1+1: New

1+1: New
Chapter 126 - Tsubasa no Mahou Shoujo [Densetsu no Luckyman]



Cokelatosū Fanira adalah keindahan, sedangkan Satorū adalah kesialan.


Rahasia Bidadari hanyalah Tuhan yang tahu, dan Rahasia Manusia-Manusia adalah Rahasia yang gampang dipecahkan jika misteri itu berhasil diteliti oleh orang-orang.


Tsubasa no Mahou Shoujo, Sayap-sayap sang penyihir yang terbang untuk menggapai posisi Icarus yang terbang mendekati Matahari. Tetapi, untuk lebih dekat ke-Matahari, harus terbang dan dalam posisi mendekat, perlahan sayap mereka mulai meleleh menahan panasnya Matahari... "Apakah Icarus merasakan hal ini?"


Mungkin Manusia akan bisa mendekati Matahari, namun, mereka harus merasakan rasa panas yang berlebihan untuk mencapai posisi keindahan cahaya Matahari.


"Cokelatosū Fanira adalah gadis cantik, akankah aku bisa mendapatkan perhatian darinya, ataukah mungkin aku malah akan tenggelam kedalam kesialan yang berlebihan hingga tak bisa bangkit keatas?"


Kembali lagi kesisi sang Nicki.


"Hmm, Aku setelah mendengar kisah dari mas Luckyman yang dibacakan oleh Ryders, jadi tertarik untuk pergi ketempat yang ada sungainya.." ucap Nicki.


"Hoh, mau mencari Mahou Shoujo kah?" Tanya Nicko dengan santai.


"Mustahil, Mahou Shoujo in your heart, jika kau ingin bertemu maka itu impossible, karena Mahou Shoujo itu no real..." ucap Ryders.


"Sebelum menyimpulkan mereka tidak ada, kita harus selalu berpikiran positif dulu, agar legenda itu tidak menjadi cerita pemanis, itu akan menjadi kenyataan jika kita berusaha menemukan.." Balas sang Nicki yang selalu berpikiran positif kali ini. "Kalau kita negatif, maka Mahou Shoujo hanya akan menjadi Black Witch.."


"Baiklah, waktunya kita menelusuri sungai yang misalnya jika ada Mahou Shoujo, itu adalah keberuntungan kita karena menemukannya.." ucap Nicko.


"Yosha!!" Seru sang Ryders.


Mungkinkah jika mereka ada, mereka akan turun kesini dan memperlihatkan eksistensi menawan?


Di atas Awan, mungkin ini adalah tempat yang berhubungan dengan Holler.


"Sofūtexū, dia adalah penghuni Castle In The Sky tingkat atas, aku hanyalah Holler, Castle In The Sky tingkat pertama, sedangkan Sofūtexū adalah tingkat awan ketujuh dimana masternya adalah Haùièr de La Càfellano..." ucap Holler, nampaknya dia sedang membalas pertanyaan dari Hjortur. Hjortur Misae. Atau tepatnya Misae adalah adik sang Sofūtexū. Dia ingin bertemu dengan Sofūtexū kakaknya tercintah.


"Penghuni Castle In The Sky ada ada 7 tingkatan, dan tingkat ketujuh paling tinggi adalah Haùièr de La Càfellano...." sambung Holler menjelaskan.


Kebenaran tentang Mahou Shoujo adalah ada, mereka ada tapi selalu dianggap tidak ada, keberadaan mereka ada, yang membedakan dengan umat Manusia dibawah sana, Mahou Shoujo takkan menua, mereka bisa sampai berumur panjang, mereka bisa saja mati jika mereka ingin mati.


Flashback.


"Sofūtexū!!! Kau adalah Mahou Shoujo? Apakah kau akan terbang keatas dan takkan kembali lagi?"


"Aku takkan kembali kesini, karena sungai didesamu sudah terkontaminasi..."


Mahou Shoujo itu, Sofūtexū Hjortur mulai terbang, mengepakkan kedua sayapnya untuk membantu dia terbang....


Namun....


"Sampai akhirpun, aku akan mengejar!!" Pria yang bersemangat, adalah Eiuseinberg Luckyman yang beruntung, ada kesalahan dalam history dongeng, kejadian yang di dongeng tidak sama dengan kisah ini..


Luckyman menggapai kaki sang Sofūtexū, seberapa kalipun bahkan seberapa banyakpun sang Hjortur berusaha menghempaskannya ketanah, dia akan selalu menggapai kaki sang Sofūtexū.


Takkan menyerah, hingga membuat sang Sofūtexū membawa sang Luckyman terbang keatas awan...


Apakah kisah mereka akan sedinamis itu? Tidak berakhir seperti dalam kisah-kisah suram dan berharapkan kisah manis agar dongeng ini tidak menjadi sandiwara?


Manusia, sampai kapanpun takkan mencapai keabadian, mereka diciptakan untuk menua dan mati.


"????!" Luckyman terkejut, dia terkejut saat adegan sang Sofūtexū berusaha mencari kutu dirambut sang Luckyman.


"Kau.... semakin menua?"


"Sudah seperti itu kan?"


"Tidak, Penghuni Castle In The Sky mereka takkan menua, kau takkan bisa lama denganku, kau akan menghilang secepat kembang api dalam perayaan.." ucap Sofūtexū.


"Lalu apa masalahnya? Bukankah kau akan menua bersamaku?"


"?????!!!"


Sofūtexū mendorong sang Luckyman untuk jatuh kebawah dari ketinggian ribuan meter dari permukaan.


"Ah? Semakin tinggi aku terbang, semakin sakit saat jatuh, Bukan?"


Eisueinberg Luckyman jatuh dengan kecepatan yang lebih cepat dari burung terbang. Mungkinkah dia akan berakhir?


Tidak...


Burung-burung mulai berkumpul membentuk arah memanjang untuk bisa ia naiki menuju kembali keatas...


Tetapi...


"Manusia, takkan bisa hidup disini..." Haùièr terbang, "Kau bersemangat seperti Ikarus, dan sebagai penghormatan usahamu dari sang burung, mereka ingin membantumu, tapi, Kastil di atas langit tidak cocok untukmu.. aku akan memberikanmu keberkahan, namun sebagai ganti dari keberkahan, maka keturunan terakhirmu akan menjadi kesialan.."


"???!!!!"


Haùièr kemudian melepaskan kekuatannya kepada sang burung, dan kemudian burung itu terjatuh bersamaan dengan Luckyman.


Seperti sudah menjadi takdir sang Manusia, apakah ini adalah hal yang sudah seharusnya menjadi takdir?


Luckyman jatuh bukan diantara hal-hal yang berbahaya, atau bahkan membawanya kepada kematian, melainkan jatuh pada sebuah kasur yang membuatnya bisa memantul dan tak merasakan rasa sakit berlebihan.


Wooosh!!!


Sang gadis terkejut, seseorang yang tinggal dikamar tempat kasur yang dijatuhi oleh sang Eiuseinberg adalah sang gadis manis yang melakukan permohonan.


"Apakah kau penghuni langit yang dijatuhkan untukku?"


Flashback berakhir.


Sementara itu sang Nicki cs sudah berada di area sungai, "Mana nih Mahou Shoujo, mereka belum dateng, apalagi sudah rintik-rintik begini, inikan tanda Mahou Shoujo turun untuk mandi, seperti dalam dorama sinetron Kyū-san & 7-Girls Sailorwalk.." ucap Nicko.


"Njir, mana ada mereka singgah disungai ini, soalnya sungai inikan kotor.." ucap Nicki, dia menutup hidungnya menggunakan telapak tangan kirinya, "Inikan Tempat Pembuangan Tinja Gratis, mana ada mereka mau mandi disini!!" sambung Nicki membentak.


"Haddeh, nampaknya aku salah melihat jalur.." ucap Ryders.


Ryders mulai bersiap-siap lagi untuk menendang Nicki dan Nicko.


"Ikuzo, kesungai lain!!" Nicki dan Nicko bersemangat untuk terkena tendangan.


Dan adegan mereka kebetulan disaksikan oleh mas Satorū yang sedang berada di bawah pepohonan.


"Njir, mereka berdua masokis kah? Masa ditendang kok semangat am-...." belum selesai dia melanjutkan ucapannya, matanya malah melotot penuh dengan keterkejutan, "Nani nani nani nani nani nani nani nani nani nani???!!!!!!" Wajar saja dia terkejut, karena dia melihat kedua orang barusan yang ditendang oleh Ryders langsung menghilang dari peradaban.


Tinggal tersisa Ryders, dia kemudian mulai mempersiapkan kaki kirinya untuk menendang santai kaki kanannya.


"Kicku in the blackhole: Sungai nomor.2!!"


"Eh???!!! Dia juga ikutan menghilang setelah menendang kaki kanannya???!!!" Satorū yang semakin terkejut, bahkan mulutnya terbuka lebar, dan kemudian ada eksitensi menjijikkan yang jatuh kedalam mulutnya.. "H-huekkk!!! Taik burung!!!" Satorū adalah sang kesialan, dia selalu saja sial, dimana saja, diwaktu terserah, bahkan dimanapun.


Apakah mungkin ini karena Luckyman yang bersemangat mengejar Sofūtexū hingga keatas awan?


~


Dari atas yang tertinggi, bagian ketujuh dari ketinggian yang lebih tinggi, "Satorū? Mungkinkah dia adalah keturunan terakhir dari Luckyman?" Guman Sofūtexū, dia sangat penasaran.


"Luckyman seperti konsekuensi dari keberuntunganmu, yang paling terakhir akan mendapatkan kesialan..." ucap Haùièr.


B E R S A M B U N G