
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Kalian pindahkan mereka ke ruang perawatan yang lebih baik lagi,” perintah Dr. Ian.
“Baik, D!” sahut perawat itu.
Setelah itu, Dr. Ian pun memerintahkan beberapa perawat yang sedang berada di sana untuk melakukan proses administrasi pemindahan pasien ke ruang perawatan yang lebih baik. Berkat bantuan Dr. Ian, Will dan Jaydon mendapatkan kamar rawat dalam satu ruangan yang sama.
Begitu juga dengan Alea dan Karina serta yang lainnya, Dr. Ian sudah mengatur sebaik mungkin agar para anak buah Xavier mendapatkan perawatan dan fasilitas terbaik di rumah sakit. Khusus pengawal yang sering dia lihat, Dr. Ian pun memutuskan untuk merawatnya sendiri.
...****************...
Sementara itu, disisi lain Noland baru saja tiba di Mansion lamanya setelah dia menyerahkan sisanya pada polisi yang dia percaya. Setibanya di sana, kedatangannya Noland langsung di sambut oleh Levi yang sedari tadi memang sudah menunggunya.
“Tuan besar, anda sudah kembali,” sambut levi sembari membungkuk memberi hormat.
“Bagaimana keadaan istri dan cucu kembar ku? Apa mereka bertanya padamu?” tanya Noland.
Dia dapat menebak bagaimana kesulitan Levi menghadapi berbagai pertanyaan dari istri dan cucu kembarnya. Tanpa mendengar jawabannya langsung, Noland sudah bisa mengetahuinya melalui raut wajah Levi sekarang.
“Sudahlah, nanti aku sendiri yang akan menceritakannya pada mereka,” lanjut Noland, ketika Levi masih terdiam.
“Bagaimana dengan situasi di Mansion, Tuan?” Sekarang giliran Levi yang bertanya.
“Semua sudah aku urus dengan baik, sisanya aku serahkan pada mereka. Dan kemungkinan, kita tidak bisa kembali ke Mansion itu karena banyak yang harus di perbaiki,” jelas Noland sembari memijat keningnya yang terasa sangat pusing.
“Lalu, bagaimana dengan keamanan di sekitar tempat ini?” tanya Noland memastikan, karena penyerangan terhadap Mansion Rayden membuatnya menjadi sangat waspada.
“Aku sudah memastikannya setiap satu jam, Tuan! dan untuk sementara ini masih aman,” jelas Levi.
“Syukurlah, kalau begitu. Kerja bagus, Levi!” puji Noland sembari menepuk bahu Levi.
Disela pembicaraan, tiba-tiba ponsel Noland berdering menampilkan nama Felix di layar ponselnya.
Mengetahui Felix yang berada di rumah sakit mengurus anak buah mereka yang terluka dengan cepat Noland pun langsung menerima panggilan tersebut.
“Felix, bagaimana keadaan Will dan yang lainnya?” tanya Noland begitu panggilan itu sudah terhubung.
“Will dan yang lainnya masih dalam penanganan Dokter! Saya menghubungi anda, karena ada kabar baik yang perlu saya beritahu kepada anda sekarang juga!” ujar Felix yang terdengar sangat antusias.
“Kabar apa itu? Apakah, _...."
“Benar, Tuan besar! Nyonya muda kini sudah sadar. Kata Dr. Ian, Nyonya muda dan bayinya sekarang sudah baik-baik saja.”
Tanpa sadar Felix memotong perkataan Noland, karena terlalu bahagia dengan kabar baik itu.
“Sungguh! Terima kasih, Tuhan. Engkau telah mengabulkan semua doa kami,” ucap Noland yang sangat bersyukur bahwa Zhia dan bayinya sekarang melewati masa kritisnya.
Tak ingin membuang waktu, Noland pun memutuskan sambungan telepon itu secara sepihak. Noland langsung berlari ke dalam Mansion untuk mencari keberadaan Julia dan cucu kembarnya sambil berseru, “Sayang, Zhi sudah sadar! Cepat kita bersiap ke rumah sakit sekarang!”
“Syukurlah, Nyonya muda dan bayinya selamat,” gumam Levi yang tersenyum bahagia, dia pun langsung menyiapkan mobil untuk pergi menuju ke rumah sakit.
“Benarkah Mamah dan adik bayi sudah baik-baik saja, Grandpa!” seru Lucia begitu mendengar perkataan Grandpa nya.
“Mamah dan adik bayi sudah sembuh?” tanya Luca menimpali.
“Iya, sayang! Mamahmu dan adik bayimu sudah baik-baik saja sekarang,” ujar Noland yang langsung menggendong Lucia dan berputar menunjukan betapa bahagianya dia sekarang.
“Benarkah itu, sayang?” tanya Julia yangb hampir menangis begitu mendengar kabar baik yang telah di nantinya selama semalaman penuh.
“Iya, sayang! Tadi Felix yang menghubungiku,” jawab Noland.
Mereka pun segera pergi dengan mobil yang sama milik Rayden yang dulu di hadiahkan untuk si kembar dengan Levi sebagai supirnya. Tidak perlu waktu lama, mereka pun tiba di rumah sakit dan langsung menuju ruangan Zhia di rawat sekarang.
Tangisan haru penuh dengan kebahagiaan pun mulai terdengar begitu melihat sosok Zhia yang sedang disupi oleh Rayden. Julia, Luca dan Lucia langsung saja menghampiri dan memeluk Zhia sambil menangis.
“Mamah, … Akhirnya Mamah bangun juga, Luca sangat takut. Hikss, ….” Luca menangis sesegukkan sambil terus memeluk Zhia.
“Mamah dan adik bayi tidak boleh terluka lagi ‘yah! Mamah harus janji! Hikss, …” Lucia menimpali.
“Syukurlah, kalian sekarang baik-baik saja! Betapa takutnya kami semua melihatmu tak berdaya sepeti itu,” ucap Julia yang terlihat masih sangat khawatir dengan kondisi menantunya itu.
“Lebih baik lepaskan pelukan kalian itu! Lihatlah, Zhi merasa tidak nyaman,” ujar Rayden pada Mamah dan anak kembarnya itu.
“Ouh, … Maafkan Mamah ‘yah, sayang!” Julia pun segera melepas pelukanya pada Zhia.
“Tidak apa-apa, Mah!” sahut Zhia dengan senyuman di wajahnya.
“Maafkan kami juga ‘yah, Mah?” ucap Lucia dengan wajah murungnya.
“Apa Mamah masih merasa sakit?” tanya Luca yang lebih mengkhawatirkan apa yang di rasakan oleh mamahnya.
“Tidak, Mamah dan adik kalian suah baik-baik saja sekarang. Jadi, Luca dan Luci tidak perlu khawatir lagi,” jawab Zhia sembari membelai wajah mungil menggemaskan Luca dan Lucia.
“Syukurlah, kalau kamu sudah membaik, Zhi!” ujar Noland yang ikut merasa lega dengan kondisi Zhia sekarang.
“Ouhya, … Cano, ikut Papah sebentar! Ada yang perlu Papah bicarakan denganmu?”
Setelah memastikan menantunya baik-baik saja, Noland pun menarik Rayden untuk keluar. Karena situasi yang semakin memanas membuatnya tidak bisa bersantai maupun merasa lega sebelum Fernand dan anak buahnya di singkirkan dari wilayah kekuasaan mereka.
“Baiklah, Pah!” sahut Rayden yang merasakan sesuatu yang tidak beres dengan sikap Papahnya.
“Mah, tolong jaga Zhia sebentar ‘yah?” Rayden lalu meminta pada mamahnya sendiri untuk menjaga istrinya.
“Kau ini tidak percaya pada Mamahmu ini, Hah!” ujat Julia dengan ketus karena merasa di remehkan oleh putranya itu.
“Sudahlah, Cano! Cepat ikut Papah keluar.”
Tidak ingin membuang waktu, Noland pun langsung saja menarik paksa putranya itu. Di saat Noland dan Rayden baru saja keluar, mereka melihat kedatangan Levi yang tengah membantu Will berjalan menuju ke arah mereka.
“Will!” seru Rayden yang sangat terkejut Will berubah seperti zombie hanya dalam waktu semalam saja.
“Pah, ada apa dengan Will? Kenapa dia berjalan seperti itu dan ada apa dengan wajahnya itu?” cecar Rayden yang seketika muncul berbagai pertanyaan di kepalanya, Noland hanya bisa menghela napas panjang sebelum dia menceritakan semuanya.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...