Willea

Willea
125. Pasukan menggila, Raja iblis!



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Saya tidak apa-apa, Nona kecil! Bisakah kita menyelesaikan mereka terlebih dahulu?”


Rasa sakit pada lukanya tidaklah seberapa di bandingkan perasaan sakit hatinya melihat Nona kecilnya menangis.


Tatapan mata Levi pada Sania dan anak buahnya seakan mengatakan bahwa sekarang waktunya mereka akibatnya.


“Kak Levi, benar! Kita harus membereskan mereka terlebih. Luci tidak akan memaafkan orang-orang yang telah menyakiti Kak Levi-ku,” ujar Lucia menatap tajam pada Sania.


Begitu juga Levi yang sudah menyimpan kemarahannya sejak tadi.


Menatap tajam pada Richo dan Sania, seraya berkata, “Sesuai yang aku katakan sebelumnya. Siapapun yang berani menyentuh Lucia-ku, maka kematian yang menunggunya!”


“Hahaaa, … Jangan bermimpi kalian berdua bisa mengalahkan diriku yang mempunyai banyak anak buah di sini.”


Sania masih meremehkan, belum tahu saja kalau dewa kematian Levi menggila maka semuanya musuhnya akan menggila. Terlebih lagi anak raja iblis berada di sampingnya, Lucia yang kemampuannya telah di akui oleh ketua mafia dan mantan ketua mafia sebelumnya.


“Haah? Kita lihat kepercayaan dirimu itu,” tantang Levi menunjukan senyuman meremehkan pada Sania.


“Kami berdua sudah cukup untuk melawan semua orang dungu dan idiot seperti kalian! Biar Luci ingatkan, sebaiknya cari tahu seberapa kuat lawanmu sebelum bertarung jika tidak ingin mati sia-sia,” ujar Lucia menunjukan sisi tersembunyi nya yang bahkan Levi sendiri baru melihatnya.


“Banyak bacot! Kalian semua, cepat bunuh mereka!” perintah Sania pada para anak buahnya.


Pertarungan dua lawan banyak pun tidak terhindarkan lagi. Seperti yang di katakan Sania, anak buahnya memang sangat banyak hingga membuat Levi dan Lucia terkepung, lalu sedikit tersudut dengan banyaknya jumlah musuh.


Si dewa kematian Levi pun semakin menggila, begitu juga dengan Lucia yang menggunakan pedangnya untuk membunuh musuhnya.


Levi dan Lucia bekerjasama dengan sangat baik, jika Levi sedang menggila maka tugas Lucia yang akan melindungi di belakangnya. Dan jika Lucia yang menyerang, maka Levia kan segera membantunya.


Seorang Levi tidak akan membiarkan Nona kecilnya terluka sedikitpun, karena itulah terkadang dia menggunakan bagian tubuhnya untuk melindungi Lucia dari serangan musuh yang tidak terduga.


Sementara Sania hanya memperhatikan pertarungan tersebut bersama dengan Richo sembari mengukur kemampuan Levi dan Lucia.


“Sial! Bagaimana bisa kemampuan mereka sehebat itu,” decak Sania yang mengingat perkataan terakhir Lucia kepadanya.


“Gawat, sepertinya mereka tidak bisa menghabisi anak sialan itu. Lebih baik aku meninggalkan tempat ini, sebelum aku juga mati sia-sia di sini,” batin Richo yang memikirkan cara untuk melarikan diri.


Sania melihat dengan mata kepalanya sendiri, anak buahnya satu persatu mati di tangan Levi dan Lucia. Sania pun segera mengambil sebilah pedang dan menjadikan Lucia sebagi targetnya. Dia pun ikut terjun bertarung dan terus menyerang pada Lucia secara membabi buta.


“Apapun yang terjadi, aku harus menjadikan tubuhmu sebagai bonekaku!” ujar Sania.


Dia mengarahkan pedangnya untuk menusuk Lucia dari belakang. Beruntung Levi menyadari penyerangan Sania tepat waktu, dia pun segera melemparkan kursi yang tadi di gunakan Lucia untuk duduk ke arah Sania.


“Berani menyentuhnya, kau akan mati! Bukankah aku sudah mengingat berulang kali padamu?”


Tatapan membunuh Levi pada Sania semakin terlihat jelas melalui sorot matanya. Namun, Sania tidak memperdulikannya.


Sebab yang dia inginkan hanyalah tubuh Lucia untuk menjadi salah ssatu koleksi terbaiknya. Sehingga pertarungan menegangkan antara Levi dan Sania terjadi.


Pertarungan menegangkan dan tak kalah serunya juga terus terjadi di sekitar kediam Sam Joseph. Dimana Rayden, Will, Jaydon dan yang lainnya sedang sama menggilanya.


Sementara Luca masih di dalam mobil, mengendalikan drone untuk menemukan keberadaan para musuh dan juga adiknya.


“Waah, … Ini sangat gila! Mereka bahkan menyiapkan banyak orang hanya untuk membunuh kita,” ujar Jaydon yang masih bisa bercanda di tengah pertarungan melalui alat komunikasi jarak jauh yang sudah terhubung satu sama lainnya.


“Tuan muda, bolehkah saya bergabung! Seperrtinya Jaydon dan yang lainnya sangat bersenang-senang?” pinta Felix yang sedikit bosan, karena jalannya sudah di amankan oleh yang lainnya.


“Tidak! Tetap fokus melindungi Luca, sebentar lagi kita akan sampai di mansion utama.” Dengan tegas Rayden menolak pemintaan tersebut.


“Bagaimana dengan lokasi musuhnya, Luca?” tanya Rayden masih melalui sambungan alat komunikasi jarak jauh yang telah saling terhubung.


“Di depan masih banyak lagi dan untuk musuh utamanya, kini mereka semua bersiap di depan kediaman utama, sepertinya mereka berniat membuat jebakan dengan mengandalkan adanya banyak pasukan yang bersembunyi di belakangan Mansion.”


Luca masih menjelaskan situasinya secara mendetail dan semua orang mendengarkan sembari masih bertarung.


“Mike! Nick, kalian masih mendengarkan bukan?” Rayden memastikan, karena keduanya masih diam tidak melaporkan apapun.


“Ya, kami mendengarkan Tuan muda,” sahut Mike dan Nick bersamaan.


“Dimana kalian? Apakah sudah sampai di lokasi yang di maksud Luca?” tanya Rayden lagi.


“Belum, Tuan! Karena mengambil jalan memutar, jadi kita membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk mencapai lokasi,” jelas Mike sekaligus mewakili Nick untuk menjawab.


“Bergeraklah lebih cepat dan bereskan semuanya!” perintah Rayden yang mengartikan bunuh semuanya yang berani menghalangi jalan kalian.


“Baik, Tuan!” sahut Mike dan Nick serentak.


Pertarungan kembali berlanjut, Will sedang menikmati tugasnya dengan sangat baik. Kali ini, Will menargetkan Sania untuk mati di tangannya sendiri. Sebab karena perbuatan Sania, kekasihnya menjadi di curigai semua orang atas kemalangan yang menimpa Zhia.


Dan juga karena Sania pula dia harus merendahkan dirinya sendiri, di pukuli hingga hampir mati oleh Fernand dan anak buahnya. Sementara Jaydon terus menargetkan Thunder, musuh bebuyutan sejak pertama kali mereka bertemu.


Mereka membabat habis semua yang mengganggu dan manghalangi jalan mereka. Hingga tibalah, Rayden melihat keberadaan musuh utamanya yaitu Fernand yang seperti sudah menunggu kedatangannya di sana.


Terlihat Fernand memandang rendah Rayden dan berkata dengan angkuh, “Majulah, akan aku pastikan kau mati hari ini!”


Rayden memang tidak bisa mendengar perkataan Fernand, kerena memang jarak mereka yang masih cukup jauh. Akan tetapi, Rayden dapat melihat dengan jelas gerakan bibir Fernand yang sedang merendahkannya.


Emosi Rayden sudah memuncak karena merasa di tantang.


Rayden terus menatap Fernand dengan tatapan membunuh dan berkata, “Beraninya kau menunjukan wajah sialanmu di hadapanku! Tunggulah, aku akan datang menghampirimu sebagai utusan dari neraka. Karena aku akan memastikan kau mati secara perlahan dengan cara yang paling menyakitkan."


Sesudah saling melontarkan tatapan membunuh, Rayden kembali melangkah maju. Tanpa di duga oleh Fernand, Rayden dengan mudahnya membereskan semua anak buahnya yang berusaha menahannya.


Hingga pada saat Rayden tinggal beberapa meter lagi dia bisa menghajar Fernand, terdengar suara tembakan beruntun yang mengarah pada tubuhnya dari balkon lantai dua.


“Tuan, awas!” seru Will yang segera mengamankan tuannya.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...