Willea

Willea
120. Ternyata memang kau!



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


Sepertinya yang telah di perkirakan oleh Luca dan Rayden, bahwa Lucia memang menyelinap masuk ke dalam mobil Levi secara diam-diam. Begitu Levi sampai di lokasi yang di maksud, dia pun segera keluar dari mobilnya.


Lalu Levi langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah yang menjadi saksi menggilanya jiwa psikopatnya.


“Haah, … Tempat ini lagi,” gumam Levi sembari menghela nafas dengan beratnya begitu masuk ke dalam rumah itu.


“Hay, Tuan muda Zaen! Aku tidak menyangka bahwa kau benar-benar datang ke tempat ini seorang diri,” ujar Thunder yang sudah menunggu ke datangan Levi.


Bahkan tanpa rasa malu, Thunder di dampingi ratusan anak buahnya hanya untuk menghadapi Levi seorang.


Levi pun hanya tersenyum sinis menanggapi kesombongan Thunder. Sebab dari awal dia sudah tahu bahwa semua ini hanya jebakan untuk menangkap dirinya.


“Aku sudah datang sekarang! Apa hanya itu yang ingin kau katakan padaku, Hah?”


Levi terus saja tersenyum meremehkan kemampuanh Thunder, hingga membuat emosi pria itu seketika meledak.


Padahal Levi belum mengatakan apapun yang ada di pikirannya tentang Thunder, tapi segitu saja sudah cukup untuk memancing amarahnya.


“Sialan kau! Sepertinya kau tidak sadar bahwa ssekarang nyawamu sedang berada di tanganku, Hah? Beraninya kau terus meremehkan keberadaanku di sini!” seru Thunder seketika mengambil senjata salah satu anak buahnya.


Kemudian berjalan mendekati Levi dan begitu jarak mereka hampir dekat, Thunder langsung saja menodongkan senjata tersebut ke arah Levi.


Bukannya takut, Levi malah menertawakan kelakuan Thunder sampai terpingkal-pingkal.


“Bwuahahahaa, …. Apa yang sedang kau lakukan, Hah? Apa kau sedang melakukan pertunjukan di hadapan anak buahmu ini?”


Levi malah semakin mengejek Thunder secara terang-terangan. Manjadi bahan tertawaan terus menerus oleh Levi, Thunder pun berniat ingin menembak Levi saat itu juga. Namun, sebuah suara menghentikan niatnya.


“Hentikan, Thunder!” seru Sania yang sembari berjalan menuruni anak tangga.


“Matilah!” ujar Thunder sembari menarik pelatuknya.


Dorr, ….


Sebuah suara tembakan yang sangat melengking terdengar sampai di luar ruangan itu. Lucia yang tadi tertidur karena perjalanan yang cukup jauh, akhirnya terbangun ketika mendengar suara tembakan tersebut.


“Astaga! Apakah aku dari tadi ketiduran?” ujar Lucia sembari memperhatikan sekelilingnya.


“Bukankah tempat ini, _.... Tunggu, suara apa barusan? Jangan-jangan terjadi sesuatu pada Kak Levi!” lanjut Lucia yang tersadar bahwa dirinya kini sudah berada di lokasi pertemuan yang di maksud oleh Levi dan Papahnya.


Seperti Luca, Lucia juga tahu persis di mana tempat dia berada sekarang. Tempat yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya, tempat yang menjadi saksi bahwa orang terdekatlah yang menginginkan kematian Mamahnya.


“Aku harus segera mencari keberadaan Kak Levi! Sepertinya tadi suara tembakan itu berasal dari dalam rumah itu.”


Lucia kembali melihat-lihat sekelilingnya, tapi ketika dia sudah keluar dari mobil dan hendak masuk melalu pintu utama tiba-tiba anak buah musuh berjaga di sana.


Beruntung ada banyak rumput ilalang yang cukup tinggi, sehingga Lucia berhasil lolos dengan bersembunyi di balik rumput tersebut.


“Astaga, hampir saja ketahuan! Lebih baik Luci masuk melalui pintu belakang saja, kalau tidak salah tidak jauh dari sini,” batin Lucia secara perlahan berjalan memutar menuju ke belakang rumah tersebut, sembari bersembunyi di balik rerumputan agar tidak ketahuan.


Kembali pada Levi, dimana Thunder telahmelepaskan satu tembakan. Meskipun tidak mengenai Levi sedikitpun, tetapi hal itu membuat Alice berhasil keluar dari tempat persembunyiannya saat ini.


“Apa yang ingin kalian lakukan padanya, Hah?” teriak Alice pada Thunder dan Sania.


“Akhirnya kau memperlihatkan kebodohanmu lagi!” hardik Sania dengan tatapan jijik pada Alice.


“Setidaknya akal sehatku masih berpikir seperti layaknya manusia, tidak seperti kalian berdua yang berhati iblis,” teriak Alice dengan deraian air mata, dia bahkan menggunakan tubuhnya tubuhnya untuk melindungi Levi.


“Alice apa yang sedang kau lakukan? Bukankah kau bagian dari mereka?”


Levi berusaha bertanya, namun tidak mendapat jawaban apapun dari Alice. Akan tetapi, Levi dapat melihat ketulusan Alice yang ingin melindungi dirinya.


Tiba-tiba perhatian semua orang tertuju pada sosok seorang pria yang tengah berjalan menghampiri Levi.


“Aku tidak menyangkan bahwa kedatanganku di sini malah di sambut langsung oleh keponakanku sendiri. Zaen, bagaimana kabarmu selama ini? Kenapa kau tidak mati saja, Hah!”


Bahkan sekalipun dia harus menyewa sekelompok gangster dan mafia, Richo akan tetap melakukannya asalkan keponakan yang selalu menjadi batu sandungannya dalam menguasai seluruh harta keluarga Zaender.


“Aaaah, … Ternyata memang kau yang berada di balik semua ini!” ujar Levi yang tersenyum sinis.


“Paman, kau menginginkan hal yang tidak akan pernah bisa kau dapatkan. Karena dari awal semua harta dan kekuasaan kakek bukanlah miliknya. Kau tahu kenapa?” lanjut Levi yang membicarakan kelemahan Richo.


“Karena kau bukanlah anak kandung kakek, melainkan anak hasil perselingkuhan! Bwahahahaa, ….” sambung Levi yang tidak segan lagi mengungkapkan aib pamannya sendiri.


“Dasar bajingan sialan! Beraninya kau, _....”


Dorr, ….


“Aakh, … Sial sekali!”


Tiba-tiba terdengar suara sebuah tembakan yang di barengan dengan rintihan kesakitan dari Levi. Ternyata di sela pembicaraan Levi dengan Richo, Sania diam-diam mengincar salah satu tangan Levi.


Begitu melihat ada kesempatan tanpa ragu Sania pun menembak lengan kanan Levi. Tembakan itu sedikit meleset dari target, meskipun begitu lengan Levi tetap terluka dan mengeluarkan darah cukup banyak.


“Berisik sekali! Jika tidak ingin mati lebih cepat, lebih baik kau tutup mulutmu itu!” Sania memperingatkan pada Levi.


“Apa yang kau lakukan? Apa kau tidak lihat bahwa aku sedang bicara dengannya!” bentak Richo yang sangat terkejut dengan penembakan itu.


“Apa kau pikir kalian tadi sedang bicara? Yang aku tangkap kau hanya sedang di permalukan saja olehnya, karena itulah aku membantumu untuk membuatnya diam,” ujar Sania yang tidak merasa bersalah sama sekali telah ikut campur.


“Lagi pula kau akan membunuhnya juga, bukan? Lalu apa salahnya jika aku menggoresnya sedikit,” lanjut Sania menunjukan sisi psikopatnya.


“Sial! Dia benar-benar wanita psikopat, lebih baik aku tidak terlalu memancing emosinya untuk sekarang. Seperti yang di katakan Tuan muda, aku harus menahan semua ini lebih lama sampai bantuan datang,” batin Levi yang menyadari bahwa sosok Sania tidak jauh berbeda dengannya kalau sudah mengamuk.


“Kau lihatlah, dia menjadi diam sekarang! Daripada kau membunuhnya dengan mudah, lebih baik kau bermain dengannya terlebih dahulu. Kalau kau tidak terbiasa dengan cara kami, serahkan dia padaku! Kau hanya perlu melihatnya sambil meminum wine tanda kemenanganmu.” Sania membujuk Richo agar setuju Levi menjadi mainannya.


“Apa yang akan kau lakukan padanya?” tanya Richo memastikan rencana sania.


“Wajahnya cukup tampan dan tubuhnya juga sangat bagus, aku ingin menikmatinya sebentar sebelum aku menyiksanya.” Jawaban Sania seketika membuat Richo langsung merinding.


“Dasar wanita gila! Aku tidak akan pernah sudi di sentuh olehmu!” seru Levi yang tidak terima tentang pemikiran mesum Sania tentang tubuhnya.


Meskipun dia dulu suka bermain dengan wanita malam, tapi membayangkan saja bermain dengan Sania.


Levi sudah merasa sangat mual di perutnya. Karena terlalu fokus pada musuh yang ada di depannya, Levi tidak menyadari kehadiran Fernand di belakangnya.


Bugh, ….


Saat Levi mulai menyadari keberadaannya, semuanya sudah terlambat. Dalam sekali pukulan Fernand berhasil membuat Levi tidak sadarkan diri.


Dengan cepat Sania mengambil alih tubuh Levi yang tak sadarkan diri dan membawanya ke sebuah kamar.


Sedangkan Alice yang berusaha menyelamatkannya, langsung di bawa ke ruangan bawah tanah oleh anak anak buah Fernand dan mengurungnya bersama Kenzo di sana.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...