
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Benar juga, aku juga sudah merasa sangat hampa bahkan sebelum Levi pergi,” ujar Alea tanpa sadar langsung mengatakannya tepat di depan Bastian.
Dan begitu teringat dengan keberadaan Bastian, Alea pun langsung meminta maaf sembari membungkuk memberi hormat.
Seraya berkata, “Saya sungguh minta maaf! Saya sama sekali tidak bermaksud mengatakan itu.”
“Tidak apa! Itu menanda bahwa semua orang di sekitar Tuan muda sangat menyayanginya, Tuan muda sangat beruntung karena tinggal bersama orang-orang baik seperti kalian,” ujar Bastian seraya tersenyum tipis pada Will dan Alea, ketika dirinya membayangkan Levi selama ini hidup di kelilingi dengan kebahagian.
“Ada apa? Apakah anda dan Tuan Roman tidak hidup dengan bahagia di sana?”
Will mencoba memberanikan diri untuk bertanya. Sebab entah kenapa, Will merasa bahwa ada beban besar yang di rasakan oleh kedua pria paruh baya ini.
Hanya melihatnya saja, Will bisa merasakan bahwa Tuan Roman dan Bastian sepertinya hidup dalam penuh kewaspadaan pada semua orang yang berada di sisinya.
“Kau pasti sudah mengetahui semuanya sebelum menemui Tuan Roman di rumahnya, bukan?”
Bukannya menjawab Bastian malah balik memberikan pertanyaan pada Will yang jawabannya memang sudah pasti. Karena Rayden tidak akan pernah bertindak atau pun memasuki wilayah musuh sebelum mencari tahu situasi yang terjadi di dalam wilayah tersebut.
“Apa yang anda katakan itu benar dan saya tidak akan memungkiri kebenaran tersebut,” jawab Will.
“Jadi, kau juga tahu bukan kalau Tuan Richo bukanlah anak kandung dari Tuan Roman?” Bastian mencoba memastikan.
“Sepertinya begitu,” sahut Will.
Sementara Alea hanya diam menyimak pembicaraan keduanya. Karena Will tidak menyuruhnya untuk menjauh berarti pembicaraan itu bisa untuk di dengar olehnya juga. Alea yang baru saja mengetahui kebenarannya, tentu saja dia merasa sangat terkejut begitu mendengarnya.
Dalam hatinya Alea seakan berteriak, “Astaga! Kalau si Richo bukan anak kandung dari Tuan Roman berarti semua kekayaan dan kekuasaan ZD Group, maka hanya akan menjadi milik Levi seorang ‘dong? Yang artinya status Levi tidak jauh berbeda dari Tuan Rayden di sini!”
“Sudah pasti kau juga mengetahuinya. Tapi karena itulah, nyawa Tuan Roman dan orang-orang di sekitarnya selalu terancam, bahkan banyak di antara mereka memilih untuk berkhianat seperti yang di lakukan Kenzo,” jelas Bastian, raut wajahnya seketika terlihat sedih begitu membicarakan tentang Kenzo.
“Ehmm, … Saya tidak tahu harus membicarakan tentang dia atau tidak! Tapi sepertinya Levi telah memutuskan untuk mengangkat Kenzo menjadi salah satu orangnya,” ujar Will secara tidak langsung memberitahu Bastian bahwa Levi sudah memilih Kenzo sebagai salah satu orang kepercayaannya.
“Apa? Bagaimana Tuan muda bisa melakukan itu, padahal jelas sekali saat itu Kenzo hampir membunuhnya!” seru Bastian yang tidak ingin mempercayai perkataan Will itu.
“Saya juga tidak tahu, tapi keputusan itu Levi sendiri yang mengambilnya,”ujar Will yang tidak ingin terlalu terlibat.
“Jadi, apakah nak itu masih hidup sampai sekarang?” tanya Bastian.
“Iya, dia hanya mengalami luka pukulan ringan saja,” jawab Will.
Bastian kembali bertanya, “Dimana dia sekarang?”
“Dia sedang membantu membereskan sisa pertarungan,” jawab Will dengan jujur.
Bastian kehilangan kata-kata, dia tidak habis pikir dengan Tuan mudanya yang berani menjadikan seorang pengkhianat yang berniat membunuhnya menjadi salah satu orang kepercayaannya. Will dan Alea pun hanya saling menatap, karena tidak tahu harus berbicara apa lagi.
Akhirnya, Will dan Alea mencoba bersikap seperti biasa dan saling bercerita untuk mengusir suasana canggung yang tiba-tiba tercipta itu. Sementara Bastian hanya diam sembari memikirkan, apakah dia perlu menceritakan mengenai Kenzo dan Levi atau tidak.
Suasana itu terus berlangsung selama beberapa jam kemudian, hingga kedatangan Dr. Ian membuat suasananya sedikit mencair. Melihat Will dan Alea yang tengah sibuk bermesraan di depan orang tua seperti Bastian, Dr. Ian pun menjadikannya sebagai bahan candaan untuk keduanya.
“Hay, Will! Apa kalian tidak tahu malu atau tidak tahu tempat? Bisa-bisanya kalian bermesraan di depan orang tua,” ujar Dr. Ian dengan sengaja menegur Will sekaligus Alea.
“Memangnya apa yang aku lihat?”
Dr. Ian semakin menggoda keduanya, hingga membuat Alea tersipu malu dan bersembunyi di balik bahu lebar Will.
“Bukankah kedatangan anda kemari untuk memeriksa keadaan Levi, jadi cepatlah lakukan tugas anda saja,” ujar Will dengan nada bicara penuh kekesalan.
Mendapat sindiran keras dari Will, Dr. Ian pun langsung berhenti menggodanya. Dia pun berjalan menuju pintu masuk ruang rawat Levi sembari berkata, “Baiklah, aku kan melakukan tugasku sebagai dokter yang baik dan bertanggungjawab sekarang!”
“Ouhya, kalian tidak ikut masuk untuk melihat keadaannya? Atau kalian ingin lanjut bermesraan di sini?” lanjut Dr. Ian yang masih saja ingin menggoda Will.
Tapi kali ini Will tidak tersinggung, dia malah merasa sangat senang karena bisa di ijinkan untuk melihat keadaan adik kecilnya. Tanpa membuang waktu Will, Alea dan Bastian pun langsung masuk mengikuti Dr. Ian masuk ke ruangan di mana Levi sedang di rawat.
Begitu masuk, Dr. Ian segera melakukan tugasnya dengan memeriksa keadaan Levi secara menyeluruh. Will dan yang lainnya hanya bisa menunggu dan berdoa berharap keadaan Levi semakin membaik.
Terlihat di raut wajah semua orang yang merasa sangat cemas menunggu hasil pemeriksaan dari Dr. Ian tentang keadaan Levi.
“Bagaimana keadaan Tuan muda, Dok?” tanya Bastian penuh rasa khawatir.
“Tuan muda? Ouhya, … Aku hampir lupa tentang itu,” gumam Dr. Ian yang sedikit terkejut ketika Levi di panggil dengan sebutan Tuan muda oleh seseorang. Karena sebelumnya Levi yang sering mengatakan itu.
“Mungkin karena kekebalan imun tubuhnya, sehingga dia keadaan terus membaik! Jangan khawatir, dia sebentar lagi pasti akan sadar,” sambung Dr. Ian menjelaskan keadaan Levi.
“Ya Tuhan, syukurlah keadaan Tuan muda semakin membaik,” ucap Bastian yang akhirnya bisa bernapas lega.
“Tetaplah di sini, Will! Adik kesayanganmu ini sebentar lagi akan terbangun dari mimpi indahnya, jadi kau harus menjadi orang pertama yang di lihat olehnya. Mengerti?” ujar Dr. Ian pada Will.
“Tapi aku harus memberitahukan hal ini kepada Tuan muda,” sahut Will yan di ambang dilema.
“Biar aku saja yang memberitahu Tuan muda, kau dan Tuan Bastian tetaplah di sini,” ujar Alea menawarkan diri. Tanpa mendapat persetujuan dari Will, Alea langsung saja pergi untuk mencari keberadaan Rayden dan yang lainnya.
“Lihatlah, istrimu sungguh pengertian!” goda Dr. Ian lagi pada Will.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...