
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵 ...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Tunggu sebentar, sepertinya mamah masih menyimpan foto kalian berdua untuk pertama kali,” ujar Zhia.
Dia pun beranjak menuju ke lemari tempat dirinya selalu menyimpan berkas pentingnya. Tidak lama kemudian, Zhia kembali dengan membawa berkas berukuran besar dan beberapa album foto yang menjadi sejarah untuk didinya dalam merawat dan membesarkan Luca dan Lucia selama ini.
“Apa itu, Zhi?” tanya Rayden yang menjadi penasaran kenapa Zhia membawa berkas sebanyak itu.
“Ini berkas dan foto-foto semenjak Luca dan Lucia masih berada didalam perutku. Aku memang sengaja menyimpannya untuk kenang-kenangan saat mereka besar nanti,” jelas Zhia yang tersenyum seakan tanpa beban saat itu.
Rayden hanya menanggapi penjelasan Zhia dengan diam dan raut wajahnya jelas menampakan kesedihan yang teramat dalam.
Namun, Zhia tidak menyadari perubahan raut wajah dari suaminya itu, karena dia terlalu antusias ingin menunjukkan foto-foto masa kecil Luca dan Lucia yang tidak kalah menggemaskannya dengan sekarang.
“Sayang, lihatlah ini kalian berdua saat masih beberapa minggu di dalam perut mamah. Seperti adik kalian sekarang!”
Zhia menunjukkan foto USG Luca dan Lucia yang masih berbentuk embrio kepada kedua anak kembarnya itu. Tampak Luca dan Lucia yang langsung membandingkannya dengan foto adiknya tadi.
“Maafkan aku, Zhi?”
Tiba-tiba ucapakan lirih Rayden membuat perhatian Zhia langsung teralih padanya. Betapa terkejutnya Zhia, ternyata Rayden sedang menangis terisak sembari menundukkan kepalanya.
“Ray, ada apa? Kenapa kau menangis?” tanya Zhia dengan khawatir.
“Papah kenapa, Mah?” tanya Luca yang merasa penassaran dengan kelakuan papahnya akhir-akhir yang lebih manja dari dirinya dan juga Lucia.
Zhia menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaan dari putra tadi, sebab dia juga tidak tahu alasan Rayden tiba-tiba menangis dan memeluknya.
Sedangkan Lucia hanya diam menunggu penjelasan dari sang papah yang masih saja terus menangis tiada henti.
“Ada apa?” tanya Zhia lagi sembari mengelus lembut bahu Rayden.
“Maafkan aku, Zhi! Seharusnya aku mencarimu sejak hari itu. Dengan begitu kalu pasti tidak akan menanggung semua kesulitan itu seorang diri. Mual setiap hari dan pasti kau juga harus bekerja keras untuk menghidupi anak kita,” ujar Rayden.
Dia menunjukan sisi terlemahnya di depan ketiga orang sangat dia cintai itu dan tentu saja ada triple baby yang masih di dalam perut Zhia.
Baik Zhia, Luca dan Lucia pun langsung terdiam menatap Rayden yang masih menyesali keputusannya pada hari itu, hari dimana Zhia pergi begitu saja setelah tidur bersamanya.
“Ray, ….”
“Seharusnya papah lebih cepat mencari kalian. Sehingga kalian bisa mendapat kehidupan yang seharusnya kalian dapatkan, kalian juga bisa merasakan kasih sayang papah. Tapi ketidak pekaan papah membuat kalian semua harus melalui hari-hari yang sangat sulit, terutama kamu Zhia! Luca dan Lucia pasti juga sangat membenci papah ‘kan? Hiks, ….”
Rayden benar-benar sangat menyesalinya, hingga dia menangis sampai sesegukkan. Zhia yang tidak tega pun langsung kembali memeluknya dan menenangkannya. Sungguh hormon kehamilannya disalurkan semuanya kepada Rayden.
“Ray, kita sudah sering membahas ini, bukan? Dan kita setuju untuk melupakannya, lalu kemudian memulai lembaran baru lagi tanpa menengok pada masa lalu. Harus aku katakana berapa kali kalau aku tidak apa-apa, Hmmm? Luca da Lucia juga tidak pernah membencimu. Iya ‘kan, sayang?”
Zhia mencoba mengatakan hal-hal yang membuat Rayden semakin merasa tenang.
“Iya, papah! Kamin tidak pernah membenci papah ‘kok! Malahan kami sangat menyayangi papah!” seru Lucia yang ikut memeluk papahnya.
“Benar sekali, Pah! Meskipun papah tidak mencari kami, tetapi Luca dan Lucia bisa yang datang terlebih dahulu mencari papah ‘kok. Karena itulah sekarang kami memiliki papah!”
Luca pun ikut menyatakan perasaannya, dia juga ikut memeluk papah dan mamahnya di sana.
“Pah, lihatlah foto Luca dan Luci yang ini sama dengan foto milik adik bayi. Terlihat seperti kecambah!” seru Luca yang menjajarkan kedua foto itu.
Secara tidak sadar, Rayden pun ikut memperhatikan kedua foto itu. Saat itu juga Rayden menghentikan tangisnya dan mengambil alih album foto yang tadi berada ditangan Lucia.
Dan dengan cepat kedua anak kembar itu langsung memposisikan diri masing-masing duduk dipangkuan sang papah.
Zhia yang melihat perubahan emosi Rayden yang sangat cepat dan juga kelakuan anak kembarnya yang bersikap natural menghadapi papahnya. Zhia hnya tersenyum melihat kelakuan Rayden dan kedua anak kembarnya itu.
Dia tidak bisa membayangkan begitu ketiga anaknya yang maih di dalam perutnya nanti lahir sudah pasti kebahagiaan mereka akan bertambah berkali-kali lipat.
“Mamah, kenapa foto yang ini lebih jelas dibanding foto dari pada foto tadi?” Pertanyaan dari Lucia menyadarkan Zhia dari lamunannya.
“Yang mana, sayang!”
Zhia pun akhirnya ikut bergabung sebagai sumber informasi dan pendongeng untuk mereka. Zhia mulai menceritakan satu persatu, terlihat Rayden dan kedua anak kembarnya sangat antusias mendengar semua yang dia ceritakan.
Cukup lama Zhia menceritakan tentang masa kecil Luca dan Lucia semenjak mereka masih berada didalam kandungannya. Hingga tak terasa waktunya untuk mereka pergi tidur telah tiba.
“Yah, akhirnya selesai juga mamah menceritakan tentang kalian berdua. Sekarang waktunya tidur, bukankah besok kalian harus pergi ke sekolah?” ujar Zhia yang mengakhiri ceritanya dengan menyuruh Luca dan Lucia untuk pergi tidur.
“Aaah, … Tuh dengarkan kata mamah kalian, sudah sana kembali ke kamar kalian!” seru Rayden yang langsung berkeinginan untuk mengusir kedua anak kembarnya itu agar dia bisa kembali bermesraan dnegan Zhia lagi.
“Mamah!”
Terlihat Luca dan Lucia menahan diri agar tidak berdebat dengan papahnya sesuai dengan janji mereka sebelumnya.
Mereka pun hanya bisa mengandalkan raut wajah memelas pada mamahnya agar di ijinkan untuk tidur bersama mamahnya lagi hari ini.
“Tidak untuk hari ini, sayang!” seru Rayden lagi menegaskan.
Disini terlihat Rayden dan kedua anak kembarnya kembali berdebat untuk tidur bersama dengan Zhia. Disini Zhia yang selalu harus di pusingkan dengan pertengkaran papah dan anak kembarnya itu.
Note : Hay, Teman-teman maaf 'yah kemarin enggak bisa Up selama dua hari. Soalnya di tempatku sedang ada hajatan.🙏🙏🙏😓
Bersambung,.......
...****************...
Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰
Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.
Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓
Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!
Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!
Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘