
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵 ...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Silahkan, Dok!” sahut Zhia.
Kemudian Dr. Lena mulai mengoleskan gel pelumas khusus di kulit atau lebih tepatnya diatas perut Zhia. Ini digunakan untuk mencegah gesekan yang bisa melukai kulit saat bagian transduser ultrasound digerakkan di atas kulit.
Transduser merupakan bagian alat USG yang berbentuk mirip seperti mikrofon, yang akan memancarkan gelombang suara. Gel ini juga membantu meneruskan gelombang dari alat USG lebih efektif.
Transduser kemudian ditempelkan pada bagian kulit yang sudah diolesi oleh gel sambil digerak-gerakan. Alat transduser USG itu bekerja dengan menyebarkan gelombang suara dengan frekuensi tinggi.
Tak lama kemudian terdengar suara detak jantung yang saling bersahutan, bagaikan alunan musik yang begitu indah bagi Zhia dan Rayden.
Itulah suara detak jantung ketiga janin milik Zhia dan juga Rayden, terlihat mereka berdua meneteskan airmata begitu melihat janin mereka mulai terlihat dilayar monitor.
“Wahh, … Anda sekalian mendengarnya juga, bukan? Detak jantung ketiga sangat kuat yang berarti ketiga janinnya sangat sehat didalam sana,” jelas Dr. Lena yang masih terus menggerakkan Transdusernya dan mengambil beberapa gambar untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat nantinya.
“Apakah itu anak-anakku, Dok?” tanya Rayden dengan penuh haru.
Dia tidak percaya bahwa anaknya masih sekecil itu didalam perut Zhia.
“Iya, Tuan! Karena usia kandungannya masih 12 minggu, ukuran dan beratnya masih sangat kecil. Panjang tubuh kira-kira 9 cm dan berat 14 gram, tapi mereka akan terus tumbuh selama kalian merawatnya dengan baik.” Dr. Lena kembali menjelaskan.
“Kecil sekali ‘yah, Dok?” ujar Rayden lagi yang kagum begitu melihatnya.
“Tentu saja, Ray! Dulu Luca dan Lucia juga sekecil itu, saat pertama kali aku tahu bahwa aku sedang mengandung mereka,” sahut Zhia yang teringat kenangannya saat mengandung si kembar.
“Maaf, aku tidak berada di sampingmu waktu itu,” ucap Rayden dengan penuh penyesalan.
“Tidak apa. Yang dulu sudah berlalu yang terpenting sekarang kau ada disampingku dan triple baby, bukan?” Zhia pun mencoba menghibur Rayden yang mulai tampak murung itu.
“Semuanya sangat baik! Sirkulasi fetal telah berfungsi secara penuh. Traktus renalis mulai berfungsi, terdapat refleks menghisap dan menelan dari ketiganya. Genetalia eksterna sudah mulai tampak, tetapi kali ini masih belum dapat ditetapkan jenis kelaminnya.”
Dr. Lena kembali menjelaskan sembari membersihkan sisa gel yang ada di atas perut Zhia karena proses USG nya telah selesai.
Setelah itu, Dr. Lena mengambil hasil USG nya dan beberapa foto janin yang tadi diambil selagi memeriksa.
“Sekarang saya sudah bisa memastikan bahwa ibu dan ketiga janin Nyonya Zhia baik-baik saja. tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan. Tapi, … Untuk pertanyaan Tuan Rayden sebelumnya, lebih baik jangan melakukan olahraga malam dulu. Karena itu cukup berbahaya pada janin pada trimester pertama ini,” ujar Dr. Lena.
Dengan kata lain, menurut dia, usia kehamilan di bawah 3 bulan termasuk masa rawan untuk terjadinya gangguan perkembangan janin maupun plasenta.
Sementara, berhubungan badan diketahui bisa memicu terjadinya kontraksi pada rahim yang dapat mengakibatkan gangguan implantasi embrio.
"Kantung kehamilan berserta embrio dan plasentanya dapat terlepas saat terjadi kontraksi pada rahim," jelas Dr. Lena.
Dr. Lena menyarankan lebih baik ibu hamil melakukan hubungan intim di atas usia kehamilan 16 minggu. Alasannya, usia kehamilan tersebut sudah lebih aman atau lebih kuat.
"Namun kondisi tiap wanita atau tiap kehamilan bisa berbeda-beda tergantung dari kualitas embrio, dan kualitas implantasinya," terang Dr. Lena.
Saat ditanya terkait batas atas usia wanita hamil boleh berhubungan badan, Andy menjawab, tidak ada batasnya. Artinya, wanita dengan usia kehamilan 8 bulan boleh saja berhubungan badan.
Hanya, dia mengingatkan bahwa ****** dari pasangan mengandung senyawa prostaglandin yang bisa merangsang terjadinya persalinan.
"Tidak ada batasan wanita hamil boleh berhubungan badan, namun para pasangan kiranya perlu tahu dan mewaspadai bahwa ****** mengandung senyawa prostaglandin," jelas Dr. Lena.
Rayden dan Zhia pun mendengarkan dan menyimak penjelasan Dr. Lena dengan sangat serius. Begitu juga dengan Dr. Ian yang masih berada di sana yang sedari tadi hanya diam dan memperhatikan.
“Apa sekarang sudah jelas, Tuan dan Nyonya?” tanya Dr. Lena memastikan.
“Terima kasih, Dok!” ucap Zhia yang sebenarnya sedikit malu, karena Rayden tiba-tiba saja menanyakan hal seperti itu.
“Sama-sama, Tuan dan Nyonya! Ini hasil pemeriksaan hari ini, semoga semuanya lancar terus sampai bayinya lahir ’yah?”
Dr. Lena pun menyerahkan hasilnya pada Rayden dan Zhia.
“Ouhya, … Ini juga ada resep beberapa vitamin yang sangat baik dikonsumsi oleh ibu hamil. Silahkan di tebus dibalai obat ‘yah!” lanjutnya lagi sembari memberikan secarik kertas pada Zhia.
“Terima kasih banyak, Dok!” ucap Zhia lagi.
“Dr. Lena bisakah anda memberikan resep juga untuk suaminya Nyonya Zhia ini. Menurut saya, kali ini Nyonya Zhia kali ini mengalami kehamilan Simpatik. Dimana sang suami yang akan mengalami tanda-tanda ibu hamil pada umumnya.”
Tiba-tiba Dr. Ian menyela dan memberitahu Dr. Lena mengenai kecurigaannya terhadap penyakit Rayden kali ini.
“Benarkah? Apakah Tuan selalu merasa mual atau ingin muntah, Sakit perut atau kram, Perut kembung dan Nyeri Ulu hati, Perubahan nafsu makan, Sakit Punggung, Gangguan pernapasan dan Iritasi pada saluran kencing?”
Sama halnya dengan istri yang sedang mengandung, suami yang mengalami kehamilan simpatik dapat merasakan beberapa gejala fisik. Karena itulah Dr. Lena menanyakan dan menyebutkan semua gejala fisiknya.
“Ouh, … Benar sekali. Aku pikir karena efek kelelahan saja, sampai tadi pagi aku terus muntah tanpa sebab!” seru Rayden yang membenarkan perkataan Dr. Lena dengan penuh keyakinan.
“Selain gejala itu, apakah anda juga mengalami Perubahan suasana hati atau yang sering disebut moodswing, Gangguan pola tidur atau susah tidur, Kecemasan, Turunnya gairah olahraga malam dan Depresi?”
Selain gejala fisik itu, kehamilan simpatik juga dapat ditandai dengan beberapa gejala psikologis. Sebab itulah, Dr. Lena juga menanyakannya pada Rayden.
“Benar sekali, Dok! Suami saya ini, suasana hatinya akhir-akhir ini terus berubah tidak menentu. Dia juga sering mencemaskan sesuatu yang tidak perlu dan gejala yang tadi dokter sebutkan sungguh dialami oleh suami saya akhir-akhir ini!”
Zhia pun dengan cepat membenarkan, apalagi mengingat kejadian semalam mengenai tingkah Rayden yang begitu manja padanya.
“Apakah termasuk turunnya gairah pada olahraga malam kalian?” ujar Dr. Lena yang hanya ingin menggoda Zhia dan Rayden saja.
“Maaf, tadi saya hanya bercanda!” sambung Dr. Lena disertai senyuman cerahnya.
“Saran saya hanya ada 3, pertama atasi tekanan pada psikologisnya. Kedua, Tingkatkan komunikasi antara suami istri dan ketiga, minta bantuan orang professional apalagi kalau sudah sampai tahap depresi,” ujar Dr Lena.
Note : Maaf kalau ada salah informasi yang saya sebutkan di atas. Karena saya bukan dokter dan informasi itu saya dapatkan melalui mbah google.🙏🙏😁
Bersambung,.......
...****************...
Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰
Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.
Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓
Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!
Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!
Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘