Willea

Willea
19. Siapa orang itu?



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵 ...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Papah, _....”


“Apa?”


Belum selesai mengatakannya, perkataan Lucia langsung dipotong oleh papahnya. Tentu saja, hal itu mambuat Lucia langsung cemberut dan mengadukan kepada mamahnya.


Sedangkan Luca malah langsung duduk dipangkuan papahnya dan mulai mengotak-atik komputer yang sedang untuk bekerja papahnya.


“Mamah, lihatlah papah sangat jahat pada Luci!” seru Lucia dengan wajah memelasnya.


“Astaga, kalian berdua ini. Kapan ‘sih kalian akan berhenti untuk bertengkar?” ujar Zhia.


“Papah duluan yang memulainya, Mah!” seru Lucia yang langsung menyalahkan papahnya.


“Luci, jangan fitnah ‘yah?” Rayden pun tidak terima disalahkan.


“Hay, sudah kalian berdua malah semakin menjadi saja!”


Teriakan Zhia membuat Rayden dan Lucia terdiam, meskipun hanya beberapa menit saja.


“Aish, … Luca, apa yang kamu lakukan dengan pekerjaan papah?” seru Rayden begitu sadar bahwa Luca sedang meretas system keamanan milik perusahaannya sendiri.


“Membantu papah bekerja.” Luca menjawab dengan santainya.


“Astaga, kau tidak membantu papah dengan meretas system sendiri. Yang ada semua karyawan pada kalang kabut begitu mengetahui system keamanannya sedang di retas.”


Rayden dengan panik segera menghentikan serangan virus yang dikirimkan putranya itu.


Benar saja, seketika perusahaan menjadi kalang kabut oleh perbuatan Luca.


Zhia hanya bisa diam sembari memijat pelan pelipisnya yang mulai merasa sakit kepala melihat tingkah suami dan anak kembarnya itu.


Zhia memang dikelilingi oleh orang-orang genius seperti Rayden dan yang lainnya, tetapi kelakuannya sungguh membuatnya sakit kepala dan harus banyak bersabar dalam menghadapinya.


Waktu pun terus berjalan, Zhia dan si kembar tidak terasa seharian berada di perusahaan hingga jam kerja semua karyawan selesai.


Beruntung, dibalik ruangan Ceo milik Rayden ada sebuah ruangan rahasia yang bisa digunakan oleh Zhia dan si kembar untuk beristirahat.


...****************...


Tanpa terasa Levi dan Anthony juga seharian mengurusi proses pembebasan Jaydon. Membutuhkan banyak waktu untuk mencapai kesepakatan dan keputusan yang cukup menguntungkan kedua belah pihak.


Dengan menggunakan kekuatan dan kekuasan yang dimiliki keluarga Xavier, akhirnya Anthony berhasil membebaskan Jaydon hari itu juga.


“Hay, bocah psikopat! Ayo, bangun. Kau mau tinggal dipenjara ‘kah?”


Suara Anthony meembangunkan Levi yang tengah terlelap didalam tidurnya. Karena merasa bosan menunggu, tanpa sadar Levi tertidur diruang tunggu dan anehnya tidak ada satu pun petugas disana yang berani menegurnya.


“Ouh, … Jam berapa sekarang? Hoaam, ….” ujar Levi yang masih belum sadar sepenuhnya.


Beberapa kali, Levi menguap dan perlahan mulai meregangkan otot tubuhnya yang terasa sangat kaku karena tidur di tempat yang tidak nyaman.


“Hampir jam 8, _....”


“Apa? Jam 8? Aku sudah sangat terlambat sekarang! Kenapa kau tidak membangunkan ku dari tadi!” seru Levi yang terlihat sangat panik.


Sepertinya Levi salah mengira itu jam 8 pagi, dimana dia harus mengawal Tuan dan Nona kecilnya pergi ke sekolah.


“Hay, bocah! Sadarlah, ini jam 8 malam bukan pagi.” Anthony yang sudah merasa sangat gemas, akhirnya melayangkan sebuah jitakkan maut di dahi Levi untuk menyadarkannya.


“Auwh, … Sakit tahu!” gerutu Levi sembari memegangi dahinya yang terkena jitakkan.


“Makanya cepat sadar. Ouhya, … Aku sudah menyelesaikan semua prosedurnya. Hari ini juga Jaydon Carson bisa dibebaskan, jadi kau tunggu saja. Sebentar lagi pasti orangnya keluar, aku pergi duluan!” ujar Anthony yang langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Levi.


“Huh, … Pengacara gila itu,” gerutu Levi lagi.


Sembari menunggu Jaydon, Levi sesekali meregangkan otot tubuhnya lagi dan beberapa menguap karena masih mengantuk.


Tidak lama kemudian, Jaydon berjalan menghampirinya dengan membawa sebuah tas.


“Ayo, pergi!”


Tanpa basa basi, Levi langsung mengajak Jaydon untuk mengikutinya pergi dari sana. Tidak ada yang perlu dibicarakan ataupun topik pembicaraan diantara mereka, apalagi kalau mengingat dulu mereka pernah bertarung mati-matian.


“Nyalakan mesin mobilnya sekarang!” perintah seseorang yang dari tadi mengawasi Levi dari kejauhan.


“Baik, Tuan!” sahut temannya yang berperan sebagai supirnya.


Mesin mobil dinyalakan, mereka terus mengamati Levi dari kejauhan. Mereka terus menunggu kesempatan yang bagus untuk membunuh Levi dengan cara menabraknya sampai mati.


Begitu melihat Levi hendak menyeberang jalan, perintah pun kembali diberikan.


“Gunakan kecepatan penuh dan tabrak dia, pastikan bisa langsung mati ditempat!” ujar pria itu.


“Baik, Tuan!”


Orang itu langsung tancap gas dengan kecepatan penuh dan mengemudikannya mengarah pada Levi yang sudah setengah menyeberang.


Jaydon segera berlari ke arah Levi, begitu menyadri ada sebuah mobil yang tengah melaju dengan kencang ke arahnya.


Tinggal beberapa meter lagi, mobil itu untuk bisa menabrak Levi sampai mati. Beruntung Jaydon langsung mendorong tubuhnya dan juga Levi hingga jatuh di trotoar jalan.


Pada akhirnya mereka harus mengalami luka lecet, setidaknya itu bisa sembuh dalam beberapa hari daripada Levi harus mati mengenaskan di sana.


“Kau tak apa?” tanya Jaydon memastikan keadaan Levi.


“Aku tidak apa-apa. Bagaimana denganmu?” Levi pun kembali menanyakan keadaan Jaydon.


“Hanya luka kecil, bukan masalah besar untukku,” sahut Jaydon yang berusaha berdiri.


“Syukurlah, kita berdua baik-baik saja! Terima kasih, karena sudah menyelamatkan diriku.”


Levi tentu saja harus mengucapkan terima kasih, karena nyawanya terselamatkan berkat pertolongan Jaydon yang datang tepat waktu.


“Anggap saja kita impas. Kau juga sudah membebaskan aku dari penjara, bukan?” ujar Jaydon.


“Bukan aku yang membebaskanmu, tapi Tuan Noland dan Nyonya Julia yang membebaskanmu. Aku berhutang satu nyawa padamu, tenang saja aku pasti akan membalasnya dengan setimpal!” Levi menjelaskan semuanya secara singkat.


“Benarkah? Ouhya, … Ngomong-ngomong apakah kau mengenal orang yang hampir menabrakmu tadi? Siapa orang itu, sepertinya mereka sudah mengawasimu dari tadi?”


Jaydon pun bertanya, karena merasa penasaran dengan orang yang berada di dalam mobil tadi.


“Tidak! Aku bahkan tidak menyadari kalau aku sedang di awasi oleh mereka,” ujar Levi yang menjadi memikirkannya.


“Begitu aku keluar, aku sudah melihat mobil itu terparkir disana. Berhati-hatilah mulai sekarang, sepertinya orang itu akan tetap berusaha membunuhmu!” ujar Jaydon mengingatkan Levi.


“Hmm, … Pasti aku akan lebih berhati-hati. Ayo, pergi!” sahut Levi yang kembali mengajak Jaydon untuk mengikutinya.


Sementara itu, orang tadi hampir menabrak Levi sedang menghubungi seseorang melalui sambungan telepon.


Tentu saja mereka harus tetap melaporkan hasilnya, baik berhasil membunuh Levi maupun tidak yang pasti mereka tidak menyerah sebelum targetnya selesai di habisi.


“Tuan, maafkan kami! Percobaan pertama kami gagal, karena ada seseorang yang berlari menolongnya,” ujar pria itu.


“Aku tidak mau tahu alasannya. Gunakan berbagai cara untuk membunuh anak itu secepatnya! Bereskan secepat mungkin, sebelum mereka menemukan keberadaannya. Masalah akan semakin rumit, jika mereka juga menemukannya. Kau mengerti?” Perintah suara pria dibalik sambungan telepon itu.


“Baik, Tuan! Kami mengerti,” sahut pria itu. Kemudian, sambungan telepon pun terputus.


Bersambung,.......


...****************...


Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗


Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍


Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰


Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰


Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.


Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓


Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!


Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!


Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘