
Hay kak, seperti janji Author sudah kembali update. Meskipun belum bisa update banyak untuk sekarang, tetapi Author sedang mencoba bangkit dari keterpurukan yang sebelumnya.
Tapi mulai sekarang Author akan fokus dalam menulis, sehingga bisa update lebih dari biasanya. Doa 'kan saja Author selalu di beri pencerahan dalam menemukan ide menulis.
Dan sambil menunggu Willea update! Author kembali membawa rekomendasi Novel dari salah satu penulis hebat yang Author kenal.
Seperti di judul nama Author nya
...◦•●◉✿SkySal ✿◉●•◦...
Hayooo, .... Siapa yang sudah kenal dengan Author ini?
Kalau ada yang belum kenal, silahkan kenalan dan kunjungi karyanya yah! Misalkan karyanya yang satu ini, ....
...◦•●◉✿My Ustadz My Husband✿◉●•◦...
Biar tambah penasaran. 'Nih Author kasih spoiler cerita dari karyanya yah!🤭🤭🤭
Mekkah
Pria itu sedang memandangi layar ponsel nya yg menampilkan profil seorang gadis bernama Asma Azzahra. Gadis berusia 17 tahun dengan mata cokelat nya yg indah seolah akan menyihir siapa saja yg melihat nya, hidung nya yg mancung, bibirnya yg penuh dan mungil dengan kulit seputih susu membuat ia benar benar tampak bao bidadari.
"Cantik, seperti bunga yg baru mekar" gumam pria itu mengagumi gadisnya.
"Tapi ku dengar dia sedikit nakal, maksudku bukan nakal yg bagaimana, tapi tipe gadis ya sedikit bebas" pria itu menoleh pada asal suara itu yg tak lain adalah ayahnya "Ayo semua sudah menunggu mu di bawah"
"Abi, aku merasa gugup" ucap pria itu sambil memasang peci hitamnya.
"Ayo lah, ini hanya ijab kabul"
"Ini bukan 'hanya' Bi, ini adalah awal dari kehidupan ku yg sebenarnya, aku sedang membuka pintu dan akan segera memasukinya, dan tinggal disana untuk selama nya"
...
Bismillahirrahmanirrahim, Ananda Muhammad Yusuf Bilal" seru Abi Rahman.
"Saya, Bi!" sahut Bilal
"Saya Nikahkan dan Kawinkan engkau dengan putri kandung ku Asma Azzahra binti Kiai Haji Abdurrahman dengan mas kawin berupa, cincin emas dan perlengkapan sholat di bayar tunai!" tegas Abi Rahman sambil menyentak tangannya sedikit.
Bilal langsung menyambut dengan lantang, "Saya terima nikah dan kawinnya Asma Azzahra binti Kiai Haji Abdurrahman dengan mas kawin tersebut tunai!" sambut Bilal dengan lantangnya dan hanya dalam satu tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi?"
"Sah?!"
"Sah!" jawab mereka dengan serentak.
3 Bulan kemudian
"Assalamualaikum" sapa sang guru dengan suara beratnya.
" Waalaikumsalam, Ustadz" semua murid serempak menjawab begitu juga Asma meskipun ia tetap fokus pada tulisan tangannya tanpa sedikit pun tertarik pada guru baru nya.
"Hari ini ujian kalian adalah Hadits, bukan?"
"Benar, Ustadz" semua murid sekali lagi serempak menjawab, kecuali Asma.
Sang Ustadz memperhatikan Asma sekilas, kemudian ia berjalan mendatangi murid nya satu persatu untuk membagikan lembar ujiannya,
hingga sampai pada Asma.
"Apa tulisan ditangan mu itu adalah contekan?" terkejut dengan suara yg tiba tiba itu, Asma langsung meletakkan pena nya di meja dan mendongak. Dalam beberapa saat ia tertegun melihat gurunya yg sangat tampan dan berkharisma, apa lagi mata hitam nya itu seolah ingin menyesatkan Asma.
"Apa contekan, Zahra?" tanya sang guru sekali lagi dengan suara berat nya.
" Zahra?" Asma mengerutkan keningnya sambil mengucapkan kembali nama belakang nya "Nama saya Asma, Ustadz" jawabnya kemudian.
"Asma Azzahra, bukan?" Asma mengangguk "Tunjukan tanganmu!" Asma sedikit terkejut dengan nada bicara Ustadz baru nya itu, karena selama hidup, tidak pernah ada orang asing yg berbicara dengan nada tinggi dan tegas padanya, semua orang bahkan gurunya selalu berbicara dengan nada yg rendah. Asma pun menunjukan tangannya, dan itu bukan sebuah tulisan, ia menggambar bunga mawar di punggung tangannya.
"Asma tidak menyontek, Ustadz" serunya kesal. Sang Ustadz pun meninggalkan nya dan kembali ke depan tanpa sepatah kata pun.
"Ustadz, biasanya Ustadz baru selalu memperkenalkan diri terlebih dahulu" Ustadz itu mengambil spidol dan menuliskan namanya di papan.
Muhammad Yusuf Bilal.
"Sekarang mulai ujian kalian" ia berkata tegas. Namun kali ini Asma malah mengangkat tangannya.
"Ada pertanyaan lain, Zahra?" Asma sedikit bingung kenapa Ustadz nya itu memanggilnya Zahra namun ia mencoba mengabaikan hal itu.
"Nama panggilan nya siapa, Ustadz?"
"Bilal"
"Hm baiklah, Ustadz Bilal usia nya berapa?"
"30 tahun."
"Oh ya?" Asma bertanya seolah kecewa dengan jawaban sang Ustadz apa lagi dengan dahi yg mengkerut dan alis nya turun, tampak sangat kecewa.
"Kenapa? Apa ada yg salah?"
"Tidak, Ustadz. Tapi seandainya usia Ustadz Bilal 25 tahun, mungkin Abi bisa menjodohkan Ustadz dengan Asma" ucap Asma menahan senyum geli dengan candaan nya sendiri.
Gimana? Tambah penasaran 'kan? Kalau begitu, Ayo segera kunjungi novelnya dan berikan dukungan kalian yah?😉😉🥰