
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
Bastian kemudian mengantar Levi ke sebuah kamar besar nan mewah, dimana kamar tersebut memang sudah di persiapkan oleh Kakek Roman sebelumnya. Levi berkeliling di dalam kamarnya untuk sejenak, sebelum seorang pelayan datang dengan membawa barang-barang yang di bawa.
“Apakah anda menyukai kamarnya, Tuan muda?” tanya Bastian meminta pendapat dari Levi.
“Lumayan juga,” jawab Levi sekenanya.
“Kau bisa pergi sekarang,” usir Levi kemudian.
“Baiklah, jika anda membutuhkan sesuatu silahkan katakan kepada saya,” ujar Bastian sebelum meninggalkan kamar tersebut.
“Tuan muda, saya akan merapikan barang-barang anda sebentar di sini!” ujar seorang pelayan wanita muda yang usianya hampir setara dengan Levi meminta ijin untuk merapikan barang bawaannya Levi.
“Tidak perlu! Aku akan mengurusnya sendiri,” tolak Levi dengan sikap dinginnya.
“Kenapa kau masih di sini! Keluar sana!” usir levi dengan tatapan dinginnya.
Seakan berniat ingin menggoda Levi, pelayan itu malah mendekat menghampiri Levi dengan baju bagian dada yang cukup terbuka. Sehingga memperlihatkan buah yang tersembunyi di balik pakaian pelayannya.
“Apakah anda tidak membutuhkan sesuatu lagi? Mungkin seperti kehangatan di atas ranjang anda ini,” ucap pelayan tersebut dengan nada bicaranya yang terdengar sangat sensual sembari menempelkan tubuhnya pada Levi.
Merasa jijik dengan sikap kurang ajar dari pelayan tersebut, Levi pun langsung saja mencekiknya dengan kuat seraya mengancam, “Beraninya kau menggodaku seperti ini, Hah! Kau ingin mati?”
“A-aampuni saya, Tuan muda!” pinta pelayan tersebut yang mulai kehabisan napas.
Tidak ingin membunuh orang di hari pertamanya, Levi pun langsung mendorong tubuh pelayan itu dengan keras agar menjauh darinya.
Levi kembali mengancam, “Kali ini kau selamat, tapi jika aku melihat wajahmu lagi maka saat itu juga akan menjadi waktu kematianmu. Camkan itu!”
“B-bbaik, Tuan muda!” sahutnya ketakutan.
“Cepat pergi dari hadapanku!” bentak Levi dengan tatapan tajamnya.
Sambil menangis ketakutan pelayan itu pun langsung berlari keluar dari kamar Levi. Bastian yang melihat pelayan itu keluar dalam keadaan yang sangat berantakan, akhirnya bergegas masuk untuk memeriksa apa yang telah terjadi di dalam.
“Aish, … Sialan, bahkan ini baru hari pertama aku sudah mengalami pelecehan seperti ini.”
Terdengar umpatan kekesalan levi begitu Bastian masuk kedalam kamarnya. Seketika Bastian langsung merasa bingung, karena pakaian Levi masih rapi seperti sebelumnya jika memang terjadi sesuatu antara Levi dengan pelayan tersebut.
Bastian memberanikan diri untuk bertanya, “Apa yang terjadi, Tuan muda?”
“Kau lihat pelayan yang baru saja keluar dari sini? Aku ingin kau segera memecatnya sebelum aku yang membunuhnya,” perintah Levi yang masih terlihat sangat marah.
“Ba-baik, Tuan muda!” sahut Bastian yang sedikit merasa tertekan dengan cara Levi menatapnya.
“Pergilah, aku sedang tidak ingin di ganggu oleh siapapun untuk sekarang!” Levi kembali mengusir Bastian dari kamarnya.
“Silahkan beristirahat dengan nyaman, Tuan muda!” ujar Bastian sebelum keluar dari kamar tersebut.
Begitu Bastian keluar, Levi langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang besar itu. Menatap kosong ke arah langit-langit, hingga tiba-tiba bayangan wajah Lucia yang sedang menangis terlintas di matanya.
“Nona kecil!” seru Levi refleks memanggil Nona kecilnya.
“Astaga, apa yang sedang aku pikirkan!”
Dengan kasar Levi menyapu wajahnya sendiri berharap bayangan tetantang Lucia bisa hilang di kepalanya. Namun, bayangan tentang Lucia malah semakin banyak bermunculan di kepalanya.
Kerinduannya pada Nona kecilnya sungguh membuat Levi merasa seperti orang gila. Padahal baru beberapa jam berlalu, dia sudah sangat merindukannya.
...****************...
Begitu juga Levi, dia juga berusaha mengalihkan pikirannya tentang Lucia dengan cara menyibukkan diri dengan mempelajari semua dokumen mengenai ZD Group. Hingga akhirnya dia bisa menguasainya dalam beberapa hari saja.
Melihat Levi yang begitu bekerja keras, Kakek Roman pun memutuskan untuk menjadikan Levi sebagai pengganti dirinya memimpin ZD Group. Pada saat sarapan, Kakek Roman pun menyampaikan niatnya kepada Levi.
“Zaen, setelah sarappan bersiap-siaplah! Kenakan setelan jas terbaikmu, mengerti!” ujar Kakek Roman di sela sarapan mereka.
“Pergi kemana? Kenapa juga harus memakai setelan jas?” sahut Levi yang terlihat bingung dengan perintah dari Kakeknya itu.
“Kita akan pergi keperusahaan. Mulai hari ini kau yang akan menjadi pemimpinnya di sana. Aku akan memberikan posisi Ceo ZD Group padamu,” jelas Kakek Roman sambil tersenyum pada Levi.
“Aaah, … Aku sangat benci pekerjaan kantor,” gumam Levi raut wajahnya tiba-tiba terlihat sangat lemas.
“Kalau begitu pergilah lanjutkan studymu. Kakek akan mengurus semuanya untukmu, cobalah untuk memulai smua yang baru di sini. Kakek sangat khawatir karena kau hanya menghabiskan waktunya hanya dengan membaca buku dan berkas di dalam kamar,” ujar Kakek Roman menyarankan kegiatan yang lainnya untuk Levi.
“Aku juga sangat benci belajar,” tolaknya dengan cepat.
“Apa kau akan tetap seperti?” tanya Kakek Roman seraya menghela napas panjang menghadapi penolakan Levi terus menerus.
“Iya, aku akan tetap seperti ini! Tidak melakukan apapun dan menghabiskan waktuku di dalam kamar,” jawab Levi menolaknya dengan tegas.
“Jika kau terus bersikap seperti ini, maka Richo akan menguasai perusahaan sepenuhnya. Kakek sudah berjanji pada untuk tidak mengatur hidupmu, karena itulah pilihan berada di tanganmu sekarang. Kakek akan menunggu keputusanmu!”
Kakek Roman menyerahkan semua keputusan kepada Levi, sementara itu Levi hanya diam seraya memikirkan ucapan kakeknya.
...****************...
Di perusahaan ZD Group, sebuah mobil mewah tepat berhenti di depan pintu masuk utama. Seluruh karyawan pun segera keluar untuk menyambut kedatangan pemimpin mereka. Tampak seorang pria berpakaian jas bermerek turun dari mobil tersebut dengan angkuhnya.
“Selamat datang dan selamat pagi, Direktur Richo!”
Para Karyawan langsung menyambut kedatangan Richo sembari membungkuk. Tidak ada satu pun yang berani menegakkan kepalanya sebelum Richo berjalan melewati mereka. Hingga sebuah mobil mewah lainnya juga berhenti di sampingnya.
Dan begitu pintu mobil itu terbuka, keluarlah seorang pemuda yang sangat tampan dengan setelan jas yang tak kalah mewah dengan mobil yang dia kenakan. Dari dalam mobil yang sama, keluar juga pemilik ZD Group yang sesungguhnya yaitu Tuan Roman Zaender.
Dia lalu berjalan menghampiri Richo seraya berkata, “Hallo, Pamanku tersayang! Apakah kau tidur nyenyak selama ini?”
Richo langsung berbalik, dia seketika terpaku melihat keberadaan Levi di sana bersama dengan Tuan Roman. Richo sama sekali tidak bisa berkutik sedikitpun, saat menyadari bahwa informasi yang dia dapatkan tentang Levi yang mengalami koma merupakan informasi palsu.
“Ba-bagaimana bisa kau, _….” lirih Richo tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...