1+1: New

1+1: New
Chapter 148 - Komedi Gagal.



"Itu disana menciptakan itu disana yang tidak terealisasikan, karena itu disana terlalu banyak, itu disana memang super membingungkan.." ucap Nicki.


"Itu disana memang membosankan, bagaimana tidak komedi ini gagal karena itu disana tidak lucu, coba saja itu disana diganti dengan itu disini, pasti kelucuan akan timbul.." ucap Nicko.


"Mungkin karena Itu disana edisi awal menyebarkan virus 'Itu disana' dan akhirnya kebanyakan yang kita tanyakan berkata itu disana.." sambung Bossun.


"Pembahasan itu disana tidak akan berakhir, itu sebabnya itu disana membuat kita masih berada disini.." ucap Christoforus.


"Tapi harusnya itu disana akan menjadi itu disana penutup, karena itu disana harus berakhir, jika awal harus berakhir, maka itu disana juga harus berakhir.." sambung Mana.


Pembahasan di pembukaan chapter baru hanyalah mempermasalahkan 'Itu disana' yang tidak jelas. Saat mereka selalu berkata itu disana dan selalu mendapatkan balasan dari itu disana. Seigino Mikata anakbuah sang Nijiiro nampak melewati jalanan lain.


Ditempat yang tak dipantau oleh orang-orang, sesosok Manusia seram berada disana sembari menunggu Seigino Mikata.


Dalam beberapa menit kemudian, Seigino sudah berada di dekat seseorang yang menunggu lama tersebut. "Beres... Tinggal finish him.." ucap Seigino Mikata.


Kemampuan Seigino Mikata tidaklah menakutkan, kemampuannya adalah 'Sinkorninasi' dimana jika ada yang bertanya kepadanya, dan dia menjawab dengan satu kata yang tetap sama saja, maka orang yang bertanya itu jika dia pergi dan bertanya kepada orang lain, maka sinkornisasi akan menjadi banyak. Orang-orang akan menjawab dengan kata-kata yang sama yang diberikan oleh Seigino Mikata.


"Namamu Seigino Mikata, tapi kemampuanmu gajelas.." ucap si Pria seram ini, "Gabbiani si Peruntuh mungkin akan beraksi, tapi sebelum dia mengotori tangannya dengan urusan yang tidak penting, biarkan aku Gonzales akan beraksi.."


Sebanyak apakah fraksi anakbuah milik si Nijiiro. Bahkan kekuatan keluarga Skydiving sudah kuat, ditambah dengan anakbuah bayaran yang kuat-kuat pula. Mungkinkah Skydiving takut kalah makannya mereka nyewa anakbuah?


"Hoh.. Narasi bertanya begitu? Tidak, ini adalah era dimana Families akan menunjukkan eksistensi, menghancurkan halangan, dan mendominasi...." Nijiiro menjelaskan, "Narasiman, kau yang baru kan? Berhubung Bossun berada di fraksi tokoh utama?"


Ya... Aku adalah narasi terbaru..


Narasi menjawab hal itu semaksimal mungkin, karena dia berada disisi netral, tidak seperti Bossun narasiman yang membela pihak tokoh utama.


Kembali kesisi Nicki dan kawan-kawan.


"Aku tak habis pikir..." Nicki mulai kebingungan, mau mencari musuh dimana.


"Kira-kira Skydiving itu terkenal gak ya? Apakah alamat rumahnya bisa dicari via Guugle Maps?" Bossun mulai berbicara, dan seperti memberitahu plus bertanya.


"Souka.. Begitu rupanya.." Nicki mulai tersenyum, bahkan mendadak dia memakai kacamata, dan bahkan kacamatanya mulai berkilauan.


"Hoh.. Jika kau sudah tersenyum, berarti kau sudah mengetahui triknya, Kan?" Mana bertanya, bahkan sembari tersenyum.


"Masaka??!! Pelakunya adalah orang itu???!!!" Nicko berseru.


"Anjir, ngapain jadi Detective Conan???!!!" Christoforus membentak.


"Sudah, sudah-sudah, sudah-sudahlah, gak ada waktu, gak ada waktu, jangan ngeprotes, karena Detective Nicki sudah memecahkan misterinya.." ucap Bossun.


"Yeah.. Aku sudah mengetahui trik orang itu, si Itu Disana-Kun...." Nicki semakin jelas memperlihatkan senyumannya. Senyuman itu adalah tanda bahwa dia sudah berhasil memecahkan misteri.


"Kemampuannya adalah Sinkornisasi, itu sebabnya orang-orang yang kita tanya akan menjawab kata 'Itu disana' karena dia sudah terkena efek kemampuan Sinkornisasi.." sambung Nicki. Bahkan kemudian jari-jari tangan kanannya mencoba memperbaiki kacamata-nya yang sedang bercahaya, "Sukakmakto..."


"T-tidak mungkin, d-dia sudah mengetahui misteri ini??!!" Nijiiro Skydiving bahkan terkejut, dia mendengar semua percakapan mereka dari alat penyadap yang diselundupkan oleh Seigi.


Nicki bahkan semakin tersenyum, "Dan kurasa, Nijiiro ini sedang plot hole.." ucap Nicki kemudian.


"Purotu Hore???!!!!!!"


"Ckckckckckckckck... Jelas plot hole, suara mereka harusnya tidak bakalan papa dengar, karena alat penyadap-nya harusnya digunakan menyadap telepon, tapi mereka kan tidak menelepon.. dan bahkan tidak ada telepon sama sekali.." ucap Rainbow.


Nicki bahkan selalu tersenyum, dia memegang alat penyadap itu sembari melacak tempat pasangan sadapan itu berada, "Aku menelusurinya menggunakan..." Nicki terhenti menjelaskan lebih mendetail karena ada sambungan dari orang-orang yang terkejut melihat mereka.


"S-saga M-mode???!!!" Mana terkejut.


"K-kau melacak chakura-nya???!!!" Seru Nicko.


"Njir Plot Hole!!" Teriak Christoforus.


"H-harusnya di Guugle Maps udah bisa nunjukin tempatnya, ngapain niru-niru Naritah Izimaki pas ngelacak Pehn??!!!" Bossun juga terkejut dan membentak Nicki.


"M-mereka sudah mengetahui keberadaan Seitokaichou!!" Seigino berucap, bahkan dia berkeringat dingin.


"Seitokaichou itu ketua Osis, Nijiiro-bosshu bukan anak sekolahan!!" Bentak Gonzales.


"S-sudah saatnya kita kembali ke-Mansion, d-dan menunggu mereka di gerbang selamat datang!!" Seru Seigino lagi berikutnya.


"Kurasa sudah saatnya aku menunjukkan kehebatanku dihadapan Nijiiro-bosshu.." sambung Gonzales.


Entah mengapa setelah perbincangan mereka selesai, mereka sudah menghilang dari area tersebut begitu cepat.


"Sekarang sudah tidak ada kata ngeselin seperti 'Itu disana' yang ada sekarang dia berada di arah sana, dan aku akan mendapatkan uang yang banyak jika kesana.." ucap Nicki.


"Waktunya memeras Nijiiro sang Businessman, karena Airport aku cedera.. aku bisa mengakalinya dengan sakit berlebihan.." ucap Bossun.


"Aku akan berbohong soal Airport, aku akan mengatakan kalau Airport mengerjain mobilku dan mengempiskan ban-nya, hingga akhirnya membuatku tidak mendapatkan uang..." ucap Christoforus.


"A-aku akan malakin dia dan minta uang sepuluh juta untuk berbelanja komik di Starmedia.." ucap Nicko.


"Kalian yakin minta itu doang?" Tanya Mana dengan wajah penasaran, "Kalau akumah gak usah, akukan kaya.." sambung Mana, Mana tidak perlu memeras, karena dia memang sudah kaya.


"Kalian berbicara gitu?" Nicki mendadak memperlihatkan wajah yang murung, "Bodoh!! Rencana kita buat malakin dia dah ketahuan karena disini kan ada penyadapnya!!!" Bentak Nicki.


"Yare-yare daze, mereka akan menghabiskan sedikit uang yang berada di kaos kakiku... Hanya seupil saja yang mereka inginkan.. padahal aku berharap mereka bisa menghabiskan setengah kekayaanku.." ucap Nijiiro.


Komedi mereka gagal karena mereka merencanakan pemerasan tapi mereka lupa bahwa ada penyadapan.


~ Kita cepatin ajah cepatin ajah cepatin ajah cepatin ajah cepatin ajah cepatin ajah cepatin ajah blablablablablablabla..


"I-inikah Itu disana itu???!!!" Nicki terkesima.


"Wow!!!" Nicko ikutan terkesima.


"Mantap!!" Seru Christoforus.


"Waktunya kaya dalam sehari!!" sambung Bossun.


Tapi, di depan gerbang yang menanti, ada seorang pria berwajah seram berbadan kekar, "Aku sudah menantikan kedatangan kalian, cecenguk.. cuih.." Gonzales bersikap sok keras, sembari meludah sembarangan, "Gimana orang miskin? Mansion Nijiiro-bosshu, megah kan?"


"Biasa ajah.." Balas Mana yang tidak bersemangat, "Ternyata lebih besar Mansion Papahku.."


B E R S A M B U N G