1+1: New

1+1: New
Chapter 59 - Dongeng Klasik Perugia.



Dongeng Klasik Perugia..


Apakah itu tercipta dalam tahun 1970 an dengan tekad juara serie a ditahun itu? Atau mungkin kenapa sebuah dongeng sepakbola dimasukkan dalam cerita ini?


Sedikit tidak berpaedah dan sangat tidak jelas.. namun ide adalah ide.. inspirasi yang didapatkan dari memutar otak.. dan melakukan tulisan secara berskala..


"Ini.. kenapa di abad ke 33, sangat gegeh sekali tempatnya.." ucap Nicki yang terkejut.


"Yah.. sekarang bahkan ikan di dalam air bisa dijadikan kendaraan asalkan kau memberinya makan.." ucap Gaim.


"Ini adalah konstruksi pembangunan yang memungkinkan apapun di dunia ini bisa terjadi saat semakin berganti era.." ucap wanita dengan kekuatan teleportasi.


"Jadi kita kesini.. apakah Kenshiro Ryuuga-san berulah juga disini?" tanya Nicki.


"Tidak juga, lagian dia sudah menjadi murid-nya Souichi-san.."


Ini adalah tahun di abad ke 33, dengan teknologi yang serba maju.. dengan melukis cakrawala atau bahkan mencoba untuk menciptakan kebohongan yang menipu.. itu bisa terjadi..


Saat ini..


"Pittsburgh Pirates, Tim Baseball terkuat dengan duet Battery mematikan.. Shuo-san dan Zwei-kun.." ucap Komentator.


"Jika tim New York City kalah.. berarti mereka harus membubarkan tim-nya.." ucap Shuo.


"Ya.. kita akan menghancurkan mereka secepat mungkin.." sambung Zwei.


Melakukan kode tangan, yang hanya bisa dipahami oleh pasangan Battery.


Pitcher dan Catcher jika mereka memikirkan sebuah jalan menuju kemenangan yang absolut. Maka mungkin itu akan terjadi.


"Jika Pitcher dan Cacther bekerjasama akan menghasilkan mahakarya yang mengagumkan.." ucap Shuo.


"Aku akan menangkap bolamu.. kawan.." ucap Zwei.


Mengambil aba-aba untuk melempar, berdiri di mound, tempat favorit para Pitcher, mungkin.


"Ini adalah situasi hidup untuk menang, dan kalah untuk menjadi pecundang.. aku ingat saat-saat masih di Koushien dulu.." ucap Shuo.


"Akabayashi-san pukulah lemparannya.. hanya kau pemain Jepang yang ada di tim ini..!!" teriak pendukung New York City.


"Akabayashi-san.. kau takkan mampu.." senyum sinis Shuo-san..


Melakukan pose untuk mulai melempar.. dengan drama dan ribuan penonton yang hadir..


"Miracle Ball.." ucap Shuo..


Bruaahhhh....


Lemparannya melaju.. seperti hilang dan ada lalu menghilang lalu ada lagi.. bagaikan lemparannya melewati ruang dan waktu...


"A-aku tidak bisa melakukan apa-apa.." ucap Akabayashi-san..


"Match End.. Pittsburgh 8-0 New York City.."


Saat bunyi peluit, saat suara Wasit bergema.. dan kemudian penonton berteriak.. drama tangisan dan histeria dalam histeris yang menyakitkan...


"Tim kalian dibubarkan.." ucap Shuo tersenyum sinis..


"Tinggal tersisa 8 tim yang akan kita hancurkan dan kemudian akan tersisa cuma tim kita.. dikenang sebagai tim penghancur tim lain.." ucap Zwei.


Tekad mereka bukan untuk juara, bukan melakukannya di world series BNW.. atau kejuaraan apapun..


Tekad mereka hanyalah menghancurkan tim-tim.. dan ingin tim mereka menjadi satu-satunya legenda..


"Olahraga tidak akan mengasyikan kalau hanya ada satu tim.." ucap Nicko.


"Itu adalah teknik dalam dongeng klasik Perugia.." ucap Nicki.


"Seperti tendangan miracle.. dia menirunya dari si penendang kaki kiri.. Snow Iceball.. si tendangan ajaib yang membeku..." sambung Nicki.


"Dongeng Klasik Perugia di masa lalu adalah legenda Snow-san.. tapi legenda hanyalah legenda.." ucap Nicko.


"Lalu Gaim-kun.. hmm kau tidak dibutuhkan di era ini dan kenapa kau kesini.. bukankah kau akan menghentikkan waktu lagi disini dan akan melakukan perbuatan tidak senonoh?"


"Meskipun hanya berada di movie.. tapi jangan memaksa aku kedalam cerita ini.." ucap Gaim.


Dia menekan remot kontrolnya.. "Its Paused Team.."


"Eh..??!!" Gaim terkejut..


"Sudah kuduga kau tidak cebok.." ucap Nicki yang mengupil.


Sementara Nicko dan Gadis Teleportasi sudah terdiam mematung.


"Kau juga tidak cebok.. sangat jorok.." ucap Nicki.


Untunglah Nicki menggunakan jari-jari tangan kanannya untuk mengupil bukan tangan kirinya.


"Hmm.. pantesan bau daritadi kau tidak cebok, menjijikkan.." ucap Nicki.


Mereka berdua melakukan tatapan mata berbahaya mungkin.. saling musuhan mungkin atau mencoba bakuhantam dalam radius saat ini...


"Baiklah ini ronde kedua.. ronde pertama pertarungan kita draw.." ucap Gaim.


Gaim memperlihatkan jam tangan yang satunya lagi..


"Aku akan berubah... Go go Superpower.. Kyuuranger White..." ucap Gaim.


Dia sudah menjadi Kyuuranger White yang kharismatik.


Nicki hanya terlihat santai seakan tak peduli..


"Hmm.." dia kemudian tiduran direrumputan..


"Jadi.. bukankah pertarungan kita harusnya tidur paling lama?"


"Jangan mengada-ada.. ini dalam situasi mendesak kita tidak akan bertarung untuk saat ini.. aku hanya ingin memperlihatkan Henshin-ku.." ucap Gaim.


Anak-anak kecil yang lewat ditempat mereka berhenti semuanya..


"Kyuuranger.. foto bareng yuk..."


"Hanya disini, diera ini, Anak-anak mengetahui serial Super Sentai..." ucap Nicki.


"A-aku baru sadar.. kenapa Anak-anak bisa bergerak di dunia yang diam seperti Kokkoku.." kejut Gaim.


"Tentu saja mereka tidak membersihkan pantat mereka.." jawab Nicki yang mengupil.


Gaim kemudian melakukan gerakan andalannya..


"Its Time Plays.."


Saat normal..


"Anak-anaknya imut..." ucap Wanita Teleportasi.


"Hmm.."


Wanita Teleportasi itu lalu mengendong Anak kecil yang kelihatannya imut..


"Rasakan eeknya.." ucap Nicki dalam hati.


"Eh.." Wanita Teleportasi itu kemudian segera melepaskan Anak yang ia gendong..


"Jorok.. dia eek.. dia eek belum cebok.. kenapa ini.."


"Ini tadi mungkin waktu sudah dihetikan si blangsak Gaim.." ucap Nicko.


"Hmm.. kurasa.. ini adalah era membosankan.. aku ingin pulang dan melihat rumah kita lokasinya jadi apa.." ucap Nicki yang santai.


Dia berjalan santai dengan mata ikan mati dan sesekali dia menguap..


"Apakah hanya aku tokoh utama yang tidak normal.." ucapnya..


B E R S A M B U N G