
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Hah? Kau sedang pamer padaku sekarang? Woahh, … Aku tidak percaya kau pamer bermesraan di hadapan seorang Levi.”
Levi tidak percaya Will melakukan itu di depan mantan seorang playboy cap kakap.
“Aaah, … Benar, aku sesaat melupakan kalau dulu kau seorang playboy kelas tinggi. Seharusnya aku pamer pada Felix dan Jaydon saja, Hahaaa, ….” ujar Will sembari tertawa bahagia.
“Hay, maksudmu apa berkata seperti itu? Mau aku hajar, Hah!” seru Felix.
Tiba-tiba dua orang yang di sebutkan muncul bersamaan dengan tampang yang sepertinya tidak bersahabat.
Jaydon dan Felix yang berhasil membereskan masalah tawanan dan klan setelah beberapa hari lamanya, kini di panggil kembali oleh Rayden untuk tugas selanjutnya.
“Kalian berdua benar-benar pengkhianat! Kami pikir kalian berdua sangat setia kawan, tapi apa sekarang? Kau menyembunyikan rahasia yang sangat besar pada kami. Dan kau bertunangan dengan Alea tanpa memberitahu kami terlebih dahulu. Kalia berdua memang pengkhianat terburuk,” cecar Jaydon seraya menunjuk Levi dan Will bergantian.
Mereka benar-benar merasa terkhianati oleh Will dan Levi, seakan mereka merasa selama ini kedekatan mereka bukan apa-apa. Levi dan Will hanya bisa terdiam, bicara pun tidak akan di dengarkan lagi oleh mereka.
“Maaf, semua ini karena aku yang ingin menyembunyikan dulu dari kalian semua! Aku tidak pernah memikirkan perasaan kalian semua,” ucap Alea menengahi.
“Haaah, … Sudahlah, bagaimana pun juga itu masalah pribadi kalian berdua!” sahut Jaydon akhirnya mengalah dan mengerti, jika itu keinginan Alea dan bukan Will.
“Hay, Lea!” seru Karina yang langsung menyapa sahabatnya begitu dia datang dan berlari menghampirinya.
“Ouh, … Selamat pagi semuanya,”
Tidak lupa dia juga menyapa semua orang yang berada di sana dan yang lainnya pun membalas sapaan itu.
...****************...
Disisi lain, Alice yang sedari tadi hanya diam memperhatikan kemesraan Will dan Alea sudah mulai tidak tahan menahan kemarahan di hatinmya. Dia pun memutuskan untuk masuk terlebih dahulu melewati kumpulan itu tanpa menyapa seperti biasanya.
“Bukankah itu Alice? Ada apa dengannya hari ini?” tanya Felix yang merasa aneh dengan sikap Alice yang tidak biasanya.
“Aku tidak tahu dan tidak mau tahu. Lebih baik kita juga masuk sekarang!”
Levi sebenarnya sangat tahu apa alasan yang membuat sikap Alice berubah, begitu juga dengan Will, Alea dan Karina yang menyadari ketertarikan Alice pada Will. Kemudian, Levi pun segera melangkah kakinya untuk masuk kedalam Mansion.
“Levi, benar! Ayo, kita masuk sekarang,” ujar Will yang tidak mau terlalu memikirkannya.
Begitu juga dengan Will yang membawa Alea untuk masuk di susul oleh Karina di belakangnya. Meninggalkan Felix dan Jaydon yang masih bertanya-tanya apa yang sedang terjadi dengan mereka semua. Lagi-lagi hanya mereka berdua yang tidak mengetahui gossip terkini.
“Bukankah ini aneh, Jay?” tanya Felix.
“Entahlah, tapi aku merasakan sesuatu yang tidak beres,” jawab Jaydon.
Dan akhirnya mereka berdua pun menyusul untuk masuk ke dalam Mansion. Begitu tiba di dalam, seperti biasa keluarga Xavier sedang sarapan bersama. Akan tetapi, kali ini Zhia belum kelihatan sama sekali.
“Selamat pagi semuanya!” sapa Levi dengan penuh semangat.
“Selamat pagi, Kak Levi! Cepat duduk di samping Luci.”
Seperti biasa Lucia selalu menjadi orang pertama yang membalas sambutan Levi dengan penuh senyuman manisnya. Dan karena sudah sepeti rutinitasnya, Levi pun segera duduk di tempat yang di tunjuk Lucia.
“Sayang, kita jangan mau kalah dengan Will dan Alea! Lihatlah mereka berdua sudah bagaikan lem dan prangko saja,” ujar Noland begitu melihat Will yang tidak mau berjauhan dari Alea.
“Hehehee, … Tuan besar bisa saja,” sahut Will malu-malu.
“Astaga, ini anak! Cano, lihatlah tidak tahu malunya dia!” seru Noland yang merasa jengkel melihat kebucinan Will.
“Biarkan saja, Pah! Maklum dia ‘kan baru merasakan rasanya tidak jomblo lagi,” sahut Rayden yang malah mengejek Will secara langsung.
“Jangan begitu ‘dong, Tuan muda!” Will terlihat malu-malu.
Rayden mengabaikan perkataan Will, dia malah memerintahkan Alea, Karina, Sania dan Alice untuk memastikan keadaan Zhia yang belum muncul juga.
Sebenarnya Rayden ingin menjemput Zhia sendiri, tetapi ada sesuatu yang ingin bicarakan dengan Felix dan Jaydon.
“Baik, Tuan muda!” sahut Alea dan yang lainnya serentak.
“Hmmm, … Jaga istriku dengan baik,” tegas Rayden.
Setelah itu, Alea dan yang lainnya pun langsung naik ke atas. Alea menjadi orang terdepan yang menaiki tangga, tetapi di antara ketiga orang dibelakangnya diam-diam meneteskan minyak goreng di atas anak tangga.
Namun, ketika mereka baru saja sampai di lantai atas Zhia muncul dengan membawa beberapa berkas. Sebab hari ini adalah jadwal untuk memeriksakan kandungannya pada dokter sekaligus dimana mereka akan mengetahui baby gendernya.
Dengan sigap Karina langsung mengambil alih barang bawaan Zhia, sedangkan Alea membantu Zhia menuruni tangga dengan sangat hati-hati.
Namun, saat sudah berada di tengah perjalan Alice tiba-tiba membayangkan Alea tewas akibat terjatuh dari tangga. Disaat itulah, keinginan untuk melukai Alea kembali terlintas di pikiran Alice.
Lagi-lagi, akal sehat Alice kembali di kalahkan dengan egonya yang ingin memiliki Will. Disaat yang bersamaan, Rayden pun berniat meninggalkan ruang makan untuk mendengarkan laporan dari Felix dan Jaydon.
“Felix dan Jaydon, kalian berdua ikut ke ruang kerjaku sekarang.”
Rayden kembali memberikan perintah yang kali ini ditunjukan kepada Felix dan Jaydon. Kemudian, Rayden pun beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju ruang kerja pribadinya di ikuti oleh Felix dan Jaydon, sementara yang lainnya masih menunggu di ruang makan.
Brughh, ….
“AAAAKHHH, ….!!!”
“Aaakhhh, … To-toolong, perutku sakit sekali.” Suara rintihan Zhia terdengar sangat kesakitan.
“NYONYA!!!” teriak Alea dan yang lainnya dengan panik memanggil Zhia.
Akan tetapi, belum terlalu jauh Rayden melangkahkan kakinya. Tiba-tiba terdengar teriakan Zhia dan Alea yang cukup melengking di sertai terdengar bunyi seperti benda jatuh yang cukup keras. Tak lama kemudian, disusul oleh rintihan kesakitan dari istrinya dan teriakan Alea dengan yang lainnya.
Seketika itu juga Rayden segera berbalik arah dan berlari menuju sumber teriakan tersebut. Begitu juga dengan yang lainnya yang berada di ruang makan, mereka langsung berlari menuju sumber teriakan.
Dan betapa terkejutnya mereka, ketika melihat Zhia yang tengah tersungkur menahan sakit sembari memegangi perutnya.
“ZHIAAA!!!” teriak Rayden sangat panik melihat keadaan istrinya. Dia pun segera meraih tubuh Zhia kedalam pelukannya.
“MAMAHH!!!” Disusul dengan teriakan si kembar yang sama paniknya dengan papah mereka.
“ZHIII, ….” Bersamaan teriakan Noland dan Julia.
“NYONYA MUDAA!!!” Begitu juga Will dan yang lainnya.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...