Willea

Willea
63. Pengawal Baru!



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Bukankah aku suamimu? Apa bedanya coba?” ujar Rayden yang tidak mau melewatkan kesempatan untuk menggoda istrinya itu.


Cup, … Cup, … Cup, … Cuup, ….


Rayden langsung saja mengecup kedua pipi Zhia, keningnya dan berakhir pada bibir mungil istrinya itu yang terlihat sangat terkejut dengan perbuatannya yang tak terduga.


Terlihat jelas wajah Zhia semakin memerah, karena merasa sangat malu di perhatikan banyak orang di sana.


“Apa yang kau lakukan tadi?” bisik Zhia dengan malu-malu.


“Menciummu, apalagi memangnya?” sahut Rayden dengan santainya, karena dia tidak peduli dengan tatapan orang lain.


“Apa kau malu?” bisik Rayden dengan nada menggodanya.


“Tentu saja, apa kau tidak malu dengan kelakuanmu itu?” seru Zhia yang masih tidak habis pikir dengan sikap santai suaminya itu.


“Jangan lupa, Zhi! Suamimu adalah pemilik dari perusahaan ini. Tidak akan ada yang satu orang pun yang berbicara buruk kepada pemimpinnya sendiri, kecuali orang itu ingin menjadi gelandangan di jalanan. Kau mengerti, sayangku?” ujar Rayden yang tersenyum melihat reaksi Zhia yang malu- malu kucing.


“Dan satu hal, selain menjadi pemilik perusahaan. Jangan lupakan juga, kalau aku adalah seorang ketua mafia. Aku bisa saja membunuh mereka yang berani mengatakan hal buruk terhadap keluargaku,” bisik Rayden yang langsung mendapat tatapan tajam dari Zhia.


“Jangan bercanda mengenai nyawa seseorang, Ray! Aku tidak mau mendengar lelucon seperti ini lagi darimu!” seru Zhia dengan penuh kemarahan.


“Baiklah, sayang! Maafkan aku, Jangan marah lagi ‘yah! Tidak baik untuk kandunganmu sayang, kalau marah lama-lama,” bujuk Rayden dengan rayuan mautnya.


“Ouhya, … Ayo, ikut aku sayang! Luca dan Lucia juga ikuti papah!” ujar Rayden kepada kedua anak kembarnya.


“Kita mau kemana, Pah?” tanya Luca yang penasaran.


“Kita akan memilih pengawal baru untuk kalian dan juga mamah kalian ini!” Rayden pun menjawabnya.


“Yeay, … Akhirnya kami bisa kembali bersekolah lagi! Yeay, … Yeay, ….”


Luca dan Lucia langsung berseru kegirangan mendengar dia dan mamahnya akan mendapat pengawal baru.


Sebab dengan kata lain mereka berdua akan di ijinkan untuk bisa bersekolah lagi dan bertemu dengan guru serta teman-temannya.


“Pah, cepat gendong Luca pergi ke sana!” seru Luca yang meminta Papahnya untuk menggendongnya.


“Baiklah, kemari sayangku!” ujar Rayden yang langsung membawa tubuh mungil Luca dalam gendongannya.


Sementara Lucia langsung berlari ke arah Levi dan berkata, “Kak Levi yang gendong Luci, karena papah sudah menggendong kakak dan mamah sudah menggendong adik kembar. Jadi, Kak Levi yang harus menggendong Luci!”


“Hah?”


Betapa terkejutnya Levi mendengar perkataan Rayden. Sekarang menatap Nona kecilnya saja, detak jantung Levi sudah seperti sedang berlari marathon.


Apalagi menggendongnya yang membuat wajah mereka akan semakin dekat satu sama lain.


“Apa yang kau tunggu, Levi? Cepat gendong putriku, jaga dia dengan baik. Kita sudah telat untuk melakukan seleksi,” ujar Rayden meskipun terdengar sedang merasa kesal, karena putrinya malah berlari pada Levi di bandingkan kepadanya.


Namun memang benar yang di katakan Lucia, bahwa dirinya tidak bisa menggendong kedua anak kembarnya secara bersamaan lagi. Sedangkan Zhia sedang mengandung tiga anak kembar sekaligus.


“Baik, Tuan!” sahut Levi yang terpaksa harus bisa mengendalikan detak jantungnya.


“Yeay, … Ayo, cepat kita ketemu kak pengawal barunya!” seru Lucia yang terlihat semakin semangat.


Mereka pun segera menuju keruangan dimana para calon pengawal akan di wawancara dan di seleksi.


Begitu memasuki ruangan itu, Rayden dan Zhia langsung di sambut hangat dan penuh keramahan. Baik dari para karyawan Rayden maupun para kandidat pengawal.


“Selamat datang Tuan dan Nyonya muda! Selamat datang Tuan dan Nona kecil!” Sapaan semua orang di ruangan itu memenuhi setiap sudut ruangan.


Lucia membalas sapaan sambil mengeluarkan senyuman termanisnya dan tidak lupa dia juga terus melambaikan tangan kepada semua orang.


“Ya ampun, … Nona kecil manis sekali!” Semua oarng mulai saling berbisik.


“Tuan kecil juga begitu menggemaskan,” sahut yang lainnya.


“Tuan dan Nyonya muda juga pasangan yang sangat serasi yang pernah saya temui,” ujar yang lainnya.


“Lihatlah, pengganti sementara Tuan Will juga sangat tampan! Dia masih jomblo enggak ‘yah?”


Eeeh, … Malah ada wanita yang salah fokus sama ketampanan Levi.


Semua orang pun terpesona dengan sikap Lucia yang menggemaskan, Luca dengan wajah polosnya pun tidak kalah menarik perhatian semua orang yang di sana.


Tidak terkecuali Levi yang ingin sekali mencium pipi chubby Lucia yang sekarang tepat di depan matanya itu, karena Lucia masih nyaman di gendongannya.


“Astaga, Nona kecil! Bisakah anda tidak terlalu menggemaskan seperti, jantungku seakan-akan hampir meledek melihat senyuman mu dari jarak sedekat ini. Ingin sekali bibir ini mencium pipinya yang sangat chubby itu. Akan tetapi, aku masih ingi hidup lama dengan memperhatikanmu,” batin Levi yang tersiksa dengan perasaannya sendiri.


“Kita mulai sekarang,” ujar Rayden pada salah satu karyawannya yang bertanggung jawab.


“Baik, Tuan!” sahut karyawan tersebut.


“Kalian semua, silahkan kembali duduk di tempatnya masing!” seru karyawan itu yang memerintahkan semua calon pengawal itu kembali tenang di tempat duduknya masing-masing.


“Sayang, duduklah di sini!” Sementara Rayden hanya fokus pada Zhia dan anak kembarnya.


“Terima kasih, sayang!” ucap Zhia yang segera duduk di sebelah Rayden.


Begitu juga dengan Luca dan Lucia yang duduk di sebelahnya dengan penjagaan Levi di belakang mereka.


“Kau ingin melakukan seleksi dan wawancara seperti apa pada mereka?” tanya Rayden pada Zhia, sebab itulah tujuan utama dirinya menyuruh istri dan anak kembarnya untuk datang.


“Hah? Bagaimana aku bisa tahu tentang itu? Aku sebelum ini tidak pernah wawancara pada seseorang. Lakukan saja seperti yang bisa kau lakukan selama ini, Ray?” ujar Zhia yang memang baru pertama kali berada di posisi sebagai penerima pekerja.


“Baiklah, apa yang paling ingin kau ketahui tentang mereka? Atau ada hal yang lain sebagai dasar untuk membuat keputusan akhirmu nanti?” tanya Rayden yang ingin melakukan hal yang sama seperti sebelumnya.


“Ehmmm, … Jika suatu hari nanti kesetian kalian di pertaruhkan antara nyawa kami dan keinginan kalian. Pilihan seperti apa yang akan kalian buat? Dan jelaskan alasannya!” seru Zhia yang terlihat seperi seorang pemimpin yang begitu berwibawa dan penuh dnegan pesona sampai Rayden pun terbelalak dengan sikap istrinya itu.


“Silahkan tulis jawabannya pada kertas kosong yang berada di meja kalian masing-masing nanti aka nada orang yang mengumpulkannya. Jadi, tulislah jawaban yang terbaik agar kalian bisa menjadi yang terpilih, ….”


“Tidak, Ray! Aku akan mendengarkan jawaban mereka satu persatu secara langsung. Karena aku punya banyak waktu uuntuk mendengarkan jawaban dari mereka.”


Belum selesai Rayden dengan perkataannya, Zhia tiba-tiba memotongnya dan mengubah cara wawancaranya.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 18.00 ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...