Willea

Willea
141. Keluarga Levi!



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


Pada saat Noland menjemput Rayden, di tengah jalan dia di hampiri oleh Will yang sudah terlihat rapi. Meskipun wajahnya terlihat sedikit memar di beberapa bagian, tapi tidak bisa mengalahkan ketampanannya.


“Tuan besar, apakah anda ingin menemui Tuan muda?" tanya Will sembari menghampiri Noland.


“Ouh, Will! Iya, apakah Cano masih di ruang rawat Zhia?” jawab Noland seraya memastikannya pada Will.


“Sepertinya begitu, karena saya belum melihat Tuan muda keluar sama sekali!” sahut Will yang terlihat sedikit bingung.


“Baguslah, aku harus segera membawanya pada Dokter,” ujar Noland yang segera mengambil langkah seribu.


Will yang menjadi penasaran akhirnya segera menyusul Noland dan mengikutinya di belakang. Saat Will ingin menanyakannya lagi, mereka sudah keburu sampai di ruang rawat Zhia dimana Rayden berada.


Benar saja, begitu Noland membuka pintu dia langsung melihat Rayden yang tengah mengancing kemeja yang akan di pakainya.


“Cano!” seru Noland begitu pintu terbuka.


“Ada apa? Apakah terjadi sesuatu pada Levi?” tanya Rayden yang langsung bertanya tentang Levi.


Noland sedikit terkejut ketika mendengar tebakan Rayden yang sangat cepat. Tanpa membuang waktu lagi, Noland pun segera memberitahu mengenai kondisi Levi.


Noland berkata, “Tepat sekali! Kau harus ikut Papah sekarang, Levi saat ini sedang membutuhkan darahmu.”


“Apa yang terjadi dengan Levi?” Will tiba-tiba menyela dan menanyakan hal yang sama.


“Hay, apa kau tidak mendengarnya tadi! Levi sedang dalam kondisi kritis dan membutuhkan donor darah secepatnya. Jadi, cepat Cano kita harus bergegas!” ujar Noland sembari menatap tajam pada Will, karena dia harus mengulang perkataannya.


Tak ingin semakin membuang waktu, Noland pun langsung saja menarik Rayden untuk mengikutinya.


Will pun segera mengikuti kedua tuannya, terlihat raut wajahnya sangat cemas begitu mendengar bahwa kondisi Levi saat ini sedang dalam keadaan kritis.


Noland pun segera menyerahkan Rayden pada salah satu perawat. Karena di kejar oleh waktu dan keadaan Levi yang semakin memburuk, transfusi darah itu di lakukan secara langsung pada pasien.


Rayden pun terpaksa memasuki ruang operasi, dimana Levi sedang terbaring tak sadarkan diri di sana.


“Levi, kau harus bertahan! Aku akan menemanimu di sini dan kau tahu bagaimana Lucia, bukan?” batin Rayden yang menatap Levi lekat, meskipun terhalang selembar kain di antara mereka.


Berkat bantuan transfusi darah dari Rayden, operasinya pun berjalan dengan lancar. Walaupun kondisi Levi masih dinyatakan stabil oleh dokter, tapi setidaknya dia sudah berhasil melewati masa kritisnya.


Dan sekarang Levi telah di pindahkan ke ruang perawatan khusus yang berada tepat di sebelah ruang perawatan Zhia dan Lucia.


“Bagaimana keadaan cucuku, Dok?” tanya Tuan Roman begitu Dr. Ian keluar dari ruang rawat Levi.


“Apakah kondisi Levi sudah jauh lebih baik?” tanya Noland menimpali.


“Kondisi masih belum stabil, tapi setidaknya dia sudah bisa melewati masa kritisnya berkat darah dari Cano,” jelas Dr. Ian.


“Ouh, … Aku merasa sangat pusing sekarang,” sahut Rayden yang tidak menyambung sama sekali. Mungkin dia bergumam dengan dirinya sendiri.


“Maaf, kami harus mengambil darahmu sedikit lebih banyak sesuai dengan yang Levi butuhkan! Lebih baik kau istirahat saja, aku akan menyiapkan satu ruangan untukmu,” ujar Dr. Ian merasa sedikit bersalah pada Rayden.


Tapi mau bagaimana lagi setahu dirinya hanya Rayden yang memiliki darah langka tersebut.


Rayden tampak tidak memperdulikan saran dari Dr. Ian. Dengan santainya Rayden berkata, “Tidak perlu! Aku akan melihat putriku saja.”


“Saya akan mengantar anda, Tuan muda!” ujar Will.


“Benar, Will! Kau jaga Tuanmu ini jangan sampai pingsan di jalan,” goda Noland dengan sengaja.


“Aku ingin memindahkan cucuku ke rumah sakit yang berada di negara kami. Apakah anda bisa menguruskan prosedurnya?” ujar Tuan Roman dengan serius.


Dr. Ian tidak kalah seriusnya. Dengan tatapan tajam dia menyindir, “Apa yang baru saja kau katakan? Apa kau ingin membunuh cucumu secara terang-terangan?”


Seketika Tuan Roman langsung tergagap, “A-apa maksudmu?”


“Maaf ‘yah! Aku sudah berusaha menghormatimu dengan bersikap sopan, tapi sekarang tidak bisa lagi, _....”


Belum selesai Noland berbicara, Rayden dengan tegas langsung menyelanya, “Aku yang seharusnya bertanya apa maksud anda meminta permintaan pemindahan pasien seperti itu, Hah?”


Terlihat jelas, Rayden sudah tidak bisa menyembunyikan kemarahannya lagi. Meskipun Tuan Roman memang benar kakek kandung Levi, tidak berarti keluarga Xavier sudah tidak berhak lagi atas dirinya.


Sebab karena Xavier ‘lah Levi bisa tumbuh seperti sekarang. Menjadi pria yang paling di takutkan di dunia mafia, pria yang mampu bertarung melawan ratusan. Bisa-bisa seorang kakek yang baru menemui cucunya selama bertahun-tahun, dengan mudahnya memutuskan apapun tentang Levi tanpa berdiskusi dulu dengan keluarga Xavier.


Dengan penuh percaya diri, Tuan Roman berkata, “Zaen adalah cucuku, _....”


Rayden pun segera menyela dengan tegas, “Sejak dia datang mendatangiku, dia telah resmi menjadi salah satu keluarga Xavier!”


“Benar, Levi sudah menjadi adikku sendiri!” sahut Will menimpali.


“Tepat sekali, Levi sudah aku terima sebagai cucuku!” Noland pun ikut-ikutan.


“Hay, kenapa cucu dan bukan anak?”


Sementara, Dr. Ian bertanya-tanya karena perkataan Noland terdengar cukup aneh di telinganya.


“Sudahlah, itu tidak penting! Yang pasti Zaen Levi sekarang merupakan seorang pasien yang kondisinya belum stabil. Dan aku menyarankan untuk tidak melakukan pemindahan pasien saat kondisinya masih belum stabil,” lanjut Dr. Ian menjelaskan.


“Meskipun kondisinya sudah di nyatakan stabil oleh dokter, aku tetap tidak akan mengijinkan Levi pergi sebelum pulih sepenuhnya,” ujar Rayden kembali mempertegas.


“Levi tidak akan pergi kemana pun sebelum mendapatkan ijin dariku!” lanjut Rayden dengan tatapan mengintimidasi.


“Atas dasar apa kau mengekang cucuku seperti ini. Saya adalah kakek kandungnya dan saya satu-satunya keluarga yang Zaen miliki, jadi tolong bersikap’lah sewajarnya,” protes Tuan Roman yang semakin menentang pendapat Rayden dan yang lainnya.


Melihat suasana yang semakin memanas, Dr. Ian pun mencoba untuk menengahi keduanya. Dengan berkata, “Kalian tolong berhenti berdebat! Ingatlah, bahwa kalian sedang berada di rumah sakit. Bisakah kalian hargai orang lain juga di sini?”


Namun, percuma saja Tuan Roman sepertinya tidak mau menyerah begitu saja.


Tuan Roman dengan penuh percaya dirinya berkata, “Kau! Kau seorang Dokter, bukan? Jadi, jelaskan padanya bahwa keputusan mengenai tindakan untuk pasien berada di tangan keluarga dan orang lain tidak berhak untuk ikut campur, bukan? Dan keluarga Zaen di sini adalah saya!”


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...