
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Iya! Untuk adik yang sedang di gendong oleh Mamah, Luci akan menamainya dengan nama Regis Cano Xavier. Sedangkan yang di gendong Papah, Ryuga Cano Xavier. Dan yang sedang tidur, Luci akan memberikan nama Rayga Cano Xavier. Jadi, mulai sekarang mereka adalah Baby Triple R! Bagaimana? Keren ‘kan?” jelas Lucia dengan penuh semangat setelah menamai ketiga adiknya.
“Seperti Kakak dan Luci, Double L! Sangat keren! Kak Luca sangat menyukainya,” puji Luca yang sangat setuju dengan nama pemberian dari Lucia itu.
“Mamah juga menyukainya, sayang! Terima kasih sudah memberikan nama yang sangat keren untuk adik-adikmu ini,” ucap Zhia yang merasa bangga dengan putrinya, karena memikirkan dengan hati-hati tentang nama-nama itu.
“Benar, nama mereka sangat keren! Papah sangat setuju, terima kasih banyak putriku,” ucap Rayden yang juga merasa bangga pada putrinya.
Setelahnya, ketiga bayi kembar itu pun di kenal sebagai Triple R. Hampir satu minggu, Zhia harus menginap di rumah sakit. Akhirnya kini dokter memperbolehkan dia dan anak-anaknya untuk pulang. Saat itu, hanya Rayden dan Will saja menemani Zhia sejak di rumah sakit.
Sementara, Noland, Julia serta si kembar Double L tetap berada di Mansion untuk menyiapkan pesta penyambutan kedatangan anggota keluarga baru. Bukan hanya mereka saja yang menyiapkan pesta penyambutan itu, tapi seluruh penghuni Mansion sampai anggota klan mafia juga ikut mempersiapkannya.
Sehingga keadaan Mansion saat itu sangat ramai, seperti saat mengadakan Gender Reveal Party dan perpisahan Levi. Seluruh Mansion di hias serba putih, mulai dari pintu masuk gerbang sampai di dalam kamar Triple R.
...****************...
Hingga tiba ‘lah waktunya, mobil yang membawa Zhia dan Triple R berhenti tepat di depan pintu gerbang. Dan begitu gerbang itu terbuka, Zhia langsung di suguhkan dengan pemandangan indah serba putih di sertai hamburan kelopak bunga yang memenuhi sepanjang jalan.
“Woahh, Ray! Apakah kau yang menyiapkan semua ini?” tanya Zhia pada Rayden, bahkan dia tak dapat berkata-kata saking takjubnya dengan pemandangan indah yang ada di hadapannya.
“Kali ini bukan aku, Zhi! Tapi mereka semua yang menyiapkannya untuk menyambutmu dan ketiga jagoan kita,” jawab Rayden yang tersenyum bahagia saat melihat istrinya bahagia.
Zhia pun tak mampu menahan airmatanya, saking bahagianya melihat semua orang berbaris dengan rapi hanya untuk menyambut kedatangan dirinya dan juga anaknya. Rayden pun dengan lembut menghapus sisa airmata di wajah istrinya.
Seraya berkata, “Jangan menangis! Kau harus lebih banyak tersenyum di bandingkan menangis. Mengerti?”
Zhia menganggukan pelan kepalanya. Lalu membalas, “Ehmm, ….Terima kasih sudah hadir di hidupku dan mengubah duniaku, sehingga menjadi di penuhi kebahagiaan.”
“Trima kasih juga untukmu, karena sudah menjadi sumber kebahagiaan dan hidupku,” balas Rayden sembari mencium kening Zhia dengan penuh cinta.
“Maaf mengganggu, Tuan dan Nyonya muda! Tapi kita sudah sampai, bisakah kita turun sekarang karena semua orang sudah menunggu,” ujar Will yang merasa di abaikan keberadaannya di sana.
Zhia pun tersipu malu saat mendengar perkataan dari Will, tapi tidak dengan Rayden yang memang sejak awal tidak memperdulikan keberadaan Will di sana. Will pun segera turun dari mobil, begitu juga dengan Rayden agar bisa membantu Zhia keluar dari mobil dengan nyaman.
“Selamat datang kembali, Nyonya muda!”
Semua orang pun langsung menyambut dan menyapa Zhia dengan senyuman yang terus merekah di wajah mereka. Semntara Noland dan Julia langsung membantu Zhia menggendong cucunya. Noland menggendong Rayga, sementara Julia menggendong Regis dan Ryuga sudah berada di dalam gendongan Will.
“Selamat datang pada ketiga Tuan kecil,” sambut semua orang yang tak kuasa menahan keimutan ketiga Tuan kecil baru mereka.
“Terima kasih semuanya! Aku tidak menyangka kalian menyiapkan sambutan pada kami dnegan pemandangan seindah ini,” ucap Zhia.
“Papah gendong kami!” pinta Luca dan Lucia pada Papahnya.
“Yapp, … Baiklah, apa mau kalian sekarang?” tanya Rayden yang langsung menggendong Luca dan Lucia sekaligus.
“Mamah! Mamah, kami mau peluk cium,” pinta Luca dan Lucia bersamaan.
Zhia pun langsung memeluk dan mencium kedua anak kembarnya secara bergantian. Setelah itu, sebagian dari mereka pun masuk ke dalam Mansion dengan batas waktu tertentu untuk melihat bayi mungil Triple R. Karena memang harus bergantian dengan lainnya. Begitu masuk ke dalam Mansion, tatapan Zhia teralihkan pada segunung besar hadiah yang entah dari siapa saja.
“Lihatlah, pipi mereka sepertinya bertambah besar?” ujar Will yang terus menatap Regis, Ryuga dan Rayga hanya untuk membandingkan pipi mereka.
“Bukankah itu sangat menggemaskan?” tanya Alea.
“Iya, mereka sangat menggemaskan seperti ikan buntal!” jawab Will sekenanya dan hanya ikan buntal yang terlintas di kepalanya saat itu.
“Sialan kau, Will! Beraninya kau mengatai anakku seperti ikan buntal. Sadar diri ‘dong dirmu bahkan seperti kecebong laut,” umpat Rayden yang tidak terima.
“Ray, jangan mengumpat di depan anak kecil. Jadilah, contoh yang baik buat mereka,” ujar Zhia mengingatkan secara tegas.
“Sayang, sepertinya kita sebentar lagi juga akan memilikinya?” bisik Alea.
“Apa maksudmu, sayang?” bisik Will balik.
“Aku hamil!” Alea pun memberitahu yang sebenarnya.
“APA!! KAU HAMIL!” teriak Will tanpa sadar yang akhirnya malah mengejutkan semua orang.
“Kau hamil, Alea?” tanya Julia memastikan.
“Iya, Nyonya besar! Kata Dokter baru jalan delapan minggu ini,” jawab Alea malu-malu.
“Selamat ‘yah, Alea! Semoga kamu dan bayinya sehat sampai lahiran nanti,” ucap Zhia yang turut bahagia.
“Terima kasih, Nyonya muda!” sahut Alea.
“Kau beneran hami, sayang?”
Will masih tidak percaya apa yang baru saja di dengarnya, wajahnya terlihat hampir menangis karena saking bahagianya. Kerena sebentar lagi kan menjadi sseorang ayah, sehingga dia tidak perlu lagi di goda oleh Rayden.
“Iya, sayang! Aku sedang mengandung anak kita,” jelas Alea sembari mengarahkan tangan Will pada perutnya.
Airmata yang berusaha Will bendung sedari tadi, akhirnya pecah juga. Sambil menangis Will memeluk Alea dan terus mengucapkan kata terima kasih secara berulang-ulang untuk Alea. Bahkan hanya sebentar menyentuh perut Alea, Will dapat merasakan suatu getaran yang seketika menyentuh hatinya.
“Tuan muda, apakah ini yang anda rasakan saat mengetahui Nyonya muda sedang hamil?” ujar Will di sela isakannya.
“Kurang lebih seperti itu, tapi aku tidak malu-maluin seperti yang kau lakukan saat ini,” sahut Rayden yang merasa merinding dengan reaksi Will yang menurutnya berlebihan.
“Reaksi Will bahkan lebih baik dari pada kelakuanmu saat itu, Ray! Apa kau lupa dengan semua kelakuanmu yang absurd saat mengetahui aku hamil lagi?” Zhia menimpali sekaligus ingin sedikit menggoda suaminya.
Kebahagian mereka seakan semakin sempurna. Setelah kelahiran Triple Baby R, kini akan datang lagi anggota baru dari Alea dan juga Will. Hari itu, semuanya terasa sangat sempurna semua orang bahagia, tertawa dan bersenda gurau tanpa memikirkan status maupun kedudukan masing-masing. Mereka adalah keluarga, dimana kebahagian dan kesedihan akan mereka tanggung bersama-sama.
“Apakah aku datang terlambat?” Hingga suara seseorang membuat suasana sesaat menjadi hening saat kehadirannya di sana.
“Levi, adikku tersayang! Kau harus tahu bahwa sebentar lagi aku juga akan menjadi seorang Ayah. Hahahaaa, ….” seru Will yang langsung berlari memeluk Levi sembari menyampaikan kabar bahagianya.
“Benarkah? Kalau begitu selamat atas kehamilan Alea, aku turut bahagia, Will!” ucap Levi yang membalas pelukan dari Will.
“Paman Will! Kenapa Paman yang memeluk Kakak Levi yang pertama kali?” protes Lucia yang menatap tajam pada Will dengan wajah cemberutnya.
“Harusnya ‘kan Luci yang memeluk Kak Levi untuk yang pertama kali,” lanjutnya dengan mata berkaca-kaca yang hampir menangis.
Mendengar itu, bukan hanya Will dan Levi saja yang menjadi panik. Tapi semua orang yang berada di sana pun ikut panik juga, mereka takut akan terjadi drama seperti sebelumnya setelah beberapa waktu suasana menjadi damai.
Dengan cepat Felix dan Jaydon segera memisahkan Will dan Levi. Kemudian, mereka menarik tubuh Levi keluar untuk mensterilkan dengan menggunakan Desivektan pada seluruh tubuh Levi. Semua orang tercengang dengan tindakan dari Felix dan Jaydon, sementara Levi hanya bisa pasrah.
“Nona kecil, silahkan peluk Levi sekarang! Dia sudah bersih dari pelukan Will sebelumnya,” ujar Felix yang kembali membawa masuk Levi ke hadapan Lucia.
Raut wajah Lucia pun seketika tersenyum, dia pun segera menghamburkan tubuhnya ke dalam dekapan Levi. Tawa semua orang pun seketika pecah melihat kejadian itu, kecuali Levi yang malah mematung di tempatnya.
Hari itu suara tangis bayi, canda tawa dan orang saling berbagi bercerita terus memenuhi seluruh sudut Mansion. Hari itu pun berakhir dengan penuh kebahagiaan bagi semua orang, semuanya berakhir Happy Ending.
...~Tamat~...
...𝓐𝓴𝓱𝓲𝓻𝓷𝔂𝓪 ◦•●◉✿Willea✿◉●•◦ 𝓼𝓪𝓶𝓹𝓪𝓲 𝓳𝓾𝓰𝓪 𝓹𝓪𝓭𝓪 𝓹𝓮𝓷𝓰𝓱𝓾𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓬𝓮𝓻𝓲𝓽𝓪𝓷𝔂𝓪. 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓱𝓪𝓷𝔂𝓪 𝓫𝓲𝓼𝓪 𝓶𝓮𝓷𝓰𝓾𝓬𝓪𝓹𝓴𝓪𝓷 𝓫𝓪𝓷𝔂𝓪𝓴 𝓣𝓮𝓻𝓲𝓶𝓪 𝓴𝓪𝓼𝓲𝓱, 𝓴𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓼𝓾𝓭𝓪𝓱 𝓼𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓶𝓮𝓷𝓭𝓾𝓴𝓾𝓷𝓰 𝓭𝓪𝓷 𝓼𝓮𝓽𝓲𝓪 𝓶𝓮𝓷𝓾𝓷𝓰𝓰𝓾 𝓾𝓹𝓭𝓪𝓽𝓮 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓴𝓪𝓭𝓪𝓷𝓰 𝓽𝓲𝓭𝓪𝓴 𝓹𝓪𝓼𝓽𝓲 𝓲𝓷𝓲....
...𝓣𝓪𝓹𝓲 𝓳𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓴𝓱𝓪𝔀𝓪𝓽𝓲𝓻, 𝓶𝓮𝓼𝓴𝓲𝓹𝓾𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 ◦•●◉✿Willea✿◉●•◦ 𝓽𝓮𝓵𝓪𝓱 𝓫𝓮𝓻𝓪𝓴𝓱𝓲𝓻 𝓽𝓪𝓹𝓲 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓼𝓾𝓭𝓪𝓱 𝓶𝓮𝓷𝔂𝓲𝓪𝓹𝓴𝓪𝓷 𝓬𝓮𝓻𝓲𝓽𝓪 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓼𝓮𝓵𝓪𝓷𝓳𝓾𝓽𝓷𝔂𝓪. 𝓢𝓮𝓹𝓮𝓻𝓽𝓲 𝓹𝓮𝓻𝓶𝓲𝓷𝓽𝓪𝓪𝓷 𝓴𝓪𝓵𝓲𝓪𝓷,𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓶𝓮𝓵𝓪𝓷𝓳𝓾𝓽𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓛𝓾𝓬𝓲𝓪....
𝓝𝓪𝓶𝓾𝓷,𝓼𝓪𝓶𝓫𝓲𝓵 𝓶𝓮𝓷𝓾𝓷𝓰𝓰𝓾 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓛𝓾𝓬𝓲𝓪. 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓶𝓪𝓾 𝓵𝓪𝓷𝓳𝓾𝓽𝓲𝓷 𝓭𝓾𝓵𝓾 𝔂𝓪𝓷𝓰 ◦•●◉✿You are Mg Anime✿◉●•◦, 𝓳𝓪𝓭𝓲 𝓳𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓵𝓾𝓹𝓪 𝓶𝓪𝓶𝓹𝓲𝓻 𝓳𝓾𝓰𝓪 𝔂𝓪𝓱!
...𝓢𝓸 𝓢𝓮𝓮 𝓷𝓮𝔁𝓽 𝓼𝓮𝓪𝓼𝓸𝓷 𝓰𝓾𝔂𝓼!!!😘😘😘🙏...