
Sebab apakah ini, dan sebab apakah Ia mengeluarkan kapal perang mainan, bisa nembakin meriam, meskipun tak memiliki daya rusak yang tinggi.
Bisa dihindari oleh mereka dengan cara menyelam lebih dalam ke dalam kolam yang cukup membantu menahan benturan peluru..
Bukankah sebab inikah Ia mengeluarkan zona? Ataukah terlalu baik Ia sampai ngeluarin kolam renang agar peluru dari kapal mainan gak berdampak parah?
Kebaikan hati Manusia masih selalu ada, meskipun terkadang mereka memiliki rasa lelah yang memuncak soal menjalani kehidupan yang suram.
Tentang Nicki yang menari, seperti Sugali, serangan nampak banyak, tetapi tak berdampak bahaya , seolah-olah Battleship adalah kebaikan sejati dari hati yang tersakiti.
"Ini maksudnya apa ini? Mau meremehkan kami kah?" Nicki merasa terheran-heran, merasa Ia juga diremehkan, intinya mereka semua seperti diremehkan oleh seorang Battleship.
"Mengapa bergaya tapi Zona kolam renangmu malah membantu musuhmu agar ga menerima dampak berbahayanya sebuah peluru?" Nicki mengajukan pertanyaan dalam kekesalan yang memuncak.
"Apakah kalian berpikir aku meremehkan?" Menjawab Ia dengan nada mempertanyakan kembali, adalah Ia sang Battleship yang masih dipenuhi misteri, seperti apakah tips dan tricknya, atau apapun itu tentang siasatnya yang masih abu-abu.
Bubuk mesiu dari kapal perang mainan, nampak tercium , mencemari air di kolam renang.
"Apakah kalian memikirkan bahwa aku tak memiliki trick?" Kembali lagi sang Battleship berucapkan kata-kata dengan intonasi suara mempertanyakan, "Dominasi kalian memang berbahaya, tetapi aku ada untuk menciptakan hal-hal yang meledak dalam skala waktu yang mendebarkan.." Sambungnya.
Lantas Ia kembali memasang pose pemanggilan, bagian kedua dari tingkat kekerenan Manusia yang awalnya dikira baik hati kah?
"Sistem Call: Space Battleship Yamato!!"
Selama itu masih kapal perang, maka itu bisa dipanggil, dan bahkan meskipun kapal perang itu berada di lautan bintang-bintang sana.
"N-nama jurusmu ada juga itu? Yamato!! Berarti namamu Yamato??!!!" Nicki malah terkesima dengan summoning sang Battleship.
"Bukan! Namaku bukan Yamato! Nama jurusku emang referensi dari anime itu!! Space Battleship Yamato 2199!!" Bentakan keras Ia ucapkan, dan kekesalannya kembali memunxak akibat ejekan dari sang Nicki.
Space Battleship Yamato berjumlah lumayan, sekitaran selusin untuk menciptakan gerombolan peluru berbahaya. Rentetan peluru kembali lagi melesat, kearah mereka yang digenangi air .
Jurusnya sudah biasa, yang selalu Ia gunakan saat menghadapi serangan, gitarnya mulai berubah bentuk seperti biasanya.
"Sield densetsu no densetsu!"
Gitar yang berubah menjadi perisai, dan kembali bisa menahan gerombolan peluru yang melesat, ini adalah pertahanan yang selalu intens dari seorang Nicki yang tak ada varian jurusnya sama sekali.
"Lihat mereka yang berenang di kolam renang, yang tersisa hanya bayang-bayang kekalahan.."
Sebab apakah perang itu diciptakan, dan sebab apakah Battleship menjadi orang yang memainkan kapal perang.
Ditengah gerombolan peluru, dan di situ pula Sugali menari di lokasi, apakah ini semacam intimidasi, atau hanya sebuah patriotisme untuk menciptakan adegan Heroisme.
"Sistem Call: Space Battleship Yamato with Bazooka..."
Ini adalah Ia yang serius termakan kemarahan, ini adalah Ia yang mulai tergoda membinasakan lawan, dan ini adalah Ia...
"Ia? Kau akan membawaku berflashback? Jangan naras-...."
Flashback .
Dan ini adalah Ia.....
Dar dor dar dor suara senapan, dar dor dar dor, tembakan melesat, dar dor dar dor, meriam dilepaskan, dan buammmmmm meledak.
Dar dor dar dor dar dor dar dor dar dor alunan kematian, dar dor dar dor teriakan menggema, dar dor dar dor suara jeritan terdengar.
Mereka mati, berakhir, dan tak tertolong lagi, dan di seberang sana, mereka yang lain kelaparan, di seberang sana lagi, wabah busung mewabah, sedangkan di seberang sana, seorang anak kecil bertanya kepada sang Ibu yang memangkui-nya.
"Mama, kapan Ayah pulang?" dan kembali lagi bertanya mengharapkan kepastian dari sebuah jawaban, "Mama, sebab apa perang?"
Mayat-mayat bergeletakan, tak terkubur dengan layak, dan burung-burung bangkai menatap liar, dan burung-burung bangkai berdansa senang..
Ini panen kata mereka.
Dan yang kehilangan pun menatap suram, wajah kusam nan muram.
Dan sang Ibu yang ditanyai terlihat diam, tak mengetahui tentang jawaban seperti apa yang akan Ia jawabkan.
Namun, sang Ibu masih tetap tegar, tak kalah oleh kengerian, dan tetap ingin menjawab, dan sang Ibu-pun menjawab, "Jika kamu besar nanti, dengan ilmu pengetahuan yang menakjubkan, sangat salah gunakan.." Hanya itu Ia berucapkan kata, dan beberapa pekan kemudian.
Kini, semakin banyak korban berjatuhan, dari mereka yang tak mengerti apa-apa, suara tangis terdengar dari bekas reruntuhan, seorang Ibu beranak satu, lama meratapi sesosok tubuh mayat suaminya.
Dan burung-burung bangkai menatap liar, dan burung-burung bangkai berdansa senang.
Dan kehadiran satu Manusia yang tak terdefinisikan, memberikan uluran tangan untuk Ibu muda yang memiliki satu anak.
"Ingin ikut bersamaku? Kita akan menciptakan fenomena.."
FLASHBACK END.
"Aku gak paham?!!" Seru Nicki.
"Itu anak-anak yang nanya ke Ibu, itu aku wei, ini masa laluku!!" Teriak sang Battleship.
"Oh, jadi yang mengajak kalian untuk menciptakan fenomena adalah Om-Om dari Skydiving kah?" Nicki kembali mengajukan pertanyaan.
"Itu Kakakku, Sky Skydiving.." Balas Nijiiro, "Itu Ayah Tirinya si Battleship, soalnya dua tahun kemudian, Sky-niisan melamar Cloud-neesan..."
"Kok Langit dan Awan? Nama-nama keluarga Skydiving emang aneh-aneh semua.." Nicki malah mengejek nama keluarga.
"Jadi gimana kota yang ada perang itu? Nama kotanya apaan njir?!!" Seru Nicko, dia cukup penasaran.
"Kastil in the sky, dominasi para mereka yang terlibat di sana, seperti Holden dan kawan-kawan, ituloh Holden yang muncul ngeprank doang!!" Balas Nijiiro.
"Jadi belum jadi puing kehancuran?" Nicki kembali bertanya.
"Judul chapternya ini emang gitu, bukan berarti flashbacknya jadi puing, melainkan kalianlah yang akan jadi puing kehancuran, karena Space Battleship Yamato With Bazooka akan memporak-porandakan tubuh kalian!" Ucap Battleship.
"Ah malas, cerita ini gak konsisten, di masalalu si Tanteh Cloud berpesan kepada anaknya, jangan salah gunakan ilmu pengetahuan, nah sekarang mau ngegunain ilmu pengetahuan buat membunuh , berarti pesan Ibumu gak penting ya?" Ejek Nicki.
"Lalu gimana biar cerita ini berakhir? Mau bicara doang sambil minum kopi? Bukankah tertera genre Action, Komedi??!!" Bentak sang Battleship.
"Ini dominasi komedi, tapi ada juga kisah suram, dikira gak bisa oot dikitkah? Harus ada lah!, dan harusnya karakter baperan sepertimu gak usah masuk ke cerita ini, soalnya suka serius, gampang triggered pula , kayak penulis plagiat yang dimarahin malah makin jadi!!" Nicki tak mau kalah.
"Dan yang tersisa hanya puing kehancuran..." sudah marah Ia, dan tak mempertahankan emosi, dan bunyi tembakan besar terdengar.
Duuuammmmmm!!!!
Space Battleship Yamato nembakin peluru, dan dentuman meriam sudah terlaksanakan.
B E R S A M B U N G