
Fiksi.. semua akan menjadi fiksi.. jika dia akan beraksi.. mungkin..
"Woy ini alamatnya dimana.. ngundang katanya ada acara cinta-cintaan tapi alamatnya tidak ada.???!!!" teriak Nicki. Dia memakai kostum Kaizoku Sentai Gokaiger.
"Kaizoku Sentai Gokaiger niisan.. kau kan yang muncul di televisi.. siaran chanel parabola.. rumahnya Tokusatsu Series.. kau yang berperan jadi ranger pink kan..??" tanya anak-anak.
"Kok tahu.. lihatlah aku akan melakukan perubahan ke normal.. Henshin.. Back to Normal.." dan kemudian sang Nicki sudah tidak memakai kostum anehnya.
"Coba Henshin lagi kak..!" seru Anak-anak nampaknya mereka sangat senang.
"Baiklah.. H-henshin.. Kyuuranger...!!"
"Kenapa jadi Kyuuranger.. kau harusnya jadi Power Ranger Pink!"
"Itu tidak keren.. warna pink khusus buat cewek.." balas Nicki.
Bukannya pergi kelokasi tantangan sang Perez. Dia malah bermain-main dengan Anak-anak disini.
"Yaampun.. ini sudah berada di batas waktu yang mengkhawatirkan.. aku akan meneleponnya.." ucap Perez. Perez kelihatan sudah bosan menunggu. Dia sudah menunggu selama empat jam.
Mulai menekan nekan lagi untuk mulai menelepon sang Nicki.
Tililit.. tililit. Karena ini nuansa jadul makanya ringtone-nya jadul ga makai musik.
"Dengan siapa dimana?" tanya Nicki.
"Dengan Bapak Perez di area berbahaya dan sudah membuat Cherrish menjadi fiksi.." jawab Perez.
"Goblok.. dimana alamatmu.. kau mengundangku tapi tidak memberikan alamatnya.. kau pikir aku tahu rumahmu hah..??!!!" bentak Nicki.
"Cara membuat Cherrish menjadi Manusia dan tidak fiksi lagi adalah dengan mengalahkanku.. dan semua kefiksian yang kubuat akan kembali semula.." jawab Perez.
"Aku tidak menanyakan hal itu.. aku menanyakan alamatmu dimana brengsek..??!!" bentak Nicki.
"Kita akan bertarung teman.. perlihatkan kemampuanmu.. dan aku akan memperlihatkan kemampuanku." ucap Perez.
"Hilih.. alamatnya mana..??!!!" bentak Nicki.
"Pink Ranger Niisan.. cepat bakuhantam dengan monster..!!" teriak Anak-anak.
Anak-anak menunjuk kejalanan.. dan disitu ada seseorang yang memakai kostum monster.
"Gyahahaha.. aku adalah monster.."
"T-tidak..!!!" Anak-Anak lainnya mulai berlari lari tapi tidak tendang dan berlari tidak dengan tendangan halilintar dia cetak gol. Dikira kapten Tsubasa.
"Itu theather pertunjukan.. bukan monster.. mereka memainkan peran.." ucap Nicki yang tenang.
"Monster itu adalah cerminan dari dirimu Nicki kawanku.." ucap Perez di telepon lagi.
"Aku tidak menanyakan soal itu.. aku menanyakan dimana alamatmu woy.. kenapa out of topic daritadi..?!!!" bentak Nicki.
"Sudah saatnya kurasa kita bertarung ya temanku.." ucap Perez lagi..
Dia sudah tidak berada dimana tempat ia berada.. karena dia sudah..
"Mengubah setiap garis takdir menjadi fiksi.. dimana saat monster itu nyata disini dan jika dia menjadi fiksi.. maka tempatnya tergantikan olehku.." ucap Perez.
"Eh??" Nicki tidak mengerti perkataan lawan bicaranya dari telepon itu.. dan lalu ia mengupil.
"Kawan.. bersiaplah untuk bertarung.. karena aku sang fiksi.. sudah berada di belakangmu.." ucap Perez.
Sontak hal itu membuat Nicki menoleh kebelakang.. dan apa yang ia lihat..
"Apa yang akan kau lihat hanya akan menjadi fiksi..." ya seperti kata-kata sang Perez.. dunia dibelakang sang Nicki sudah menjadi sekilas peristiwa yang mengagetkan.. mereka atau mungkin Anak-anak itu.. menghilang bagaikan fiksi.
"Dunia dimana jika aku menciptakan kenyataan menjadi fiksi.. mereka akan hilang dari ingatan orang-orang juga.."
"Kemampuan yang ribet.. jangan selalu mengulang fiksi-fiksi.. fiksi fiksi dan fiksi..!!!" bentak Nicki.
Dia sudah memasuki mode apa? Mode apakah yang akan dia perlihatkan...
"Ada apa ada apa katakanlah semuanya.." Nicki mulai memainkan musiknya perlahan.
"Apa yang komedian lakukan adalah melucu.. beda dengan filsuf yang memiliki pemikiran yang rasional.. atau mungkin sangat unik dengan pemikiran yang tidak asal-asalan.."
"Kenyataan menjadi fiksi.. jika kenyataan menjadi fiksi.. buatlah hutang itu menjadi fiksi.. apakah mungkin masih bisa diingat? Jika dilupakan tenang saja.. karena hutang adalah hutang.. jika itu menjadi fiksi.. berarti apa yang kita pinjam adalah fiksi.. lupakan soal fiksi dan hadapi kenyataan bahwa segala sesuatu tentang dunia lebih indah daripada semuanya menjadi fiksi.."
Nicki memperlihatkan gejolak-gejolak semangat yang dipenuhi aliran aneh..
Bagaikan tajamnya pedang menusuk jantungnya atau mungkin sang lawan....
Sang lawan hanya mematung.. apa yang akan coba dia lakukan apakah yang harus dia lesatkan untuk pertama kali..
"Pada akhirnya bahkan jika filsuf itu memiliki banyak pikiran yang bagus kadang mereka kehilangan ide mengatakan sesuatu karena kepala mereka dipenuhi kata-kata penuh makna.. bukankah.. keindahan hanya ada untuk yang menang..??"
Nicki berjalan perlahan melewati Maximilliano Perez..
"Nyanyian Siang Hari : Harmonika Pembuat Tidur.."
Musuh dengan kekuatan operpower... atau bahkan segala sesuatu tentang trik dan kemampuan mereka yang berbeda-beda.. tidak perlu mengeluarkan banyak energi.. jika mereka bisa tertidur dengan cepat.
Permainan menawan.. dari Pistol sang Nicko yang diubah sang Nicki menjadi gitar..
Petikan-petikan gitarnya..
"Kupetik bintang.. untuk kau simpan cahaya-nya terang berikan kau perlindungan.. sebagai pengingat teman.."
Dalam hitungan mundur.. dalam hitungan keindahan.. dalam satu waktu menuju ke waktu selanjutnya..
Peristiwa hanya akan menjadi peristiwa.. saat sang Perez terjatuh karena dia tertidur..
"Apa yang kau buat fiksi akan menjadi kenyataan lagi jika kau kalah? Kukira aku akan berkeringat untuk mengalahkan orang dengan kemampuan operpower tapi ternyata tidak ya?"
"Tigrevurmud Tiger-san ada laporan dari Geng Tigrevurmud di area gang kecil..???!!"
"Hey kenapa aku baru mendapat info itu.. bukankah gang itu kehilangan informasi sudah dua hari.. kukira itu menjadi musnah.." Tigrevurmud Tiger memakai pakaian keren ala-ala pemimpin.
"Hey.. kau mengalahkan Kakakku bagaimana Nicki-san..??" tanya Cherrish yang sudah menjadi nyata lagi.
"Mudah aku membuatnya tidur dengan permainan gitarku.." jawab Nicki sambil mengupil.
"Heh?"
"Sesuatu yang sulit akan menjadi mudah dikerjakan jika kita memikirkan cara mudah untuk mengatasinya.." Jawab Nicki.. dia mengupil dengan begitu santai.
"Hahaha.. dia selalu mengalahkan lawan-lawannya dengan mudah.. tidak bisa dianggap remeh ya.." ucap Nichijou.
"Nichijou-san.. rencana mengkudeta kota Unknowns kapan.?"
"Saat orang itu kalah.." jawab Nichijou menunjuk kearah Nicki.
Mereka mengintai Nicki melawan Perez daritadi..
"Dia mengalahkan musuh yang kuat sangat mudah.. hmmm.."
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G