
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
Dor, … Dorr, … Dorrr, …
“Papah!” seru Lucia.
Lucia merasakan papahnya sedang berada dalam bahaya, dia seketika mengalihkan pandangannya dari musuh.
Pada saat Lucia lengah, Sania memanfaatkan keadaan itu dan berniat untuk menyerang bagian vital tubuh gadis kecil itu dengan pedangnya.
Beruntung, Levi cepat menyadari serangan itu dan segera melindungi Lucia. Meskipun dia sedikit mengalami luka gores di lengannya, akibat serangan tersebut.
Mata Lucia menatap Levi yang sedang meringis menahan sakit pada luka-lukanya, tapi dia masih bersikap siaga untuk melindungi Nona kecil kesayangannya itu. Levi semakin naik pitam, karena Sania terus menargetkan Lucia.
Dengan penuh kemarahan, Levi berkata, “Apa kau terus berniat mengabaikan peringatanku? Maka bersiaplah untuk mati!”
Sania malah mencibir, “Dasar bajingan sialan! Memang lebih baik aku membunuhmu terlebih dahulu agar tidak terus mengacau. Lihatlah, dirimu yang sudah sekarat! Masih saja terus mengganggu kesenanganku.”
Namun, Levi tidak mendengarkan dan mengabaikan cibiran Sania. Karena dia tahu betapa konyolnya perkataan wanita itu.
Levi tersenyum sinis dan kemudian berkata, “Kau ingin membunuhku? Jangan bermimpi! Selama aku masih bernapas, kau tidak bisa menyentuh Nona kecil-ku walau hanya seujung kukunya saja. Kita lihat siapa yang diantara kita yang mati duluan? Kau atau Aku?”
Lucia tercengang melihat betapa Levi ingin melindunginya, raut wajah Levi sekarang sama persis pada saat dulu Evan menjadikannya sebagai tawanan. Lucia tidak menyangka bahwa sikap Levi akan berubah 360 derajat, jika suah menyangkut keselamatannya.
Lucia yang masih mematung di tempat dengan lirih memanggil Levi, “Kak Levi!"
Sekilas Levi menatapnya dan berkata, “Nona kecil, fokuslah dengan apa yang kita hadapi sekarang! Tuan muda pasti bia mengurus yang di luar dengan baik, sementara kita harus membereskan wanita iblis yang meresahkan ini.”
Lucia langsung menganggukan kepalanya dan membalas dengan senyuman. Lalu berkata, “Hmmm, … Ayo, kita selesaikan yang di sini.”
“Bagus! Nona yang akan mengurus mereka, sementara saya akan membereskan wanita iblis ini!” ujar Levi membagi tugas.
Suara tembakan beruntun terus terdengar, hingga di telinga Levi dan Lucia bahkan sampai terdengar di ruangan bawah tanah. Dimana Kenzo dan Alice di kurung, mereka berdua menyadari bahwa sedang terjadi pertarungan antara pasukan Rayden dan Fernand.
“Apa yang sudah terjadi di atas sana? Bagaimana dengan keadaan Levi? Apakah Sania sudah membunuhnya?”
Sambil bergumam, Alice terus berjalan mondar mandir dengan raut wajah cemas dan gelisah. Alice terus kepikiran tentang keadaan Levi.
Terlebih lagi sebelum dia di serat ke dalam ruangan bawah tanah, Fernand dan Sania telah berhasil membuatnya tidak sadar sama sekali.
Mendengar gumaman dari Alice, Kenzo tentu saja tertarik untuk mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi. Kenzo berjalan mendekati pintu jeruji besi yang mengurungnya, kedua tangan mengempal dengan kuat.
Lalu dia bertanya, “Apa yang baru saja kau katakan? Apakah Levi benar-benar datang ke sini?”
Alice menghentikan langkahnya, lalu menatap lurus ke arah Kenzo dan menjawabnya, “Benar, dia sepertinya datang sendirian! Tapi sekarang Tuan muda dan anak buahnya sudah berada di sini. Apa kau dengar suara adu tembak di atas?”
“Bagaimana bisa dia datang, padahal sudah mengatahui bahwa semua ini adalah jebakan!” Kenzo mengeluarkan kekesalannya terhadap tindakan Levi.
Blarr, …. Booom, ….
Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat besar hingga membuat tanahnya sedikit bergoyang. Kenzo dan Alice pun merasakan firasat buruk, bisa saja pertarungan itu semakin memanas. Entah mereka terlibat secara langsung atau tidak, mereka pasti akan tetap mati terkubur hidup-hidup di ruang bawah tanah.
“Apa itu tadi?” tanya Kenzo panik.
“Apakah mereka menggunakan bom untuk membunuh Tuan muda? Lalu bagaimana dengan Will? Dan, _....”
Bukannya menjawab pertanyaan dari Kenzo, Alice malah panik sendiri dengan keadaan yang sedang terjadi di luar sana.
“Hay, apa sekarang keberadaanku di sini masih terlihat di matamu!” seru Kenzo sambil menatap kesal pada Alice karena merasa di abaikan.
Kenzo menghela napas menghadapi mahluk yang yang namanya wanita itu.
Dan kemudian bertanya, “Haaaa, … Jika tidak mau mati sia-sia di sini. Tidak bisakah kita bekerja sama sekarang?”
“Apa maksudmu?” Alice malah kebingungan sendiri dengan perkataan yang di maksud Kenzo.
“Maksudku, kita memiliki nasib yang sama sekarang. Jika kita tetap berada di tempat ini, maka kita akan terkubur hidup-hidup di sini. Jadi, Ayo kita bekerja sama untuk melarikan diri dari tempat ini.”
Kenzo akhirnya menjelaskan sedetail mungkin agar Alice kali ini mengerti maksud perkataannya.
Alice memang sudah mengerti, tetapi dia malah menjadi bingung sendiri karena tidak tahu apa yang harus dia lakukan di saat seperti ini. Terlebih lagi dalam keadaan terkurung di ruangan bawah tanah yang pengap dan berbau anyir.
Karena tidak tahu harus berbuat apa, Alice pun kembali bertanya, “Lalu apa yang harus aku lakukan?”
“Astaga! Aku tidak percaya bahwa kau adalah salah satu adik dari bajingan bernama Fernand itu. Kupikir kau akan lebih psikopat seperti wanita iblis yang gila itu, ternyata kau sangat polos sekaligus bodoh,” ujar Kenzo yang tidak bisa membedakan antara polos dan bodoh yang di tunjukan Alice di wajah saat ini.
Mendengar itu, raut wajah Alice seketika berubah menjadi sedih. Lalu bergumam dengan lirih, “Jangan menghinaku. Sejak awal kami memang tidak memiliki ikatan darah sama sekali.”
“Maaf, jika perkataan keterlaluan,” ucap Kenzo yang sedikit merasa bersalah.
“Apa yang kau kenakan di rambutmu? Apakah itu jepitan rambut?” lanjutnya bertanya sekaligus mengalihkan topik pembicaraan.
Alice tampak langsung meraba seluruh rambutnya dan seperti yang di tebak Kenzo, dia menemukan sebuah jepit rambut.
Dengan tatapan takjub, Alice bertanya, “Bagaimana kau bisa melihat jepitan rambut ini dari jarak sejauh itu?”
“Jangan banyak tanya. Cepat lemparkan jepit rambut itu padaku,” perintah Kenzo.
“Ouh, … Ini!”
Alice langsung melemparkannya pada Kenzo. Beruntungnya, jepit rambut itu terjatuh tidak terlalu jauh dari Kenzo sehingga dia bisa memungutnya dengan mudah. Dengan memanfaatkan jepit rambut itu, Kenzo berusaha membuka gembok kunci yang terpasang di pintu.
“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Alice dengan wajah polosnya.
“Belajar menjadi maling atau perampok? Mungkin lebih tepatnya pencuri? Entahlah, pilisa satu sebagai jawaban agar kau bisa mengerti. Jadi, jangan ganggu konsentrasiku,” ujar Kenzo yang masih fokus mengotak atik gembok kuncinya.
Tak beberapa lama kemudian, sambil kegirangan Kenzo berseru, “Yes, … Akhirnya berhasil juga!”
“Cepat, bebaskan aku juga!” ujar Alice yang ikut senang melihat keberhasilan Kenzo tanpa di minta pun, Kenzo memang berniat untuk membebaskan Alice dari sana.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...