
Wanita berdasarkan sejarah dan unsur-unsur kebenaran, mereka adalah eksistensi terkuat se-alam semesta, jikalau tidak ada mereka, maka engkau takkan bisa dilahirkan.
Tak mungkin salah dan memang benar, sekarang di sini, dan dengan adegan ini yang memikirkan banyak hal, secukupnya tidak berakhir, dan mereka saling memandang.
Seperti mungkin wanita bisa berada di posisi manapun, bisa saja mencari uang untukmu dan membantumu untuk sekedar meringankan beban pikiranmu, dan bahkan untuk sekejap dia menyiapkan makanan untukmu dengan masakan-masakan yang memiliki kadar kelebihan di beberapa jenis masakan yang ia masak.
Posisi di mana pun, di kantoran, jadi tukang jualan gorengan, bahkan mereka ada di trotoar berjalan kaki, bahkan pula berada di rumahmu, atau mereka-mereka bekerja merantau untuk satu nama, keluarga.
Dan segala pemikiran yang dipikirkan oleh Nijiiro, adalah semacam gombalan tiada akhir dengan pujian-pujian nyeleneh, tapi , mungkin saja Niji sang Istri tak bergeming, hanya sedikit berdehem menandakan ia tersipu, namun kemudian ketersipuan barusan sudah hilang mendadak dengan wajah galak sang Niji yang mendominasi.
Intimidasi wanita, ketakutan-ketakutan anak muda, dan mereka-mereka yang mendadak tak ingin melawan Niji ~en~ Ciel.
Metamorfosis perubahan posisi, adalah sang Niji yang serba bisa , dan tentang Nijiiro yang ingin melawannya, benarkah saling bentrok adalah referensi cinta sejati untuk akhir yang paling sejati?
"Kau seperti barusan, dan aku mungkin lupa hal barusan, dan sekarang mungkin pemikiranmu tentang keindahan sangat dominan, tetapi aku yang mungkin memikirkan bahwa kamu keren untuk waktu yang tak ditentukan, tapi mendadak tidak keren karena terlalu banyak memikirkan, dan mereka-mereka adalah mereka yang ditakdirkan untuk menonton adegan ini, dan diriku yang memperagakan kepastian tentang ikatan kita yang entah mengapa terkadang bisa pisah ranjang, padahal sedikit bermain kisah cinta di umur yang mulai menua adalah cinta sejati di antara cinta yang masih baru mulai..." Bicara dia seperti berpidato, nampak panjang Ia dan menghela nafas kemudian, sembari mungkin ingin sedikit berhenti berbicara karena dia sudah terlalu panjang berkata.
Mereka sebagian dari ikatan, dan Ibu rumah tangga dan tentang Pria yang menikahinya, dan tentang mereka yang ingin menonton seperti apa itu menghilangkan eksistensi lantai licin.
Muntahan-muntahan Nijiiro begitu lengket, dan zona muntah yang menghilangkan kelicinan lantai, Nijiiro berjalan santai di atas muntahan, seolah muntahannya menahan agar dia tetap seimbang dalam lantai licin.
Muntah pada umumnya bisa melicinkan juga, tetapi Nijiiro tidak bisa terpeleset karena dia sudah ahli berjalan di atas tumpukan muntahan yang tak ada kesan indah.
Bau muntah, dan mereka penonton menutup hidung dengan telapak tangan mereka.
"Sekarang, mungkin kamu berjalan santai, tapi, bukankah aku adalah licin yang sesungguhnya?" Niji santai dalam berucap, tak perlu panik untuk melawan laki-laki yang tidak keren.
"Zona of the End: Muntahan Tiada Berkesudahan."
"Hah????" Niji terkejut, begitulah ~en~ Ciel jika dia melihat kengerian zona muntah.
Ini adalah muntahan tidak berkesudahan, sang Nijiiro akan muntah dengan spektakuler, dalam spektakuler memuntahkan hal yang tak ada habisnya, mereka-mereka yang menonton akan ikut terpengaruh oleh muntahan, dan bakalan ikut muntah-muntah bersama Nijiiro.
Ini adalah kemampuan paling akhir, kemampuan yang bisa membuat orang yang biasa nahan muntah bakalan ikut muntah juga, dan ini muntah bisa menutupi 'zona lantai licin' milik Niji ~en~ Ciel.
Kemampuan ini adalah kemampuan paling menjijikkan sekalipun ingin tetap keren, orang yang muntah ini meskipun nampak keren dalam sudut pandang manusia-manusia yang menilai dari tampang, pada akhirnya Nijiiro hanyalah eksistensi om-om jorok yang suka muntah sembarangan.
Menutup lantai licin, dan ditimbun oleh muntahan menjijikkan, Nicki dan kawan-kawan yang ahli menahan muntahan, ikut muntah-muntah juga karena efek dari zona muntahan tiada berkesudahan milik sang Nijiiro.
Masalah-masalah, dan tentang sang Niji-chan yang melihat adegan orang muntah, dan tentang Nijiiro yang ingin muntah dan tak ingin berhenti.
Problematika dalam hidup, adalah mereka yang ingin bertahan dari badai dan krisis moneter dalam turunnya harga pasar, harga uang turun dengan kurs yang rendah, mengakibatkan terkadang bisa saja Manusia hidup dalam keterbatasan sosial.
Mungkin, mereka berantem, mungkin saja mereka saling benci untuk saat ini, beradu zona licin dan muntah, bagai anak muda yang masih ingin berusaha semaksimal mungkin agar tidak kalah.
Mungkin mereka berantem untuk saat ini, tetapi dalam sejarah mereka masih indah, cinta mereka mungkin abadi, dan dalam buku mungkin bisa saja tak bisa dijelaskan seberapa menarik kisah cinta mereka, mengapa mereka menikah, dan mengapa mereka harus beradu serangan, dan mengapa mereka harus terlibat konflik yang aneh, konflik gak berujung yang bahkan tidak logis, mengapa cerita ini tidak logis dan membuat mereka sepasang suami istri harus menjadi lawan.
"Bila habis muntah setelah minum bir, besoknya harus evaluasi, jangan mabuk-mabukan mulu, nanti kamu makan nasi, nasinya kamu muntahin karena kamu masih dalam pengaruh minuman keras." Niji.
Metamorfosis posisi Cesar Azpilicueta, dia ada untuk Chelsea, dan bermain di banyak posisi sejak dua ribu dua belas hingga dua ribu dua puluh dua. Bek kanan, bek kiri, bek tengah, gelandang kiri, gelandang bertahan, dan entah apalagi yang Ia jelajahi, dan mungkin saja, mungkin sekarang Niji adalah fans Cesar Azpilicueta.
Zona licin menghilang perlahan, dan dengan kekuatan senyuman mungkinkah semua ini akan berakhir?
"Huekkk!!!!" Masih muntah mereka.
Jika sudah baikan, maka kita ga tau bagaimana cara ini untuk kelar, dan bagaimana cara agar Nijiiro berhenti muntah, mungkin saja kamu kebingungan, dan mungkin saja mereka-mereka yang membaca sudah putus di tengah jalan karena membaca cerita yang tidak jelas.
"End of Fights.." Niji ~en~ Ciel mengakhiri pertarungan, Kata-kata ini untuk akhir, dan dia berjalan entah mengapa, sempoyongan tidak juga, hanya gerakan sederhana pada umumnya, dan dengan Nijiiro yang masih muntah-muntah.
"Kick from Another World : Bagian Baikan!"
Tendangan dari sang Niji, dan mungkin saja telak ke arah kepala, dan mungkin saja ini cara yang tepat untuk menghentikan muntahan, dan dalam sekejap mungkin dilakukan, dan dengan sepersekian detik, Nijiiro ambruk.
Saat ambruk membentur lantai, mereka yang ikut muntah tadi malah mendadak berhenti muntah-muntah.
"Jika aku tetap ingin ini tidak berakhir, maka muntahan mereka bukanlah eksistensi yang wajar, bisa saja memuntahkan darah, atau bahkan memuntahkan organ-organ dalam, karena zona muntahan tiada berkesudahan, benar-benar tidak akan berhenti jika sang penggunanya masih tetap muntah, cara yang tepat untuk menghentikan muntahan tiada berkesudahan, adalah membuat sang penggunanya pingsan duluan.." Niji ~en~ Ciel, jauh di dasar hatinya, masih ada cinta, kasih sayang, dan kepedulian dia tentang Manusia.
Itu sebabnya, kenapa perempuan itu cemerlang? karena mereka terlalu hebat.
Arc Slowsteps End.
B E R S A M B U N G