
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Bukannya aku tidak mau membaginya padamu, tapi karena aku belum memikirkan rencana yang tepat untuk menaklukan Xavier. Karena itulah, kau harus mendukungku sepenuh jika kau ingin menjadi pemenangnya di sini,” jelas Sania yang dari sorot matanya sepertinya berkata jujur.
“Dan tentang dia, sebenarnya aku berencana ingin menjadikannya salah satu koleksiku di sini. Namun, sepertinya keberadaannya akan merusak pemandangan indah yang ada di sini. Jadi, untuk sementara kita abaikan saja dia!” lanjut Sania yang tidak terlalu memikirkan tentang Alice, karena baginya dia tidak penting.
“Kau yakin akan mengabaikannya begitu saja? Bagaimana kalau dia mengkhianati kita?” ujar Fernand yang tidak mengerti dengan jalan pikiran dari Sania.
“Berkhianat? Bahkan sejak awal dia bukan bagian dari kita. Jika kau begitu takutnya dengan keberadaan dia di sini, perintahkan saja salah satu anak buahmu yang terpercaya untuk mengawasinya.”
Sania yang tida mau terlalu ribet memikirkan tentang Alice, dia pun menyarankan Fernand untuk mengawasinya secara intens.
“Atau kalau perlu bunuh saja langsung,” lanjut Sania.
“Baiklah, aku akan mengawasinya seperti yang kau katakan,” sahut Fernand.
“Aku juga mengatakan untuk membunuhnya, tapi kenapa kau memilih untuk mengawasinya?” tukas Sania yang tidak terlalu menyukai keputusan yang diambil oelh Fernand.
“Mungkin dia masih bisa kita gunakan, karena itulah aku memutuskan untuk mengawasinya saja saat ini,” jelas Fernand yang memang tidak pernah bermaksud baik kepada Alice.
“Okay, … Aku ikuti keputusanmu! Sekarang beritahu aku apa saja yang kau miliki untuk melawan Xavier?” ujar Sania yang terus mendesak agar Fernand memberitahukan semuanya yang dia sembunyikan.
“Baiklah, karena berkat dirimu akau bisa mendapatkan kemenangan. Maka aku akan memberitahukan semuanya padamu. Ikuti aku!”
Demi menaklukan kekuasaan Xavier, Fernand pun tidak akan segan lagi menunjukan kekuatan apa saja yang dia miliki dalam proses penaklukan tersebut.
Dia pun meminta Sania untuk mengikutinya, Fernand menunjukan para anak buahnya yang telah tergabung dengan bantuan dari Richo. Gudang persenjataan dan yang lebih penting dia memiliki umpan.
...****************...
Beberapa hari berlalu dengan kedamaian, pertemuan rahasia yang sudah di janjikan Rayden akhirnya di mulai juga.
Will dan Jaydon yang lukanya tidak terrlalu parah pun mengikuti pertemuan rahasia itu dengan sedikit bantuan dari Levi dan Felix untuk berjalan. Tidak lupa, Noland juga ikut bergabung dalam pertemuan itu.
“Bagaimana keadaan kalian berdua?” tanya Noland yang memperhatikan Will dan Jaydon secara intens.
“Sekarang sudah lebih baik, Tuan besar!” jawab Will.
“Setidaknya aku masih bisa menghajar beberapa orang, terutama si bongsor sialan itu!” ujar Jaydon yang sangat dendam dengan Thunder yang beraninya bertindak seperti pengecut untuk melawannya.
“Hahahaa, … Mendengarmu mengoceh seperti itu, kondisimu sepertinya jauh lebih baik,” balas Noland yang hanya bisa tertawa melihat kekesalan Jaydon.
“Ngomong-ngomong dimana Tuan muda sekarang?” tanya Levi yang masih belum melihat keberadaan Rayden.
“Mungkin dia datang sedkit terlambat, tadi aku tidak sengaja melihatnya sedang memperkuat keamanan di rumah sakit,” sahut Felix.
“Kita tunggu saja, sebentar lagi pasti akan muncul,” ujar Noland.
Dan betapa terkejutnya semua orang ketika melihat Rayden datang bersama dengan dua orang yang sangat mereka kenali.
Tidak ada satu pun dari mereka yang percaya bahwa Rayden akan mengambil keputusan yang sangat beresiko seperti ini dengan mengajak dua orang itu bergabung dalam misi balas dendam mereka.
“Maaf, kami terlambat!” ucap Rayden sembari menggandeng Luca dan Lucia.
“Tuan dan Nona kecil!” seru semua orang yang berada di sana.
“Cano, apa-apaan ini? Kenapa kau membawa Luca dan Lucia dalam pertemuan seperti ini, Hah!” bentak Noland yang tidak ingin kedua cucu kembarnya terlibat dalam dunia mafia.
“Tepat sekali! Mulai hari ini, Luca dan Lucia akan resmi bergabung dalam misi kali ini. Mereka berdua yang akan menjadi tokoh utamanya,” jelas Rayden dengan penuh percaya diri.
“Cano! Apa kau sudah gila, Hah? Ini adalah misi yang sangat berbahaya dan kau melibatkan mereka yang masih kecil?” teriak Noland yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran putranya itu.
“Baiklah, kita sudahi penjelasannya sampai di sini! Sekarang mari kita sambut anggota baru kita, Luca dan Lucia sang little Mafia!”
Rayden mengabaikan protes dari Noland, dia malah dengan santai mengumumkan keanggotaan Luca dan Lucia secara resmi dalam klan dan misi pembersihan Fernand beserta anak buahnya.
“Cano, jangan bercanda! Kau ingin menempatkan anak-anakmu sendiri yang masih kecil ke dalam bahaya, Hah!” bentak Noland lagi yang kini menegur Rayden dnegan keras.
“Cano tidak bercanda, Pah! Sebelum memutuskan ini, Cano sudah memikirkannya ratusan kali dan bahkan ribuan kali. Daripada mereka terus menjadi target incaran musuh, akan lebih baik jika mereka berdua berhadapan langsung dengan musuh. Atau kalau perlu mereka yang menargetkan musuh!” seru Rayden menjelaskan apa yang dia terus pikirkan akhir-akhir ini.
“Tapi Cano, _....”
“Aku tidak ingin kemalangan yang menimpa Zhia di alami juga oleh mereka. Karena itulah, Cano sendiri yang akan mengajari mereka cara bertarung yang sesungguhnya,” tukas Rayden yang tidak menginginkan perdebatan lagi dari Papahnya.
“Mereka anak-anak yang genius! Dan kita semua lebih tahu mengenai fakta itu di bandingkan yang lainnya. Karena itulah, kita akan menggunakan kemampuan Luca dan Lucia semaksimal mungkin,” lanjut Rayden. Sontak saja, membuat semua orang langsung terdiam.
“Grandpa, jangan khawatir! Luci dan Kak Luca akan melakukan yang terbaik agar tidak terluka,” ujar Lucia yang berusaha membujuk Noland agar mengijinkan mereka bergabung.
“Bukannya Grandpa tidak mempercayai kemampuan kalian berdua, tapi kalian masih sangat kecil untuk terlibat konflik berbahaya ini,” jelas Noland dengan putus asa.
“Apa Grandpa lupa? Siapa yang berhasil menyadari bahwa rumah kita sedang di serang dan juga kejadian sebelum ini?” ujar Luca mengingatkan Grandpanya tentang hal besar yang sudah pernah mereka lakukan.
“Haaah, … Kenapa kalian harus menuruni semuanya dari Cano ‘sih!” gerutu Noland yang hanya bisa menghela napas panjang menghadapi kemauan dari cucu kembarnya itu.
“Otak genius serta wajah dan cantik mereka memang menurun dariku, tapi kalau sifat keras kepala mereka menurun dari mamahnya,” ujar Rayden memperjelas.
“Ishhh, … Kau ini! Aku lebih suka kalau mereka semua mitrip Zhia dari pada mirip denganmu seperti ini.” Noland segera menimpalinya.
“Apa salahnya mirip denganku? Bukankah Papah harusnya bangga cucunya mirip denganku?” ujar Rayden yang maih saja mempermasalahkan tentang gen yang dia turunkan.
“Tuan, kapan kita akan memulai membahas tentang peerrtemuan ini?” tanya Felix yang tiba-tiba menyela pembicaraan.
“Kau ini tidak melihat situasi ‘yah kalau bertanya,” ketus Jaydon mencoba mengingatkan Felix.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...