
"Akan kuperlihatkan bagaimana cara Sniper Professional dalam menjalankan tugasnya.."
Tekad, kehebatan, mata yang bisa memperkirakan melesatnya peluru.. atau bahkan mampu mengamati setiap gerak-gerik sang target..
Target tak lebih dari korban yang cepat sekali matinya..
"Sniper Lock Your Down, Death Kisses In The Forrehead.." nada menyanyi, dan sedikit siulan.. terdengar mengerikan..
"Sang sniper legendaris zaman perang.. Xianhyun Xianzhei."
"Anggota Nipongatana dengan kemampuan terhebat yang bahkan bisa menyaingi Saeba Shinsuke sang Sniper Professional.." ucap Piotr.
Piotr, dia melihat dari balik gedung sebelahan, memiliki kemampuan yang bisa mengubah alur sebuah cerita.. dia juga mengetahui setiap seluk-beluk karakter dalam sebuah cerita.
"Xianhyun-san, kau harus bisa membunuh sang Shinozaki Makoto-san dengan kehebatan tembakanmu.." itulah apa yang dia pikirkan, pikiran sudut pandang seorang musuh yang mengingat tugas dari seorang pemimpin.
"Tapi, hari ini adalah hari ini.. dan tugasku dihari ini adalah tugas lain.." ucap Xianhyun.
Dia melihat-melihat sekitaran area perusahaan..
"Itu Frinter Kawlosnky sang target ya.. hmm..." gumam sang Xianhyun.
Dia perlahan menekan pelatuk Sniper miliknya..
Menekan dengan beberapa detik dan lalu melesat..
Dia kemudian berjalan santai.. "Death Scene yang indah adalah mati saat dia tak melihat pelakunya.." ucap Xianhyun.
Dalam sekejap sang Frinter itu sudah mati terkena tembakan di kepala-nya. Atau biasa disebut "Headshot"
Sementara itu ditahun ini, sang Saeba Shinsuke, masih umur sekitaran 13 tahun.
"Woy aku bagaimana bisa jadi sniper legendaris kalau ada yang ngeganggu.." ucap Saeba, sambil kentut kemudian.
"Skene tidak penting! cuma mau nambah jumlah karakter ajah.." ucap Piotr.
Kembali kesisi sang Nicki dan Nicko.
"***** kenapa kita jadi penonton disini, lagian inikan kualifikasi balap sepedahan tingkat sekolahan.." ucap Nicko.
"Iyanih ga ada seru-serunya, lebih baik aku menonton Pandemonican-chan di televisi.. aku cukup penasaran bagaimana Pandemonican-chan dimasa lalu.." ucap Nicki yang mengupil.
Kebetulan disebelah tempat mereka berdiri, ada sepasang keluarga dengan tiga anaknya.
"Pandemonican-chan menontonlah dengan baik, kakakmu akan membawa sekolahnya juara Interhigh.."
Terlihat sang Pandemonican masih bocil sekali..
"Aku tidak mau menonton Balap Sepeda.. aku sukanya nonton Berbie.." Pandemonican kemudian menangis.
"Pandemonican-chan masih bocil ditahun ini.. astaga.. ini sangat sangat keren.." ucap Nicki.
Nicki melihat Pandemonican sekilas, "Sangat mirip.. sangat mirip.." ucapnya.
Sedangkan Ibu Pandemonican menggendong balita sekitaran tiga tahun. "Itu pasti adiknya.." ucap Nicko.
Dijalur balapan..
"Makoto Shinozaki-san sudah berdempetan dengan Nicholas Pandemonican-san.. tampaknya High School Kakogu adalah saingan dari High School Kimochi.."
"Yaha...." Pria pirang yang bernama Nicholas atau lebih tepatnya kakak Pandemonican bersaing cukup ketat.
"Ayo... Shinozaki-kun..!!" teriak gadis yang tidak asing.. sang Fukuzaki Fukugawa-san..
"Masa depan dan masa lalu adalah dua garis takdir yang tidak bisa dipisahkan dari setiap moment. Seperti misalnya besok itu adalah masa depan.. dan masa ini adalah masa sekarang.. jika hari ini berganti dengan besok.. berarti kita sudah meninggalkan masa lalu.." ucap Nicki.
"Jangan melakukan pidato disini.. jangan meniru Uzumaki Naruto yang bisanya banyak bicara.." ucap Nicko.
Sniper Lock You Down, dia mengunci target mungkin ditempat yang lain.
Sementara disini adalah tempat dua bersaudara menonton kualifikasi Interhigh sekolahan.
Makoto Shinozaki yang melaju berdempetan dengan sang Pandemonican Nicholas.
Highschool Kakugo melawan Highschool Kimochi..
"Kita berada dalam jalur pengunungan, meskipun tidak seluas Akina, aku akan melaju melakukan pendakian.. aku akan tersenyum.." ucap Makoto.
Makoto dan Nicholas, berada dalam jalur pengunungan, Mountains atau bisa disebut King Mountains akan tercipta jika salah satunya menembus Finish lebih dulu.
"Tour de France hanya akan menjadi impian belaka jika aku gagal membawa Kakugo ke Interhigh..!!" teriak Makoto.
"Hidup berawal dari mimpi.. dan mimpi berawal dari tidur.. dan akan terkabulkan jika usaha tidak mengkhianati hasil..!!" teriak Nicholas.
Beberapa centimeter, dalam zona finish.. dimana garis finish itu berada, diantara banyak keramaian yang menunggu.. diantara ratusan orang yang menonton kualifikasi..
Disitu juga menangkap pandangan seorang Pria bergaya ala-ala Asia.
"Jadi itu target untuk besok, target sudah terkunci di hari ini.. jika mengharapkan besok belum tentu dia terkunci dengan spektakuler.." ucap Xianhyun yang tiba-tiba sudah berada di lokasi.
Kebetulan Frinter-san yang terbunuh, lokasi kantor itu cukup berdekatan dengan lokasi kualifikasi Interhigh.
"Sniper Lock You Down, Death Kisses in The Forrehead.." Xianhyun menyanyikan lagu andalannya saat akan melakukan pembunuhan dalam radius spektakuler yang tidak ketahuan...
Brashhhhh..
Pelatuk tertekan, peluru berwarna silver melesat dengan cepat ketarget..
"Kau hanya harus berakhir untuk saat ini.. roda gigi sepeda.. haguruma.. atau saat aku menonton Karakuri Sirkus.." ucap Nicholas dengan tenang.
Dan dalam seketika..
Prakkk.
Roda depan sepeda sang Nicholas bocor kemudian setelah terkena tembakan nyasar sang Xianhyun.
"Targetku bukan untuk membunuh tapi untuk membantu biar dia juara disini..." ucap Xianhyun.
"Loh.. bukannya kau disuruh untuk membunuh sang Makoto.." ucap lawan bicaranya dari telepon.
"Membunuh dalam artian membocorkan ban sepeda musuh.. kadang kata-kata pimpinan sangat tidak bisa dimengerti kawan.." ucap Xianhyun.
"Ini pasti kerjaan Piotr si pengubah alur.." ucap Ketua Nipongatana, Hyo Kobayashi.
"Hyo-san.. kau jangan memperlihatkan wujudmu disini.."
Kembali kesisi Nicki..
"Buset dah kenapa ban-nya bisa bocor gitu.." kaget Nicki.
"Nicholas-nii.. dia gagal.." tangis Nicole.
"Kurasa.. ini bagian dari strategi falenmoon stardust to blackhole.." ucap Nicki.
"Jangan mengatakan kata-kata yang aneh, Niisan.. kau hanya harus meneliti apa yang akan terjadi di Overdrive ini.." ucap Nicko.
"Keberuntungan.. aku juara hanya keberuntungan.." ucap Makoto yang drop karena saingannya tiba-tiba ban sepedanya bocor secara gaib.
"Jangan mengeluh.. jika kau sudah menang.. itu sudah menang.." ucap Fukuzaki Fukugawa.
"Target pengajakan bergabung ditahun ini.. Fukuzaki dengan nama Jepang.. kita harus mengajaknya kedalam grup Nipongatana, karena kepintarannya sangat dibutuhkan.." ucap Hyo.
"Di area sini sudah terlalu banyak nama nama Jepang, hanya Xianhyun yang bekerja memakai nama Asia bagian China..." ucap Asisten Hyo-san.
"Hmm.. kurasa aku harus mengirim Clockwork-kun dan Stephenson-san.." ucap Hyo lagi.
Dan kemudian dua Pria yang berpenampilan tidak bisa dijelaskan.
"Hmm.. kurasa aku akan bertarung ya.." ucap Clockwork.
"Hahahaha.." Stephenson hanya tertawa.
"Publikasikan, dan lanjutlah menonton anime Over Drive.." teriak Nicki, dia meninggalkan area balapan.
"Menonton To Love Ru.. itu lebih bagus.." sambung Nicko.
B E R S A M B U N G