
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
Melihat papahnya yang tengah asyik bermesraan dengan mamahnya. Luca dan Lucia pun tidak tinggal diam, mereka langsung saja menjadi pemisah ke romantisan mereka.
Sehingga Rayden kembali di paksa untuk menyerah dan kembali fokus dengan pekerjaannya.
“Iihh, … Mamah, Luci juga ingin di cium!” seru Lucia yang menempatkan dirinya di antara papah dan mamahnya.
Dengan manjanya, Lucia pun menciumi pipi mamahnya tanpa menghiraukan papahnya yang tengah menatapnya dengan kesal.
“Mamah, Luca juga mau cium mamah!”
Kemudian Luca segera menyusul dan Rayden pun benar-benar di abaikan di sana keberadaannya.
“Astaga, sayang! Tunggu dulu, satu-satu ‘yah! Nanti mengenai dedeknya gimana?” ujar Zhia yang kewalahan dengan sikap manja kedua anak kembarnya itu.
“Mereka bukan anakku! Kalau anakku pasti tidak akan menggangguku seperti ini.”
Rayden hanya bisa bergumam dengan kesal. Karena sudah di abaikan sepenuhnya, dia pun memeilih kembali ke meja kerjanya dan menyelesaikan pekerjaannya.
“Lihat ‘tuh! Papah kalian ngambek ‘kan?” ujar Zhia kepada Luca dan Lucia.
“Heheheee, … Biarin saja! Papah lebih lucu dan manis kalau sedang marah seperti itu.”
Lucia berbisik kepada mamahnya di sertai kekehan manisnya. Zhia pun mencubit pipi Lucia dengan gemasnya, karena lagi-lagi penilaian gadis itu sangat tepat dan akurat. Rayden memang terlihat sangat manis ketika sedang marah seperti sekarang.
“Papah juga keren dan kelihatan semakin tampan kalau sedang serius bekerja. Kalau Luca sudah besar, Luca ingin menjadi seperti papah!”
Luca pun ikut berbisik kepada mamahnya.
“Kenapa ingin menjadi seperti papah, sayang?” tanya Zhia yang penasaran dengan alasannya.
“Agar Luca juga bisa terlihat keren dan tampan seperti papah. Hehehee, …” Jawaban Luca sungguh polos seperti wajahnya.
“Kalian ini bisa saja!”
Entah kenapa Rayden yang di puji, Zhia yang merasa malu sekaligus bangga pada suaminya itu.
Seharian Zhia dan kedua anak kembarnya pun menemani Rayden bekerja di kantornya. Hingga waktunya pulang kerja, Rayden ternyata sudah di tunggu oleh Levi dan dua Joker lainya.
Karena sudah terlanjur sudah berada di luar, Rayden dan Zhia pun memeutuskan untuk makan malam sekalian sebelum kembali ke rumah.
Apalagi sudah lama, merekka tidak membawa Luca dan Lucia makan malam di luar. Sehingga mereka pun tiba di Mansion cukup kemalaman.
“Selamat datang, Tuan dan Nyonya muda!” Levi dan yang lainnya menyambut kedatangan Tuannya itu.
“Selamat datang, Tuan dan Nona kecil!” Tidak Lupa mereka juga harus menyambut majikan kecil mereka.
“Kak Levi keningnya kenapa?” tanya Lucia yang menatap Levi dengan khawatir begitu melihat lukanya.
“Tidak apa-apa, Nona kecil! Hanya luka biasa saja,”
Levi menjawabnya sambil menetralkan detak jantungnya yang terus berdebar dengan tatapan Nona kecilnya.
Semua orang yang berada di sana pun terkejut dengan reaksi Lucia dan juga kedekatannya dengan Levi.
Reaksi berbeda di tunjukkan Felix yang terus berusaha menahan tawanya membayangkan betapa levi sedang berdebar-debar sekarang.
“Luci tanya kenapa? Kenapa kak Levi bisa terluka seperti ini? Apakah ini sakit?” seru Lucia yang terlihat semakin khawatir setelah mendengar jawaban dari Levi yang menyepelekan lukanya.
“Sa-saya tidak sengaja terjatuh, Nona kecil! Ini sudahtidak sakit lagi ‘kok. Sudah di obati juga,” jelas Levi dengan sedikit tergagap.
Terlebih lagi tatapan Tuannya sangat tajam dan raut wajahnya menunjukkan bahwa dia tidak suka putrinya terlalu memperhatikan orang lain terutama Levi.
Sedangkan Zhia juga menunjukkan tatapan yang sama, tapi tidak semenakutkan tatapan Tuannya.
“Coba Luci lihat sendiri!” seru Lucia yang tidak percaya dengan jawaban Levi.
Detak jantung Levi terasa terhenti mendengar permintaan dari Nona kecilnya itu.
“Sayang, sudah jangan berlebihan. Ayo, kita masuk! Sudah waktunya kalian tidur,” ujar Zhia yang segera menghentikan aksi putri kecilnya itu.
Zhia pun langsung membawa Luca dan Lucia ke kamarnya masing-masing.
“Tapi, Mah!”
“Sayang, tidak boleh bersikap seperti itu,” ujar Zhia mengingatkan putrinya.
Dengan berat hati, Lucia pun menuruti perkataan mamahnya. Luca hanya diam dan memperhatikannya, dia kan membahas itu nanti.
Jika itu memang harus dia bahas, tapi Luca percaya pada adik kembarnya. Karena itulah, dia tidak akan membahasnya setidaknya bukan untuk sekarang.
“Ouh, … Sejak kapan kalian berada di sini?” tanya Rayden sambil berjalan masuk masih dengan perasaan kesal, karena kejadian tadi.
“Lupakan soal itu! Kalian tunggu aku di ruang kerja saja,” lanjut Rayden yang ingin mengganti pakaiannya terlebih dahulu sebelum membahas masalah lagi.
“Baik, Tuan!” sahut Levi, Felix dan Jaydon secara serentak.
“Ciee, … Yang baru saja di perhatikan sama Nona kecil!” goda Felix setelah memastikan Rayden sudah tidak berada di sana lagi.
“Apaan ‘sih! Tidak lucu tahu,” ujar levi yang berusaha mengelak dari godaan Felix dengan sikap ketusnya.
“Hahahaa, … Lucu bagiku tahu! Bagaimana keadaan jantungmu? Sudah berdetak dengan normal lagi ‘kan?” Melihat reaksi Levi, Felix malah semakin ingin menertawakannya.
“Sialan kau! Bisa berhenti, Tidak!” seru Levi yang tidak ingin membahasnya sama sekali.
“Hay, kalian berdua sedang membahas apa ‘sih?” tanya Jaydon yang masih polos, karena belum mengetahui kelemahan seorang Levi.
“Kau tidak perlu tahu! Dan jangan mencari tahu!” ujar Levi menekankan dengan raut wajah garangnya.
Rayden terus berjalan menuju ke kamarnya, sedangkan ketiga JoKer itu langsung menuju ke ruang kerjanya sesuai perintah.
...****************...
Disisi lain, Will dan Alea sudah berada di dalam bandara dan hendak memasuki pesawat yang akan membawa mereka ke negara K.
Namun, saat hendak memasuki pesawat. Will melihat dua buah pesawat pribadi yang menurunkan beberapa banyak orang.
Salah satu pesawat tampak seperti membawa sekumpulan mafia dengan menilik pakaiannya yang cukup rapi.
Dan satu pesawat lagi seperti membawa sekelompok gangster yang sangat berbahaya. Perasaan Will menjadi tidak enak, setelah melihat orang-orang itu.
Will pun segera mengingat nama kedua pesawat yang membawa orang-orang tadi untuk menyelidikinya dan memastikan dugaannya tadi.
Will terus saja memikirkan tentang orang-orrang itu, meskipun dia sudah berada di dalam pesawat dan menuju ke negara yang sudah di maksud.
“Siapa orang-orang itu? Kenapa perasaanku menjadi khawatir ‘yah?” batin Will yang terus termenung memikirkan orang-orang yang tadi mencurigakan menurutnya.
“Tuan Will, ada apa?” Pertanyaan Alea menyadarkan Will dari lamunannya.
“Hah?” sahut Will yang malah tampak bingung.
“Anda kenapa? Dari tadi terlihat cemas dan khawatir,” ujar Alea dengan tatapan yang ikut terlihat cemas dan juga penasaran.
“Ouh, … Tidak apa-apa! Aku hanya lupa belum berpamitan dengan adik lucu kesayanganku tadi,” sahut Will yang membuat alasan sekenanya.
“Anda punya adik, Tuan Will?” Alea pun semakin penasaran, apalagi setahu dia Will pria sebatang kara.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...
Note : Sambil Menunggu update Willea. Silahkan kunjungi dan baca juga karya temanku, dia salah satu penulis paling top loh. Cuzz, ... Jangan Lupa beri dukungan kalian juga 'yah!😉🥰🥰