Willea

Willea
108. Keajaiban!



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


30 menit sebelum kedatangan Levi, ….


“Kalian cepat tangkap dia,” perintah Sania pada anak buah Fernand untuk menangkap dan menjatuhkan Will agar tidak bisa memberontak lagi.


“Baik!” sahut mereka yang langsung menundukkan Will.


“Wahh, …Adikku memang terbaik,” puji Fernand yang harus mengakui kemampuan adiknya itu.


“Diamlah, kita harus menyelesaikan ini secepatnya,” ketus Sania.


“Okay, baiklah aku diam sekarang,” sahut Fernand yang menuruti perkataan sang adik.


“Alice, mereka berdua’lah yang telah membuatmu menangis! Lakukan sesuka hatimu untuk meluapkan rasa sakitmu selama ini. Kau bahkan boleh membunuhnya,” ujar Sania pada Alice yang masih mematung menatap Will yang sekarang tunduk di hadapannya.


“Haah? Ternyata kalian berdua rupanya yang menjadi duri dalam daging selama ini,” ejek Will sambil tersenyum meremehkan.


“Alice, jangan dengarkan ocehannya! Dan lakukan apa yang ingin kau lakukan pada mereka,” desak Sania lagi, seperti layaknya seorang iblis yang membisikan kejahatan kepada manusia.


“Aku tidak ingin melakukan apapun,” sahut Alice dengan deraian air mata di pipinya, setelah itu meninggalkan ruangan itu sambil berlari.


“Baiklah, kalau dia tidak mau melakukannya maka aku yang akan menggantikannya,” ujar Fernand sembari meregangkan otot tangannya.


Dengan penuh kebencian dan ambisi, Fernand mulai memukuli Will sampai dia merasa puas. Will pun tidak dapat melawannya, dia hanya bisa menerima dan menahan rasa sakit pukulan itu. Sebab Alea masih menjadi sandera oleh Sania.


Setelah melihat Will yang tidak berdaya lagi karena di pukuli oleh Fernand, Sania baru mau melepaskan Alea. Akan tetapi, Sania tidak melepaskannya begitu saja. Dia menyuruh anak buahnya untuk menghajarnya juga dengan Karina sekaligus.


“Kalian juga, urus kedua wanita ini,” perintah Sania kemudian meninggalkan ruangan itu.


“Haah, … Puas sekali rasanya setelah menghajar wajahnya yang menyebalkan itu,” gumam Fernand sembari mengatur deru napasnya.


“San, tunggu kakakmu ini ‘dong!” seru Fernand sembari mengejar Sania yang sudah berjalan duluan.


Selama 30 menit itu, Will sudah di pukuli oleh Fernand dan para anak buahnya dengan brutal. Begitu juga dengan Alea dan Karina yang tidak tahu apapun juga ikut di pukuli oleh anak buah Fernand hingga pingsan.


Dan ketika ada salah satu anak buah Fernand yang berniat ingin menyentuh tubuh Alea dan Karina, Will kembali berusaha memberontak untuk menghentikannya.


Namun, karena kondisi juga yang sudah babak belur membuatnya mudah untuk di taklukkan kembali. Dan saat Will hampir di tikam, Levi datang di waktu yang tepat dengan cara yang tak terduga.


“Akhhhh, ….!”


Suara teriakan dan rintihan kesakitan dari orang yang tangannya terputus, karena berniat menikam Will dengan pisau.


“Berani kalian semua menyentuh orangku, maka kematian ‘lah yang akan menjadi akhir bagi kalian semua,” geram Levi.


Levi sudah tampak sangat marah dan murka dengan perbuatan Fernand dan anak buahnya, langsung saja mengayunkan pedang di tangannya.


Jiwa psikopatnya seketika menguasai pikirannya, dia memotong menusuk dan menebas leher semua anak buah Fernand yang masih berada di dalam ruangan rahasia itu. Sehingga tidak ada satu pun yang tersisa kecuali mayatnya.


“Aku akan membunuh semuanya yang berani memasuki Mansion ini,” ucap Levi dnegan tatapan yang sangat tajam dan terlihat seakan haus darah dari para musuhnya.


“Levi, hentikan!” seru Will dengan sisa tenaganya sambil menahan sakit.


“Will, maaf aku terlambat! Kau baik-baik saja? bagaimana dengan Alea dan Karina?”


Mendengar suara Will memanggilnya, seketika pikiran Levi sadar kembali, dia pun segera memeriksa kondisi Will, Alea dan Karina apakah masih hidup atau terluka parah. Beruntungnya, tidak ada luka fatal yang mereka alami yang bisa membahayakan nyawa mereka.


“Aku masih bisa menahannya. Cepat kejar Fernand dan kedua adiknya, mereka belum lama meninggalkan tempat ini,” ujar Will yang menyuruh Levi untuk mengejar dan menangkap Fernand terlebih dahulu.


“Tunggu di sini! Aku akan kembali secepatnya,” balas Levi yang segera berlari keluar untuk mengejar Fernand.


“Aish, … Sialan! Beraninya mereka kabur setelah menyakiti orang-orangku dan menghancurkan rumah Nona kecilku! Aku berjanji akan menguliti kalian semua suatu hari nanti,” umpat Levi yang sangat kesal dan marah harus melepaskan musuh utamanya begitu saja.


Tak berselang lama setelah Levi mengumpat, terdengar suara sirine mobil Ambulance dan mobil Polisi yang menuju ke arah Mansion.


Dan ternyata kedatangan mobil Ambulance berserta para dokternya dan para polisi itu, karena laporan yang di terima dari Julia atas permintaan Lucia yang sangat khawatir pada Levi dan yang lainnya.


Sebab selama bertarungan sedang berlangsung, Luca terus mengawasi melalui rekaman cctv yang berada di sana.


Tanpa di sangka, Lucia dan Julia malah bergabung melihatnya. Itulah mengapa mereka memanggil Ambulance dan polisi, karena mereka tahu bahwa banyak yang terluka dari kejadian penyerangan kali ini.


Semua orang yang terluka pun langsung di larikan ke rumah sakit, setelah mendapatkan pertolongan pertama dari sang Dokter yang datang bersama mobil Ambulance itu.


Sementara, para anak buah Fernand yang tersisa di sana langsung di amankan oleh para polisi yang datang berserta para mayat yang tergeletak di sana.


Kali ini Noland yang akan mengurusnya sendiri, sementara Felix di perintahkan untuk ikut menemani para korban yang terluka ke rumah sakit.


Sedangkan Levi di perintahkan untuk kembali ke Mansion lama untuk melindungi Julia dan si kembar yang masih di sana.


Dan dengan kekuatan keluarga Xavier, berita tentang penyerangan itu tidak menyebar kemanapun dan di selesaikan dengan rapi dan aman.


Pada malam itu, tidak ada satu pun keluarga Xavier yang bisa tidur dengan nyenyak. Hingga malam menjelang pagi, Rayden masih belum mengetahui tentang apa yang terjadi.


Sebab dia tidak meninggalkan Zhia walau hanya sedetikpun. Begitu juga dnegan Dr. Ian dan Dr. Lena yang terpaksa harus terjaga untuk memantau kondisi Zhia dan bayinya.


“Unghh, …”


Terdengar suara lirih yang berasal dari Zhia dan bahkan jari jemari tangannya juga bergerak perlahan. Kelopak matanya yang tertutup juga perlahan mulai terbuka, menampakan bola mata yang sangat indah yang sangat Rayden rindukan.


“Zhi!” seru Rayden yang terlihat sangat bahagia, menyaksikan istrinya kembali membuka mata.


Mungkin ini keajaiban terindah bagi Rayden selama dia hidup, bahwa Tuhan mendengar doa-doanya yang putus asa.


“Kau sudah sadar, sayang?” lanjut Rayden lagi sambil menangis haru.


“Dok, cepatlah! Istriku membuka matanya kembali!”


Rayden terus memangil Dr. Ian dan Dr. Lena agar segera datang, lalu memeriksa kondisi Zhia serta bayinya.


Tak lama kemudian, Dr. Ian dan Dr. Lena bergegas datang dan langsung memeriksa kondisi Zhia serta bayinya dengan serius.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...