
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵 ...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Kalian bertiga ikut denganku,” ujar Rayden dengan wajah seriusnya yang terkesan sangat dingin.
“Baik, Tuan!’ sahut Will, Levi dan Jaydon tanpa bisa membantah.
Sambil menggendong Lucia, Rayden pun kembali kedalam Mansionnya dengan di ikuti oleh Will, Levi dan Jaydon.
Sepanjang penjalanan, terlihat Lucia yang sedang di gendong papahnya terus menatap Levi dengan khawatir. Dan sebaliknya, Levi juga menatap Nona kecil yang di cintanya dengan perasaan gundah.
Kemunculan Bastian setelah sekian lama menandakan bahwa telah terjadi sesuatu kepada kakeknya.
Dan berkas yang berada dalam genggamannya sekarang seperti Levi sudah dapat menebaknya yang artinya dia harus kembali ke negara kelahirannya.
Sesampai di dalam Mansion, Zhia dan Luca segera menghampiri Lucia. Tampak jelas di wajahnya bahwa Zhia sangat mengkhawatirkan keadaaan putrinya itu, begitu juga dengan Luca sebagai sang kakak kembarnya.
“Ya ampun, Luci! Kau baik-baik saja ‘kan, sayang? Ray, putri kita tidak terluka, bukan?”
Berbagai pertanyaan langsung Zhia lontarkan pada Rayden, dia pun langsung mengambil alih tubuh Lucia dari gendongan Rayden.
“Putri kita baik-baik saja, dia tidak terluka sama sekali. Aku sudah memeriksa tadi!” ujar Rayden yang berhasil membuat Zhia menjadi lebih tenang setelah mendengarnya.
“Syukurlah! Luci, apa kau tahu betapa kahwatirnya mamah dan papah tadi, Hah?” seru Zhia pada Lucia menampakkan raut wajah yang masih terlihat cemas.
“Iya, kakak juga tidak percaya kamu pergi begitu saja tanpa kakakmu ini!”
Luca pun ikut bicara, karena dia tipe kakak yang sangat penyayang kepada adiknya.
“Maafkan Lucia, Mah! Kak Luca dan semuanya,” ucap Lucia dengan raut wajah yang masih terlihat ketakutan akibat kejadian tadi.
“Tidak apa, yang penting sekarang kau sudah baik-baik saja, sayang!” Zhia pun tidak mempermasalahkannya lagi.
“Apa yang terjadi, Pah?” tanya Luca pada papahnya.
Luca dan Lucia memang benar-benar anak Rayden.
Keberanian Lucia dan rasa penasaran Luca sama persis seperti Rayden waktu kecil, bahkan sampai sekarang pun masih sama saja.
Sementara disisi lain, Will dan Alea diam-diam saling mencuri pandang satu sama lain. Alea yang berniat untuk meminta maaf dan ingin memulai semuanya dari awal dengan Will.
Sedangkan Will yang ingin mempraktekkan Tips cinta ala Felix yaitu berpura-pura tidak peduli lagi dan menjada jarak dari Alea.
“Tidak ada apa-apa, sayang!” jawab Rayden yang tentu saja menutupi apa yang sebenarnya terjadi, terlebih lagi ada Zhia yang menatapnya seakan sedang meminta penjelasan.
“Sudah dulu ‘yah! Papah ada urusan dengan ketiga orang ini,” ujar Rayden yang harus segera menghindari Zhia.
“Kalian ikut aku!” perintah Rayden pada Will, Levi dan Jaydon.
“Papah tidak akan memarahi Kak Levi, bukan? Kak Levi tidak bersalah, mereka ‘lah yang bersalah dan mau berbuat jahat sama Kak Levi!” seru Lucia yang masih mengkhawatirkan Levi terkena amarah dari papahnya.
“Tidak, sayang! Papah hanya ingin mendengarkan penjelasan dari mereka saja,” ujar Rayden.
Tentu saja, Rayden akan memarahi Levi tapi dia akan membentaknya habis-habisan. Sebab gara-gara ingin menunjukkan foto USG adiknya pada Levi, Lucia menjadi terjebak di dalam kekacauan seperti tadi.
Bahkan alasan dari kekacauan itu Tayden tidak mengetahuinya sama sekali. Dan hal itu yang membuatnya semakin marah besar kepada Will dan yang lainnya.
“Cepat, ikuti aku!” Perintah Rayden dengan nada ketusnya.
Setelah itu, Rayden pun segera berjalan menuju keruang kerjanya. Will, Levi dan Jaydon pun segera mengikutinya. Sedangkan Zhia pun membawa Luca dan Lucia kembali ke kamarnya.
Dengan kejadian itu, Zhia benar-benar takut hal buruk akan terjadi pada keluarganya lagi, maka dari itu, Zhia pun memutuskan untuk tidak membiarkan Luca dan Lucia bersekolah untuk sementara waktu.
...****************...
Diruang kerja Rayden, ketiga JoKer itu terus terdiam. Apalagi tatapan mata dan raut wajah Tuan mudanya sangat tidak bersahabat.
“Kalian mundur beberapa langkah sekarang!” bentak Rayden yang langsung menjaga jarak aman dengan Will, Levi dan Jaydon sembari menutupi mulut dan hidungnya.
Mereka bertiga pun seketika menjadi bingung dengan perubahan sikap Tuan mudanya itu. Levi dan Jaydon langsung menurut dan mundur beberapa langkah, tapi Will yang khawatir malah mencoba mendekati Tuan mudanya.
“Tuan, anda tidak apa-apa?” tanya Will.
“Hay, sudah aku bilang mundur. Kenapa kau malah mendekat, Will!” bentak Rayden lagi. Seketika Will pun mundur bersama Levi dan Jaydon.
“Haah, … Begini lebih baik,” gumam Rayden yang akhirnya bisa sedikit merasa lega.
“Levi, jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi selama aku tidak memimpin?”
Rayden kembali dengan raut wajah dingin dan tatapan tajamnya. Dia pun langsung menanyakan aktivitas di dalam klan mafia selama dia vakum beberapa bulan belakangan ini.
Levi terdiam tak mampu menjawabnya, karena selama ini di dalam klan baik-baik saja. sementara orang-orang itu hanya mengincar dirinya.
“Zaen Levi! Kau mendengar ucapanku, bukan?” bentak Rayden hingga suaranya memenuhi setiap sudut ruangan.
“Iya, Tuan! Saya mendengarnya, bahkan sangat jelas,” sahut Levi yang sengaja di buat lirih di akhir kalimatnya.
“Jawab pertanyaanku sekarang,” ujar Rayden menekankan.
Namun, Lagi-lagi Levi hanya diam membisu. Levi sendiri juga bingung harus bagaimana dia menjelaskannya.
Tidak mungkin Levi tiba-tiba mengaku bahwa selama ini dirinya adalah keturunan orang kaya, seorang pewaris besar di negara lain.
“Tuan, biar saya saja yang menjelaskan kejadian tadi.”
Melihat Rayden yang hampir meledak lagi dan Levi yang sepertinya tidak ingin menjelaskannya sendiri. Will pun akhirnya angkat bicara dan menawarkan diri untuk menjadi juru bicaranya Levi.
“Baiklah, kau menjelaskan Will!”
Rayden pun menyetujuinya, karena sepertinya dia tahu bahwa percuma saja bertanya pada Levi. Pada akhirnya dia tidak akan mendapat jawaban maupun penjelasan satu pun.
Levi pun segera menyembunyikan berkas yang sedari tadi tangannya agar tidak menarik perhatian Tuan mudanya.
“Sebenarnya kondisi klan sangat baik-baik saja, semua aman terkendali,” ujar Will menjawab pertanyaannya.
“Lalu kenapa orang-orang itu menyerang? Siapa mereka? Kalian pasti tahu identitas mereka, bukan? Sebab menilik dari reaksi kalian, sepertinya bukan kali ini saja kejadian seperti ini terjadi. Benar, bukan?” ujar Rayden insting seorang mafianya mulai keluar.
“Benar, Tuan! Beberapa hari ini memang terjadi hal yang sama kepada kami. Dan orang-orang itu adalah agen pembunuh bayaran dari negara lain. Aku baru mengetahui identitas mereka pagi ini, Tuan!”
Will pun menjelaskan hanya sebatas dia mengetahui kejadiannya saja. Untuk alasan dan target pembunuhan itu, hanya Levi seorang yang mengetahuinya. Sementara Jaydon diam menyimak pembicaraan sampai tiba pada bagiannya nanti.
“Pembunuh bayaran dari negara lain? Siapa targetnya? Kau tahu itu bukan, Will?” ujar Rayden lagi yang semakin penasaran dengan masalah yang muncul tiba-tiba itu.
Bersambung,.......
...****************...
Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰
Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.
Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓
Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!
Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!
Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘