1+1: New

1+1: New
Chapter 196 - Idealisme Pengangguran.



Idealisme mereka berbahaya, ada yang tidak ingin kerja karena menikmati hasil yang spektakuler, ada pula yang bersenang-senang disaat semakin kaya, mereka-mereka membentuk idealisme-idealisme yang mungkin menarik bagi mereka.


Di beberapa kesempatan ada yang menyuarakan bahwa ini adalah kebenaran mutlak jika seharusnya Manusia itu bersenang-senang tanpa melakukan pekerjaan yang merepotkan.


Tetapi, bukankah seharusnya Manusia itu mengetahui bahwa semakin sering terbiasa makan makanan enak secara berlebihan, semakin tinggi pula mereka di serang oleh penyakit, lemak menumpuk dan membuat berat badan mereka makin bertambah.


Sebagian akan susah berjalan dan berlari, sebagian yang hidup sendirian tentu akan merasa direpotkan oleh berat badan mereka yang berlebihan.. Mereka-mereka tidak memikirkan segala macam konsekuensi, hanya bersenang-senang yang mereka tahu.


Egois pemikiran, dangkal pula perbuatan, dan idealisme ampas menyerukan sesuatu yang tak sepatutnya disuarakan, bagaimana mereka yang berjuang menyuarakan bahaya makan berlebihan? makanan cepat saji dalam dua tiga jam hilang bak ditelan kerakusan.


Dan mereka yang jualan nampak senang karena cepat laku , jangan salahkan pedagang, karena mereka hanya jualan, tapi mungkin jangan salahkan pembeli, karena mereka cuma ingin membeli dan makan, tetapi salahkan yang menciptakan fenomena ini, dengan ini, mungkin dunia ini akan menciptakan berat badan yang setara bagi sebagian.


"Kemampuan yang aneh.." Perempuan berambut pirang nampak duduk di bangku taman, dan lantas menghembuskan asap, dia merokok, di wajahnya nampak bekas luka, tidak lupa dia memakai kacamata.


"Ini kalau tidak salah mungkin penggunaan kemampuan yang bisa menciptakan fenomena, dia adalah lawan dari kemampuanku yang aneh juga, cuma nampaknya aku tidak harus beraksi, menurut peraturan per-film-an, terkadang orang kuat akan menyaksikan tokoh utama bertarung melawan musuh, menikmati perkembangan mereka guna menantang mereka di kemudian hari, itu adalah konsep yang terlalu klise. Tetapi sebagai perbandingan, aku bukanlah karakter itu, aku siapa? tentunya karena aku adalah aku.."


Keanehan-keanehan tiada henti, nampak memberkati dunia ini yang bisa saja keanehan ini tidak berarti bagi mereka yang mengharapkan keajaiban ini adalah hal yang tidak normal.


"Kita sudah hidup keren dengan fenomena setiap sepuluh menit dapat duit 100 yen, itu membuktikan kita bisa kaya hanya dengan malas-malasan, seharusnya ini adalah konsep paling aktual dan spektakuler."


"Kita menyuarakan tentang keberadaan, keberadaan yang absolute adalah terciptanya fenomena kaya mendadak tanpa melakukan apa-apa, ini adalah absolute sejati dari keberkahan alam, dan alam menginginkan kita untuk bersenang-senang??!!"


Idealisme aneh mereka mulai merebak ke permukaan, ucapan-ucapan mereka tiada akhir dan bersuarakan tentang konsep ini dan selalu begini, ingin menjadi apa tak terbayangkan, ingin menjadi apa, setelah tidak bekerja? Lemak menumpuk memperlihatkan konsep-konsep berkilau , dan selalu makan hingga kenyang adalah kebenaran yang mutlak.


Saat Dokter menyarankan diet dan mereka menyarankan agar makan tidak terlalu kenyang, mereka tetap makan, makan hingga kenyang terkadang bisa membuat lupa mendadak, seperti sering lupa, itu mungkin karena bagian dari makan banyak.


Mereka tetaplah makan dengan tidak terbatas, makan hingga kenyang, setelah kenyang santai sejenak, dan kemudian makan cemilan, mereka makan cemilan banyak-banyak, enam jam kemudian makan besar lagi, dikatakan jika mereka barusan makan cemilan harusnya berhentilah untuk makan kembali, tapi mereka serentak menjawab.


"Kami belum benar-benar makan jika belum makan nasi??!!"


Sebanyak apapun cemilan yang tertelan, mereka selalu berkata bahwa mereka belum makan, karena makan yang sebenarnya adalah makan makai nasi, ini membuktikan bahwa mereka selalu ingin makan.


Krisis menjadi-jadi, dan penurunan kekuatan uang, ini berimbas terhadap ekonomi negeri ini.


Apakah ini semacam post-apocalypse, kayaknya begitu , harus bertahan dari makanan yang semakin berkurang setiap jam, dan perlahan harga lain naik hingga beberapa ke atas, ini membuktikan bahwa ekonomi memburuk, permintaan yang aneh membuat tempat ini menjadi blunder terhadap pangan, menjual juga dengan cepat, stok datang dalam sejam habis, impor terbaru, hanya dalam beberapa hari habis, mereka masih menimbun banyaknya makanan meskipun tidak akan langsung dimakan hari ini juga.


Penyimpanan, dan bahkan makanan-makanan yang ditumpuk lainnya menjadi basi dan tak layak makan, ini membuktikan bahwa dunia ini sedang dilanda kekacauan.


Fenomena-fenomena tiada akhir , dan senyuman tiada akhir, menanti akhir dari dunia, dengan didominasi oleh orang-orang yang memiliki lemak menumpuk, rasa haus rasa lapar, dan ketidak-inginan bergerak dengan leluasa, membuktikan bahwa mereka hanya ingin malas-malasan, minum-minuman dingin setiap hari, membuat perut buncit dominan di sepanjang jalan.


Mereka malah tertawa karena begitu , tapi tak apa, ini bukan salah mereka, tetapi ini murni kesalahan sang Pencipta Fenomena, karena dia kota ini kacau-balau, mungkin di kota lain juga merasakan hal yang sama.


Adanya keanehan-keanehan yang beraneka ragam, membuat beberapa asosiasi olahraga mulai khawatir, ada yang melaksanakan rapat, ada yang mengadakan pertemuan seluruh anggota, namun mereka yang belum mengikuti arus makan berlebihan, nampak mendapatkan hasil yang mengecewakan , karena sebagian dari mereka sudah makan berlebihan, dan sudah gemuk secara keseluruhan, "Kamu kan olahragawan, katanya mau punya roti sobek, kok malah buncit sekarang??!" Sang ketua bertanya, lantas apa respon mereka , para anggota yang mengikuti arus?


"Enak coy, kapan lagi bisa makan gratis pakai duit hasil gak ngapa-ngapain, kalau tidak dimanfaatkan nanti malah rugi sendiri, terkadang fenomena tidak akan selalu abadi, dan kesempatan munculnya mungkin tidak akan ada untuk kedua kalinya?!!"


Pernyataan-pernyataan mereka adalah sebuah kebenaran, kadang kesempatan gratis akan susah datang untuk kedua kalinya.


Tidak perlu menghakimi mereka, dikarenakan mereka juga ingin menikmati waktu gratis, dan beruntung juga masih banyak yang menjaga pola makan, dan mereka tetap dapat uang, dan mereka menabung uang itu tanpa belanja banyak-banyak.


Tetapi, bukankah jika semua ini masih tetap berlanjut, bukankah ini akan menjadi waktu paling berbahaya untuk keadaan ekonomi , pendapatan di kantor-kantor menurun, saham anjlok karena kehilangan banyak pekerja aktif, para pekerja sudah menikmati waktu berhadiah uang yang sangat spektakuler setiap sepuluh menit, mereka menimbun banyak uang, dan kemudian menimbun banyak barang, ini sudah ditakdirkan, pada akhirnya mereka yang mendadak banyak dana akan suka menghabiskan uang mereka secara serentak.


"Ini sudah gawat, kita harus mengalahkan si pencipta fenomena ini," ucap Nijiiro.


"Padahal baru beberapa chapter arc udah kelar, sekarang malah mau lanjut arc baru, akupun jadi bingung, apakah authornya tidak cringe dengan ketikannya? Atau timelinenya? Terlalu banyak pertempuran terkadang bisa membuat mood karakter menurun, apalagi lawannya berat-berat semua, seharusnya kasih dulu yang sekali putaran langsung membersihkan kuman," Nicki berucap panjang, jika begini, berarti dia sedang mengeluh, karena dia memang mengeluh, "Tapi, aku suka begini, soalnya dapat uang tanpa bekerja.." sambung Nicki, setelah ngeluh dia malah senang, apalagi sepuluh menit kemudian, dia dapat seratus yen dalam bentukan koin, dan kemudian koin itu dia mainin, dan 30 menit kemudian dia dapat 3 koin, dan selalu saja dia mainin.


"Serius, 30 menit berlalu cuma ngelihatin dia main koin?"


B


E


R


S


A


M


B


U


N


G