Willea

Willea
114. Adu Strategi



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Memang apa salahnya aku menanyakan itu? Bukankah sudah cukup lama kita di sini melihat pertengkaran ayah dan anak itu,” ujar Felix tanpa sadar mengatakan apa yang sedang dia pikirkan.


“Oopss, … Maaf, silahkan lanjutkan pembicaraan kalian. Saya akan diam mulai sekarang,” sambung Felix begitu menyadari tatapan tajam yang menusuk tubuhnya berasal dari Noland dan Rayden.


“Sudah aku selalu peringatkan, bukan? Kalau bicara harus lihat situasi,” bisik Jaydon pada Felix.


“Sorry, remnya blong,” bisik Felix balik.


“Ayo, kita mulai pertemuan ini! Karena aku juga harus segera kembali ke rumah sakit secepatnya,” ujar Rayden yang menyuruh semuanya untuk fokus.


Mereka pun langsung menempati tempat duduk masing-masing. Luca duduk bersama dengan Papahnya, sementara Lucia lebih memilih duduk di pangkuan Levi.


Sehingga timbul sedikit kecemburuan pada Noland dan Rayden, alhasil Levi terus mendapat tatapan tidak mengenakan dari keduanya.


“Cano, apa rencanamu sekarang?” tanya Noland tidak sabar.


“Rencana? Aku tidak memikirkan rencana apapun,” jawab Rayden dengan sikap santainya.


“Hah!” seru semua orang, kecuali Luca dan Lucia yang malah merasa kaget dengan reaksi orang-orang di sekitarnya.


“Cano, aku tahu kamu sudah gila! Tapi tidak bisakah kau serius sedikit saja! tidak ada rencana kau bilang!” seru Noland yang semakin merasa kesal dengan sikap putranya itu.


“Tuan, kita tidak bisa bersikap santai sekarang. Apa anda sudah lupa yang terjadi dengan Nyonya muda dan bayinya?” ujar Levi mengingatkan.


“Lihat juga apa yang mereka lakukan pada kami semua dan Mansion anda.”


Jaydon ikut menimpali, dia sangat tidak terima kalau sekarang masih harus diam saja setelah semua kemalangan yang telah terjadi.


“Aku sependapat dengan mereka,” sahut Felix yang takut salah bicara lagi.


“Hay, tenanglah! Aku sangat serius sekarang,” ujar Rayden berusaha menenangkan semuanya.


“Kita lakukan saja seperti yang selalu Levi katakan. Untuk apa membuat rencana, menggila saja seperti biasanya!” lanjut Rayden yang seketika raut wajahnya langsung berubah menyeramkan.


“Aku suka ide itu,” sahut Levi dengan cepat.


“Meskipun tidak ada rencana, tapi aku memiliki strategi yang sangat bagus,” ujar Rayden yang semakin menambah penasaran semua orang.


“Apa itu?” tanya semua orang serentak.


“Levi, kau menyukai idenya, bukan?” tanya Rayden dengan tatapan penuh arti pada Levi.


“I-iya, tapi sekarang sepertinya tidak terlalu. Tiba-tiba firasatku menjadi buruk,” ujar Levi ragu, setelah mendapat tatapan dari Rayaden.


“Bagus sekali! Aku tahu tugas ini pasti sangat cocok untukmu.” Rayden tampak sangat bersemangat.


“Tugas seperti apa, Tuan?” tanya Levi sembari memperkuat mentalnya.


“Tenang saja, ini tugas yang sangat menyenangkan untukmu! Seperti yang aku katakan sebelumnya, kita akan memberikan apa yang mereka incar selama ini,” jawab Rayden yang semakin membuat Levi ragu, apakah tugas itu memang tepat untuk dirinya.


“Kalau ini memang tugas yang menyenangkan, tapi kenapa firasatku tiba-tiba menjadi sangat buruk ‘yah, Tuan?” ujar Levi yang tidak bisa menahan apa yang mengganggu perasaannya.


“Berarti instingmu masih kuat seperti dulu. Jadi, tidak masalah aku menjadikanmu sebagai tumbal,” goda Rayden yang seketika merubah raut wajah Levi semakin di tekuk saja.


“Hahaaaa, … Aku hanya bercanda. Kau akan tahu nanti dan aku yakin kau pasti akan menyukainya,” sambung Rayden yang tidak ingin putrinya salah paham.


Apalagi saat tadi dia hanya menggoda Levi, Lucia langsung menatapnya dengan tajam.


Rayden pun membagi tugas dan menjelaskan dengan detail apa yang perlu mereka lakukan.


Mulai dari Luca sampai Noland, mereka mendapatkan tugas yang cukup penting dalam keberhasilan mereka membersihkan Fernand dan sekutunya sekaligus.


...****************...


Disaat yang bersamaan, Fernand dan Sania juga sedang mengatur strategi mereka untuk menyerang lagi. Awalnya mereka berniat untuk menyerang secaa langsung seperti sebelumnya.


Akan tetapi, karena tuntutan dari Richo yang ingin secepatnya melenyapkan Levi mereka pun akhirnya menyusun strategi lain.


“Lumayan, tidak terlalu buruk untuk seseorang yang sangat ambisius sepertimu,” sahut Sania yang harus mengakui kemampuan dari kakaknya itu.


“Lalu apa rencanamu sekarang?” tanya Fernand yang tidak sabar ingin menguasai apa yang menjadi milik keluarga Xavier.


Drrtt, … Drrrtt, … Drrrrttt, ….


Namun percakapan mereka harus terhenti, karena dering ponsel milik Fernand yang terus berbunyi. Sehingga membuat Sania tidak bisa konsentrasi dan alhasil malah menimbulkan kemarahan Sania yang terus terganggu begitu mendengarnya.


“Lebih baik kau urus dulu ponselmu itu, sebelum aku benar-benar kehilangan kesabaran,” ujar Sania dengan nada memerintah.


“Baiklah, aku akan mengurus ini secepatnya.” Fernand pun kemudian mengambil ponsel dan raut wajahnya seketika berubah kesal begitu melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


“Sial, kenapa orang ini selalu menghubungiku di saat yang tidak tepat,” umpat Fernand yang terlihat enggan untuk mengangkat panggilan masuk itu.


“Siapa memangnya?” tanya Sania dengan nada ketusnya.


“Richo! Kita abaikan saja dia,” jawab Fernand yang berniat menolak panggilan itu.


“Angkatlah, aku juga ingin mendengar apa yang dia katakan,” perintah Sania dan Fernand pun terpaksa menerima panggilan tersebut.


“Dasar bagingan tengik! Aku sudah memberikan apa yang kalian minta, tapi kenapa hanya membunuh satu orang saja sampai sekarang kalian tidak membereskannya, Hah!” bentak Richo begitu sambungan telepon itu terhubung.


“Sialan kau! Beraninya kau mengataiku, _....”


“Tenanglah, Kak! Aku yang akan mengurusnya,” ujar Sania yang segera menghentikan Fernand yang hampir saja mengamuk.


“Kau ingin melihat mayat keponakanmu secapatnya, bukan?” tanya Sania pada Richo yang seketika terdian begitu mendengar Fernand tadi akan meneriakinya.


“Dari awal kedatangan kalian hanya untuk membunuh satu orang, tapi kenapa tidak ada hasil sama sekali. Dan itu semua karena keserakahanmu, Fernand!” ujar Richo yang juga sudah sampai di batas kesabarannya.


“Ini lebih menyenangkan! Kirimkan kami lebih banyak bantuan lagi, maka dalam minggu ini kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan,” ujar Sania, lalu segera memutus sambungan teleponnya secara sepihak.


“Apa yang kau lakukan, Sania!” seru Fernand yang tidak percaya adiknya akan memberikan apa yang di minta oleh Richo.


“Tenang saja, Kakak! Aku akan mengurusnya, kita gunakan sang pengkhianat untuk melempar umpannya,” ujar Sania yang tersenyum licik.


“Maksudmu?” tanya Fernand ingin memperjelas.


“Perintahkan pengkhianat itu untuk menghubungi Levi, lalu biarkan dia masuk sendiri ke kandang yang telah kita siapkan,” jelas Sania.


“Aku yakin pihak Xavier tidak akan diam saja melihat salah satu anak buahnya berada di tangan kita. Mereka akan melakukan segala cara untuk menolong. Karena aku sudah menjadi salah satu bagian dari mereka, meskipun hanya beberapa minggu saja,” sambung Sania yang sangat yakin.


“Wahh, … Kau memang yang terbaik, Sania!” puji Fernand.


“Tentu saja, karena dengan begitu bonekaku yang cantik juga akan datang dengan sendirinya.” Sania tampak bergumam sendiri sambil mengeluarkan senyuman liciknya.


“Dasar wanita iblis, tapi aku sangat menyukainya,” gumam Fernand yang merasa sangat senang mendapatkan sekutu seperti Sania.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...