kau bisa berbicara dengan firasat?"
"Tentu saja, aku akan bicara dengan kata hatiku."
"Yang benar kau akan bicara dengan firasat atau dengan kata hati woy?! Yang bener lah ngomongnya!!"
"Kau berani membentak ku ya? Dasar adik durha-"
Setelah perdebatan kecil yang tidak jelas, kini mereka berdua yang merupakan adik kakak ini sedang berpikir keras untuk mencari pintu yang sebenarnya. Nicki yang duduk sila sembari memejamkan, seolah-olah ia sedang bertapa didalam gua gelap yang tak terjamah.
Sementara itu, Nicko terlihat menghitung jumlah total pintu yang ada di dimensi ini. Hal ini ia lakukan karena gabut semata. Meski begitu, Nicko menghitung ribuan pintu ini sembari memikirkan cara agar bisa keluar dari sini, dan..
"209.."
"210.."
"211..-"
"Oey, Nicko!! Bantu berpikir lah!! Kenapa kau malah menghitung pintu-pintu itu seperti orang yang sedang gabut?!!" bentak Nicki.
"Aku ini juga lagi mikir woy!! Mesti seenaknya membentak mentang-mentang jadi kakak.."
Tak berselang lama, Nicki pun berdiri dari duduk silanya lalu berjalan ke arah sebuah pintu yang ia rasakan seperti mempunyai aura sedikt aneh, "Oey, Nicko. Firasatku mengatakan, kalau di pintu ini adalah jalan keluar menuju dunia kita..
Pintu yang ditunjuk Nicki ini adalah pintu berwarna pink dengan desain gambar bunga sakura. Selain itu, Nicki merasakan ada sebuah aura dengan aroma wangi-wangian sabun yang menyelimuti pintu ini.
"Apa kau yakin, kak?"
"Antara yakin dan kurang yakin sih.."
"Yaudah, daripada gak ngapa-ngapain mending kita mencoba sesuatu kan? Hehe.."
Setelah itu, Nicki pun memegang gagang pintu tersebut dan bersiap membukanya. Sebelum itu, terlihat Nicki yang menelan ludahnya karena masih begitu ragu-ragu untuk membukanya.
Meskipun ragu-ragu, Nicki tetap bersikukuh untuk membuka pintu tersebut dan..
"Are? Tempat apa ini?"
Nicki dan Nicko masuk ke dalam pintu tersebut. Ternyata benar yang dikatakan Nguyen, bahwa ribuan pintu ini saling terhubung ke suatu tempat di seluruh dunia.
Akan tetapi, kini Nicki dan Nicko berada di sebuah ruangan yang sedikit tidak asing bagi mereka berdua. Kenapa? Pasalnya ruangan ini dipenuhi dengan gelembung-gelembung sabun yang berterbangan dimana-mana, serta tercium aroma wangi dari sabun dan shampo yang menyelimuti ruangan ini.
Selang beberapa detik, Nicki dan Nicko tak sengaja melihat sebuah tirai yang tertutup dengan bayangan seseorang yang terlihat sedang berendam di sebuah bak mandi, "La la la la~" Lalu terdengar seseorang yang sedang bernyanyi dibalik tirai tersebut, namun suara ini begitu mirip dengan suara perempuan.
Nicki dan Nicko semakin bingung dengan tempat ini. Namun, setelah melihat semua hal ini di dalam ruangan. Mereka berdua pun akhirnya menyimpulkan sesuatu.
"Ini adalah kamar mandi!!" ucap Nicki.
"Iya benar. Dari aroma wangi shampoo dan sabun, lalu gelembung-gelembung sabun ini, ditambah terdapat bayangan seseorang yang diduga adalah seorang perempuan, ditambah dia sedang menyanyikan sesuatu..!!" Nicko tampak begitu bersemangat.
"Kan, ternyata benar ini kamar mandi. Eh perempuan?"
"Apa!!!!!"
Beberapa saat kemudian, seorang perempuan dengan tubuhnya yang hanya dililit oleh handuk berwarna putih langsung membuka tirainya dan..
"Loh, kalian siapa?"
"E-etto-" Pipi Nicki dan Nicko memerah ketika melihat ada seorang perempuan dihadapannya dengan handuk melilit tubuhnya sampai dengkul.
Dan perempuan itu juga baru sadar kalau di dalam kamar mandi pribadinya ada dua orang laki-laki dengan wajah mesum yang memandangi tubuhnya, "Kenapa ada laki-laki disini!!!!!"
"Plakkk!! Plakk!! Plakk!!" Perempuan itu langsung melesatkan jurus pamungkasnya yaitu teknik seribu tamparan.
Tak berselang lama, terlihat Nicki dan Nicko yang tepar di lantai kamar mandi dengan kondisi wajahnya yang memar dengan banyak benjolan di kepalanya. Entah bagaimana, mereka berdua begitu apes kali ini..
Sangat kurang beruntung, Nicki memilih pintu yang salah. Bukannya terhubung ke tempat asalnya, malah terhubung ke kamar mandi seorang perempuan. Wajar saja mereka berdua langsung dicap sebagai lelaki hidung belang yang berencana mengintip perempuan itu mandi.
*****
Setelah cukup lama kemudian.
Terlihat Nicki dan Nicko berada di sebuah ruangan yang sedikit gelap dan hanya bermodalkan satu lampu. Kini, Nicki dan Nicko hanya duduk di kursi berbahan kayu dengan kedua tangan yang terborgol.
Entah kenapa, mereka berdua terlihat begitu pasrah dengan apa yang mereka alami saat ini.
".....Haddeh, apes-apes. Kenapa kita malah terhubung ke kamar mandi perempuan? Padahal kita kan tidak ada niat untuk mengintip.." keluh Nicki.
"Kakak sih, ternyata firasatmu itu salah."
"Padahal firasatku berkata benar setelah diriku mencium aroma wangi. Ternyata aroma wangi itu berasal dari kamar mandi perempuan haddeh.."
Sekali apes tetaplah apes, apakah keapesan adalah sebuah takdir? Apakah nasib apes yang kita alami sudah tercatat dalam takdir ketika kita masih menjadi seorang bayi yang baru lahir?
"Kalian berdua telah tertangkap basah karena sedang berencana untuk mengintipku yang sedang mandi. Benar?" tanya perempuan tersebut yang baru saja masuk kedalam ruangan lalu duduk di kursi yang berada dihadapan Nicki dan Nicko.
"Ma-maafkan kita berdua Oneesama. Ini karena ulah kakakku. Aku benar-benar minta maaf." ucap Nicko dengan tatapan aneh kepada perempuan itu.
"Plakkk!!!" Perempuan itu langsung menampar Nicko dengan sangat keras, "Meminta maaf tapi raut wajah mesummu itu masih menatapku?" ucapnya.
"Maaf, kita berdua tak sengaja masuk ke dalam kamar mandi. Ini karena aku salah memilih pintu yang terhubung ke tempat asal kami.." ucap Nicki.
"Apa maksudmu dengan salah memilih pintu? Lalu pintu yang saling terhubung? Apa maksudnya ini? Aku sangat tidak paham. Sebaiknya kau menjelaskan padaku sedetail mungkin sebelum aku melaporkan kalian berdua ke kantor polisi.."
"Oey sebelum aku menjelaskan, beritahu aku namamu. Biar enak kita ngobrolnya."
"Namaku adalah Kawashima Erisa."
"Kalau begitu, salam kenal, namaku Nicki, dan orang yang barusan kau tampar ini adalah adikku, namanya adalah Nicko."
"Huh? Nicki dan Nicko? Namanya kok sedikit kembar seperti serial film upil dan ipil."
"Upil dan ipil? Film apatuh?" tanya Nicki.
"Bukan urusanmu.."
B E R S A M B U N G