
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Selamat datang kembali, Tuan Roman!”
Suara para karyawan seketika menyadarkan Richo dari rasa terkejutnya.
Semua karyawan yang melihat kedatangan Kakek Roman langsung membungkuk ke arahnya sambil memberi sambutan seperti yang mereka lakukan pada Richo.
Namun, melihat Tuan Roman yang tidak datang sendirian. Mereka pun menjadi sangat penasaran dengan pria muda yang sangat tampan yang berada di sampingnya itu.
“Zaen! Ingatlah, perusahaan ini adalah milikmu dan masih banyak lagi yang akan aku berikan kepadamu. Kita bisa melihatnya satu persatu,” ujar Kakek Roman secara tidak langsung mengumumkan bahwa Levi adalah penerus satu-satunya.
“Baiklah, Kakek!” sahut Levi yang tersenyum dengan lebarnya seakan menantang dan meremehkan Richo.
“Kakek?”
Sontak semua oarang yang berada di sana sangat terkejut mendengar Levi memanggil Tuan Roman Kakek. Mereka tidak menyangka bahwa gosip yang beredar baru-baru ini mengenai kemunculan kembali cucu Tuan Roman yang telah lama menghilang memang benar adanya.
“Zaen, Ayo kita masuk sekarang para anggota dewan dan pemegang saham pasti sudah menunggu di ruang rapat!” ujar Kakek Roman yang tidak memperdulikan semua orang yang saling berbisik.
“Okay, Kakek!” sahut Levi yang tersenyum bahagia melihat Richo yang sama sekali tidak bisa berkutik.
Kakek Roman pun mulai berjalan masuk, sementara Levi mengikuti di belakang serta beberapa orang kepercayaan Tuan Roman yang mengikuti mereka.
Tapi saat Levi melewati Richo, dia berbisik, “Bersiaplah, pembalasan untukmu baru saja dimulai.”
Setelah itu, Levi terus tersenyum puas sembari mengikuti kakeknya menuju ke ruang rapat perusahaan. Begitu masuk ke ruang rapat, semua orang langsung membungkuk memberi hormat ketika melihat kedatangan Tuan Roman.
“Sial! Bagaimana bocah itu sudah berada di sini? Bukankah mereka mengatakan bahwa dia dalam keadaan kritis dan masih tidak sadarkan diri di rumah sakit?” umpat Richo di dalam hatinya yang menatap tajam pada Levi yang semakin menjauh dari pandangannya.
Namun, karena di hadapkan dengan rapat dadakan yang sepertinya berkaitan dengan kemunculan Levi kembali. Untuk sekarang Richo harus bisa menahan amarahnya dan mengikuti Tuan Roman dan Levi menuju ke ruang rapat.
Mereka semua langsung duduk di tempatnya masing-masing sesuai dengan posisi mereka dalam perusahaan. Sementara Levi duduk tepat di samping kakeknya sudah pasti tatapan semua orang hanya tertuju pada kehadirannya di rapat yang memang di khususkan untuk orang-orang yang terkait dengan perusahaan saja.
“Hay, apakah kau tahu siapa pemuda yang datang bersama dengan Tuan Roman?” tanya salah satu anggota dewan pada orang dengan berbisik.
“Kita akan segera mengetahuinya,” sahut orang yang duduk di sebelahnya lagi.
Bukan hanya ketiga anggota dewan itu saja yang penasaran dengan identitas Levi, bahkan semua orang juga saling berbisik satu sama lain karena rasa penasarannya tentang Levi.
Ada juga yang sudah mengetahui bahwa pemuda yang datang bersam Tuan Roman adalah cucunya yang merupakan putra satu-satunya mendiang Richard.
“Baiklah, karena semua orang sudah menempati tempatnya masing-masing. Bisakah rapatnya kita mulai?”
Sang moderator rapat mulai membuka pertemuan tersebut.
“Silahkan!” ujar Kakek Roman mengisyaratkan untuk melanjutkan rapat.
Moderator tersebut langsung menganggukkan kepalanya tanda dia telah mengerti.
Kemudian dia berkata, “Kita akan memulai rapatnya dengan agenda rapat kali ini adalah peresmian jabatan Ceo ZD Group yang baru. Yang akan di tunjuk secara langsung oleh Tuan Roman sendiri.”
“Apa?”
Semua orang tampak terkejut dengan apa yang baru saja mereka dengar. Sekali lagi, tatapan mereka seketika tertuju pada Levi yang duduk santai di kursinya sambil tersenyum seolah tidak terjadi apapun.
“Lihatlah wajah terkejutnya itu. Jika ada Will di sini, maka akan semakin menarik bergosip dengannya,” batin Levi.
Dia seraya tersenyum puas ketika melihat ekspresi kesal Richo yang berusaha di tahannya itu. Bahkan tanpa sadar Levi teringat dengan Will hanya untuk bergosip bersama.
“Benar sekali!” Kakek Roman langsung membenarkan tanpa ragu.
“Biar aku perkenalkan kepada kalian, siapa yang akan menggantikan aku untuk memimpin kalian semua!” ujar Kakek Roman.
Seketika Levi langsung berdiri seraya memberi hormat kepada semua yang hadir di rapat tersebut sebatas untuk tata krama perkenalan di awal pertemuan.
Semua oarang semakin terlihat tidak percaya bahwa anak yang masih tergolong remaja akan menjadi Ceo dan memimpin perusahaan dimana mereka menanamkan banyak uang di dalamnya.
“Perkenalkan Zaender Levi, putra dari mendiang Richard dan merupakan cucu saya satu-satunya. Aku menyerahkan seluruh saham dan asset yang aku miliki hanya kepadanya, termasuk posisiku sebagai Ceo di sini!” ujar Kakek Roman.
“Apakah secara tidak langsung ada memaksa kami untuk menerima anak ini dan membiarkannya menjadikan perusahaan sebagai taman bermainnya, begitu!” seru salah satu anggota dewan yang menolak keras keputusan tersebut.
“Why? Kenapa kalian sangat menentang aku sebagai Ceo di sini?” ujar Levi dengan santainya menanggapi penolakan tersebut.
“Paman Richo! Bukankah kau sudah sangat mengenal diriku, jadi beritahu kepada mereka apakah diriku layak untuk menempati posisi ini atau tidak?” lanjutnya yang kali ini di tunjukan langsung kepada Richo.
“Dasar bocah sialan!” umpat Richo di dalam hatinya.
“Hmmm, … Apa salahnya kita memberinya waktu untuk membuktikan kemampuannya dalam memimpin. Dengan begitu kita bisa menentukan, apakah posisi itu memang pantas untuknya atau tidak. Bukan begitu?” ujar Richo yang tidak bisa menolaknya secara langsung, karena Levi memiliki kelemahannya.
“Baiklah! Tiga bulan, kami akan memberimu waktu kepadamu selama tiga bulan agar kau bisa membuktikan bahwa posisi Ceo memang pantas untukmu.”
Setelah mempertimbangkan pendapat Richo, semua anggota dewan dan para pemegang saham pun setuju untuk memberikan waktu pada Levi.
Mendengar batas waktu yang diberkan terasa sangat mustahil untuk di kejar cucunya, Kakek Roman berniat untuk memprotesnya.
Tapi Levi langsung menyanggupinya dengan berkata, “Okay, aku setuju! Tapi setelah aku berhasil membuktikannya, kalian harus setuju untuk mempertanyakan semua keputusanku di masa depan! Kalian hanya bisa melakukan protes, jika itu memang pantas di lakukan. Mengerti?”
“Baiklah, kita lihat saja nanti!” sahut mereka semua yang menyakini bahwa Levi tidak akan pernah berhasil membuktikannya.
Rapat pun berakhir dengan lancar dan Levi berhasil bernegosiasi dengan baik untuk mempertahankan posisinya sebagai seorang Ceo.
Semua orang pun mulai meninggalkan ruang rapat dengan raut wajah yang terlihat kesal, penuh harap dan saling berbisik tentunya.
Tapi saat Richo hendak meninggalkan ruangan itu juga, Levi dengan cepat menghampirinya seraya membisikan sesuatu.
Levi berbisik, “Mulai sekarang nasibmu berada di tanganku, maka jangan sekali-kali kau bertingkah di belakangku. Entah aku mengirimmu ke penjara atau langsung ke neraka, itu tergantung dengan sikapmu. Ini peringatan terakhir dariku, jadi camkan itu dengan baik di kepalamu!”
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...