Willea

Willea
149. Quality Time (WilLea)



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Berhentilah mengatakan hal yang ambigu seperti itu, Will!” bentak Noland yang tidak ingin Will memperkeruh situasi dengan mengatakan hal yang tidak-tidak.


“Untuk sekarang kita perhatikan saja! Kalau ada kesempatan, aku akan mencoba berbicara dengan Levi tentang keputusan yang akan di ambilnya,” ujar Rayden memutuskan pembicaraan tentang Levi untuk berakhir sampai di situ saja.


Karena tidak ada yang perlu di bahas lagi, Rayden pun mengijinkan Will untuk beristirahat. Sebab Rayden juga ingin sedikit mengistirahatkan tubuhnya walaupun hanya sebentar memejamkan matanya.


Sebelum kembali ke rumahnya, Will pun memutuskan untuk mengantar Alea kembali ke rumahnya terlebih dahulu.


Di sepanjang perjalanan, Will dan Alea sedikit membicarakan mengenai pertarungan yang telah terjadi. Meskipun lama kelamaan, malah berakhir dengan menggosipkan tentang Levi dan Alice dan juga Kenzo.


“Sayang!”


Alea memanggil Will dengan suara lembutnya, hingga orang di panggil dengan sebutan sayang itu malah menjadi salah tingkah di buatnya. Saat itu juga Will merasa wajahnya terasa sangat panas dan detaknya jantungnya seakan semakin berpacu.


“Iya, sayang!” panggil Will balik dengan malu-malu, begitu juga dengan Alea.


“Apa yang terjadi dengan Fernand dan Sania?” tanya Alea yang penasaran dengan nasib orang-orang pernah menyakiti dirinya itu.


“Sepertinya Fernand mati di tangan Tuan muda. Sedangkan Sania, tanganku sendiri yang telah membunuhnya,” jawab Will dengan jujur.


Matanya lekat menatap Alea, menilik respon seperti apa yang akan di tunjukan oleh tunangannya itu saat mendengar dirinya telah membunuh beberapa orang sekaligus.


Will tidak ingin menyembunyikan apapun pada Alea, termasuk bahwa dirinya merupakan anggota inti dari klan mafia BlackSky.


Namun, Alea tidak menunjukan respon apapun di raut wajahnya. Dia hanya terlihat sedikit terkejut begitu mendengar jawabannya. Tapi selain itu, sikapnya sangat tenang bahkan Alea menatap lekat palik pada Will.


“Apakah kau akan membenciku, karena aku sseorang mafia yang telah membunuh banyak orang?” tanya Will mencoba memastikan apa yang sedang di pikirkan Alea tentangnya.


“Kenapa aku harus membencimu? Itu lebih baik daripada kau terbunuh oleh mereka, Will! Karena semenjak cincin ini melingkar di jari manisku, hanya kau yang menjadi paling utama di hidupku.”


Jawaban membuat perasaan Will di penuhi dengan bunga dan kupu-kupu yang berterbangan. Will tidak pernah menyangka bahwa dirinya akkhirnya menemukan wanita yang tepat menemani sisa hidupnya, setelah sekian lama dia menjomblo.


“Benarkah aku menjadi yang paling utama di hidupmu sekarang?” goda Will pada tunangannya itu.


“Apaan ‘sih!” Alea semakin tersipu malu.


“Lalu bagaimana Alice? Apakah kau juga membunuhnya?”


Alea lanjut bertanya, sebab selama ini Alice begitu dekat dengannya. Meskipun pertemuan terkhir mereka, perkataan Sania seakan mengisyaratkan bahwa Alice salah satu bagian dari mereka.


Tapi hati Alea tidak dapat mempercayainya begitu saja, sebab Alea selalu merasakan sebuah ketulusan dari Alice.


“Apakah aku belum memberitahumu, bahwa Alice tertembak saat berniat melindungi Nona kecil! Dia di rawat di rumah sakit yang sama dan menjalani operasi bersamaan dengan opera yang di lakukan oleh Levi.”


Will menjelaskan semuanya seolah memberitahu Alea, bahwa Alice tidak pernah terlibat dnegan Fernand sejak awal. Mendengar penejelasan Will, perasaan Alea pun seketika merasa sangat tenang dan juga lega. Sebab penilaiannya terhadap Alice selama ini tidak pernah salah.


“Syukurlah, sejak awal aku memang merasakan bahwa Alice adalah wanita yang sangat tulus dan baik! Tidak seperti Sania yang lebih terasa misterius dan sulit di tebak,” ujar Alea.


“Benar, mereka memang saudara tapi di antara mereka tidak ada hubungan darah sama sekali,” jelas Will.


“Ouh, … Benar! Yang membuatku masih merasa tidak percaya hanya satu, yaitu Levi berasal dari keluarga yang sangat kaya! Benarkan, sayang?”


Tiba-tiba saja Alea mengalihkan topik pembicaraan mengenai Levi. Tapi Will tidak ingin membahasnya lagi, beruntung dia sudag sampai di depan rumah orang tua Alea. Sehingga Will memilik topik untuk mengalihkan pembicaraan mereka tentang Levi.


“Aahh, … Iya, terima kasih suda mengantarku, sayang!” ucap Alea sembari melepas safebeltnya.


“Tidak masalah, itu sudah menjadi tugas utamaku untuk selalu memastikan tunanganku ini tetap aman,” ujar Will yang lagi-lagi menggoda Alea.


“Kau bisa saja.” Sudah pasti Alea tersipu malu hanya karena perkataan manis Will.


“Bagaimana kalau kau mampir untuk makan malam di sini? Bukankah kau belum makan malam?” ajak Alea pada Will.


“Hmmm, … Apakah aku tidak mengganggu Ayah dan Ibumu yang akan beristirahat. Ini sudah malam, sebaiknya lain kali saja,” ujar Will yang merasa tidak enak hati untuk mampir.


“Ayolah, mereka malah sangat menantikanmu selama ini! Bukankah kau sekarang sudah menjadi tunanganku, tidak masalah kalau kau mau menginap di rumahku.” Alea balik menggoda Will.


“Alea, kau sudah pulang?” tanya sang Ibu.


Hingga suara wanita paruh baya mengalihkan perhatian Will dan Alea bersamaan. Dan ternyata itu suara Ibunya Alea yang tengah berjalan mengahmpiri mobil Will bersama dengan Ayah Alea. Karena sudah terlanjur melihat calon mertunya, Will dan Alea pun segera turun dari mobil dan menghampiri balik.


“Hallo, Ayah dan Ibu! Maaf, kalau saya mengganggu waktu istirahat kalian berdua. Saya kemari hanya ingin mengantar Alea pulang saja,” sapa Will penuh dengan keramahan.


“Astaga, lihat menantu mu ini datang, sayang!” ujar Ibu Alea pada suaminya.


“Haish, … Kau tidak mengganggu sama sekali! Bahkan kami baru saja akan makan malam, bagaimana kalau kau ikut bergabung saja dengan kami?”


Ayah Alea langsung mendekat pada Will, dia lalu langsung merangkul menantu kesayangannya itu dan memaksanya untuk masuk ke dalam rumah. Will pun tidak ada pilihan lain, kecuali mengikuti kemauan dari ayah mertuanya. Sementara, Alea dan Ibunya mengikuti mereka masuk.


Begitu masuk kedalam rumah, Will langsung di ajak masuk ke ruanga makan. Dimana memang sudah tersaji berbagai macam jenis makanan seakan keluarga Alea memang sengaja ingin menyambut kedatangannya.


“Silahkan duduk, Will! Anggap saja sudah seperti rumahmu sendiri dan kami berdua sebagai orang tuamu sendiri, tapi jangan menganggap Alea sebagai adik kecilmu ‘yah!” ujar Ayah Alea sembari bercanda kecil agar Will tidak merasa begitu tegang seperti sekarang.


“Hahahahaa, … Anda bisa saja! Mana mungkin wanita yang sangat aku cintai dii anggap sebagai adik kecilku,” sahut Will yang meulai merasa nyaman dengan candaan garing dari sang ayah mertuanya itu.


“Ayolah, jangan begitu formal pada kami! Bersikap santai saja seperti ayah dan ibumu sendiri, kau bahkan bisa bermanja-manja pada kami berdua seperti yang selalu Alea lakukan,” pinta Ayah Alea yang tidak menginginkan jarak di antara menantu dan mertua.


Berkat permintaan dari sang ayah mertunya itu, Will pun mulai merasa nyaman dengan keluarga barunya. Alea menyiapkan makanan Will layaknya seorang istri, sementara kedua orang tua Alea memperlakukan Will layaknya putra kandungnya sendiri.


Bahkan Will sempat di minta untuk tetap tinggal dan menginap di rumah Alea untuk satu malam. Tapi Will dengan penuh rasa hormat langsung menolaknya, sebab dia menyadari bahwa dirinya dan Alea belum menikah. Will memiliki batasan tersendiri mengingat status mereka yang masih bertunangan.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...