
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Lebih baik kita bunuh saja orang ini, karena sebelum berpihak pada Levi dia adalah salah satu orang kepercayaannya Richo,” ujar Felix yang masih bersikap waspada dan curiga pada keberadaan Kenzo.
“Tidak! Saya sepenuhnya sudah berpihak pada Tuan Levi dan saya tidak akan mengkhianatinya sampai kapanpun,” ucap Kenzo yang seketika panik saat mendengar perkataan Felix yang ingin sekali menghabisinya.
“Kak Felix, biarkan Luca yang mengurus orang ini. Kakak lanjutkan saja perjalanannya untuk membantu Papah dan Paman Will,” ujar Luca menengahi keduanya.
Sekali lagi, Felix merasa ragu dengan keputusan Luca.
Dia berusaha menghentikan keputusan Luca dengan berkata “Tapi, Tuan kecil? Bagaimana jika orang ini memang berniat membunuh anda?”
“Percayakan padaku! Lebih baik, Kak Felix bergegas sekarang karena kita selalu berpacu dengan yang namanya waktu.”
Luca tampak tak menghiraukan perkataan Felix dan malah seakan mengusir Felix dan pasukannya dari sana.
Melihat Luca yang sangat bersikeras, Felix pun tidak ada pilihan lain selain meninggalkan Luca dan Kenzo bersama sebagian pasukannya.
Dengan langkah dan hati yang berat karena terus mengkhawatirkan keamanan Luca, Felix dan pasukannya yang tersisa terus berjalan menuju bangunan utama kediaman Sam Joseph.
Disisi lain, Levi dan Lucia berhasil telah berhasil menghabisi para pembunuh bayaran dengan susah payah. Levi bahkan harus mendapatkan beberapa luka tambahan akibat bertarung melawan pembunuh bayaran tersebut sekaligus melindungi Lucia.
Kini hanya tersisa Sania yang juga mendapatkan beberapa luka, karena terlalu meremehkan kemampuan Lucia. Terlebih lagi karena ambisinya juga sangat tinggi untuk menjadikan Lucia sebagai salah satu koleksi.
Dengan deru napas yang terengah-engah dan keadaannya yang terlihat sudah sangat kacau Levi masih saja mengkhawatirkan tentang kondisi Nona kecilnya.
Dengan nada lirihnya Levi bertanya, “Nona baik-baik saja, bukan?”
“Luci baik-baik saja, terima kasih sudah melindungi Luci sampai detik ini,” ucap Lucia yang malah mengkhawatirkan keadaan Levi.
“Baguslah kalau begiti, tinggal wanita iblis ini yang tersisa. Saya akan menyelesaikannya dengan cepat kali ini,” ujar Levi sembari meringis menahan sakit pada lengannya dan beberapa bagian tubuhnya yang terluka.
“Tidak!” tolak Lucia dengan tegas.
Tak hanya sampai di situ saja, Lucia kembali berkata, “Biarkan Luci yang membereskan dia sendiri, Kak Levi sudah cukup mendapat banyak luka karena waniata ini. Sekarang beristirahatlah sebentar, Luci yang akan menghadapinya.”
“Tapi Nona kecil, _....” Perkataan Levi terpotong oleh tawa Sania.
Terlihat jelas Sania masih saja meremehkan kemampuan Lucia.
Dengan sombongnya dia berkata, “Hahahaa, … Kemarilah, akan aku pastikan gadis manis sepertimu menjadi salah satu dari koleksi terbaikku.”
“Kau, _...”
Levi semakin geram dengan kelakuan Sania. Saat itu juga Levi ingin segera mengayunkan senjatanya dan menghabisi Sania dengan tangannya sendiri, tetapi Lucia malah menghentikannya.
“Biar Luci saja,” ujar Lucia dengan tatapan mata yang penuh keyakinan.
Tatapan itulah yang membuat Levi harus terpaksa mengalah dan hanya bisa menghormati Lucia sembari melindunginya jika di butuhkan.
“Luci bukan bonekamu! Dan sampai kapan pun kau tidak akan bisa menyentuh Luci, walau hanya seujung kuku.”
Mendengar perkataan Lucia seketika Levi teringat dengan tuan mudanya. Perkataan itu adalah bentuk provokasi terhadap musuh seperti yang selalu Rayden ajarkan kepadanya dulu.
Melihat sosok Lucia yang berdiri penuh percaya diri dengan pedang di tangannya, Levi seperti sedang melihat sosok Rayden di dalam dirinya.
“Kita lihat saja nanti,” ujar Sania seakan menantang Lucia.
“Mau bertaruh dengan Luci?” Perkataan Lucia malah semakin menantang.
“Dasar bocah sombong,” umpat Sania dengan kesal.
Pertarungan antara Lucia dan Sania pun di mulai. Sania menggunakan pedangnya sebagai senjata, begitu juga dengan Lucia yang kan mengandalakan pedang kecil pemberian kakaknya untuk bertahan hidup dan sekaligus membuktikan kemampuannya.
Di bandingkan dengan tenaga anak kecil seperti Lucia, tenaga Sania memang jauh lebih besar. Akan tetapi, Lucia dengan otak geniusnya berhasil membuat strategi untuk menutup perbandingan tersebut.
Pada saat peralihan pedang itu juga Lucia mendapat kesempatan dan pedangnya dengan tepat melukai Sania.
Lucia begitu menikmati pembalasan dendamnya pada Sania, tapi siapa yang tahu bahwa ada yang malah merasakan sebaliknya.
Perasaan Levi bagaikan sedang menaiki sebuah roller coster yang sangat berbahaya setiap melihat Sania mengayunkan pedangnya pada Lucia.
Jika sekali saja Lucia terlambat untuk menghindari ayunan pedang Sania, tidak tahu selanjutnya apa yang akan Levi lihat.
Disaat yang bersamaan Levi tidak akan sanggup untuk membayangkannya, tapi di sisi lain Levi merasa sangat lega karena Lucia membuktikan kemampuannya dengan sangat baik.
...****************...
Pertarungan antara Lucia dan Sania terus berlanjut, hingga di sisi lain akhirnya Felix dan pasukannya tiba di lokasi, dia pun langsung menemukan keberadaan Rayden dan Will tengah bertarung mati-matian.
Felix dapat melihat mereka benar-benar sedang menggila dari kejauhan, sedangkan Rayden dan Will yang sedang fokus bertarung tidak menyadari kedatangan Felix di sana.
Hingga suara Luca kembali terdengar melalui alat komunikasi jarak jauh dan berkata, “Pah, Luca telah mengirimkan bala bantuan dan mereka akan tiba dalam dua menit lagi.”
“Apa?! Apa yang baru saja kau katakan, Luca?” seru Rayden yang sontak saja sangat terkejut begitu mendengar.
Seketika yang terlintas di pikiran Rayden, Will, Mike dan Nick adalah Noland yang datang untuk membantu.
Namun, Will pun tersadar siapa bala bantuan yang di kirim Luca saat dia melihat kedatangan Felix dan beberapa pasukannya.
“Felix!” seru Will tanpa bisa mengedipkan matanya.
Saat itu juga Rayden pun menoleh ke arah Will sedang menatap. Sudah di pastikan dia sangat terkejut melihat kehadiran Felix di tengah pertarungan, padahal dia sudah sangat menegaskan untuk selalu berada di sisi putranya.
“Felix, apa yang sedang kau lakukan di sini, Hah?” bentak Rayden di penuhi kemarahan.
“Maaf, Tuan muda! Tuan kecil yang memaksa saya untuk datang membantu anda dan Will, tapi tenang saja saya sudah menempatkan orang terbaik untuk melindungi Tuan Kecil,” jelas Felix yang semakin merasa terintimidasi oleh tatapan Rayden.
“Bagaimana bisa kau mengabaikan perintahku, Hah?” Rayden kembali membentak Felix lebih keras dari sebelumnya.
Felix sungguh tidak menyangka bahwa Rayden akan segitu marahnya. Sambil tergagap Felix menjawab, “I-i-itu No-nona kecil, _....”
“Apa? Lucia? Apa yang terjadi dengan putriku? Apakah Luca telah mengetahui telah terjadi sesuatu yang buruk pada Lucia,” cecar Rayden yang langsung panik ketika mendengar Lucia di sebutkan.
Kemudian, Rayden langsung memberikan perintah, “Will, cepat kau masuk kedalam kedalam. Apapun yang terjadi kau harus melindungi Lucia, mengerti!”
“B-baik, Tuan muda,” sahut Will.
Meskipun sedikit mereka terkejut sekaligus bingung melihat perubahan sikap Tuannya yang dari marah langsung menjadi panik sekaligus khawatir.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...