1+1: New

1+1: New
Chapter 105 - Blue Forever ~ Terzo.



~


Dulu, dulu-dulu sekali, ya memang dulu-dulu sekali, saat ini sangat dulu-dulu sekali, ya harusnya sangat dulu-dulu sekali, makanya ini dulu-dulu sekali, ya memang benar ini dulu-dulu sekali, entah kenapa kebanyakan dulu-dulu sekali, ya karena ini memang dulu-dulu sekali, masih sangat dulu-dulu sekali, saking banyaknya sebuah kata 'Dulu-dulu sekali' ya gapapa, akhirnya emang dulu-dulu sekali.


Athena Televisi masih merajalela dengan segala kesederhanaan sebuah simetris yang coba mereka rangkum dalam saluran yang kemudian akan teracak jika Anthena-nya tertiup oleh angin begitu deras..


Ya, saat ini masih dalam tahap rekontruksi yang masih dalam kenaikan jabatan sebuah televisi dalam meliodistik warna yang masih hitam putih dan lalu dengan bantuan satu orang mencoba menggerakkan Anthena-nya agar saluran jadi bagus, sembari beberapa orang mencoba mengatakan 'Ya, udah bagus' karena ya begitulah, ini adalah saat dimana Televisi masih menggunakan Anthena.


Dikawasan lain, banyak yang masih menggunakan Anthena agar bisa menyaksikan warabala industri perfileman yang mereka sukai.


"Ciro Immobile gol! gol! gol!" Teriak penonton bola sepak nomor satu.


"Ini tahun berapa? masa zaman hitam putih udah ada Ciro Immobile woy!!" Teriak satu penonton veteran. Dia memprotes adegan barusan.


"Penulisnya salah nulis, aku akan mencoba membuat dia mengulangi skene!" ucap Penonton bola sepak number two.


~


"Goal!! Maradona!!" teriak Penonton Bolasepak Number One.


"Curang nieh Maradona, nyekor kok make tangan.." komentar penonton bolasepak Veteran.


"Haddeh, wasitnya sudah main mata ini.." sambung Number Two.


"Aduh, ini harusnya kilas-baliknya yang keren woy, ngapain malah nonton sepakbola!!"


Meskipun, ya beginilah, tapi begitulah, yang terpenting adalah bahwa sekarang televisi masih anti mainstream.


Ini adalah peroide mereka menggunakan Anthena di Televisi mereka.


"Jadi... buatlah takdir untuk mengulangi ini lagi, Cucuhku Anthena Televisi, kau adalah reinkernasi Anthena Veteran zaman dulu, jadi kau harus membuat sesuatu yang berkesan kepada penonton bagaimana kisah indah Anthena Veteran!!"


Bagian itu adalah bagian semangat dari sang Kakeknya Anthena Televisi zaman New, yang ia berikan kepada sang cucuhnya terjintah.


~


"Periode yang sangat wah, jadi begitulah saat Anthena masih sangat baru dan mereka begitu berkilau dan sangat berkesan bagi penonton.." ucap Nicki.


"Ini menarik, jadi kita akan mengalahkan Parabola Televisi yang memimpin Sanctuary!!" sambung Ryders.


"Kita masih tak tahu dimana Saint Andromeda Nicko berada!!" seru Anthena Televisi.


Lupakan bagian gajelas ini, sementara itu ditempat yang ada Andromeda-nya.


"Benci.. benci.. bencilah, Andromeda!!"


"Heh???" Andromeda Nicko malah sweatdrop dengan ucapan sang kakek mesum yang memang keren tapi sih.


"Bencilah, Bencilah, Bencilah, Bencilah, Andromeda!!"


"Dame!! sore wa haram desu!! dame Andromeda-kun!!" gadis cantik rambutnya warna pirang, sebut saja namanya Asemeralda.


"Asemeralda!!" Teriak Andromeda Nicko yang melihat sang Asemeralda si cans yang bahenols.


"Tidakk!!" Andromeda Nicko mendadak di attack oleh gurunya dengan beringas tak terkira, bagaikan tanpa hati, hidup tapi mati. gajelas.


Andromeda bakuhantam dengan Seisho-nya yang keren hingga akhirnya, serangan cahaya mulai ia lontarkan.


"Phoenix no Tsubasa!!" Pukulan dengan ala-ala beckgrond Phoenix merentangkan sayapnya untuk terbang dan kemudian akan mengattack musuhnya, ya begitulah.


Andromeda Nicko mencoba menghindari hal ini, hingga akhirnya...


"Aaaaaarghhhh!!" serangan itu mengenai Asemeralda.


"A-asemeralda!!" Nicko mendadak jadi sedboi..


"Bencilah! Bencilah! Bencilah!! Andromeda!!" ucap sang Seisho.


~ Woy ini kok kebalik?


~ Woy ini harusnya adegan Ikki Phoenix!


~ Kok jadi Andromeda?


Komentar para penonton menghiasi adegan ini, karena ini super gajelas dan sukanya memutar-balikkan fakta.


Sementara di tempat kejadian perkara yang melibatkan Saint Black dan si Phoenix Antonio.


Phoenix Antonio berhasil mengatasi serangan si Hyoga Murakami, Saint Cygnus yang suka nyerang make es batu.


"Phoenix terlalu kuat, bahkan ore no Diamond Dust tak berpengaruh padanya." ucap Murakami.


Disisi Lain, sebut saja Saint Luckyway, dia mengejar Saint Black lainnya.


"Galaxy Luckyway Punch!!" si Luckyway melakukan serangan sembari mengejar Saint Hitam, pukulan yang kemudian menerbangkan debu-debu dan benda-benda di sekitarnya inpun terlihat epic.


"Woy!! minggir ngapain lu semua pada lari di lepas landas helikopter!!" teriak satu orang yang tengah mengemudikan Helikopter.


"Ampun bang, ini lagi syuting filem, masalahnya biar kayak ada power Levitation, kita membutuhkan angin Helikopter yang lepas landas.." balas si Luckyway.


"Biadab kalian!!"


Karena si Luckyway masih nanggepin si Pilot Helikopter akhirnya dia kehilangan jejak Saint Black yang membawa jubah emas tersebut.


Kembali kesisi Nicki dan Ryders.


"Kurasa mulai sekarang waktunya aku akan beraksi.." ucap Nicki as Saint Dragon.


"Tidak Nagah-kun, i am follow you to the event...." sambung Ryders as Saint Pegasus.


"Mukamu, woy, ini ga jadi ngeparodiin, karena lu nyambungnya malah sok english.." si Nicki nepuk jidat karena kegoblokan Ryders Alexanders.


B E R S A M B U N G