
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵 ...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
Hampir 20 menit lamanya Levi menunggu, akhirnya Anthony muncul juga dengan berbagai berkas ditangannya.
Melihat Anthony yang kesulitan dengan berkas-berkas itu, Levi pada Akhirnya merasa kasihan dan membantu membawakan sebagian berkasnya.
“Kemarilah, aku bantu membawakan sebagian.”
Levi meraih beberapa berkas yang berada ditangan kiri Anthony.
“Wah, … Terima kasih. Tumben sekali kau bersikap baik padaku?”
Ucapan Anthony sungguh membuat mood Levi yang tadinya ingin membantu menjadi ingin membuang semua berkas itu ke jalanan.
“Huuh, … Perlukah aku membantumu membuangnya ke tempat sampah?” ujar Levi sembari menunjukkan berkas yang sudah berada di tangannya.
“Ouh, … Tentu, silahkan saja! Tapi urus kasusnya sendiri, aku tidak akan pernah membantumu. Never, … you know?” ujar Anthony dengan santainya.
Dia seorang pengacara hebat, tidak mungkin seorang Levi bisa mengalahkannya dalam hal berdebat yang ada dia malah akan semakin menyudutkannya.
“Haist, ….”
Levi hanya bisa mendengus kesal, karena tidak bisa membalas perkataan Anthony.
“Ayo, masuk! Kau mau terus berdiri disini?” ujar Anthony, dia berjalan masuk ke dalam kantor polisi terlebih dahulu.
Levi mengikuti dibelakangnya sembari terus menghela nafas. Setidaknya dengan begitu, dirinya tidak akan merasa terlalu kesal menghadapi pengacara itu.
Begitu berada didalam, Anthony yang mengurus segalanya. Sedangkan Levi hanya duduk manis sembari melihat-lihat keadaan didalam penjara.
...****************...
Sementara itu, di Perusahaan BLOUSHZE Group terlihat Rayden sangat lengket pada Zhia. Bahkan Rayden tanpa segan mengajak Zhia untuk mengikuti rapat bersamanya dengan para kliennya.
Kemana pun Rayden berada di situ pasti akan ada Zhia. Dengan kata lain, Will dan Alea juga sering bersama.
Namun, sayangnya keberuntungan tidak berpihak pada Will yang menginginkan pendekatan lebih pada Alea.
Awalnya mereka berdua memang merasa canggung, karena penyataan cinta Will di malam yang sebelumnya.
Akan tetapi, sekarang Alea terkesan lebih menghindari Will semenjak kejadian di rumah sakit tadi.
Will berusaha menahan perasaannya dan mencoba mengerti akan sikap Alea yang terus menghindarinya.
Namun, Will tidak dapat menahan rasa penasarannya mengenai alasan Alea terus menghindari.
Pada saat istirahat makan siang, Will pun menarik paksa Alea untuk pergi ke atas Gedung perusahaan.
Dimana tempat itu adalah tempat paling nyaman untuk mereka bicar secara pribadi.
Will memanfaatkan kesempatan Rayden yang tidak bisa makan diluar, kerena terus merasa mual saat mencium aroma tertentu.
Jadi, Rayden dan Zhia memutuskan untuk memesan makan siang saja dan memakannya didalam ruangan Ceo milik Rayden.
“Alea, ikut denganku sebentar!” ujar Will yang langsung menarik paksa Alea untuk mengikutinya.
“Kemana? Lepaskan dulu, tanganku sakit.”
Alea mencoba memberontak dan melepaskan tangannya dari Will, tetapi percuma saja usahanya.
Karena Will menggenggam tangannya cukup erat, bahkan sampai diatap Gedung pun Will masih menggenggamnya seakan tidak mau melepaskannya.
“Sekarang kau bisa melepaskan tanganku, bukan?” ujar Alea mengingatkan Will.
“Maafkan aku,” ucap Will yang segera melepaskan tangan Alea.
“Kenapa kau selalu menghindariku seharian ini? Apakah kau marah kepadaku?” ujar Will meminta penjelasan.
Alea hanya diam sembari memalingkan wajahnya dari Will. Sepatah kata pun tidak keluar dari mulut Alea, setelah cukup lama Will menunggu jawaban maupun penjelasan darinya. Sehingga membuat Will semakin frustasi dalam menghadapinya.
“Sebenarnya apa yang membuatmu marah sampai menghindariku seperti ini, Lea?” tanya Will lagi berharap kali ini Alea akan menjawabnya, walaupun hanya kata yang singkat.
Namun, Alea masih tetap diam. Sebab Alea juga merasa bingung sendiri dengan sikapnya, dia senang dengan pernyataan cinta Will. Akan tetapi, disisi lain dia merasa belum siap untuk menjalin hubungan dengan Will.
“Apakah kau marah karena pernyataan cintaku malam itu? Atau karena perkataanku waktu dirumah sakit? Atau ada hal lain yang membuatmu marah tanpa aku sadari? Katakan padaku agar aku bisa meminta maaf dan memperbaikinya, Lea!”
Will tidak tahan untuk mengetahui alasannya, dia pun mengatakan semua kemungkinan yang bisa menjadi alasan perubahan sikap Alea padanya. Lagi-lagi Alea hanya diam dan memalingkan wajahnya dari Will.
“Kau tahu sendiri ‘kan banyak kemungkinan kita akan selalu berada ditempat yang sama, melihat kondisi Tuan muda yang tidak bisa jauh-jauh dari Nyonya muda? Bagaimana kita bisa bekerja sama dengan baik kalau kau terus bersikap seperti ini dan menghindariku?”
Will benar-benar tidak dapat menahan rasa penasarannya lagi mengenai alasan Alea menghindarinya, hingga tanpa sadar Will malah mempertanyakan sikap professional Alea dalam bekerja.
Mendengar perkataan Will, tentu saja Alea merasa marah dan terluka. Alea akhirnya mengutakan semua alasan dia terus menghindari dan mendiamkan Will dengan penuh kemarahan.
“Kau sungguh ingin tahu alasanku terus diam dan menghindarimu. Kau sungguh ingin mengetahuinya!” seru Alea dengan penuh kemarahan dan airmata yang berusaha dia bendung agar tidak terjatuh di hadapan Will.
Kini giliran Will yang terdiam, dia cukup terkejut melihat Alea begitu marah padanya.
“Baiklah, aku akan mengatakan semua alasannya padamu,” ujar Alea lagi.
“Alasan aku diam dan menghindari dirimu itu hanya ada satu, Tuan Will! Aku merasa tertekan, aku merasa sangat sesak dengan semuanya saat aku berada didekatmu. Pernyataan cintamu, perlakuan baikmu dan,_... terutama dirimu membuatku tidak bisa bernafas sama sekali. Apa kau menyadari itu?”
Will tersentak begitu mendengar semua alasan Alea. Ternyata selama ini sikap Will tanpa sadar memberikan tekanan pada Alea.
Bukannya membuat Alea merasa nyaman dengan semua niat baiknya, tetapi Alea malah merasa sebaliknya.
“Asal kau tahu, Tuan Will! Sifat manusia itu seperti Air dan Pasir. Jika kau menggenggamnya terlalu kuat, maka semakin pasir itu menghilang dari genggammu. Begitu juga dengan diriku! Ku harap kau bisa bisa mengerti, Tuan William Coopers.”
Setelah mengatakan semua ingin di katakan, Alea segera pergi dan meninggalkan Will yang masih mematung di sana.
Will sekilas menatap kepergian Alea, dia tahu bahwa gadis itu sedang berusaha menyembunyikan kesedihannya saat berada didepannya.
Will masih terdiam ditempatnya, dia kini menyadari bahwa sikapnya untuk menarik perhatian Alea malah membuat gadis itu merasa tidak nyaman.
Ini memang pengalaman pertama Will mencintai seseorang, karena itulah dia tidak tahu bagaimana cara mendekati orang yang telah membuatnya jatuh cinta itu.
Will hanya melakukan sesuai apa yang hatinya inginkan saja. Dia melakukan apa yang menurutnya benar, tetapi dia tidak pernah menduga bahwa sikapnya membuat Alea merasa terbebani.
Penyesalan memang datang terlambat, Will tidak bisa memutar kembali waktu. Will hanya bisa menyesalinya dan memberikan Alea waktu serta agar tidak merasa tertekan lagi karena sikap darinya.
Bersambung,.......
...****************...
Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰
Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.
Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓
Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!
Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!
Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘