Willea

Willea
148. Keputusan untuk pergi



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Apa kabar Kakek selama ini? Maaf, Zaen tidak pernah menjenguk Kakek sama sekali,” ujar Levi mencoba memulai pembicaraan.


“Apakah Kakek harus bertanya tentang kabarmu juga?” tanya Kakeknya dengan tatapan yang sulit di artikan saat menatap cucunya itu.


“Kenapa kita terasa seperti orang asing? Apakah kau masih sangat membenci Kakek, karena tidak bisa menghukum mereka yang telah membunuh kedua orang tuamu?” lanjutnya.


“Namun, asal kau tahu Zaen! Bukan hanya kau saja yang kehilangan kedua orang tua, tapi aku juga kehilangan anak, menantu dan juga kepercayaan dari cucuku sampai sekarang,” sambungnya lagi.


Levi mendengarkan dengan seksama. Setelah itu dia berkata, “Aku tidak pernah membenci Kakek! Aku juga sudah melupakan tentang orang-orang itu yang telah membunuh oarang tuaku, karena aku sudah membunuh semuanya tanpa tersisa satu pun.”


“Tidak! Aku masih memiliki target yang harus aku bunuh, yaitu salah satu putramu Richo!”


Levi dengan cepat meralat perkataannya dan menunjukan sisi gelapnya yang sesungguhnya pada sang Kakek.


“Zaen! Apa yang baru saja kau katakan? Bagaimana bisa kau, _….” Belum selesai bicara, ucapan Kakek Roman di potong oleh perkataan Levi.


“Kakek, mereka semua ‘lah yang membuatku menjadi seperti itu terutama Richo! Aku belajar dari Tuan muda, bahwa orang lemah tidak akan bisa melindungi orang-orang yang aku sayangi. Karena itulah, aku lebih memilih diriku yang seperti ini. Menjadi seorang Mafia bukanlah keputussan yang buruk,” ujar Levi di setiap kata yang dia ucapkan di penuhi dengan penekanan dan juga emosi.


“Zaen?”


Kakek Roman sungguh tidak ingin mempercayai apa yang barus saja di katakan oleh cucunya itu. Dia bahkan tak mampu berkata-kata lagi dan hanya bisa menatap sedih pada cucu satu-satunya itu.


Sementara, di dalam lubuk hatinya Levi juga menyadari bahwa Kakeknya pasti sangat kecewa dengan jalan hidup yang dia pilih selama ini.


Cukup lama mereka saling terdiam lagi, hingga Levi kembali bertanya, “Kenapa Kakek datang menemuiku sekarang?”


“Ayo, kembali ‘lah bersama Kakek! Semua yang Kakek miliki akan menjadi milikmu,” ujar Kakek Roman berusaha mengajak Levi untuk mengikutinya pulang.


Levi tidak langsung menjawabnya, sejenak dia dan hanyut dalam pikirannya sendiri. Jujur di dalam lubuk hatinya, Levi tidak ingin meninggalkan. Namun, di sisi lain Levi tidak menimbulkan masalah lagi untuk keluarga Xavier dengan kehadirannya.


Dan juga, seperti yang dia katakan sebelumnya. Jika ingin melindungi seseorang, maka dia harus jauh lebih kuat dari sekarang dan memiliki kekuasaan seperti Rayden. Semua itu dapat Levi miliki dengan cara dia harus kembali dan menjadi Tuan muda Zaender, pemilik ZD Group.


“Baiklah, aku akan kembali bersama dengan Kakek! Tapi dengan satu syarat, Kakek tidak boleh memaksaku untuk melakukan apa yang Kakek inginkan. Dan juga, aku akan kembali setelah kondisiku sudah pulih,” ujar Levi yang menyetujui ajakan Kakeknya untuk pulang.


“Apakah Kakek benar-benar tidak boleh ikut campur dan mengkhawatirkan dirimu, Zaen?” tanya Kakek Roman dengan mata berkaca-kaca.


Levi hanya bisa menghela napas seraya berkata, “Haaah, … Aku sudah terbiasa melakukan segalanya sesuai dengan keinginkanku. Maka dari itu, aku akan sangat merasa terganggu jika ada orang yang menganturku bahkan Tuan muda sendiri tidak pernah mengaturku.”


“Baiklah, Kakek tidak akan pernah mengatur hidupmu. Tapi bisakah kau memberitahu Kakek, jika ingin mengambil keputusan atau melakukan sesuatu?” ujar Kakek Roman yang juga meminta syaratnya sendiri.


“Akan aku pikirkan dulu,” sahut Levi tidak pasti.


“Istirahatlah sekarang! Kau baru saja bangun ssetelah menjalani operasi, kita akan lanjut membicarakan soal ini nanti,” ujar Kakek Roman


“Kapan Kakek akan kembali?” tanya Levi untuk memastikan sesuatu.


“Sampai kau siap untuk kembali, Zaen!” jawab Kakek Roman.


“Jadi, Kakek akan tetap berada di sini sampai aku sembuh nanti?” Levi kembali memastikan.


“Iya!” Jawabnya.


“Baguslah kalau begitu, setidaknya Kakek akan tetap aman dari Paman Richo sialan itu,” umpat Levi tanpa sadar.


Mendengar umpatan Levi, entah kenapa malam membuat perasaan Kakek Roman menjadi jauh lebih tenang. Setelah itu, baik Levi maupun Kakeknya pun saling menceritakan kehidupan yang telah di lalui nya selama ini.


...****************...


Suasana sangat jauh berbeda dengan yang berada di luar ruangan itu. Semua orang langsung membicarakan tentang Levi yang kan segera meninggalkan mereka. Bahkan Will tanpa ragu mendesak Rayden dan juga Noland untuk menunda kepergian Levi ke negara asalnya.


“Apakah mereka akan membahas soal, _….”


“Hustt, … Jangan katakan dengan jelas tentang itu di sini!”


Rayden segera memotong perkataan Dr. Ian agar tidak terdengar oleh Lucia, setidaknya untuk saat ini mereka harus tetap menyembunyikannya. Mendapat peringatan dari Rayden, semua orang pun saling berdiskusi seakan sedang tidak membahas soal Levi sama sekali.


“Ouh, baiklah! Aku tidak akan ikut campur lagi, aku harus pergi sekarang juga.” ujar Dr. Ian yang langsung meninggalkan Noland dan yang lainnya.


“Dia tidak akan pergi begitu dia bangun, bukan?” tanya Will yang tampak sangat gelisah hanya untuk sekadar memikirkannya saja.


Tiba-tiba Lucia menyela dengan bertanya, “Siapa yang akan pergi Paman Will?”


“Hah?” Will seketika terpaku mendapat pertanyaan seperti itu dari Lucia.


“Bukan siapa-siapa, sayang!” ujar Rayden sebisa mungkin dia ingin menutupi semuanya dari Lucia.


“Apa Luci tidak merasa lelah, lebih baik Luci istirahat sekarang. Besok Luci bisa menemui Levi lagi,” lanjut Rayden membujuk Lucia untuk kembali ke kamar rawatnya.


“Apakah Kakek dan Kak Levi masih lama bicaranya?” tanya Lucia dengan polosnya.


“Sepertinya begitu! Mereka ssudah sangat lama tidak saling bertemu, jadi kemungkinan mereka akan saling berbagi cerita yang telah mereka alami selama ini.” Noland yang jawabnya.


“Apakah seperti Papah dan Luci dulu?” tanya Lucia lagi tanpa sadar membuka luka lama Papahnya.


“Iya, sayang! Makanya sekarang berikan Levi dan Kakeknya waktu untuk saling melepas rindu ‘yah!” ujar Julia membenarkan, sementara Rayden hanya bisa terdiam.


“Baiklah, kalau begitu, Luci akan menemui Kak Levi besok lagi saja! Mamah, Ayo kita kembali. Luci mulai mengantuk,” pinta Lucia sembari menggandeng tangan Zhia.


“Luca juga mengantuk lagi, Mah!” Luca menimpali.


“Baiklah! Ayo sayang, kita kembali ke kamar kalian,” ujar Zhia yang menggandeng kedua anak kembarnya itu, di ikuti oleh Julia di belakangnya.


“Bukankah ini situasi yang sangat berbahaya, Tuan!” seru Will tiba-tiba, tepat setelah Zhia dan yang lainnya sudah tak terlihat lagi.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...