Willea

Willea
66. Laporan Yang Di Tunggu



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


...Felix dan Jaydon yang belum terlalu jauh dari ruang kerja Tuannya, mereka pun merasa aneh dengan sikap Levi yang terlihat sedang sangat terburu-buru. Namun, mereka tidak ada niat sedikitpun untuk bertanya maupun mengikutinya....


...“Hay, ada apa dengan bocah itu?” ujar Jaydon spontan ketika melihat Levi melewatinya begitu saja....


...“Sepertinya dia sedang di kejar waktu,” sahut Felix tak peduli....


...“Kau pikir aku buta?” seru Jaydon sedikit kesal....


...“Hehehee, … Siapa tahu! Entahlah, aku sudah tidak peduli lagi tentangnya. Bukankah Tuan bilang sekarang tidak ada rencana, kita pergi minum saja. Bagaimana? Otakku sedang stress ‘nih!” ujar Felix menyarankan....


...“Sejak kapan memangnya kau punya otak, Hah? Hahahaa, ….” Ledek Jaydon di sertai tawanya....


...“Sialan kau!” umpat Felix....


...Perasaan yang tadinya kacau, kini sedikit mereda setelah candaan garing keduanya. Mereka berdua pun segera menuju ke mobil dengan Felix yang menyetir layaknya seorang pembalap....


...Sementara, Jaydon duduk di sebelahnya menikmati kencangnya laju mobil mereka yang kecepatannya sudah bagaikan sambaran kilat itu....


...Disisi lain, Rayden sudah bermanja ria lagi dengan istri tercintanya itu. Semenjak Zhia mengandung, Rayden bersikap sangat manja....


...Mungkin karena sindrom kehamilan simpatik Zhia yang membuatnya terus bersikap manja dan tidak ingin jauh dari istrinya....


...“Sayang, kenapa pembicaraanya cepat sekali?” Zhia mulai bertanya karena penasaran....


...“Hmmm, … Tidak banyak yang perlu kami bicarakan, makanya cepat selesai!” jawab Rayden sembari tiduran di pangkuan Zhia....


...Mendengar jawaban singkat dari suaminya, Zhia hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti....


...Tetapi, tak lama berselang rasa penasarannya kembali muncul dan bertanya lagi, “Memang apa yang terjadi?”...


...“Kau yakin ingin mengetahuinya?” tanya Rayden balik hanya untuk memastikan, Zhia siap mendengarkannya atau tidak. Dan Zhia pun mengangguk dengan cepat....


...“Aku mengirim Jaydon dan Felix untuk mempertahankan wilayah perbatasan, tapi mereka gagal menangkap dalang dari kekacauan itu. Lalu, menurut mereka berdua, _....”...


...Rayden sengaja menggantung ucapannya ketika melihat istrinya yang sangat serius mendengarkan ceritanya. Rayden lalu diam sejenak, menunggu reaksi Zhia selanjutnya....


...“Lalu apa, Ray? Kenapa kau tidak menyelesaikan ceritamu!” seru Zhia yang termakan godaannya Rayden....


...Zhia menjadi kesal sendiri, karena Rayden tiba-tiba terdiam di saat dia sedang serius mendengarkan....


...“Hahahaa, … Baiklah, aku akan melanjutkannya!”...


...Rayden tak kuasa menahan tawanya lagi, melihat ekspresi Zhia yang begitu menggemaskan....


...“Cepatlah!” desak Zhia sambil memanyunkan bibirnya....


...“Lalu menurut mereka berdua, musuh hanya ingin mencari tahu seberapa besar kekuatan yang kita miliki saat ini. Sebab itulah, pembicaraan berjalan dengan singkat karena aku tidak memiliki rencana lagi selain membiarkan musuh untuk sementara waktu,” jelas Rayden sesuai apa yang terjadi....


...Semenjak meminta ijin untuk kembali menjadi ketua mafia, Rayden tidak pernah sekalipun berbohong atau menyembunyikan apapun dari Zhia....


...Rayden tidak ingin membuat Zhia terlalu khawatir tentang dirinya, terlebih lagi sekarang Zhia tengah mengandung anaknya kembar tiga sekaligus....


...“Kenapa kau tidak merencanakan pembalasan, Ray? Apakah kekuatan kita selemah itu?” Zhia semakin dibuat penasaran....


...“Bukan seperti itu, sayang! Musuh sedang mencari tahu seberapa besar kekuatan dan kelemahan yang kita miliki, karena itulah lebih baik kita diam dan bertindak saat mereka berulah saja," ujar Rayden....


..."Dengan begitu mereka tidak akan pernah tahu bagaimana kekuatan kita yang sebenarnya sampai tiba saatnya pembalasan yang sesungguhnya.”...


...Rayden kembali menjelaskan dengan cara bicara yang mudah di pahami oleh Zhia....


...“Begitu juga ketiga baby yang ada di dalam perutmu ini. Aku yakin mereka kelak juga akan membanggakan seperti kakak-kakaknya,” sambungnya sembari menciumi perut Zhia yang sudah mulai membesar itu....


...“Kau bisa saja,” sahut Zhia malu-malu....


...“Aku ‘kan papah mereka. Tapi kalian bertiga jangan terlalu keras kepala dan menyusahkan Papah ketika sudah lahir nanti ‘yah! Jangan seperti kakak kembar kalian itu, cukup menyiksa Papah saat di perut Mamah saja. Okay? Kalian mengerti, bukan?” ujar Rayden yang terlihat sedang berbicara dengan ketiga calon anaknya di dalam perut Zhia....


...“Ouh, … Lalu bagaimana dengan Levi, Sayang?”...


...Mendengar nama Levi yang ikut di sebut-sebut, secara spontan Zhia kembali teringat tentang Levi yang tenyata anak konglomerat....


...“Seperti yang kau tahu, sayang! Secara tidak langsung aku sedang mengajarinya cara menjadi pemimpin dan pebisnis yang handal, sebelum aku mengirimnya kembali pada keluarganya dan sambil menunggu laporan dari si Will.”...


...Rayden mengatakan hal itu dengan penuh kebanggaan pada dirinya sendiri, karena telah berhasil membesarkan Levi dengan sangat baik....


...“Kau itu ‘yah! Masih saja bersikap arrogant dan juga sombong,” ejek Zhia sembari menarik hidung Rayden yang mancung....


...“Auwh, … Sakit, sayang!” rintih Rayden yang hanya berpura-pura saja....


...Drrrtt, … Drrrtttt, …....


...Sedang asyiknya bercanda, tiba-tiba ponsel Rayden bergetar dan menampilkan panggilan masuk dari Will. Rayden pun segera menerima panggilan itu dan langsung menekan loud speaker agar Zhia juga bisa mendengarkan pembicaraan mereka....


...“Selamat malam, Tuan! Maaf mengganggu waktu anda, karena saya bisa melapor pada anda sekarang!” sapa Will di barengi dengan permintaan maaf, karena dia menelpon larut malam....


...“Lupakan tentang basa basi dan pemintaan maafmu itu, Will! Katakan saja langsung hasilnya, apa kau berhasil bertemu dengan Tuan Roman?” ujar Rayden yang ingin langsung to the point saja pada kepentingan mereka....


...“Maaf, Tuan! Kami tidak berhasil menemui Tuan Roman hari ini. Sepertinya Tuan Richo mengetahui maksud kedatanganku, sehingga dia melakukan segala cara agar kami menjauh dari Tuan Roman,” jelas Will....


...“Ternyata dia cukup peka juga,” gumam Rayden yang mulai berpikir keras....


...“Namun, saya sudah menyusun beberapa cara agar bisa bertemu dengannya. Meskipun kemungkinan berhasilnya sangat kecil mengingat Tuan Richo yang begitu sensitif dengan kedatangan kami di sini.”...


...Will pun memberitahu langkah yang akan dia lakukan untuk segera menyelesaikan tugasnya....


...“Lupakan tentang rencanamu itu! Kita gunakan rencana mudah saja,” tukas Rayden....


...“Maksud, Tuan! Menggunakan rencana itu?” tanya Will mencoba memastikan maksud dari Tuannya....


...“Benar, kirimi kediamannya surat secara anonim. Katakan bahwa Levi akan kembali secepatnya. Tenang saja, aku akan bantu mengirimi surat melalui pesan singkat dan email. Maksudnya, putraku yang akan melakukannya dan kau tinggal mengurus sisanya di sana! Kau mengerti?” jelas Rayden yang seketika mempunya banyak rencana untuk menyelesaikan dua masalah sekaligus....


...“Baik, Tuan! Saya mengerti,” sahut Will....


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...