Willea

Willea
168. Hari Kelahiran



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Ray, perutku sangat sakit!”


Zhia merintih kesakitan sambil memegangi perutnya. Airmatanya mengalir deras menahan sakit yang sangat luar biasa pada perutnya. Tanpa berkata apapun dan membuang waktu lebih banyak lagi, Rayden langsung menggendong Zhia untuk di larikan ke rumah sakit.


“Sayang, kau sudah berjanji padaku! Tolong bertahanlah!” Itu yang terus di katakan Rayden di dalam hatinya.


Prangg, ….


Tepat ketika melewati ruang tamu, Rayden dan Zhia bertemu dengan Noland yang baru saja muncul dari arah dapur setelah mengambilkan minum untuk Julia. Seketika gelas yang berada di genggamannya terlepas begitu saja, hingga pecah berserakan ketika melihat kondisi menantunya yang sedang kesakitan dengan tubuh bersimbah darah.


“Cano, apa yang terjadi pada Zhia?” tanya Noland dengan penuh rasa khawatir.


“Nanti saja Cano jelaskan! Sekarang yang terpenting adalah membawa Zhia secepatnya ke rumah sakit,” tukas Rayden.


“Tuan, apa yang, _….”


Mendengar suara pecahan gelas, Felix yang kebetulan sedang menginap di Mansion segera menghampiri sumber suara. Begitu melihat kondisi Zhia, dia tapak sangat terkejut seperti yang di rasakan oleh Noland. Felix berniat untuk bertanya, tetapi ucapannya seketika di potong oleh perintah Rayden.


“Jangan banyak tanya! Cepat siapkan mobil sekarang juga, Felix!” bentak Rayden yang pikirannya sudah mulai kacau, karena melihat keadaan Zhia.


“Baik, Tuan muda!” sahut Felix yang langsung bergerak cepat.


“Papah akan menghubungi Dr. Ian dan Dr. Lena untuk bersiap!” ujar Noland yang segera kembali ke dalam kamarnya untuk mengambil ponselnya.


Dia bahkan tidak kepikiran untuk menggunakan telepon rumah yang memang tidak jauh darinya. Pikirannya sama-sama kacau begitu melihat banyaknya darah yang di tubuh menantunya. Padahal keluarga itu sudah terbiasa dengan yang namanya darah, tapi lain cerita jika darah itu berasal dari keluarganya.


Tidak butuh waktu lama, suara klakson mobil dari Felix terdengar beberapa kali. Rayden pun segera masuk ke dalam mobil bersama dengan Zhia. Sementara Felix yang menjadi supirnya dan dengan kecepatan penuh Felix melajukan mobil tersebut menuju ke rumah sakit.


Sesuai perkataannya, begitu menemukan ponselnya Noland langsung saja menghubungi Dr. Ian dan menjelaskan secara singkat kondisi Zhia menurut penglihatannya. Julia yang mendengarnya, sontak saja langsung terkejut mendengar kondisi Zhia yang di ceritakan oleh suaminya.


“Mereka baru saja meninggalkan Mansion! Tolong selamatkan Menantu dan cucuku, aku percayakan mereka padamu, Ian!” pinta Noland sebelum menutup sambungan teleponnya.


“Kami akan berusaha melakukan semaksimal mungkin untuk menyelamatkan mereka.”


Terdengar balasan dari Dr. Ian yang seakan menenangkan Noland. Setelah itu, Dr. Ian pun memutuskan sambungan teleponnya untuk menyiapkan segala keperluan untuk menangani Zhia yang pasti sebentar lagi akan sampai di rumah sakit.


“Terima kasih, Ian! Selama ini aku sudah banyak berhutang budi padamu,” gumam Noland.


“Pah, apa yang kau barusan katakan? Apa yang terjadi pada, Zhi?” Namun, pertanyaan dari Julia seketika menyadarkannya.


“Papah juga tidak tahu, Mah! Cano belum mengatakan apapun. Lebih baik kita menyusul mereka sekarang,” jawab Noland yang memang belum mendapat jawaban dari Rayden atas pertanyaan yang sama dengan yang di tanyakan Julia.


“Ayo, cepat kita pergi! Tak perlu ganti pakaian, Mamah sudah merasa sangat khawatir dengan keadaan Zhi dan cucu Mamah!”


Tanpa banyak berpikir, Julia langsung saja menarik tangan Noland untuk segera pergi ke rumah sakit. Bahkan dia tidak peduli bahwa mereka masih mengenakan baju tidurnya, hingga Noland teringat dengan Luca dan Lucia.


“Bagaimana dengan Luca dan Lucia?” tanya Noland yang seketika menghentikan Julia.


“Benar! Mereka juga harus tahu bahwa Mamahnya di bawa ke rumah sakit!”gumam Julia.


Larilah Julia ke kamar Luca dan Lucia, sementara Noland berlari ke arah kamar calon cucunya yang sudah mereka siapkan sejak awal. Mendegar Mamahnya di bawa ke rumah sakit, Luca dan Lucia tentu saja langsung membuka mata dan mengikuti Julia dengan patuh. Setelah itu, mereka berempat pun pergi menuju ke rumah sakity tanpa mengganti pakaian tidurnya terlebih dahulu.


...****************...


Sementara itu, Felix telah berhasil tiba di rumah sakit dengan aman meskipun dalam waktu yang di persingkat. Dan begitu tiba, Dr. Ian dan Dr. Lena ternyata sudah menunggunya. Dengan cepat mereka pun membawa Zhia ke ruangan khusus bersalin dan segera memeriksa kondisinya secara keseluruhan.


Selama pemeriksaan sedang berlangsung, Rayden tidak di perbolehkan masuk sama sekali. Dia hanya bisa menunggunya dengan rasa cemas dan khawatir di depan pintu bersama dengan Felix. Hingga 30 menit kemudian, Dr. Ian dan Dr. Lena pun akhirnya keluar dari ruangan Zhia sedang di rawat sekarang.


“Dok, bagaimana dengan keadaan istriu dan anak-anak saya?” tanya Rayden begitu berhadapan langsung dengan Dr. Ian dan Dr. Lena.


“Sepertinya kita harus melakukan operasi caesar sekarang juga untuk mengeluarkan ketiga bayinya demi kebaikan ibu maupun ketiga bayinya,” saran Dr. Lena selaku dokter utama yang akan menangani persalinan Zhia.


“Karena seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, persalinan secara caesar lebih baik untuk Nyonya Zhia dan bandingkan dengan persalinan normal. Mengingat cedera yang dia alami sebeumnya, apalagi kali ini dia juga mengalami pendarahan dan juga sudah pecah ketuban. Persalinan secara normal malah akan membahayakan untuk mereka,” lanjutnya menjelaskan untuk lebih detailnya.


“Lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan mereka, Dok! Saat ini yang bisa saya percaya dan saya andalkan adalan anda,” ujar Rayden pasrah yang terpenting Zhia dan anaknya bisa selamat.


“Kalau begitu, silahkan tanda tangani surat persetujuan operasinya agar Nyonya Zhia juga bisa secepatnya mendapatkan penangan dari kami,” ujar Dr. Lena sembari menyerahkan surat yang di maksud.


Tanpa banyak berpikir, Rayden langsung menanda tangani surat persetujuan tersebut. Lalu menyerahkan kembali kepada Dr. Lena, dimana Dr. Lena menyerahkannya kepada salah satu perawat yang berada di sebelahnya untuk di urus oleh pihak administrasi.


Operasi persalinan Zhia pun dimulai. Tepat saat lampu operasi menyala, Noland dan yang lainnya tiba di sana. Luca dan Lucia langsung berlari memeluk papahnya sembari menanyakan kondisi mamah dan calon adiknya.


“Pah, Mamah dan adik baik -baik saja ‘kan?” tanya Luca dengan raut wajah khawatir.


“Kita berdoa saja agar Mamah dan adik kalian baik-baik saja ‘yah!”


Hanya itu yang bisa Rayden katakan untuk menenangkan kedua anak kembarnya termasuk dirinya sendiri. Melihat dari raut wajahnya, baik Noland maupun Julia pun tidak ingin menanyakan apapun pada Rayden. Yang terpenting adalah berdoa untuk selamatan Zhia dan ketiga anak kembarnya.


Detik terus berganti menit. Menit pun berganti jam, hingga dua jam kemudian setelah mereka menunggu dengan perasaan cemas, khawatir dan takut. Dari dalam ruangan operasi terdengar suara tangisan bayi yang saling bersahutan.


“Oeek, … Oeeek, … Oeeeek, ….!”


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...