Willea

Willea
134. Rayden vs Fernand



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


Karena jujur saja, dia kan kewalahan menghadapi para pembunuh bayaran itu seorang diri dalam keadaan tubuhnya yang penuh luka sejak awal. Bahkan jika tidak ada keberadaan Lucia yang selalu membantunya, Levi pasti sudah mati sejak awal.


Tapi ternyata pemikiran Levi salah, dari awal Richo sudah mengetahui niatnya untuk mengulur waktu.


Dengan angkuhnya Richo berkata, “Percuma kau mengulur waktu seperti ini. Karena tidak akan ada yang datang membantumu lagi, mereka yang selalu kau lindungi selama ini sedang bertarung untuk mempertahankan nyawa masing-masing.”


Levi hanya bisa terdiam, dalam hatinya dia berkata, “Sial, apakah aku akan mati mengenaskan seperti ini? Kenapa di saat seperti ini, aku malah memikirkan tentang karma yang selalu di bicarakan semua orang.”


“Hahahaa, … Sepertinya kau mulai menyadari bahwa kematianmu sudah dekat, makanya kau langsung terdiam seperti itu,” ujar Richo yang ssemakin tertawa puas saat menyadari Levi sudah tidak berdaya lagi di hadapannya.


“Aish, … Sial! Aku tidak mau mengakui itu, tapi perkataannya memang benar,” batin Levi yang hanya bisa mengumpat di dalam hati.


Semendesak apapun keadaannya sekarang, Levi tidak bisa menunjukan pada musuhnya bahwa dirinya sedang terpojok.


Bahkan jika saja dia tidak sedang menahan sakit saat ini, Levi akan bertingkah layaknya psikopat untuk mengecoh para musuhnya itu.


“Kak Levi tidak akan mati begitu mudahnya tanpa ijin Luci!”


Tiba-tiba Lucia muncul dan langsung berseru dnegan penuh kenyakinan. Levi memang tengah berharap bantuan segera datang, tapi dia tidak pernah membayangkan bahwa Lucia lagi yang akan datang membantunya.


Padahal dia sudah menitipkan Lucia berada di bawah perlindungan Will, lalu kenapa gadis kecil itu sudah berada di sana lagi.


“Astaga, Nona kecil! Sampai mana anda akan membuatku merasa semakin tidak berguna di sini,” gumam Levi dengan putus asa.


“Dasar anak kecil ini selalu saja menggangguku,” ujar Richo yang sudah merasa kesal hanya melihat wajah Lucia saja.


Kemudian, Richo memberikan perintah, “Kalian habisi juga bocah itu!”


Levi tidak tahan lagi, karena lagi-lagi mereka menargetkan Lucia. Dengan perasaan geram Levi berkata, “Sial, baiklah kita coba pertaruhkan keberuntung siapa yang lebih baik di sini. Aku atau kalian yang akan mati di sini!”


Selesai mengatakan itu, Levi langsung menyerang para pembunuh bayaran tersebut dengan sisa tenaganya. Beruntung saat dia berlari mengejar Richo, dia tidak lupa membawa sebuah pisau untuk berjaga-jaga.


Pertarungan kembali di mulai, awalnya Levi sendirian melawan para pembunuh bayaran tersebut. Lucia yang memang dari awal ingin membantu Levi, dia pun ikut terlibat dalam pertarungan.


Tak lama setelah pertarungan berlangsung, Alice tiba-tiba muncul entah dari mana dan langsung membantu Levi dan Lucia melawan para pembunuh bayaran tersebut.


“Hay, kau tidak salah membunuh?” tanya Levi saat melihat Alice berhasil membunuh salah satu pembunuh bayaran yang menyerangnya.


“Tidak, sebab sejak awal aku tidak pernah berkhianat,” jawab Alice dengan sungguh-sungguh sembari fokus melawan dan bertahan.


Karena tidak fokus bertarung, Levi kembali terkena serangan lawan. Sembari memegangi lukanya Levi merintih, “Akhh, … Sialan!”


“Kak Levi, fokuslah! Lawan kita tidak sebanding untuk kita bisa bermain-main,” ujar Lucia yang sebenarnya ingin sekali memeriksa lukanya, tapi dia sendiri sedang kewalahan menghadapi setiap serangan yang terus berdatangan.


“Dasar tidak berguna! Siapa lagi wanita itu yang muncul tiba-tiba? Sebaiknya aku meninggalkan tempat ini secepatnya, sebelum mereka semua berhasil di kalahkan.”


Melihat satu persatu pembunuh bayaran berhasil di kalahkan oleh Levi dan yang lainnya, Richo pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu secepatnya.


Richo segera masuk ke dalam mobilnya dan pada saat yang bersamaan Levi menyadari kepergiannya.


Levi berniat untuk menghentikan Richo kabur, tapi dia harus mengurungkan niatnya karena para pembunuh bayaran itu terus saja menyerangnya secara membabi buta.


Mungkin karena telah kehilangan beberapa rekannya, mereka mulai marah dan kehilangan kendali.


“Sial, aku tidak bisa mengejarnya karena mereka terus menyerangku,” batin Levi yang tidak bisa berbuat apapun lagi kecuali meluapkan kekesalannya pada pembunuh bayaran yang ada di sana.


...****************...


Situasi tak jauh berbeda dengan Rayden, dimana dia sedang mencari keberadaan Fernand. Akan tetapi, kali ini Rayden mengubah rencananya begitu memasuki lebih dalam bagian hutan.


Rayden mencoba belajar dari pengamalan, apalagi Fernand sudah berkali-kali membuat jebakan untuknya.


Anak buhnya seketika menyahut, tapi Rayden dengan cepat memotongnya, “Tapi Tuan muda, _....”


“Aku punya rencana lain, kalian ikuti saja perintahku! Cepat jalan ke depan,” ujar Rayden menekankan.


Tak ingin di anggap mengabaikan perintah, semua anak buah itu pun kembali melanjutkan perjalanan. Sementara, Rayden sejenak terdiam di tempatnya menatap kepergian anak buahnya yang semakin menjauh. Kemudian, Rayden mengambil jalan lain sembari mengeluarkan senjata apinya.


Brughh, …. Suara benda berat jatuh terdengar sangat keras.


“Arghhh!!!” Disusul dengan suara teriakan.


Dor, … Dorr, … Dorrr, ….


Dan benar saja tebakan Rayden, tak berselang lama terdengar suara benda terjatuh di susul oleh teriakan para anak buahnya.


Lalu, tiba-tiba terdengar suara tembakan secara terus menerus. Rayaden pun dengan cepat langsung memeriksa sembari menyembunyikan diinya di balik semak belukar.


“Dia benar-benar seorang pengecut, seharusnya aku tidak memerintahkan mereka untuk tetap memasuki hutan,” batin Rayden yang merasa bersalah atas kematian semua anak buahnya secara tragis itu.


Disisi lain, keberadaan Fernand mulai muncul untuk memeriksa semua mayat itu dan berharap salah satunya ada mayat Rayden di sana. Akan tetapi, setelah memeriksanya satu persatu Fernand dan anak buahnya tidak menemukannya.


“Sialan! Dimana Cano sekarang?” umpat Fernand yang terlihat semakin marah karena jebakannya kembali gagal.


“Apa kau mencariku?”


Rayden memutuskan untuk menampakan dirinya, tidak peduli bahwa dirinya sekarang tinggal seorang diri sementara Fernand memiliki anak buah.


“Kebetulan sekali, aku juga telah mencarimu sejak datang di tempat ini,” lanjutnya sambil tersenyum sinis.


“Hahahaa, … Ternyata kau cukup percaya diri melawanku dan selluruh pasukanku di sini seorang diri,” ujar Fernand dengan penuh percaya diri ketika melihat Rayden yang hanya seorang diri.


“Yaah, … Setidaknya kau tidak membandingkan diriku dnegan dirimu yang pengecut itu,” sahut Rayden mencemooh Fernand dengan sikap santainya.


“Tuan muda, maaf kami datang sedikit terlambat,” ucap Felix.


Disela pembicaraan, tiba-tiba Felix dan pasukannya yang tersisa datang tepat waktu di sana. Rayden pun tersenyum penuh kemenangan, sedangkan Fernand seketika terdiam karena tidak ada jalan lain lagi untuk dirinya melarikan diri.


“Tidak, Felix! Kau datang tepat pada waktunya,” ujar Rayden menyeringai.


“Kau tidak bisa lari lagi, karena lawanmu adalah aku,” sambung Rayden dengan lirih.


“Sialan, bagaimana bisa mereka semua membereskan tempat itu dengan begitu cepat,” umpat Fernand di dalam hatinya.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...