Willea

Willea
61. Kelakuan Levi



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


Dua tembakan Felix lepaskan, tetapi tidak ada reaksi apapun pada Fernand. Sepertinya peruntungan Felix hari ini kurang baik, maka dari itu tembakannya meleset.


Mungkin juga karena senapannya tidak sesuai dengan jarak target yang begitu jauh darinya.


“Jadi, beginilah yang di rasakan Levi saat itu yang harus kehilangan nyawa musuhnya yang sudah berada tepat di depan mata!” ujar Felix dan Jaydon tanpa sadar mengatakannya secara bersamaan.


Sesaat mereka berdua saling menatap, kemudian menghela nafas panjang menunjukan perasaan kecewa masing-masing.


Sebab mereka tidak bisa membunuh atau menangkap salah satu dalang di balik penyerangan itu.


“Sial! Hampir saja aku bisa meledakkan kepalanya,” umpat Felix pada dirinya sendiri.


“Sama, aku juga kurang lebihnya merasakan hal yang sama denganmu sekarang!” ujar Jaydon yang merasakan hal yang sama seperti Felix.


“Sudahlah, kita bereskan kekacauan ini dulu! Setelah itu, baru kita pergi melapor kepada Tuan muda.” Felix tampak tidak mau membahasnya lebih jauh lagi.


“Aku setuju!” sahut Jaydon yang keadaannya tida jauh dari Felix sekarang.


Mereka pun membantu mengevakuasi anggotanya yang terluka dan segera melarikannya ke rumah sakit.


Sementara untuk yang meninggal dunia, mereka juga mengirimkannya ke rumah sakit untuk di proses pemakamannya sebelum sampai pada keluarga masing-masing.


Sepertinya kali ini, meraka masih kalah strategi dilihat dari jumlah korban dari pihak mereka yang berjatuhan cukup banyak.


Felix dan Jaydon sama-sama termenung mengenai pertarungan kali ini yang tidak menghasilkan apapun kecuali banyaknya korban.


Sebab mereka tidak mengira bahwa Fernand akan ikut menyerang di saat mereka sedikit lemah.


...****************...


Disisi lain, Levi sedang di hadapkan dengan berbagai jenis dokumen yang di berikan oleh Rayden. Ingin sekali, Levi diam-diam melarikan diri dan ikut bertarung saja.


Namun sayangnya, Rayden malah memindahkan meja dan kursi kerja Will satu ruangan dengannya. Sehingga levi, tidak bisa berkutik maupun melarikan diri.


“Astaga, bagaimana ini? Aku tidak mengerti sama sekali dengan semua berkas ini? Haruskah aku bertanya pada Tuan lagi?” batin Levi yang serasa terisak seribu kali dari pada di medan pertarungan.


Levi terus mengacak-acak rambutnya dengan frustasi. Sehingga Rayden menjadi sulit berkonsentrasi dengan pekerjaan dan malah terus memperhatikan Levi.


Rayden menyadari bahwa sikapnya sangat berlebihan dalam mengajari Levi, tetapi semua itu dia lakukan demi kebaikan Levi sendiri.


Sebab mau tidak mau, Levi tetap akan menjalankan dan meneruskan perusahaan kakeknya suatu hari nanti.


Sebelum Rayden akan melepasnya, dia harus memberinya bekal sebanyak mungkin untuk membantunya kelak.


“Nana, datang ke ruangan ku sekarang!”


Perintah Rayden pada salah satu sekertarisnya yang lain melalui sambungan telepon yang langsung terhubung.


“Baik, Tuan muda!” sahut Nana yang langsung mematuhi perintahnya.


Ouhya, … Kalian sudah kenal dengan Nana, bukan? Dia salah satu sekertaris Rayden yang pernah menjadi korban kejahilan Luca dan Lucia. Tak selang berapa lama, Nana pun telah tiba di ruangan Rayden.


“Tuan, memanggil saya?” tanya Nana dengan ramah.


“Benar, untuk sementara waktu aku ingin kau mengajarinya mengurus semua dokumen itu.”


Rayden langsung menunjuk pada Levi yang sudah tidak jelas raut wajahnya itu.


“Tuan, bisakah anda memberi tugas lain selain ini! Aku bisa menjadi tukang kebun atau menguras kolam, jika memang tidak di perbolehkan menjadi pengawal Tuan dan Nona kecil lagi! Tapi saya mohon, jangan berikan pekerjaan seperti ini pada saya,” ujar Levi yang mencoba memohon dan membujuk Rayden untuk mengubah tugasnya.


“Ouh, … Benar sekali! Nana, bukankah hari ini ada beberapa orang yang akan di seleksi untuk menjadi pengawal istri saya ‘yah!” ujar Rayden.


“Iya, Tuan! Mungkin tinggal 30 menit lagi seleksinya akan di mulai,” jelas Nana sembari memastikan jadwalnya di notebook yang dia pegang.


Rayden mengabaikan perkataan Levi, dia malah lebih tertarik dengan kata pengawal yang mengikatkannya pada istrinya.


.


Rayden hampir lupa dengan jadwal seleksinya, karena pikirannya akhir-akhir ini di penuhi dnegan masalah Levi.


“Baiklah, aku akan pergi dan menyeleksi mereka secara langsung! Siapkan tempatnya seperti dulu,” perintah Rayden lagi.


“Baik, Tuan!” sahut Nana yang sudah pasti akan mematuhi perintahnya.


“Baguslah, sepertinya Tuan melupakan tentang aku di sini! Setidaknya aku bisa mendapat waktu beberapa menit untuk lepas dari pengawasannya,” batin Levi yang sudah menyiapkan rencana untuk kabur, setelah Rayden sibuk dengan memilih para pengawal baru itu.


“Tunggu dulu! Serahkan pada yang lain untuk melakukannya, kau urus bocah itu saja! Hari ini dia harus bisa tentang pembukuan dasar, apapun yang terjadi dia harus menguasainya. Kalau tidak kau yang mandapat potongan gaji, Nana!” ujar Rayden yang terlihat sangat serius saat mengatakannya.


“Tapi Tuan! Bagaimana bisa pembukuan dasar bisa di pelajari dalam satu hari?”


Nana mencoba untuk protes. Sebab baginya itu sangat tidak masuk akal, dirinya sendiri bahkan membutuhkan waktu yang cukup lama mengenai pembukuan dasar perusahaan. Apalagi perusahaan besar seperti BLOUSHZE Group.


“Iya, Tuan! Kasihan dia kalau harus di potong gaji. Kasihan juga untuk otakku ini yang selama ini tidak pernah bekerja keras. Bisakah anda memberi tugas yang lain selain ini?”


Levi kembali merengek seperti layaknya anak kecil. Terlebih lagi sepertinya pembukuan dasar yang di maksud Rayden tidak akan sederhana seperti yang di bayangkan.


Melihat reaksi Nana saja, levi sudah bisa menebaknya bahwa otaknya pasti akan di tuntut untuk bekerja sangat keras.


“Jangan hiraukan dia! Dan jangan khawatir, otaknya itu lebih dari mampu untuk menyerap setiap yang kau ajarkan. Jika kau berhasil, maka aku akan menambah bonusmu!” ujar Rayden yang kembali mengabaikan rengekkan Levi.


“Baiklah, karena Tuan muda mengatakan seperti itu. Maka saya kan mencoba yang terbaik untuk mengajarinya.”


Meskipun masih banyak keraguan dari pada kenyakinan tentang kemampuan Levi yang di katakan Rayden tadi.


Nana akhirnya menerima perintah itu dengan berat hati. Levi pun tidak bisa lari kemana-mana lagi, dia sudah terjebak dengan system belajar super ketat dari Rayden.


“Tuan Levi, mohon bantuannya ‘yah!” ujar Nana yang tersenyum ramah, meskipun sedikit terpaksa saat melakukannya.


“Tuan, ….” Levi menatap Rayden dengan wajah yang semakin memelas.


“Belajarlah dengan benar! Karena nasib salah satu karyawanku berada di tanganmu. Jika dia mendapatkan potongan gaji karena ulahmu, maka aku akan memotong setiap tabunganmu seratus juta setiap tabungan yang kau miliki. Kau mengerti?”


Rayden pun terpaksa memberikan sebuah ancaman agar Levi menunjukkan kemampuannya yang selama ini Levi sembunyikan bersamaan dengan identitasnya.


Levi pun tidak bisa berkutik lagi, dia hanya bisa pasrah dengan semua pelajaran yang harus dia pelajari sampai Will kembali.


“Iya, Tuan! Saya mengerti,” sahut Levi dengan raut wajah sedihnya.


“Bagus, belajarlah menjadi pemimpin yang bertanggung jawab pada pekerjaan dan juga karyawan. Dengan begitu, kesuksesan akan selalu berada di sisimu! Kelak kau akan menjadi pemimpin yang lebih baik dariku. Aku percaya padamu, Levi!” batin Rayden yang selau mengharapkan yang terbaik untuk anak buahnya yang satu ini.


“Will, cepatlah kembali! Aku sangat merindukanmu! Dengan kembalinya dirimu, maka kembali juga kehidupan tenangku yang selama ini coba aku lestarikan,” batin levi yang terasa ingin menangis saja.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 18.00 ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...