
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Hiks, … Hiks, … Nyonya, maafkan saya! Hanya karena sebuah kecemburuan aku malah melukai dirimu dan bayinya yang tidak bersalah itu. Ma-maafkan saya, Nyonya. Hiks, ….” ucap Alice yang sangat menyesali perbuatannya.
“Ya Tuhan, … Aku mohon selamat Nyonya muda dan calon anaknya. Hiks, …Sungguh aku tidak pernah ada niat sedikit pun untuk melukai mereka. Hiks, … Hiks, … Kumohon selamatkan mereka, Tuhan! Se-seharunya aku tidak melakukan itu, Hiks, …”
Alice terus berdoa tiada hentinya seperti airmatanya yang terus mengalir membasahi wajahnya. Kejadian jatuhnya Zhia dan rintihan kesakitan nya terus terulang di kepalanya.
Ingatan tentang dia yang menggunakan kakinya untuk menahan salah satu kaki Alea agar kehilangan keseimbangan pun juga bermunculan di kepalanya dan dia sangat menyesali perbuatannya itu.
Sebab di dalam penglihatan Alice saat kejadian itu, Zhia jatuh bersamaan dengan Alea. Sehingga membuatnya merasa sebagai penyebab kecelakaan Zhia, hingga perasaan bersalah selalu memenuhi hati dan pikirannya.
...****************...
Suasana tidak jauh berbeda di rumah sakit. Bagitu Felix tiba, dia pun langsung membicarakan tentang hasil penyelidikan yang telah mereka lakukan.
Bersama dengan Levi dan Noland mereka membahas rencana untuk mengatasi para pengawal yang sudah sangat meresahkan itu.
Cukup lama mereka berunding, tetapi belum juga menemukan keputusan akhir. Terlebih lagi pikiran mereka sedang kau dengan kondisi Zhia dan bayinya yang belum bisa di pastikan aman oleh dokter.
Dan Rayden sendiri tidak pernah meninggalkan sisi Zhia walau hanya sedetik saja, sehingga mereka tidak bisa meminta saran darinya.
“Tuan besar, apakah lebih baik saya kembali dulu untuk membantu Jaydon dan Will di Mansion?” ujar Felix menyarankan.
“Kita tunggu sebentar lagi, kalau Cano tetap belum keluar kau bisa kembali,” balas Noland yang ingin mendapat sedikit waktu memikirkan sebuah solusi yang tepat.
“Baik, Tuan!” sahut Felix yang akhirnya ikut berjaga di rumah sakit.
...****************...
Malam pun mulai menjelang, tetapi keadaan Zhia dan bayinya masih dalam kondisi kritis. Meskipun pendarahannya sudah berhasil di hentikan.
Namun, karena sudah kehilangan banyak darah dan lemahnya kandungan Zhia yang di sebab oleh benturan keras saat jatuh membuat para dokter belum bisa mengatakan kalau mereka sudah baik-baik saja.
Dr. Lena dan Dr. Ian bahkan tidak menerima pasien lain, karena memilih fokus untuk menangani Zhia dan bayinya setiap saat. Suasana tegang, sedih dan takut sangat terasa di sekitar ruangan Zhia tengah di rawat saat itu.
Apalagi Zhia kini malah tidak sadarkan diri sepenuhnya. Bahkan denyut nadi dan jantungnya serta janin di dalam kandungan Zhia juga mulai menurun.
Sehingga Dr. Lena dan Dr. Ian bahkan menyuruh Rayden yang selalu berada di samping Zhia untuk menyiapkan mental, jikalau suatu saat berita buruk harus mereka sampaikan.
“Bagaimana keadaan mereka sekarang?” tanya Dr. Ian ketika melihat Dr. lena berjalan menghamipirinya setelah selesai memeriksa keadaan Zhia dan bayinya lagi.
Namun, Dr. Lena hanya menggelengkan kepalanya dengan raut wajah sedihnya.
Dan kemudian berkata, “Pendarahannya memang sudah dapat di hentikan, tetapi detak jantung mereka malah semakin menurun dengan drastis. Dan ada kemungkinan besar mereka tidak bisa melalui malam ini dengan selamat.”
“Lebih baik anda beritahu keluarganya agar tidak terlalu berharap dan menyiapkan hati, jika sewaktu-waktu kabar buruk akan kita sampaikan. Karena sekarang tangan Dokter sudah tidak berguna, hanya keajaiban dari tangan Tuhan yang bisa menyelamatkan mereka,” imbuh Dr. Lena yang membuat Dr. Ian tak mampu berkata apapun lagi ketika mendengar kabar itu.
Dr. Ian sebenarnya sudah mengetahui tentang keadaan Zhia dan bayinya begitu membaca laporan tentang pemeriksaan Zhia setiap beberapa jam sekali.
Dan dia pun juga menyadari bahwa kondisi Zhia dan bayinya malah semakin memburuk, setelah pendarahannya berhasil di hentikan.
Namun, Dr. Ian tetap menanyakannya pada Dr. Lena untuk memastikan bahwa dia salah. Akan tetapi, sesama seorang dokter dia tahu tidak ada guna berbohong tentang kondisi pasien di saat seperti ini.
“Bagaimana caranya aku memberitahukan kabar ini kepada mereka, terutama pada Cano?” gumam Dr. Ian yang merasa serba salah untuk menyampaikannya secara langsung pada keluarga Xavier.
“Kau benar! Baiklah, aku akan menyampaikannya pada mereka seperti yang kau katakan,” ujar Dr. Ian yang mau tidak mau harus tetap memberitahukan kabar buruk itu pada keluarga Xavier yang sedang menunggu dengan khawatir.
...****************...
Setelah itu, Dr. Ian pun perlahan berjalan menghampiri Rayden yang masih setia menemani istri dan anaknya. Meskipun Rayden tampak sedih dan tidak berdaya, sangat jauh berbeda dengan Rayden yang semu orang kenal.
Rayden tampak sangat kelelahan dan sangat putus asa, karena Zhia malah tidak sadarkan diri cukup lama. Dan bahkan beberapa kali mesin yang berfungsi mendeteksi detak jantung istrinya terus berbunyi yang seolah sebagai pertanda buruk begitu dia mendengarnya.
Akan tetapi, Rayden mencoba untuk mempercayai istri dan calon bayinya itu. Dia akan tetap percaya seperti yang di katan Zhia, bahwa mereka kuat akan berusaha untuk memperjuangkan hidup mereka.
“Cano!”
Dr. Ian mencoba memanggil Rayden dengan suara lirih agar tidak mengejutkannya.
“Dokter, bagaimana keadaan Zhia dan bayinya? Kapan dia akan membuka matanya kembali? Dan kenapa suara mesin itu terdengar seolah pertanda buruk saat berbunyi? Dan kenapa Dr. Lena tidak mengatakan apapun padaku, setelah selesai memeriksa Zhia?”
Rayden perlahan menoleh dan saat melihat kedatangan Dr. Ian, dia pun segera mencecarnya dengan berbagai pertanyaan yang terus mengganggu hati dan pikirannya.
Hal itu membuat Dr. Ian semakin merasa ragu untuk menyampaikan kabar buruk yang dia dapatkan dari Dr. Lena.
“Cano, maaf! Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan istri dan anakmu. Namun, sepertinya kau harus mulai menyiapkan hatimu dari sekarang,” ujar Dr. Ian dengan wajah tertunduk lesu dan penuh keraguan.
“Apa maksud perkataan mu?”’ tanya Rayden menekankan.
“Menurut hasil pemeriksaan kami, kemungkinan Istri dan anak-anakmu tidak mampu untuk bertahan melewati malam ini. Jadi, _....”
“Apa maksudmu Zhia dan anak kami tidak mampu bertahan, Hah? Kau ingin mengatakan bahwa mereka besok akan mati begitu!” seru Rayden segera memotong perkataan Dr. Ian.
Rayden yang tidak terima dengan perkataan dari Dr. Ian itu, langsung saja menyanggah pikiran negative yang sempat terlintas di kepalanya.
Namun, dia sendiri menyadari maksud dari kata-kata tersebut. Hingga matanya mulai memerah dan berlinangan air mata.
“Aku tahu kau tidak mau mendengar tentang kabar buruk ini, tapi aku harus tetap menyampaikannya padamu," ujar Dr. Ian.
"Begitu juga dengan semua keluargamu, aku akan memberitahu mereka juga. Sebab aku tidak ingin kalian meninggalkan penyesalan, karena tidak memanfaatkan waktu yang tersisa ini dengan sebaik mungkin,” jelas Dr. Ian lagi berusaha membuat Rayden mengerti akan maksudnya.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...