
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵 ...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
Levi pun menuruti perintah Tuan mudanya, dia pun keluar dari ruangan itu setelah memberi hormat.
Levi terlihat sangat bimbang begitu keluar dari ruangan itu, sepertinya Rayden telah mencurigai sesuatu tentangnya. Terutama mengenai semua kebohongannya selama ini.
“Sialan, apa yang harus aku lakukan sekarang? Semuanya semakin rumit setelah pertemuanku dengan Paman Bastian,” gumam Levi.
“Tuan muda dan yang lainnya terlihat mulai curiga terhadapku. Sedangkan kakek, apakah dia benar-benar dalam masalah sekarang? Haah, … Kenapa Paman Bastian harus datang ‘sih!” Levi semakin merasa frustasi s
saja setiap memikirkannya.
“Benar, Paman Bastian aku harus segera ke rumah sakit sekarang!” seru Levi yang baru teringat dengan Bastian yang sedang mendapat perawatan di rumah sakit.
Levi pun segera bergegas menuju rumah sakit, tetapi langkahnya seketika terhenti saat melihat Tuan dan Nona kecilnya sedang bermain di taman yang berada di dalam Mansion.
Levi tersenyum, melihat Lucia yang tertawa lepas setelah mengalami pagi yang sangat buruk karena dirinya.
“Nona kecil, apakah kau akan melupakan aku saat aku pergi nanti? Sejujurnya, hanya melihatmu seperti ini saja sudah membuatku merasa sangat bahagia dan juga nyaman. Apalagi melihat senyumanmu itu!”
“Aku tidak ingin pergi dari sini, aku ingin tinggal selama mungkin di sampingmu! Tapi di satu sisi, aku juga tidak bisa mengabaikan kakekku begitu saja.”
“Nona kecil, apa yang harus aku lakukan sekarang? Masih masih ingin berada di sampingmu, memperhatikanmu dan membuatmu bahagia. Meskipun aku tidak bisa berharap kalau suatu hari perasaanku ini akan terbalas.”
Hanya memikirnya saja, hati sudah terasa sangat sakit. Selama ini Levi bisa bertahan dan melakukan sesuka hatinya, karena kehadiran Lucia dalam hidupnya.
Dan tanpa Levi sadari, Lucia masuk semakin dalam ke dalam hati dan pikirannya hingga Levi sendiri sudah tidak dapat mengendalikan perasaannya.
“Tidak, bukan ini yang terpenting sekarang. Aku harus memastikan kondisi Paman Bastian terlebih dahulu!” seru Levi pada dirinya sendiri.
Setelah cukup lama memandangi Nona kecilnya dari kejauhan, pun segera bergegas ke rumah sakit.
...****************...
Sementara, disisi lain Kenzo sedang mencari informasi mengenai para pengawal Rayden terutama yang tadi mengejarnya.
Kenzo bahkan memperkerjakan seorang peretas hanya untuk mencari informasi apa saja tentang orang-orang akan dia hadapi. Setelah berhadapan secara langsung, Kenzo menyadari bahwa mereka bukanlah pengawal biasa.
Will, Jaydon dan Felix menjadi prioritas utamanya dalam mencari informasi. Sementara untuk Levi target utamanya, Kenzo tidak terlalu memperdulikan.
Karena saat penyerang Levi terlihat seperti tidak memiliki kemampuan apapun, bahkan dia bisa saja mati pada saat itu bersama dengan Bastian jika saja gadis kecil itu tidak datang untuk menyelamatkannya.
“Bagaimana? Apa kau bisa menyerang system pertahanannya?” ujar Kenzo yang tidak sabar ingin segera mengetahui siapa sebenarnya orang-orang yang telah berhasil menggagalkan misinya itu.
“Sebentar lagi, Tuan!” sahut peretas itu yang terlihat sangat fokus melakukan pekerjaannya.
“Ouh, sudah mendapatkannya!” seru peretas itu yang ternyata berhasil mendapatkan informasi tentang klan Tiger Dark, dimana ada infomas
si tentang Jaydon dan juga Felix di sana.
“Kerja bagus! Dapatkan milik satu orang lagi, maka tugasmu akan selesai! Tapi kirimkan dulu yang tadi kepadaku.” Perintah Kenzo yang menyuruh untuk meretas informasi mengenai Will.
“Baik, Tuan!” sahut peretas itu yang langsung mengirimkan file yang dia dapatkan. Dan mulai beraksi lagi untuk mencuri informasi tentang Will.
Namun, disaat yang bersamaan Luca juga sedang laptop pemberian Grandpanya. Karena bosan dia pun melakukan uji coba pada system keamanan milik perusahaan papahnya.
Dengan kegeniusannya, Luca pun langgsung menyadai bahwa seseorang tengah mencoba menerobos system keamanan yang dibuat oleh papahnya.
“Ouh, … Ada mainan baru yang muncul di saat aku sedang bosan ternyata,” ujar Luca yang yang tampak senang kedatangan seorang peretas dalam system yang sedang di uji cobanya.
“Mainan apa, kak?” tanya Lucia yang penasaran dengan perkataan Luca barusan.
“Pencuri vs Luca, lihatlah kemampuannya lumayan juga. Tapi masih kalah jauh dengan kemampuan kakak dan papah dalam hal meretas dan keamanan sistem. Heheheee, ….”
Lucia pun langsung mendekati kakaknya untuk memastikan. Betapa kecewanya dia, ternyata kakanya tengah bermain virus di computer.
Luca yang sudah merasa tertantang dengan kemampuan peretas itu pun mulai fokus pada layar laptopnya, dia bahkan tidak memperdulikan adiknya yang sedang menonton aksinya itu.
Pertarungan saling mengirim virus pun dimulai, Luca terlihat sangat menikmati. Namun, tidak dengan si peretas. Dia merasa sangat kewalahan dengan serangan demi serangan yang dilancarkan oleh lawannya yang tidak lain adalah Luca.
Apalagi virus yang digunakan oleh Luca merupakan rumus virus ciptaannya sendiri, sehingga bisa membuat lawannya tidak akan bisa berkutik peretas itu benar-benar dibuat kewalahan dengan serangan virus Luca.
Bahkan Kenzo pun menjadi ikut bingung sendiri, karena banyaknya kata ‘error’ yang terus muncul di layar computer itu.
Bahkan sekarang hampir memenuhi layar komputernya, matanya bahkan tidak dapat melihat dengan jelas beberapa gambar yang hilang timbul terus menerus.
Hingga pada puncaknya, Luca mengirimkan sebuah hadiah yang sangat besar kepada sang peretas. Luca mengirimkan begitu banyaknya virus, hingga membuat computer lawan seketika mati dan berasap.
Seperti yang terjadi di dalam novel ‘Anak Kembar Sang Mafia : Dad vs Son.’
“Yeay, aku berhasil mengalahkan pencurinya!” seru Luca yang terlihat sangat bahagia setelah berhasil membuat lawannya ketakutan.
“Pencuri apa, sayang? Kayaknya kalian berdua lagi seneng banget!” ujar Rayden yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.
“Papah!” seru Luca dan Lucia yang langsung memeluk dan menyambut hangat kedatangan papahnya.
“Pah, lihatlah! Luca berhasil seorang pencuri yang mau meretas data pribadi milik papah,” ujar Luca yang menunjukkan hasil kinerjanya dalam melakukan uji cobanya.
“Luca, jangan bilang kau meretas system keamanan perusahan lagi ‘yah!” seru Rayden yang langsung panik dengan kelakuan putranya sendiri.
Sebab jika itu yang terjadi, Rayden harus bersiap memeriksa banyak laporan lagi begitu dia sampai di kantornya.
“Tidak, Pah! Tidak jadi maksudnya. Hehehee, ….” sahut Luca disertai kekehan kecilnya.
“Lalu apa yang tadi kau lakukan dengan laptop itu,” tanya Rayden sembari menunjuk Laptop yang tadi di mainkan oleh Luca.
“Tadi waktu Luca mau mengunjungi system keamanan perusahaan papah, tidak sengaja melihat ada seseorang yang sedang berusaha menerobos system keamanan. Maka dari itu, Luca kasih hadiah saja pada orangnya. Heheheee, …” jelas Luca masih disertai kekehan kecilnya.
“Maksud Luca ada yang berniat untuk meretas system keamanan milik papah?” ujar Rayden yang tampak terkejut.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...
Note : Dan satu lagi, karya yang tidak kalah menariknya kak,😘😘
Ayoo, buruan di kepoin! Jangan lupa dukungannya yah!🥰🥰🤩😘