
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“A-a-aku hanya ingin memastikan kau tidak melupakan tugas yang aku titipkan padamu. Karena itulah, _....”
“Aku tidak akan pernah lupa, seperti aku tidak akan lupa membunuhmu. Jika kau terus banyak bacot seperti ini,” potong Fernand yang tidak ingin mendengar penjelasan ataupun alasan apapun lagi dari Richo yang terus bersikap seperti penguasa.
“Kirimkan aku lebih banyak orang lagi secepat mungkin! Aku ingin dalam minggu ini kau sudah mengirimkannya,” lanjut Fernand yang menuntut Richo untuk memberinya bala bantuan sebanyak mungkin dan secepatnya.
“Ba-baiklah, aku akan segera mengurusnya!” sahut Richo menyetujuinya begitu saja.
Setelah mendapatkan jawaban, Fernand pun langsung menutup sambungan teleponnya dan melemparkan ponsel tersebut pada Kenzo.
Beruntung responnya cukup cepat, sehingga ponsel yang masih tersisa cicilan tiga bulan lagi masih dia selamatkan dengan aman.
“Kau pergilah! Cari tahu dimana mereka mengurung anak buah ku yang masih selamat!”
Fernand lalu memerintahkan Kenzo untuk melacak lokasi markas besar milik Klan BlackSky. Sementara, dia mengajak Thunder berdua saja di tempat yang letaknya cukup jauh dari Kenzo berdiri untuk membicarakan hal yang sangat serius.
“OMG!! Apakah aku ketahuan secepatnya ini? Tapi mana mungkin, aku yakin aktingku sangat sempurna dan bahkan bisa memenangkan piala Oscar,” batin Kenzo yang mulai resah.
Kenzo yang melihat Fernand menjaga jarak dengannya, hatinya pun mulai merasa panik. Namun, dia tidak menunjukkan kepanikkannya di hadapan Fernand dan Thunder. Sebisa mungkin di bersikap seolah tidak tahu apapun mengenai penyerangan semalam.
Tidak ingin membuat Fernand dan Thunder curiga, Kenzo pun segera pergi dari tempat itu setelah mendapatkan perintah.
Terlihat Fernand dan Thunder sangat serius membicarakan sesuatu yang membuat Kenzo sangat penasaran, tetapi rasa penasarannya itu harus dia pendam agar nyawanya tetap aman.
...****************...
Cahaya mentari mulai menyosong dan menghangat semua yang berada di dalam sentuhannya. Terlihat Will dan Levi datang ke Mansion lebih pagi dari biasanya, karena mereka ingin melaporkan hasil penyerangan semalam.
“Aaah, … Aku tidak bisa tidur nyenyak semalam,” gerundel Will.
“Kenapa? Aku malah tidur sangat nyenyak bahkan bermimpi indah,” celetuk Levi yang memang tampak sangat bahagia pagi ini.
“Kau masih bisa bermimpi indah, setelah membunuh orang sebanyak itu dengan kejam. Isshh, … Dasar bocah psikopat kau ini,” ujar Will yang bergidik ngeri dengan kelakuan Levi.
“Yah, …Itulah aku, mau bagaimana lagi,” sahut Levi sambil tersenyum dan menunjukkan wajah polosnya.
“Apa ada yang mengganggu pikiranmu?” tanya Levi yang kembali ke topik sebelumnya.
“Tidak ada, tapi aku selalu merasakan firasat buruk akhir-akhir ini. Apakah aku perlu pergi ke dukun untuk membeli jimat menolak bala?” Will malah mencoba melawak.
“Mau aku kenalkan dengan dukun terbaik di daerah sini?” Dan Levi tetap menanggapi lawakannya.
“Hahahaa, … Sialan kau! Yang ada nanti malah dapat kutukan. Sudahlah, Ayo kita cepat masuk. Firasat burukku sepertinya semakin bertambah,” ujar Will, firasatnya mengatakan kalau dia harus segera pergi dari sana.
Firasat Will memang tidak pernah melesat. Ketika akan memasuki Mansion langkah keduanya terhenti karena panggilan dari seseorang. Dan begitu Will dan Levi melihat ke arah suara itu berasal, saat itu juga firasat buruk Will menjadi kenyataan.
“Tuan Will!” Ternyata panggilan itu berasal dari Alice yang tengah berlari menghampiri mereka.
“Aish, … Sial! Kenapa wanita gila itu terus menggangguku,” gerutu Will sembari menepuk dahinya yang seketika terasa sangat pening.
“Bye, Will! Aku duluan ‘yah! Selamat menikmati, hehehee ,….”
Levi yang tidak ingin terlibat dengan Alice, langsung saja mengambil langkah seribu dan meninggalkan Will begitu saja yang masih mematung di sana.
Will berusaha untuk berpura-pura tidak tahu dan memilih langkah Levi. Namun sayangnya, dia terlambat, sebab kini Alice sudah berada tepat di depannya.
“Selamat pagi, Tuan Will!” sapa Alice dengan senyuman yang merekah di wajahnya.
“Ouh, … Selamat pagi juga,” sapa Will balik dengan canggung.
“Anda terlihat lebih keren hari ini,” puji Alice malu-malu.
Will sontak merasa sedikit terkejut dengan pujian dari Alice, dia pun dengan cepat mengakhiri pembicaraan dan memilih untuk segera masuk kedalam Mansion.
Tanpa di duga Alice malah mengikutinya. Dan pada saat menaiki tangga ketika hendak meraih Will, tiba-tiba kakinya terpeleset hingga tubuhnya hilang keseimbangan.
Disaat Alice benar-benar hampir jatuh, Will dengan sigap mendekap tubuhnya sebagai refleks cepat. Akan tetapi, adegan yang terlihat romantis itu malah tidak sengaja di saksikan langsung oleh Alea dan Karina yang datang bersama.
Karina tampak sangat shock dengan pemandangan yang di lihatnya. Berbeda dengan Alea yang hanya terdiam melihatnya, tetapi dadanya terasa sangat sesak. Ingin sekali rasanya dia segera memisahkan Will dari Alice secepatnya. Akan tetapi, langkahnya begitu terasa berat untuk melakukannya.
“Woah, … Tuan Will!” Karina berteriak untuk mengingatkan Will bahwa saat ini Alea sedang melihatnya.
“Alea!”
Will kembali melakukan refleks cepat dengan melepaskan tubuh Alice dan mendorongnya menjauh. Seketika Will menyebut nama kekasihnya itu, tatapannya pun lanmgsung teralihkan hingga kini tatapan mereka saling terpaut satu sama lain.
“Kar, kenapa kau berteriak? Biarkan saja mereka melakukan apapun yang mereka mau,” ujar Alea dengan dingin.
Dia pun kembali melangkahkan kakinya memasuki Mansion, melewati mereka berdua begitu saja tanpa memperdulikan tatapan Will yang terlihat panik.
Karina yang sangat mengerti sifat sahabatnya itu, memberikan isyarat pada Will untuk mengejarnya dan mengatakan bahwa Alea saat ini sedang cemburu padanya.
“Cepat kejar!”
Karina segera memberi isyarat pada Will. Untungnya, Will kali ini sangat peka sehingga dia langsung berlari mengejar Alea dan meninggalkan Alice yang terlihat sedang bahagia di sana. Namun, kepergian Will sedikit membuatnya tersadar bahwa ada sesuatu antara Will dan Alea.
“Alea, dengarkan aku dulu!” pinta Will begitu berhasil meraih tangan Alea.
“Ada apa, Tuan Will! Bukankah anda tadi sedang sibuk.”
Begitulah kalau wanita sedang marah, langsung memperlihatkan kemarahannya dengan memperjelas batasan masing-masing. Bahkan pura-pura mengerti dan bersikap seperti tidak terjadi apapun.
Namun, bagi kaum pria seperti Will itu jauh lebih mengerikan di bandingkan Alea langsung mengamuk padanya.
“Apa kau cemburu padaku sekarang?” Dengan bodohnya Will malah menanyakan hal yang sudah jelas jawabannya.
“Tidak! Kenapa aku harus cemburu padamu?” ketus Alea menekankan, sembari menunjuk pada Will.
“Aku hanya menolongnya saja tadi. Aku sungguh tidak memiliki perasaan apapun kecuali padamu, Alea! Percayalah?”
Will mencoba menjelaskan, apalagi dia sudah merasakan bahwa Alea benar-benar atas kejadian tadi. Belum apa-apa, Will sudah berhasil di taklukkan oleh Alea sepenuhnya
Dan tanpa di sangka, ternyata ada Levi yang sedang memperhatikan dan menilai cara Will dalam merayu wanita.
“Jangan percaya dengan perkataannya! Nanti kau bisa menyesal,” ujar Levi yang muncul untuk mengganggu Will.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...