
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Jadi, Kakek adalah Kakek kandung dari Kak Levi?” ujar Lucia tiba-tiba muncul di sana.
Beberapa menit sebelumnya, …..
Sementara itu, di sisi lain Zhia dan Julia masih menemani Lucia sambil menunggu putri kecilnya terbangun. Sedangkan Luca, dia kini telah membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian.
Kemudian, Luca tertidur karena merasa sangat lelah dan juga sangat mengantuk. Luca tidur dengan nyenyak nya di dalam dekapan hangat Zhia.
Mereka pun tidak tahu apa yang sedang terjadi diluar sana. Pikiran Zhia saat ini hanya terisi tentang putrinya, bahkan tatapan matanya pun hanya tertuju pada Lucia. Julia yang melihatnya pun merasa tidak tega dan mencoba untuk sedikit menghiburnya.
“Zhi, berikan Luca padaku! Mamah yang akan menggendongnya,” ujar Julia yang mengambil alih tubuh Luca yang sedang terlelap.
“Tapi Mah, _....”
“Sudah berikan pada Mamah saja!”
Zhia mencoba untuk menolaknya, tapi Julia dengan tegas langsung memotong ucapannya. Julia pun langsung membawa tubuh Luca ke dalam dekapannya sembari sesekali menciumi wajah manis cucunya itu.
Kemudian Julia berkata, “Lebih baik kau istirahatkan tubuhmu juga, perhatikan juga kandunganmu itu, Zhi!”
“Zhi tidak apa-apa, Mah!” Zhia menolaknya lirih dengan wajah tertunduk lesu.
“Tidak! Kau harus istirahat, Zhi! Mamah akan menyuruh perawat untuk menambah satu tempat tidur lagi untukmu dan juga Luca,” ujar Julia yang bersikeras demi kebaikan menantu dan cucunya.
Julia lalu langsung memanggil salah satu perawat di sana. Tak memerlukan waktu lama, ranjang yang di minta telah berada tepat di samping ranjang milik Lucia. Julia pun segera menidurkan Luca di sana dan menyuruh Zhia untuk berbaring di sampingnya Luca juga.
“Zhi, tidurlah di samping Luca! Biar Mamah yang akan menemani Lucia. Jika nanti Lucia sadar, Mamah pasti akan langsung membangunkanmu,” ujar Julia berusaha membujuk Zhia untuk beristirahat.
Lagi-lagi Zhia menolaknya secara halus dengan beralasan, “Nanti saja, Mah! Zhi, masih ingin tetap menemani Luci di sampingnya.”
“Zhi, tolong dengarkan perkataan Mamah kali ini. Kau dan bayi di dalam kandungannya juga masih membutuhkan perawatan. Demi kebaikan kita bersama, istirahatkan tubuhmu sebentar ‘yah?” Julia kembali berusaha membujuk Zhia untuk tidak keras kepala.
Namun, Zhia sama sekali tak menghiraukannya. Dia malah membisikan sesuatu di telinga putrinya dengan lembut.
Zhia berbisik, “Luci sayang, bangunlah ‘nak! Jangan terlalu lama tertidur, Mamah menjadi khawatir.”
“Mamah!”
Meskipun sangat lirih, Zhia dapat mendengar dengan sangat jelas bahwa Lucia memanggilnya.
“Sayangku Lucia! Akhirnya kau bangun juga, sayang! Mamah sangat khawatir,” ujar Zhia yang terharu melihat putrinya perlahan mulai membuka matanya.
Suara yang terdengar tidak asing. Wajah yang terlihat tidak asing. Pelukan yang begitu hangat, Lucia mulai mengerjap-ngerjap matanya yang terasa sangat berat berusaha untuk melihatnya dengan lebih jelas lagi.
Semuanya terasa berat, begitu juga tubuhnya. Hingga akhirnya Lucia menyadari bahwa sekarang dirinya sedang berbaring di ranjang rumah sakit.
“Syukurlah kau sudah bangun, Lucia sayang!”
Tidak lupa, Julia pun ikut bahagia dan merasa lega ketika melihat cucu kesayangannya telah membuka mata kembali. Julia pun hanya bisa tersenyum menatap penuh kebahagian pada Zhia dan Lucia yang sedang saling berpelukan.
“Mah, dimana Kak Levi? Luci ingin bertemu dan melihat keadaannya!”
Dan orang yang langsung di cari oleh Lucia begitu tersadar adalah Levi.
“Mmm, … Levi, _....”
Zhia tak mampu menjawabnya, karena jujur saja dia juga belum mengetahui kabar tentang Levi dan yang lainnya. Rayden sendiri pun belum menjelaskan apapun kepadanya, terlebih lagi dia hanya memikirkan Lucia saja.
“Levi, dia sedang mendapat perawatan dari Dokter! Kita bisa menemuinya nanti setelah selesai, sayang,” ujar Julia yang hanya berasalan, meskipun perkataanya tidak sepenuhnya salah.
“Luci tetap ingin melihat keadaan Kak Levi sekarang juga!”
Lucia bersikeras, bahkan dia hampir saja mencabut selang infus di pergelangan tangannya kalau tidak segera di hentikan oleh Zhia dan Julia.
“Luci, hanya ingin melihat Kak Levi,” ujar Lucia dengan wajah tertunduk sedih.
Zhia dan Julia pun tak mampu untuk berkeras hati, mereka kalah begitu melihat raut wajah Lucia yang terlihat sangat sedih sekaligus menggemaskan.
Mereka akhirnya mengijinkan Lucia untuk menemui Levi. Tapi karena Luca yang masih tertidur, akhirnya Lucia hanya di temani oleh Grandmanya.
Sedangkan Zhia menemani Luca dan mereka tiba saat Rayden dan Tuan Roman sedang saling berseteru.
...****************...
Tuan Roman dengan penuh percaya dirinya berkata, “Kau! Kau seorang Dokter, bukan? Jadi, jelaskan padanya bahwa keputusan mengenai tindakan untuk pasien berada di tangan keluarga dan orang lain tidak berhak untuk ikut campur, bukan? Dan keluarga Zaen di sini adalah saya!”
“Jadi, Kakek adalah Kakek kandung dari Kak Levi?” ujar Lucia yang tiba-tiba muncul bersama dengan Julia, hingga kedatangannya menyita perhatian semua orang.
“Lucia!” seru Rayden dan Noland bersamaan.
“Nona kecil!” gumam Will.
Sementara, Tuan Roman dan Bastian hanya diam memperhatikannya. Tuan Roman dan Bastian sepertinya merasa bertemu dengan gadis itu, tapi di satu sisi mereka asing dengan penampilannya.
Mereka semua terdiam, hingga Dr. Ian dengan ramah menghamipiri Lucia sembari menggenggam tangan mungilnya sekaligus untuk memeriksa denyut nadinya.
“Luci sudah bangun ternyata, tapi kenapa Luci malah berada di sini? Kenapa tidak istirahat lagi saja?” tanya Dr. Ian sambil tersenyum manis pada Lucia.
“Luci ingin melihat Kak Levi,” jawab Lucia dengan wajah polosnya.
Rayden kemudian meminta Lucia untuk mendekat padanya. Rayden berkata, “Sayang, kemarilah!”
Lucia pun langsung memeluk papahnya. Setelah berada di gendongan sang papah, Lucia lalu kembali bertanya, “Pah, Lucia ingin melihat Kak Levi! Bolehkan?”
“Dia masih belum bisa di jenguk secara langsung, lebih baik kau istirahat dulu saja!” ujar Dr. Ian.
“Apakah luka Kak Levi sangat parah?” tanya Lucia yang langsung merasa sangat khawatir.
“Mmmm, …”
Tidak ada satu pun yang dapat menjawab pertanyaannya. Mereka semua langsung terdiam, sembari memikirkan bagaimana cara menjelaskan apa yang terjadi pada Levi dengan penyampaian yang baik dan tidak membuat Lucia merasa bersalah maupun takut.
“Bukankah dia putramu, Cano!” seru Tuan Roman yang teringat dnegan bocah laki-laki yang pernah menerobos masuk saat dirinya, Rayden dan Noland sedang berbicara.
Bastian pun segera menimpali, “Ouh, benar saya juga mengingatnya! Tapi bukankah dia saat itu berambut pendek?”
“Bukan! Gadis ini adalah putriku, Lucia Cano Xavier,” jawab Rayden memperkenalkan Lucia secara resmi.
“Kalau dia putrimu, lalu siapa bocah laki-laki yang menerobos masuk ruangan pada saat itu? Bukankah dia sangat mirip dengan putrimu?” ujar Tuan Roman yang masih penasaran sekaligus bingung siapa anak Rayden yang sebenarnya.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...