
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
Sementara itu, pasukan Noland sudah dalam perjalanan dan sebentar lagi akan sampai di Mansion.
Akan tetapi, mereka malah di hadang di depan gerbang oleh banyaknya pasukan Fernand. Sehingga cukup memakan waktu agar mereka bisa memasuki Mansion.
“Tuan, di depan ada pasukan musuh yang sudah menunggu kita!” seru salah satu anak buah Noland yang telah memastikan situasi.
“Seberapa banyak mereka yang menghadang kita?” tanya Noland yang ingin memperkirakan rencana seperti apa untuk mereka menerobos musuhnya itu.
“Hampir sama banyak dnegan pasukan kita, Tuan! Jumlah itu hanya yang berada di halaman Mansion, kami tidak tahu persis bagaimana jumlah ada di dalamnya,” jelas anak buah itu.
“Merreka benar-benar datang dengan persiapan yang sangat matang,” gumam Noland yang menyadari bahwa pihak mereka terlalu bersantai selama ini.
“Tuan, saya baru mendapat kabar bahwa Fernand sedang berada di ruangan rahasia dan berhasil menyelamatkan adiknya!” seru Felix yang tiba-tiba muncul membawa informasi.
“Bagaimana dengan Will dan Jaydon?”
Noland bertanya untuk memastikan keduanya masih belum tertangkap atau tidak.
“Belum ada informasi mengenai keberadaan mereka berdua, Tuan!” jawab Felix.
“Berarti mereka masih bersembunyi dengan aman di sana,” gumam Noland menyimpulkan.
“Felix, bersiaplah! Kita akan langsung menyerang dan menerobos masuk ke dalam Mansion. Ingatlah, setiap waktu yang kita buang di sini akan menyebabkan kita kehilangan banyak nyawa yang tidak berdosa di dalam sana,” ujar Noland yang tidak memiliki pilihan lain selain langsung menyerang dan merebut kembali Mansion Nya.
“Baik, Tuan!” sahut Felix yang kemuadian langsung pergi untuk memberitahu yang lainnya akan bersiap berperang.
...****************...
Disisi lain, Levi telah sampai di Mansion lama milik Noland. Seperti yang di perintahkan oleh Noland sebelumnya, Levi pun menambah system keamanan di Mansion itu. Levi tampak sibuk mengurus semuanya, hingga tiba-tiba sebuah pesan masuk di ponselnya.
...~Serahkan nyawamu atau semua orang yang berada di sekitarmu akan mati! Pria yang selalu berada di sisimu menjadi yang pertama dan si kembar yang menggemaskan akan menjadi yang terakhir! _ Nomor tidak di kenal...
“Sialan! Beraninya kau menyentuh orangku, maka itu artinya kau telah memanggil malaikat kematian mu sendiri,” gumam Levi yang tampak semakin geram.
“Tuan Levi, kami sudah memperkuat keamanan di dalam dan sekitar Mansion ini sesuai dengan perintah dari anda.”
Lapor salah satu anak buah Levi yang di tugaskan berjaga di sana.
“Bagus, lindungi mereka dengan mempertaruhkan nyawamu. Aku akan mempercayakan keselamatan mereka padamu dan yang lainnya. Lalu bagaimana dengan pasukan yang aku perintahkan?” ujar Levi yang sangat serius, karena dia sudah tidak memiliki banyak waktu.
“Mereka sudah menunggu anda di luar gerbang, Tuan!” jawab anak buahnya.
“Baiklah, aku akan pergi sekarang! Jaga dan lindungi mereka dengan baik di sini, jika ada sesuatu yang mencurigakan segera hubungi aku. Mengerti!” pesan Levi sebelum pergi.
“Baik, Tuan! Kami mengerti,” sahut anak buahnya lagi.
Setelah itu, Levi pun langsung berjalan menuju gerbang depan. Akan tetapi, belum jauh Levi berjalan keluar dari Mansion sebuah suara yang sangat dia kenal terus memanggil namanya. Hingga Levi pun terpaksa menghentikan langkah kakinya dan berbalik.
“Kak Levi!” seru Lucia yang langsung saja menghamburkan tubuhnya memeluk Levi dengan eratnya.
“Nona kecil?” ujar Levi yang tampak bingung dan terkejut sekaligus.
“Ada apa, Nona kecil? Lebih baik anda tetap beradadi dalam, karena keadaan diluar sedang tidak kondusif,” ujar Levi yang tampak sangat khawatir.
“Luci hanya ingin mengantar Kak Levi pergi!” terang Lucia malu-malu.
“Benarkah? Terima kasih sudah mau mengantarku sampai di sini, jadi sekarang Nona kembali ‘lah masuk ke dalam ‘yah,” ujar levi yang juga terlihat malu-malu mendapatkan perhatian manis seperti itu dari Nona kecilnya.
“Hmmm, … Berjanjilah Kak Levi tidak akan terluka sedikitpun dan Kakak juga harus melindungi semua orang di sana ‘yah?” pinta Lucia dengan tatapan penuh kesedihan.
“Tentu saja! Saya juga akan membalas perbuatan jahat yang mereka lakukan pada Mamah dan adik anda, Nona kecil!” ujar Levi.
“Hmm, … Berhati-hatilah, Kak Levi!” pesan Lucia sembari berlari kembali menuju Mansion dnegan sesekali berbalik dan melambaikan tangan pada Levi.
“Pasti, Nona kecil! Aku pasti akan memperkenalkan mereka semua pada yang namanya kematian yang sangat menyakitkan,” ucap Levi dengan penuh keyakinan dan ambisi.
Karena jaraknya cukup jauh dari Mansion lama milik Noland, Levi dan anak buahnya pun terpaksa menggunakan kecepatan tertinggi agar mereka cepat sampai di tempat tujuan.
...****************...
Kembali pada kondisi di dalam Mansion Rayden. Sania yang awalnya ingin segera meninggalkan tempat itu, tiba-tiba berubah pikiran ketika melihat Alea. Secara tak terduga keinginannya untuk sedikit bermain-main dengan Alice dan Alea muncul di benaknya.
“Dialah hadiah mu! Kau atau aku yang akan melakukannya?” ujar Sania sembari menunjuk pada Alea.
Seketika suasana menjadi semakin mencekam, Alice hanya bisa terpaku begitu mendengar perkataan Sania yang tampak sangat serius. Begitu juga dengan Alea dan Karina yang seakan sedang berdiri di tepi jurang kematian.
“Kenapa kau diam, adikku sayang? Bukankah kau sangat membencinya sampai ingin melenyapkan dia untuk selamanya,” ujar Sania dengan seringainya yang sangat menyeramkan.
“Berkat kebencian mu itu juga, aku bisa dengan mudah membuat Zhia sekarat di rumah sakit sekarang. Hahaaa, ….” lanjut Sania di sertai tawanya yang menyebalkan.
“Daripada kau menangis seperti waktu itu, lebih baik kau mengubah tangisan itu menjadi percikan darah. Itu jauh lebih menyenangkan,” bisik Sania yang lebih seperti bisikan iblis.
“Kenapa kau melakukan ini?” tanya Alice dengan tatapan dingin.
“Sudah aku katakan, ini hadiah untuk pertemuan pertama kita sebagai adik dan kakak,” jawab Sania dengan acuhnya.
“Aku tidak pernah sudi mempunyai kakak berhati iblis seperti kalian berdua!” teriak Alice menolak pernyataan Sania raga maupun jiwanya.
“Yeah, … Terserah apa katamu, aku juga tidak peduli! Jadi, kau atau aku yang akan mengambil hadiah itu?”
Sania kembali pada topik utamanya yaitu membunuh Alea.
“Itu urusanku dengannya kenapa kau ikut campur, Hah?” bentak Alice yang sudah sangat emosi menghadapi iblis bersaudara itu.
“Jadi, kau yang akan membunuhnya?”
Sania menyimpulkan sendiri.
“Sudah aku katakan, jangan ikut campur!”
Alice kembali membentak, tapi sepertinya dia tidak ingin Alea terluka.
“Baiklah, aku yang akan melakukannya untukmu.”
Lagi-lagi Sania menyimpulkannya sendiri, dia lalu berjalan menghampiri Alea dan menyuruh anak buah Fernand untuk membawa wanita itu kehadapan nya.
Sania mulai mengarahkan pisau di tangannya pada Alea, seketika itu juga Karina berteriak histeris. Sedangkan Alea hanya bisa menerima takdirnya sambil memejamkan mata.
“SANIA HENTIKAN!” teriak Alice yang segera berlari ke arah Sania dan Alea.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...