
Adalah hal yang wajar bila sang Nicki merengek, karena Ia kangen mamahnya, adalah hal yang wajar kalau Nicki mengeluh, karena dia musti repot-repot menahan serangan bergiliran.
Musuh terkuatmu adalah musuh dengan kemampuan aneh nan ribet, yang bisa membuatmu pusing dan ingin mengakhiri pertempuran ini secepat mungkin.
Apakah Nicki lupa bahwa dia bisa membuat Manusia tertidur dengan kemampuannya, yaitu Sleeping Manipulation?
Apakah dia malas mengeluarkannya karena dia kepengen bermain lebih lama dengan kemampuan aneh ini? Tidak kayaknya, dia mau bermain gitar? Sedangkan musuh gak mau nunggu dia mainin, dan bahkan musuh langsung mengerahkan mobil untuk menabrak.
Kalian pikir sang Cars kayak monster-monster di Drama Tokusatsu yang bakalan dengan setia menunggu lawan mereka berubah? Tidak, Cars tidak akan menunggumu, kalau kau masih memaksakan menyuruh Nicki memainkan gitarnya dengan melodi ketiduran, maka itu namanya bunuh diri. Nicki akan ketabrak sebelum membuat lawannya ketiduran.
"Rasakan semilir angin, berpancarkan keringat engkau terpaku pada matahari, memberikan pijar matahari, dan engkau menahan benturan, keindahan mobil melaju, dan bertahap akan membinasakan tubuhmu, kau akan mati dengan jeritan melebihi dentuman meriam.." Cars tetap tak menghentikan langkahnya untuk kembali melakukan serangan.
"Sistem Call: BMW!!"
Apakah yang akan Nicki lakukan? Merasakan dirinya kesakitan, dan lama-kelamaan mengeluarkan erangan yang melebihi dentuman meriam?
Kembali lagi Ia merasakan rasa sakit yang sama, menahan derita dan kelelahan soal benturan, seperti sebuah karakteristik Manusia pada umumnya, tentu kita akan mengeluh saat dihajar habis-habisan oleh serangan yang tak kunjung berakhir.
Dia merasakan jari-jemari terkilir, dia juga merasakan rasa sakit di pinggangnya, apakah dia sudah Menua, tidak juga, ini sudah umum kalau kamu terlalu berusaha keras, rasa sakit di pinggang adalah bukti nyata seberapa menakjubkan serangan sang musuh.
Terdorong kembali Ia secara bertahap, menahan gempuran yang tak pernah terhentikan, sang lawan seakan berada di atas angin, tak mungkin sang Nicki bisa mengalahkannya dengan mudah.
Plot Armor apa yang harus dipikirkan, apa yang coba kamu renungkan agar bisa menyelesaikan masalah ini, apa yang lantas harus Ia pergunakan, berkalipun, berteriak, berjuang hingga matamu berair, kamu takkan bisa mengetahui bagaimana cara menghilangkan unsur serangan sang musuh.
"Aku tidak bisa menyanyikan lagu, aku tidak bisa membuatnya tertidur, kemampuanku tak bisa digunakan jika tanpa nada , kemampuanku takkan berguna, Ia terlalu ribet diberikan kemampuan, Ia terlalu ribet dikasih yang aneh-aneh, saking anehnya akupun kebingungan akan seperti apa mengalahkannya, apakah mungkin sang Author membuat musuh seperti ini untuk mengkudeta diriku dari posisi tokoh utama? Sangat konspirasi sekali, bahkan sangat jarang aku berucapkan kata panjang yang lebih panjang dari narasi..." Nicki berceloteh, layaknya orang tolol, dia sangat bingung, bahkan Author juga bingung.
"Kau masih bisa menahan benturan dari BMW, Kau tak bisa diremehkan, meskipun aku sedikit mendengar keretakan tulang belakangmu, bunyinya cukup menghanyutkan..." Cars tersenyum, dia masih tak terbendung, saat Manusia tak terbendung, sudah jelas mereka akan senang berada di atas angin melawan musuh-musuhnya.
Seperti memperagakan hal yang sama kembali, adalah Ia dengan pose melakukan pemanggilan kembali, mobil apalagi yang akan Ia pergunakan, menghantamkan dengan pergerakan yang bisa menyebabkan sang penahan mengeluarkan jeritan melebihi dentum meriam.
Lagu yang kamu ingin perdengarkan tak bisa terselesaikan, mengharapkan keajaiban dalam benakmu dipenuhi itu, dan kini kamu berusaha merayu sang Author untuk menciptakan narasi yang menimbulkan sebab-akibat paling ajaib yang pernah ada.
"Sistem Call: Four Cars Hit You..."
Menahan satu saja Ia mengerang, menahan satu saja Ia terdorong, menahan satu saja Ia merasakan derita teramat dalam, dan kini Ia harus menahan serangan beruntun dari empat mobil yang melaju kearahnya.
Apakah mungkin ini adalah keruntuhan sang tokoh utama, kita mengharapkan kamu tersenyum menyaksikan pembantaian sang tokoh utama yang terhantamkan oleh empat mobil secara beruntun.
Dalam sanubarimu terdapat banyak alunan derita, alunan khawatir apakah ini akan berakhir, seperti narasi yang berusaha menyusun kata, karena Ia kebingungan akan seperti apa pertempuran aneh ini akan berakhir.
"Narasi sengaja diperbanyak adalah cara agar sang tokoh utama tak langsung kalah, aku sudah tahu bagaimana cerita ini berjalan, seperti masalalu sang Terminal yang dipermainkan oleh takdir cerita, aku pastinya akan merasakan hal yang sama, tapi, sebagai tokoh sampingan, bukankah kita memiliki hak untuk memberikan serangan yang spektakuler?"
Cars melihat, dan Ia ingin menyaksikan, bagaimana lolongan panjang dari penderitaan sang Nicki yang menahan empat benturan beruntun.
Kita menciptakan karakter terkuat, dan kita menciptakan karakter dengan kemampuan terunik namun teramat memusingkan, bagaimana cara Ia kalah, bagaimana semua ini harus berakhir, bagaimana kita akan melanjutkan cerita ini ke adegan selanjutnya.
Dengan bagaimana kita menciptakan kosakata yang rumit dengan metafora yang bejibun banyaknya, adalah cara untuk menunda bagaimana akhir sang tokoh utama.
Lensa kamera berusaha menangkap gambar derita, tetapi kamera yang lain dipaksa merekam kosakata yang dipenuhi adegan gak penting.
Ini adalah cara untuk menciptakan plot armor paling parah di cerita gajelas ini.
Apakah kau lupa berapa jumlah mereka di sini, dan apakah kau sudah lupa ada seseorang yang teramat kuat dengan kemampuannya yang super berbahaya jika menggrogoti hatimu?
"Huh?"
Area Nicki dipenuhi oleh bunga-bunga, bunga matahari yang mungkin bisa mekar di malam hari, atau saja menjadi bunga dandelion, atau apapun itu.
[Zona Otoritas Sang Bunga: Flower Feels Heaven's]
Mereka melihat bagaimana sang Pria keren muncul dihadapan sang Cars, dari sudut mati pemandangannya, dan kemudian menjebak Ia dengan Bunga merasakan surga.
Apa yang terjadi saat sang Cars merasakan surga?
Mobil empat, seakan terhenti, tak terkontrol oleh sang pengguna kemampuan yang ribet ini, terlihat Ia meringis kesakitan, apakah ini semacam peristiwa terkini dengan plot armor terparah?
Apakah sang musuh musti dikalahkan dengan cara curang seperti ini, mungkinkah sang tokoh utama tak mampu mengalahkannya?
"Ya!" Nicki membenarkan pertanyaan sang narasi, "Jika aku menahan empat, aku sudah mati kemudian, terlindas dan penyet, karena jari-jariku sudah terkilir parah, dan pinggangku sakit semua... ughh" Nicki sedikit meringis.
Zona sang bunga itu menciptakan apa? Saat sang musug merasakan [Zona Bunga: Flower Feels Heaven's] Maka Ia akan merasakan rasa senang berlebihan.
Rasa senang berlebihan itu bisa disebut dengan 'berbunga-bunga' karena dia sudah merasakan itu, maka skill sang Asep de Khang-Khebun akan naik tingkat ke-skill yang lebih rumit.
"Zona Bunga: Hanahaki Byou.."
Hanahaki Byou adalah tingkat bahaya terakhir dari sang Zona Bunga , di mana setelah sang Cars merasakan rasa senang berlebihan dengan perasaan yang berbunga-bunga, dia membuat 'kebun bunga' dalam hatinya sendiri, hingga merebak sampai ke-tenggorokan, menggrogoti tubuhnya seperti sebuah penyakit langka.
"Membutuhkan plot armor untuk mengalahkannya, bersyukurlah, anak muda..." Asep berucapkan kata, "Untung saja aku membantumu.."
Asep adalah karakter yang sebelumnya dikalahkan oleh Mana, mengapa Mana bisa mengalahkan Asep? Karena Mana memiliki Zone: Anti-Negatif.
Bisa menghilangkan unsur negatif yang berada di tubuhnya.
Jalan raya yang membentang luas perlahan menghilang, dan memperlihatkan tempat sempit dalam ruangan.
"Hoh, Zona-nya membuat dia bisa menciptakan jalan raya.." komentar Mana.
"Dia lumayan susah dikalahkan.." ucap Nicki.
"Aku yang mengalahkannya.." sambung Asep.
Bunyi langkah terdengar, seperti seseorang yang berjalan menggunakan sepatu hak tinggi.
"Well... Well.... Well..."
Suara wanita, apakah Ia adalah musuh selanjutnya?
"Kalian berhasil mengalahkan Cars, hebat juga.. kenalkan... aku... Stadion Skydiving..."
Siapakah Stadion?
"Tentunya cewek cantik..." sambung Stadion.
B E R S A M B U N G