
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Benar, Zhi! Biarkan kami melakukan apa yang seharusnya kami lewatkan dulu,” imbuh Noland membantu Julia membujuk Zhia agar tidak merasa terbebani dengan perhatian mereka.
“Baiklah Mah, Pah!”
Zhia akhirnya mengalah dan membiarkan Noland serta Julia melakukan apa yang mereka inginkan. Terlihat jelas Noland dan Julia sangat bahagia, karena bisa menyambut kedatangan cucu baru mereka dan menyiapkan segala sesuatu seperti yang mereka inginkan.
“Ini baru anak Mamah dan Papah,” ucap Julia seraya membelai wajah Zhia dengan penuh kasih sayang.
“Ouhya, … Papah sedang merenovasi beberapa kamar untuk Triple Baby. Apa ada tema dekorasi yang kau inginkan, Zhi?” tanya Noland mengalihkan topik pembicaraan.
“Bukankah itu terlalu cepat, Pah?” sahut Zhia yang kembali di kejutkan dnegan pemikiran dari Noland.
“Lebih cepat lebih baik, Zhi! Papah dan Mamah juga sudah mencari beberapa baby sister untuk membantumu merawat Triple Baby, setelah mereka lahir ke dunia ini. Iya ‘kan, Mah?” ujar Noland yang benar-benar telah memikirkannya dengan sangat hati-hati.
“Benar, Zhi! Kami ingin yang terbaik untukmu dan juga Triple Baby-nya,” sahut Julia sependapat.
“Mah, Pah! Bolehkan Zhi menolaknya untuk yang satu ini?” pinta Zhia dengan nada bicara selembut mungkin agar Noland dan Julia tidak tersinggung dengan penolakannya.
“Kenapa, Zhi?” tanya Julia.
“Seperti Luca dan Lucia, Zhi ingin merawat dan membesarkan Triple Baby sendiri. Menggendong nya sendiri, menyusui mereka sendiri dan menidurkan serta memandikan mereka dengan tangan Zhi sendiri. Bisakah Papah dan Mamah mengerti keinginan Zhi yang satu ini?” jelas Zhia dengan tatapan memohon.
“Tentu saja, sayang! Namun, ada baiknya kita memperkerjakan beberapa Baby sister untuk berjaga-jaga jika nanti kau kewalahan. Apalagi yang ada di dalam perutmu sekarang ada tiga Baby sekaligus, kami mengkhawatirkan kamu juga Zhi!” ujar Julia berharap Zhia juga mengerti akan keputusannya memperkerjakan baby sister.
“Iya, Zhi! Mengertilah, kami hanya mengkhawatirkan dirimu dan Triple Baby. Apalagi Cano si bocah sialan itu selalu sibuk dengan pekerjaan dan klannya.”
Noland menimpali, tidak lupa dia masih saja mengumpat pada putranya sendiri.
“Baiklah Pah, Mah! Zhi mengerti, terima kasih sudah mengkhawatirkan Zhi,” ucap Zhia di sertai senyuman manisnya.
“Tentu saja, kau sekarang juga putri tersayang kami. Jadi, jangan berterima kasih hanya karena perhatian kecil dari kami. Kau berhak mendapatkan yang terbaik, Zhi!” ujar Julia memeluk Zhia dengan hangat.
“Bagaimana kalau kita mulai buka hadiahnya?” ujar Noland mengganti topik dan suasana.
“Boleh, Pah!” balas Zhia masih dengan senyuman bahagianya.
Zhia pun mulai membuka hadiahnya satu persatu dnegan di bantu oleh Nolan dan Julia. Kebanyakan hadiah yang di terima Zhia merupakan barang-barang yang di perlukan oleh ibu hamil. Mulai dari pakaian dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sedangkan hadiah untuk Triple Baby kebayakan pakaian dan mainan dengan tema netral yang bisa di pakai untuk anak laki-laki maupun anak perempuan.
Bahkan Noland dan Julia sudah membeli Baby Stroller, Car Seat dan barang-barang lainnya yang belum di pikirkan oleh Zhia.
Karena memang terlalu dini untuk mempersiapkan semua itu mengingat usia kandungannya masih tahap peralihan trimester kedua.
...****************...
Sementara di perusahaan BLOUSHZE Group, Rayden dan Will tengah menyelesaikan pekerjaan mereka di ruangan masing-masing. Hingga Will teringat akan janjinya yang ingin melamar Alea begitu mereka kembali ke negara A.
Tok, … Tokk, … Tokkk, …
“Tuan, ini saya Will! Bolehkah saya masuk?” tanya Will yang meminta ijin sebelum masuk ke dalam ruangan itu.
“Masuklah!” jawab Rayden singkat, masih tetap fokus dengan pekerjaannya.
“Haachuuuu, ….”
Begitu masuk, Will malah di sambut dengan suara bersin Rayden yang memenuhi ruangan itu.
“Apakah Tuan muda kurang enak badan? Apa perlu anda ke rumah sakit sekarang?” ujar Will dengan raut wajah yang terlihat mulai panik.
“Baiklah, kalau itu menurut anda,” sahut Will.
Sejak semalam Will sudah berlatih untuk mengatakan tujuannya meminta bantuan pada Rayden. Akan tetapi, begitu sudah berhadapan langsung dengan orangnya. Will malah tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun untuk di katakan.
“Ada apa?” tanya Rayden terpaksa menghentikan aktivitas kerjanya dan menatap Will dengan tatapan menyelidik.
“Ehmm, … Ada sesuatu yang ingin saya katakan kepada anda.” Will menjawabnya dengan dengan ragu-ragu.
“Aku tahu itu, makanya aku bertanya ada apa. Jadi, cepat katakan karena masih banyak pekerjaan yang harus aku bereskan dan kau tahu itu, bukan?” ujar Rayden yang merasa sedikit kesal.
Apalagi melihat sikap Will yang tidak seperti biasanya, Will lebih terkesan bertele-tele dan malah membuang waktunya yang berharga.
Namun, karena Will sudah dia anggap sebagai salah satu anggota keluarganya. Rayden pun masih bisa memaklumi sikap Will sekarang dan menunggunya untuk berbicara.
Akan tetapi, beberapa menit telah berlalu tapi Will masih diam di tempatnya dengan wajah yang terlihat cemas.
Rayden tidak bisa menunggunya bicara lebih lama lagi atau mungkin dia bisa kehilangan kesabarannya, lalu meneriaki Will dengan keras.
“Ini bukan soal istri dan anakku bukan?” tanya Rayden memastikan yang baginya sangat penting.
“Tidak, Tuan muda!” sahut Will dengan cepat.
“Lalu?” tanya Rayden lagi, mungkin untuk terakhir kalinya diam au menunggu Will bicara.
Namun sayangnya, Will malah kembali diam dan terkesan menghindari tatapan Rayden.
“Kalau memang kau belum siap untuk mengatakannya, lebih baik kau kembali bekerja dulu. Kembali ‘lah kalau kau sudah siap, kau boleh pergi sekarang!” usir Rayden dengan nada bicara yang terdengar sedikit kesal.
Kemudian, Rayden kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda itu. Sedangkan Will masih terdiam di tempatnya beberapa saat, lalu tak lama dia berbalik dan hendak pergi meninggalkan ruangan itu.
“Tuan, saya ingin melamar Alea secara resmi. Bisakah anda membantu saya?”
Tiba-tiba saja Will berbalik lagi dan langsung mengatakan keinginannya dengan sangat lantang. Hingga membuat Rayden seketika tercengang dan mematung begitu mendengarnya.
“Apa katamu barusan?” tanya Rayden ingin memastikan pendengarannya barusan.
“Saya ingin melamar Alea, Tuan muda! Jadi, bisakah anda membantu saya untuk ini. Seperti yang anda tahu, saya tidak memiliki satu pun keluarga yang tersisa. Saya ingin meminta anda dan sekeluarga untuk menyampaikan lamaran saya ini secara resmi kepada keluaraga Alea,” jelas Will dengan raut wajah malu dan juga putus asa.
“Kau yakin ingin melamarnya? Apakah hubungan kalian berjalan secepatnya ini? Atau jangan-jangan kalian berdua sudah melakukan itu ‘yah? Waaah, … Will, aku sungguh ttidak percaya kau sudah melakukan itu dengannya sebelum menikah!”
Rayden mencecar dengan berbagai pertanyaan dan salah satunya berpikiran buruk tentang Will sekaligus ingin sedikit menggodanya.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...