
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Bu-bukan begitu maksudku,” ujar Alea yang menjadi terbata-bata dan salah tingkah oleh sikap Will.
“Lalu?” sahut Will singkat masih dengan tatapan lekatnya pada Alea.
Alea terdiam sembari menundukan kepalanya, dia sangat malu pada Will tanpa alasan yang jelas kenapa dia harus bersikap seperti itu. Will cukup lama menunggu perkataan apa lagi yang akan di ucapkan oleh wanita yang masih di cintainya.
“Masuklah dulu, kita bicara di dalam saja.” ujar Will yang akhirnya mempersilahkan Alea untuk masuk kedalam kamarnya.
Tanpa mengatakan apapun Alea mengikuti Will masuk ke dalama kamar itu. Kamarnya terlihat sama, tetapi yang menjadikan kamar itu lebih specila di mata Alea karena ada sosok Will yang bagaikan lukisan indah di sana.
“Ada apa? Duduklah, aku harus menyelesaikan beberapa berkas untuk di laporkan kepada Tuan muda. Jadi, bisakah kau menunggu dengan tenang?”
Will yang hampir selesai dengan laporan penyelidikannya, akhirnya terpaksa harus membuat Alea menunggu. Karena laporannya lebih penting dari apapun.
Sebenarnya Will juga menyadari perubahan sikap Alea setelah dia mempraktekkan saran dari Felix, tetapi dia berpura-pura tidak menyadari akan perubahan itu dan masih bersikap cuek kepada Alea.
“Baiklah, Tuan Will! Anda santai saja, saya akan menunggu sampai anda selesai dengan pekerjaan anda itu,” sahut Alea sembari menunjukkan senyuman termanisnya.
“Ada apa dengannya kali ini,” gumam Will yang menjadi heran sendiri dengan sikap Alea yang sangat penurut itu.
Namun, Will tidak terlalu memperdulikannya keselamatan semua orang terdekatnya di negara A sedang terancam dalam bahaya.
Dia harus fokus melaporkan hasil penyelidikannya terlebih dahulu kepada Rayden agar bisa menangani masalah ini sebelum terlambat.
Will langsung mengirim berkas penemuannya itu melalui email, dia pun segera menghubungi Rayden melalui sambungan telepon.
Will melakukan itu bertujuan agar Rayden segera mengambil tindakan perihal masalah kelompok mafia dan gangster itu.
Sementara itu, Rayden tengah menepati janjinya kepada Zhia dengan menceritakan semua masalah yang harus membuatnya terlibat lagi dengan dunia mafia.
Rayden mengatakan segalanya tanpa ada satu pun yang dia sembunyikan bahkan mengenai identitas Levi yang sebenarnya dan tugas Will serta Alea di negara K.
“Sayang, apa kau marah karena aku kembali terlibat dalam dunia gelap itu?” tanya Rayden yang ingin memastikan pemikiran Zhia sebelum dia menceritakan semuanya.
“Tergantung apa alasanmu, sayang! Bukankah kau berjanji akan menceritakan semuanya kepadaku malam ini?” ujar Zhia yang terlihat sedang menanti penjelasan dari suaminya itu.
“Sepertinya banyak hal yang harus aku jelaskan kepadaku, sayang! Jadi, mana dulu yang harus aku ceritakan padamu?”
Rayden sendiri bingung harus memulai ceritanya dari mana, karena semua itu terjadi secara tiba-tiba dan saling berkaitan. Oleh karena itu ‘lah, Rayden ingin Zhia menanyakan satu persatu yang membuatnya sangat penasaran dulu.
“Ehmmm, … Bagaimana dengan kejadian penyerangan di taman waktu itu?”
Zhia pun ingin mengetahui tentang alasan penyerangan di taman yang hampir membahayakan putrinya itu. Sebab itu kejadian itu yang paling mengganggu pikiran dan perasaannya selama ini.
“Kejadian penyerangan itu di tunjukan kepada Levi dan pria yang terkena tembakkan itu. Putri kita hanya kebetulan saja terjebak dalam situasi itu, karena ingin mencari Levi,” ujar Rayden menjelaskan secara ringkas pada intinya saja.
“Levi? Apakah dia mempunyai begitu banyak musuh dari pada kamu yang ketuanya?”
Secara tidak langsung Zhia menyindir suaminya itu dengan telak, bahkan Rayden tidak percaya dengan perkataan Zhia barusan yang seakan menganggap dirinya pria jahat di dunia ini. Hal itu, membuat perasaan Rayden menjadi sedikit kecewa.
“Kenapa kau mengatakan hal seperti itu ‘sih, sayang! Memang benar, aku lebih memliki banyak musuh karena dulu aku seorang ketua mafia. akan tetapi, yang terjadi pada Levi itu sepertinya karena perebutan harta dan kekuasaan,”
Meskipun merasa kecewa karena Zjia mempunya pemikiran seperti itu, tetapi tidak bisa Rayden pungkiri kalau dia memang mempunya banyak musuh.
Namun, dia harus menjelaskan penyerangan pada Levi itu murni berkaitan dengan identitas Levi yang sebenarnya.
“Perebutan harta dan kekuasaan? Maksudnya?” ujar Zhia yang tidak memahami penjelasan Rayden kali ini.
Zhia seketika tercengang begitu mengetahui bahwa Levi ternyata bukan orang biasa dan statusnya bahkan hampir setara dengan Rayden.
Selama ini Zhia hanya mengira bahwa Levi sejenis preman yang di pungut oleh Rayden, karena penampilannya yang cukup serampangan dan juga terlihat suka bermain wanita malam.
“Jadi, Levi benar-benar orang kaya? Tapi kenapa dia malah memilih menjadi anak buahmu, sayang?” ujar Zhia yang semakin tertarik dengan identitas Levi dan masa lalunya.
Namun, tiba-tiba ponsel Rayden berdering dan menunjukkan kalau Will yang sedang mencoba menghubunginya.
Tanpa pikir panjang lagi, Rayden langsung menerima panggilan itu. Sudah pasti Will telah menemukan informasi yang sangat penting, hingga dia langsung menghubunginya larut malam begini.
“Hallo, Tuan muda!” sapa Will begitu sambungan telepon itu terhubung.
“Ada apa? Apa kau sudah menemukan sesuatu?” ujar Rayden yang lebih tertarik dengan informasi yang ingin di sampaikan oleh Will padanya.
“Tuan, bisakah anda memeriksa email anda sekarang!” pinta Will yang terdengar sangat serius dari suaranya.
“Tunggu sebentar!”
Rayden pun segera meraih laptopnya yang berada di atas nakas. Kemudian, Rayden langsung menyalakannya dan membuka pesan email yang di kirimkan oleh Will. Zhia hanya diam memperhatikan suaminya yang tampak sangat serius.
Seperti kata Luca, suaminya itu terlihat sangat keren dan semakin tampan saja saat sedang bekerja meskipun hanya mengenakan setelan baju tidur. Baju tidur itu malah membuat Rayden terkesan lebih seksi di mata Zhia.
“Suami memang yang paling tampan di dunia,” gumam Zhia yang terpukau melihat sosok Rayden.
“Apa maksudmu dengan mengirim semua informasi ini, Will?” tanya Rayden begitu melihat isi dari email yang di maksud oleh Will.
“Tuan, saya melihat mereka hari ini di bandara. Sepertinya kedatangan mereka berkaitan dengan Levi lagi, saya memang masih menduga tapi ini cukup berbahaya jika kita mewaspadai kehadiran mereka.”
Will menjelaskan kehawatirnya dengan kehadiaran dua kelompok itu, Rayden pun mengerti mengapa Will bersikap seperti itu.
Jika sudah ada turun tangan pihak lain, sepertinya Rayden sudah tidak bisa tinggal diam lagi dan hanya menyaksikannya saja.
“Aku mengerti, Will! Sepertinya aku memang harus kembali. Aku akan memcoba meminta ijinnya terlebih dahulu agar aku bisa fokus menangani masalah ini. Kau juga fokus aja dengan tugasmu di sana,” ujar Rayden yang menatap lekat pada Zhia.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...
Note : Sambil Menunggu update Willea. Silahkan kunjungi dan baca juga karya temanku, dia salah satu penulis dan sahabat paling kece loh. Cuzz, ... Jangan Lupa beri dukungan kalian juga 'yah!😉🥰