
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
Will sangat tahu persis sifat Noland dan Rayden, jika orang tercinta mereka tersakiti. Maka bukan manusia lagi yang akan mengamuk, tetapi raja iblis dan neraka yang akan mendatangi orang tersebut dengan membawa kematian yang paling menyakitkan.
Situasi tegang tidak jauh berbeda di dalam rumah sakit, dimana Zhia masih mendapatkan perawatan dari Dr. Lena dan Dr. Ian sekaligus. Sementara Rayden dan Levi menunggu dengan cemas kabar di depan ruangan tersebut.
Dari balik pintu tersebut, Rayden dan Levi masih bisa mendengar rintihan kesakitan dari Zhia. Terlihat Rayden tak mampu menghentikan airmatanya yang terus berjatuhan, sementara kedua tangannya terus menyatu dan mulutnya selalu melantunkan doa serta harapan agar Zhia dan calon anak mereka baik-baik saja.
“Ya Tuhan, … Aku mohon selamat Zhia dan anak kami. Jangan biarkan hal buruk terjadi pada mereka! Jika sesuatu yang buruk terjadi pada mereka, maka selamanya kau tidak akan memaafkan diriku sendiri yang tidak becus melindungi mereka. Kumohon Tuhan!”
Seperti itulah doa dan harapan yang terus Rayden lontarkan di setiap detik yang berjalan. Bahkan Levi tidak dapat mengalihkan pandangannya dari Rayden.
Baru kali ini, seorang levi selama kehidupannya melihat Rayden menangis dan seputus asa itu. Bahkan tanpa terasa dia ikut meneteskan air matanya.
Levi pun menyadari betapa besarnya cinta yang diberikan Rayden kepada Zhia. Dan disela pemikirannya itu, Levi teringat dengan Nona kecilnya. Dalam bayangannya, Lucia pasti sedang menangis ketakutan dengan keadaan mamah dan calon adiknya.
“Tuan, Nyonya muda dan bayinya pasti akan baik-baik saja. Saya sangat yakin itu, karena beliau orang yang sangat baik Tuhan pasti akan membuatnya terluka,” ujar Levi yang mencoba menghibur Rayden.
“Aku harap juga begitu, Lev! Tapi kau mendengarnya juga, bukan? Dia terus merintih kesakitan dan aku di sini tidak bisa melakukan apapun untuk membantunya. Aku adalah pria yang sangat buruk untuknya dan aku, _….”
Rayden tak mampu melanjutkan perkataannya, suaranya tertahan dan hanya isakan tangis yang keluar dari mulutnya. Hatinya terasa sesak dan hancur setiap mendengar Zhia berjuang menahan sakit sendirian di dalam sana.
“Nona, aku harap kau tidak terlalu takut dan bersedih. Karena aku yakin Tuhan pasti tidak akan membuat nasib yang buruk kepada manusia sebaik Nyonya muda. Jadi, jangan menangis, Nona kecil!” batin Levi yang sudah merasa sangat sesak hanya karena membayangkan tangisan Lucia saja.
Baru saja, terlintas di dalam pikirannya. Kini Lucia sudah berada tepat di hadapannya bersama Noland, Julia dan juga Luca.
Seperti yang berada di bayangannya, Lucia terus menangis dan ketakutan dengan kondisi mamah dan calon adiknya. Begitu juga dengan Noland, Julia dan Luca yang juga terlihat tidak mampu membendung kesedihan mereka.
“Nona kecil!” ujar Levi begitu melihat kedatangan Lucia dan yang lainnya.
“Papah! Hiks, … Hiks, ….” seru Lucia yang langsung menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan papahnya.
“Sayang!” Rayden memeluk erat putrinya seraya terus menitikkan air matanya.
“Cano, bagaimana keadaan Zhia sekarang?” tanya Noland dengan cemas.
“Dokter masih berusaha melakukan yang terbaik untuk mereka, Pah!” jawab Rayden dengan suara gemetar.
“Cano, sayang! Kamu yang sabar ‘yah, sayang! Zhi dan bayinya pasti akan baik-baik saja,” ucap Julia yang langsung memeluk putra untuk sedikit menenangkannya, meskipun dia sendiri tidak bisa tenang dalam situasi seperti itu.
“Mamah, Cano sungguh suami yang buruk untuknya! Hiks, … Cano, tidak bisa melindungi dengan baik dan membuatnya terluka lagi,” ujar Rayden layaknya nak kecil yang mengadu pada mamahnya sambil menangis.
“Tenanglah, Cano! Semuanya akan baik-baik saja.”
Noland pun ikut memeluk istri, anak dan cucunya. Mereka pada akhirnya menangis bersama, sehingga membuat Levi merasa seperti orang asing di sana. Akan tetpi, Levi menyadari bahwa mereka memang harus saling menguatkan disaat seperti ini.
...****************...
Sedangkan di dalam ruangan Zhia di rawat, Dr. Lena dan Dr. Ian mulai kewalahan. Sebab Zhia terus mengalami pendarahan hebat yang memacu pada keguguran. Jika tidak segera mendapat tindakan maka keduanya tidak akan selamat, baik ibu maupun ketiga bayinya.
“Bagaimana ini, Dr. Ian? Nyonya Zhia terus mengalami pendarahan hebat, kita harus fokus untuk menyelamatkan salah satunya,” ujar Dr. Lena yang sudah tidak mempunyai cara lain.
“Maksud anda?” tanya Dr. Ian yang berharap tidak seperti apa yang dia pikirkan.
“Aku akan memanggil suaminya masuk, biar dia yang akan memutuskannya,” sahut Dr. Ian yang tidak bisa ikut campur dalam mengambil keputusan penting seperti itu.
Setelah itu, Dr. Ian pun terlihat keluar dari ruangan itu. Dan begitu keluar semua orang yang menunggunya segera menghampirinya dengan cemas dan penuh harap.
Hanya dengan melihat ekspresi sedih Dr. Ian, mereka tahu bahwa sesuatu yang buruk sedang terjadi pada Zhia di dalam sana.
“Bagaimana keadaan Zhia, Dok?” tanya Rayden dengan panik.
“Cano, masuklah! Ada sesuatu yang harus kami bicarakan denganmu,” ujar Dr. Ian, kemudian dia pun masuk kembali ke ruangan itu tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Seperti permintaan Dr. Ian, Rayden pun memasuki ruangan Zhia di rawat setelah memakai pakaian khusus yang diberikan salah satu perawat yang berjaga di sana.
Begitu masuk, Rayden langsung menatap Zhia yang terbaring lemah dnegan wajah pucat nya, air matanya pun tidak bisa dia bendung lagi.
“Tuan Cano, maaf saya harus menyampaikan kabar buruk ini. Tapi anda harus memilih antara Ibu dan Bayinya, kita harus fokus menyelamatkan salah satunya. Akan tetapi, lebih baik kita fokus menyelamatkan ibunya. Sebab bayinya sudah pasti tidak akan bertahan lama, meskipun di rawat dalam incubator.” Dr. Lena langsung menjelaskan, karena sedang di kejar waktu.
“Maksudmu? Aku harus memutuskan untuk membunuh istriku atau anakku begitu?” ujar Rayden dengan air mata yang semakin deras mengalir di wajahnya.
“Tidak ada pilihan lain, Tuan! Kami telah melakukan yang terbaik untuk berusaha menyelamatkan keduanya, tapi pendarahan yang di alami Nyonya Zhia cukup hebat dan dapat membahayakan keduanya. Jika tidak mengambil keputusan ini,” jelas Dr. Lena lagi.
“Ba-ba-bagaimana bisa kau menyuruhku untuk membunuh antara istri dan anakku, _....” Rayden tak mampu melanjutkan perkataannya lagi.
“Keputusan ada di tangan anda. Silahkan tanda tangani surat persetujuan ini, jika anda sudah mempertimbangkannya. Tapi saya harap anda tidak membuang waktu lebih banyak lagi atau kita kan terlambat menyelamatkan keduanya,” ujar Dr. Lena sembari menyerahkan surat persetujuan yang harus Rayden tanda tangani.
Dan tanpa disangka pembicaraan itu terdengar oleh Zhia yang baru tersadar setelah tadi pingsan akibat rasa sakit yang tak tertahankan.
Dengan sisa tenaganya, Zhia meraih tangan Rayden yang berdiri tidak jauh di sampingnya.
“Ray, ….” Zhia memanggil dengan suara yang begitu lirih.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...