
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Alice dan Sania! Seperti mereka juga mencelakai Nyonya muda dan Alea pada saat di tangga,” jawab Will yang juga sangat dendam pada kedua wanita iblis itu.
“Alice dan Sania, mereka berdua akan menjadi orang terakhir yang mati! Jadi, katakan padaku siapa yang membuat kamu seperti ini, Will! Aku akan memenggal kepalanya duluan,” ujar Rayden.
“Tapi, Tuan! Wanita yang bernama Sania itulah yang menyebabkan saya dan yang lainnya seperti ini. Dia lebih licik dalam mengatur siasat, dia juga yang membuat saya tidak bisa berkutik dengan menjadikan nyawa Alea sebagai taruhannya,” jelas Will menyadarkan Rayden bahwa bukan Fernand yang terlalu mengancam saat ini, melainkan Sania.
“Benarkah? Tidak penting siapa yang duluan kepalanya di penggal, kita basmi saja semuanya sekaligus!” seru Rayden yang tidak mempersalahan lagi siapa yang harus dia bunuh duluan atau terakhir yang terpenting sekarang dia harus membalas dendam.
“Apakah kau sudah mempunyai rencana, Cano?” tanya Noland yang penasaran.
Apalagi kalau tali pengikat iblis di tubuh Rayden sudah terputus oleh api amarah, maka sudah pasti dia sudah membuat rencana bagaimana menghancur para musuhnya dengan kejam. Seperti yang terjadi pada keluarga Sam Joseph dan juga Evan.
“Tentu saja, karena kita masih mempunyai beberapa kartu AS. Kita pergunakan kartu AS ini dengan baik,” jawab Rayden yang tersenyum penuh arti.
“Ouh, … Papah juga menyukai itu, Cano! Apa yang akan kau lakukan sekarang,” ujar Noland sekilas menunjukan tatapannya pada Levi sambil tersenyum penuh arti seperti putranya.
“Kita berikan apa yang mereka inginkan. Letakan kesombongan mereka di atas angin, hingga pada saat yang tepat kita akan menjatuhkan mereka sekaligus bahkan sampai debunya pun tak tersisa sedikitpun,” jelas Rayden yang kini malah mengeluarkan seringainya yang tampak menyeramkan.
“Will, kenapa ‘yah tiba-tiba bulu kuduk sampai bulu yang tidak terlihat pun langsung berdiri? Aku merasakan firasat buruk sekarang,” bisik Levi yang merasa tidak nyaman dnegan tatapan Noland dan Rayden padanya.
“Berarti firasat burukmu sebentar lagi itu akan terjadi,” bisik Will balik.
“Bagaimana kau bisa yakin tentang itu?” tanya Levi lagi masih dengan berbisik.
“Aku belajar dari pengalaman pribadi,” jawab Will dengan tegas.
“Hay, kalian berdua! Apa yang sedang kalian saling bisikkan? Apakah kalian mendengarkan perkataan ku dari tadi, Hah!”
Seruan Rayden seketika mengalihkan perhatian Will dan Levi lagi.
“Iya, Tuan! Kita mendengarnya dengan jelas. Iya ‘kan, Lev?” sahut Will sebagai respon cepat.
“Benar sekali, Tuan! Kami mendengarkannya.” Levi dengan cepat membenarkan.
“Ouhya, … Dimana Felix? Sudah lupakan dulu soal dia pasti sedang mengurusi administrasi rumah sakit,” ujar Rayden yang begitu mudahnya mengubah topik pembicaraan.
“Levi, kumpulkan anak buah kita yang masih bisa bertarung,” perintah Rayden pada Levi.
“Baik, Tuan! Akan segera saya laksanakan,” sahut Levi.
“Sedangkan Will, kau istirahat dan pulihkan tubuhmu dulu! Kau dan yang lainnya boleh ikut saat pertemuan, tapi jangan terlalu memaksakan dirimu untuk bertarung dulu!” pesan Rayden yang mengutamakan kondisi anak buahnya di atas kepentingannya sendiri.
Sikap kepedulian Rayden inilah yang membuat para anak buahnya merasa bangga memiliki pemimpin sepertinya.
“Tapi Tuan muda, _....”
“Jangan keras kepala! Ini bukan untuk kebaikanmu saja, tapi demi kebaikan semua rekanmu juga agar tidak merasa terbebani saat bertarung,” potong Rayden yang tidak ingin mendengar penolakan apapun dari mulut Will.
“Baik, Tuan muda! Saya juga akan melaksanakan perintah,” sahut Will yang tidak bisa membantahnya lagi.
“Levi, antarkan Will terlebih dahulu ke ruang rawatnya sebelum kau pergi!” perintah Rayden lagi pada Levi.
“Siap laksanakan, Tuan!” sahut Levi dengan senang hati.
Kemudian, Levi kembali membantu Will berjalan menuju ruangan dia di rawat sebelumnya. Sementara, Rayden dan Noland kembali masuk ke dalam ruangan Zhia di rawat.
...****************...
Disebuah rumah yang bagian luarnya berwarna putih, namun tampak suram dan tak berpenghuni. Akan tetapi, tidak sesuram dengan isi yang ada di dalam rumah tersebut.
Banyak sekali jasad beberapa orang yang di awetkan dan di dandani layaknya sebuah boneka. Mulai dari jasad pria tampan, wanita cantik dan beberapa jasad anak kecil yang di awet dengan sempurna.
Dari sekian banyaknya boneka manusia di sana, terlihat seorang wanita sedang mengamati salah satu pajangan nya itu.
Wanita itu tampak sangat menikmati semua boneka manusia yang di pajang rapi di sana. Hingga wanita itu menatap dua tempat yang belum terisi boneka manusia dan tiba-tiba seorang pria datang menghampirinya.
“Apa yang sedang kau pikirkan, Adikku sayang?” tanya pria itu yang ikut menatap tempat yang masih kosong itu.
“Aku sedang memikirkan betapa indahnya mereka di pajang di tempat ini. Andai saja seseorang menepati janjinya, pasti tempat ini akan terlihat sangat indah,” jawab wanita itu sambil tersenyum layaknya psikopat.
“Sania, Ayolah! Kau tahu sendiri ‘kan? Bahkan lalat yang aku kirim malah mengkhianati ku dan berpihak pada mereka,”
Dan ternyata itu adalah Fernand dan Sania yang berhasil melarikan diri tepat waktu, setelah mengobrak abrik Mansion milik Rayden.
Karena tidak menemukan tempat lain untuk bersembunyi, Fernand pun terpaksa mengikuti Sania.
“Alasan, katakan saja kalau kau tidak mampu melawan mereka dengan otak bodohmu itu!” hardik Sania yang sangat marah, karena apa yang sudah di janjikan tidak dia dapatkan.
“Tidak bisakah kau menginginkan anak lain? Dengan begitu aku bisa mendapatkannya dengan mudah. Kenapa kau malah bersikeras menginginkan anak kembar Cano itu!” seru Fernand yang tak berdaya, jika anak kembar Rayden yang Sania inginkan.
“Karena mereka berdua sangat cantik! Bukan hanya nama mereka yang indah, Luca dan Lucia tapi mereka anak sangat indah yang pernah aku temui sepanjang hidupku ini,” jelas Sania yang benar-benar seorang psikopat gila melebihi Levi.
“Percuma saja kalau kau tetap menginginkan mereka. Kita sudah berakhir, mereka pasti akan lebih waspada dan mungkin sekarang sedang menyusun rencana untuk balas dendam kepada kita,” ujar Fernand.
“Tidak! Ini belum berakhir, bahkan kita baru saja memulainya. Bersiaplah, anak buah yang di kirim oleh Richo sudah tiba. Saatnya aku menjemput boneka kembarku yang cantik itu,” jelas Sania dengan penuh keyakinan bahwa dia bisa mendapatkan apa yang dia inginkan termasuk anak kembar Rayden.
“Bagaimana kau seyakin itu?” tanya Fernand yang sebenarnya lebih penasaran dengan rencana yang di pikirkan Sania untuk mendapatkan keinginannya.
“Tentu saja! Karena Sania Andara pasti akan mendapatkan apa yang menjadi keinginannya,” jawab Sania dengan kepercayaan diri yang semakin meninggi.
“Baiklah, sepertinya kau tidak ingin membagi rencanamu itu,” ujar Fernand yang secara tidak langsung Sania tidak mau berbagi rencana dengannya.
“Lalu, apa yang akan kau lakukan dengan Alice?” Fernand lanjut bertanya tentang Alice.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...