
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
Alice berlari bukan untuk mengorbankan dirinya sendiri demi menyelamatkan Alea. dia hanya ingin menghentikan aksi gila, wanita psikopat itu dengan mencoba merebut pisau tersebut dari tangan Alea.
Sehingga terjadilah sedikit perkelahian antara Sania dan Alice hanya untuk memperebutkan sebuah pisau.
“Lepaskan! Jangan bodoh dengan kau menyelamatkannya dia akan berterima kasih dan melihat ke arahmu,” ujar Sania yang berusaha mempertahankan pisau di tangannya.
“Kau yang jangan ikut campur!” seru Alice yang terus berusaha merebutnya.
“Aish, … Kalian berdua berhentilah bermain-main. Kalau mau membunuhnya ‘yah bunuh saja,” geram Fernand yang mencoba menghentikan tingkah kedua adiknya itu.
“Aku bilang lepaskan!” bentak Sania sembari mendorong Alice dengan kuat.
“Akhh, …”
Alea tiba-tiba merintih kesakitan, ketika tanpa sengaja pisau itu mengenai tangannya hingga darah segar meluncur deras dari lukanya itu.
Disaat itu juga, Will muncul seorang diri hanya dengan senjata api di tangannya. Namun sayangnya, Will harus melihat kekasihnya terluka dan pada saat bersamaan pisau itu telah berhasil di rebut oleh Alice.
Terlihat jelas dari sorot mata Will bahwa dia menganggap Alice sebagai salah satu bagian Fernand. Menyadari tatapan kebencian dari pria yang di cintainya, Alice hanya bisa terdiam sambil menitikkan air matanya.
“ALEA!!!” teriak Will histeris, saat menyadari kekasihnya terluka.
“Beraninya kalian mengacau di tempat ini dan melukai tunangan ku,” lanjut Will yang di penuhi oleh kemarahan.
Menyadari kedatangan Will yang mengarahkan senjata api ke arah mereka, Sania pun langsung merebut kembali pisau di tangan Alice dan menjadikan Alea sebagai tawanannya untuk mengancam Will.
“Turunkan senjatamu atau aku akan menyayat leher indah tunanganmu ini,” ancam Sania sambil terus menekankan pisau itu ke leher Alea dan secara tidak langsung menyuruh Will untuk menyerah.
“Will, jangan lakukan itu,” pinta Alea yang tidak mau melihat Will tidak berdaya demi dirinya.
Sesaat Will terdiam, dia dalam dilema besar. Jika dia mendengarkan permintaan Alea, maka sudah pasti tunangannya itu akan meregang nyawa tepat di depan matanya.
Dan jika menuruti perkataan Sania, maka bukan hanya nyawa saja yang akan menghilang tapi Alea dan semua orang yang berada di dalam Mansion itu akan mati.
“Cepat turunkan senjatamu atau kau ingin melihat tunangan mu mati, Hah?” ujar Sania yang semakin menekan leher Alea, hingga sedikit mengeluarkan darah.
“Baiklah, tapi lepaskan dia sekarang.”
Will pun menyetujui perintah Sania, dia pun langsung melempar senjatanya di depan Sania dan Fernand.
Namun, Sania malah masih tetap menjadikan Alea sanderanya. Sebab Sania tahu persis bagaimana kemampuan Will dan orang seperti apa dia.
“Kalian cepat tangkap dia,” perintah Sania pada anak buah Fernand untuk menangkap dan menjatuhkan Will agar tidak bisa memberontak lagi.
“Baik!” sahut mereka yang langsung menundukkan Will.
“Wahh, …Adikku memang terbaik,” puji Fernand yang harus mengakui kemampuan adiknya itu.
...****************...
Disisi lain, Thunder yang telah lama mencari keberadaan Jaydon akhirnya menemukan tempatnya bersembunyi juga. Karena situasinya yang sedang tidak beruntung, Jaydon tertangkap anak buah Thunder dengan mudahnya.
“Akhirnya aku menangkap mu juga,” ujar Thunder dengan seringai jahatnya.
“Jangan bergerak atau peluru ini akan bersarang di kepalamu,” lanjut Thunder sambil mengarahkan senjata apinya pada Jaydon.
“Aish, … Dasar sialan!” umpat Jaydon denga kesal.
Akan tetapi, tidak seperti Will yang tidak bisa melawan karena nyawa Alea menjadi taruhannya. Begitu menyadari keberadaanya terpojok, dia langsung menyerah balik dengan membabi buta. Perkelahian di antara Jaydon dengan Thunder dan anak buahnya pun tidak dapat terelakan.
Meskipun kalah jumlah dan situasinya yang kurang mendukung, Jaydon tetap melakukan perlawanan terbaiknya hingga sempat memukul mundur Thunder dan menumbangkan anak buahnya.
Jaydon tetap berjuang semampunya, meskipun musuhnya terus berdatangan dan membantu Thunder.
...****************...
Mansion yang tadinya tampak indah, mewah dan di penuhi wangi bunga sekarang tampak suram. Bahkan suara jeritan kesakitan, bau anyir darah serta pemandangan mayat terlihat di mana-mana.
“Felix, kita harus terus maju! Kita harus ke ruangan rahasia sekarang,” perintah Noland di sela pertarungannya.
“Baik, Tuan! Silahkan anda duluan, aku akan membuka jalan untuk anda,” sahut Felix yang sedang sediki kewalahan menghadapi serangan anak buah Fernand yang tiada habisnya.
“Okay, cepatlah menyusulku di belakang,” ujar Noland yang terus berjalan memasuki Mansion dan menyerahkan yang di luar pada Felix.
“Okay,” sahut Felix singkat masih fokus menghalangi anak buah Fernand yang berniat mengejar Noland.
Ketika itu juga, Levi dan anak buahnya juga tiba di Mansion dan langsung bergabung memberantas para serangga itu.
Dengan kemampuan Levi, dia pun dengan mudah menerobos para anak buah Fernand yang berusaha menghalanginya. Hingga dia bertemu dengan Felix yang sedang terdesak dan hampir saja terbunuh oleh salah satu musuh.
“Hati-hati di belakangnya, jangan sampai terkecoh musuh yang ada di depanmu,” ujar Levi sedikit memberi nasehat setelah membantu Felix menggagalkan pembunuhan itu.
“Akhirnya kau datang juga! Cepatlah menuju ke ruangan rahasia, Tuan besar sudah terlebih dahulu masuk kedalam,” jelas Felix yang menyuruh Levi untuk menyusul Noland karena takut sesuatu yang buruk terjadi pada Tuannya.
“Baiklah, selamat menggila di sini!” ujar Lei yang langsung berlari masuk ke dalam Mansion dan meninggalkan Felix begitu saja.
Dan benar saja, di dekat ruang kerja milik Rayden Noland sedang berhadapan langsung dengan Thunder yang tadi hampir saja menghabisi Jaydon yang tampak sudah tidak berdaya. Levi pun segera menghampiri Jaydon yang telah babak belur dan terlihat sekarat.
“Jay, di mana Will?” tanya Levi dengan khawatir.
“Dia pasti ada di ruangan rahasia. Cepatlah ke sana, karena di sana juga ada Alea dan yang lainnya yang masih terkurung,” jelas Jaydon sembari menahan sakit pada seluruh tubuhnya.
“Aku akan segera ke sana setelah membantu Tuan besar,” ujar Levi yang melihat Noland juga sedang terdesak.
“Jangan hiraukan aku, cepatlah temui Will! Aku hanya sedikit pemanasan saja sekarang, karena terlalu lama pension. Jangan khawatirkan yang di sini, karena aku yang akan mengurusnya!” seru Noland yang mendengar perkataan Levi.
“Pergilah, aku juga akan membantu Tuan besar di sini,” desak Jaydon yang berusaha kembali bangkit.
“Berhati-hatilah,” pesan Levi, setelah itu dia langsung melesat menuju ke ruangan rahasia yang di maksud.
“Matilah kalian yang berani menyentuh kakakku!” geram Levi.
“Akhhhh, ….!”
Teriakan kesakitan terdengar dari salah satu anak buah Fernand yang berniat ingin menusuk Will.
Levi yang melihat Will dalam bahaya segera mengambil sebilah pedang yang terpajang di gudang persenjataan yang di laluinya dan segera mengayunkannya, hingga tangan yang sedang mengarahkan pisau itu pada Will langsung terputus.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...